
"Buat apa aku nekat dulu tidurin kamu, kalo akhirnya aku cuma sia-siakan kamu." ucap Aldi lembut seraya mengangkat wajah Lisa yang menunduk, lalu menghapus air mata Lisa.
"Hiks." Lisa hanya sambil diam terisak.
"Kamu boleh bunuh aku kalo aku beneran bohong."
"Hiks, nggak mau.'' tangis Lisa semakin kencang. Aldi tersenyum lalu memeluknya lagi.
"Udah jangan nangis, maafin aku ya." Lisa mengangguk dalam pelukan Aldi.
"Udah dong nangisnya. Nanti tambah ngedrop loh." ucap Aldi lembut. Lisa hanya diam walau sesekali sesegukan.
"Makan dulu ya, kamu belum sarapan loh tadi." ucap Aldi. Lisa menggeleng pelan.
"Nggak laper."
"Harus makan sayang. Keadaan kamu drop lagi loh ini, makan ya." bujuk Aldi. Lisa lagi-lagi menggeleng. Aldi menghela nafasnya. Kalau sudah ngedrop seperti ini, Lisa selalu susah untuk dibujuk untuk makan.
"Mau baby nya sakit lagi." Aldi menyentuh perut Lisa dan mengusapnya lembut.
"Nggak mau..." lirih Lisa.
"Kalo gitu kamu harus makan biar cepet sembuh ya." Lisa menghela nafasnya lalu mengangguk pelan.
"Gitu dong sayang." ucap Aldi tersenyum.
*******
Aldi baru saja selesai menyuapi Lisa. Ia menyodorkan sebutir obat padanya. Lisa menerimanya lalu meneguk air putih yang diberikan oleh Aldi tadi.
"Sekarang kamu istirahat ya." ucap Aldi. Lisa mengangguk. Aldi tersenyum lalu mengambil handuk kecil yang menempel di kening Lisa. Ia memegang kening Lisa dengan telapak tangannya.
"Udah agak mendingan." gumam Aldi. Lisa hanya diam menatapnya.
CEKLEK !
"Eh udah sadar ya?" ucap Bella yang masuk bersama Davin. Lisa langsung menatapnya.
"Eemm, maaf ya kalo becanda aku kelewatan. Aku nggak tau kalo kamu sakit." ucap Bella merasa tak enak hati. Lisa tersenyum kecil dan mengangguk.
"Nggak papa, tapi bener kan? Kamu bukan pacarnya suami aku?" tanya Lisa membuat Aldi sedikit terkekeh.
"Enggaklah, aku cuma sepupunya Aldi aja kok, Sumpah deh." ucap Bella sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Iya aku percaya kok." ucap Lisa tersenyum.
"Undaa." Davin merentangkan tangannya pada Lisa. Lisa menatapnya dan tersenyum.
"Sini sayang." ucap Lisa sedikit bergeser ke kiri dan Bella meletakkan Davin di sampingnya.
"Undaa." Davin langsung tidur dan memeluk Lisa.
"Iya nak?" tanya Lisa seraya mengusap kepala putranya itu.
"Undaa papa (Bunda kenapa)?" tanya Davin polos.
"Bunda nggak papa kok nak." ucap Lisa tersenyum.
"Undaa atit (Bunda sakit)?" tanya Davin lagi
"Nggak, Bunda nggak sakit sayang." ucap Lisa dan Davin hanya mangut-mangut
"Iiihh lucu deh, buat aku aja ya kak. Aku bawa balik ke LA." ucap Bella gemas dengan Davin.
"Enak aja, bikinnya aja pake usaha ini." protes Aldi. Bella memanyunkan bibirnya.
"Kan ada yang mau jadi lagi." ucap Bella lagi.
"Tapi stok bayi yang kayak Davin itu cuma satu di dunia." ucap Aldi.
"Iiihh Aldi! Pelit banget sih." ucap Bella sambil menghentakkan kakinya ke lantai.
__ADS_1
"Eh panggil kakak." ucap Aldi membenarkan.
"Enggak! Aku nggak punya kakak ya." tolak Bella cepat.
"Terus lo manggil istri gue kakak barusan." ucap Aldi. Umur Bella memang terpaut 3 tahun lebih muda dari Aldi.
"Biarin! Pokoknya aku mau Davin." kekeuh Bella.
"Anak gue ini!" ucap Aldi.
"Aku pengen ngajak dia jalan-jalan Aldi." Bella merengek seperti anak kecil.
"Ogah kalo lo ajak ke Los Angeles. Entar anak gue nggak lo bawa balik lagi." ucap Aldi.
"Iihh, iya-iya aku ajak jalan-jalan disini." ucap Bella pasrah.
"Nah, gitu dong." Aldi tersenyum puas.
"Tapi..."
"Tapi kenapa? Nggak tau jalan di Jakarta? Gue tau itu." Tebak Aldi tersenyum meledek. Bella memanyunkan bibirnya.
"Entar deh gue telpon Claudia, biar nemenin lo jalan." ucap Aldi. Wajah Bella langsung kembali ceria.
'"Are you serious Al?" tanya Bella antusias. Aldi mengangguk
"Hore asikkk, jalan-jalan sama Daviiinnn." girang Bella. Lisa dan Aldi yang melihat langsung terkekeh. Davin langsung melepas pelukannya pada tubuh Lisa dan langsung menatap Bella.
"Ante papa (Tante kenapa)?" tanya Davin. Bella berhenti bersorak.
"Papa? Tadi katanya manggilnya Ayah." ucap Bella heran.
"Tata papa, tuh Yayