
"Diem deh! Davin belum pulas ini tidurnya." ucap Aldi. Lisa mendengus kesal, berbeda dengan Aldi yang tersenyum jail.
10 menit kemudian ..
Davin sudah tertidur pulas. Aldi bangun dari tidurnya, lalu memindahkan putranya ke box bayi. Setelah itu ia melepas baju muslimnya dan menggantinya dengan kaos biasa. Lalu ia duduk bersandar headboard ranjang dengan sambil memangku laptopnya, ia sedang mengerjakan tugas kantor yang belum ia selesaikan.
"Aldi." panggil Lisa. Aldi menoleh sedikit heran. Bukannya tadi dia marah? pikirnya.
"Ada apa?" tanya Aldi
"Aldi..." Lisa duduk di samping Aldi dan memeluknya.
"Eh." Aldi tersentak saat tiba-tiba Lisa memeluknya.
"Kenapa?" tanya Lisa menatap Aldi.
"Bukannya tadi marah?" tanya Aldi balik dan menghentikan sejenak pekerjaannya.
"Itu kan tadi. Aku kan baik, jadi marahnya nggak lama." ucap Lisa polos. Aldi menggeleng kecil dengan sikap istrinya itu. Semenjak hamil, sikap Lisa memang selalu aneh-aneh. Suka berubah-ubah. Lalu ia kembali melanjutkan pekerjaannya
"Aldi." panggil Lisa.
"Apa?" tanya Aldi dengan pandangannya masih fokus ke laptopnya
"Iihh liat aku." kesal Lisa karena suaminya itu lebih fokus ke laptopnya. Aldi sedikit terkekeh, lalu menghentikan pekerjaannya dan menaruh laptopnya disampingnya
"Iya maaf, emangnya ada apa sayang hem?" tanya Aldi lembut seraya membalas pelukan Lisa dan menatap istrinya itu
"Kapan kita ke Bali nya?" tanya Lisa.
"Tapi pekerjaan di kantor aku lagi banyak, gimana dong?" ucap Aldi, membuat Lisa memasang wajah cemberut
''Katanya mau pergi baby moon ke Bali nya pas aku udah hamil 7 bulan." ucap Lisa memanyunkan bibirnya. Aldi tersenyum
"Insyaallah, aku usahain pekerjaan kantor, aku selesaikan secepatnya. Biar kita bisa pergi baby moon ke Bali." ucap Aldi
"Beneran ya?"
"Iya sayang, apa sih yang nggak buat kamu." ucap Aldi sambil mencium kening Lisa, membuat Lisa tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya
"Ayo tidur. Udah malem, nggak baik ibu hamil tidur terlalu malem." ucap Aldi seraya melepas pelukan Lisa.
"Kamu juga tidur." ucap Lisa sambil menatap Aldi.
"Kamu tidur duluan ya, aku mau menyelesaikan pekerjaan kantor dulu bentar."
"Tapi temenin aku, sampai aku tertidur. Dedek nya pengen di peluk sama Ayahnya." ucap Lisa, membuat Aldi terkekeh dan gemas dengan istrinya itu.
"Udah, yuk tidur." ucap Aldi tersenyum lalu membaringkan tubuh Lisa. Lalu ia ikut berbaring dan memeluk tubuh Lisa. Lisa menyembunyikan wajahnya di dada Aldi dan Aldi membelai lembut rambut Lisa.
"Maaf ya, aku terus mengingkari janjiku. Kali ini aku janji akan turuti kemauan kamu." batin Aldi lalu ia mencium puncak kepala Lisa.
15 menit kemudian
Setelah Lisa pulas tertidur, Aldi kembali menyelesaikan pekerjaannya di sofa kamar dan ia teringat sesuatu. Lalu Aldi mengambil ponselnya dan menelepon Mark, asisten pribadinya itu.
__ADS_1
"Halo Mark. Maaf saya mengganggu waktu istirahat kamu."
"....."
"Saya cuma mau beri tahu kamu, kalo saya mau cuti selama seminggu, terhitung mulai dari besok. Saya mau pergi ke Bali dengan keluarga kecil saya. Tolong kamu gantikan saya meeting dan bertemu dengan klien dari Light Company, ajak Nayla agar dia juga bisa bantu kamu. Maaf telah merepotkan mu."
"....."
"Terimakasih Mark, kamu memang bisa di andalkan."
"....."
"Baiklah Mark. Kamu lanjutin saja istirahat mu, sekali lagi terimakasih."
Tut Tut Tut
Aldi mematikan telponnya dan kembali mengerjakan pekerjaannya. setelah 1 jam lebih lamanya Aldi berkutat dengan pekerjaannya, akhirnya selesai juga.
"Akhirnya selesai juga ini pekerjaan." ucap Aldi lega
"Kalo gitu gue istirahat juga, besok kan mau ajak Lisa beli perlengkapan untuk pergi ke Bali." ucap Aldi tersenyum sambil melihat ke arah istrinya yang sedang tertidur itu, lalu Aldi membereskan semua pekerjaannya dan langsung pergi ke ranjangnya untuk tidur. Ia membaringkan tubuhnya dan memeluk tubuh Lisa kembali.
******
Pagi pun tiba..
Pukul 8 pagi Aldi sudah rapi dengan kaos putih dan jaket hitamnya. Ia tengah memakaikan baju ke tubuh mungil putranya yang sudah ia mandikan sebelumnya.
"Davin diem ah, pake baju dulu." Aldi sedikit kesal karena putranya itu tidak bisa diam.
"Davin nanti nggak Ayah ajak ke Mall loh ya." ancam Aldi. Davin diam sejenak dan menatap Ayahnya.
"Itut Yayah (ikut Ayah), Apin itut Yayah (Davin ikut Ayah)." Davin kembali lompat-lompat di sofa.
"Nggak Ayah ajak kalo Davin nggak mau duduk." Davin kembali berhenti.
"Tutuk (duduk)." ucap Davin lalu duduk tampan di sofa.
"Nah, gitu dong nak." Aldi tersenyum lalu kembali memakaikan baju ke tubuh mungil putranya. Bocah tampan yang hampir berumur 2 tahun ini diam menatap polos Ayahnya yang tengah memakaikan baju padanya.
"Nah, udah ganteng kan." ucap Aldi setelah usai memakaikan baju ke tubuh putranya dan memberinya bedak baby diwajahnya.
"Apin tanteng (Davin ganteng)." celoteh Davin mangut-mangut, membuat Aldi terkekeh mendengarnya
"Unda Yayah." Davin menunjuk bundanya yang masih bobo cantik di ranjang sana. Memang sejak hamil, Lisa sering sekali bangun siang.
"Bunda masih bobo ya? Bangunin gih." Davin mangut-mangut. Lalu Davin merosot turun dari sofa. Ia berjalan menghampiri Lisa dan duduk di samping Bundanya itu.
"Undaa anun (Bunda bangun)." ucap Davin menggoyangkan lengan Lisa pelan.
"Undaa anun Undaa (Bunda bangun Bunda)." ucap Davin lagi.
"Nggh~ ngantuk." Lisa malah mengambil guling dan menutupi wajahnya.
"Undaaa aa..." ucapan Davin terhenti karena Aldi mencekal tangannya. Karena ia hampir saja memukul perut Lisa.
__ADS_1
"Jangan dipukul dong perut Bundanya nak." cegah Aldi.
"Undaa nanak anun Yayah (Bunda nggak mau bangun Ayah)." Davin menatap Ayahnya seolah mengadu.
"Iya, tapi nggak boleh dipukul dong perut Bundanya. Nanti kalo dedek nya sakit gimana?"
"Dedek?" ulang Davin dengan gaya agak cadelnya.
"Iya." balas Aldi.
"Nana dedek Yayah, ninih piyut (nggak adik Ayah, ini perut)." Davin menunjuk perut besar Bundanya itu. Aldi menghela nafasnya. Anak kecil, nggak bakalan ngerti. Pikirnya.
"Iya deh perut ya." ucap Aldi mengalah.
"Nggh~" Lisa melenguh merasa terusik dengan suara suami dan putranya itu.
"Undaa." Davin bertepuk tangan saat Lisa membuka matanya.
"Davin." ucap Lisa parau seraya menatap putranya.
"Undaa anun (Bunda bangun)." Davin menarik lengan kanan Lisa. Dengan nyawa yang masih belum terkumpul penuh Lisa bangun dari tidurnya.
"Hoam.. Kok kalian udah rapi?" tanya Lisa sedikit menguap menatap Aldi dan Davin. Aldi tersenyum.
"Kita mau pergi ke mall." membuat Lisa mengerutkan dahinya.
"Mau ngapain ke Mall pagi-pagi gini?" tanya Lisa heran.
"Kita mau pergi belanja perlengkapan buat kita pergi ke Bali besok. Sembari kita sarapan dan nungguin macet pasti kita sampai di Mall nya sekita jam 10-an." ucap Aldi
"M..maksud kamu? Kita pergi ke Bali nya itu besok ini?" tanya Lisa antusias.
"Iya sayang, besok kita pergi ke Bali bertiga sama Davin juga." Lisa tersenyum lalu beranjak menghampiri Aldi dan memeluknya
"Yee, makasih Aldi." ucap Lisa tersenyum senang. Aldi pun juga tersenyum dan membalas pelukan Lisa.
"Apapun untukmu sayang." ucap Aldi. Lisa terharu dengan sikap Aldi ini. Ia selalu melakukan apapun demi dirinya. Termasuk pergi ke Bali untuk baby moon yang Lisa idamkan dari sebelum Davin lahir.
"Undaa Apin ninih (Bunda Davin ini)!" teriak Davin karena Lisa malah memeluk Aldi. Sontak Lisa langsung melepas pelukannya pada Aldi.
"Eh iya maaf nak." ucap Lisa menatap wajah imut putranya walau terlihat kesal dan Lisa langsung memeluk putra kecilnya itu. Davin diam di pelukan Lisa. Aldi tersenyum melihat istri dan putranya itu.
"Mandi gih sayang. Masak kalah sama Davin. Dia aja udah ganteng, wangi lagi." ucap Aldi. Lisa melepas pelukannya dari sang putra.
"Iihh, udah ganteng ya anak Bunda." ucap Lisa menooel hidung mungil Davin.
"Apin tanteng Undaa (Davin ganteng Bunda)." Davin mangut-mangut membuat Lisa terkekeh.
"Bunda mandi dulu ya." Lisa mencium kening putranya lalu beranjak ke kamar mandi.
"Aku nggak dicium juga nih." Aldi menahan lengan Lisa, saat Lisa ingin melewatinya. Lisa tersenyum lalu mencium bibir suaminya itu sekilas. Setelah itu ia segera masuk ke kamar mandi.
Bersambung ..
Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏
__ADS_1
Ig : @mutiakim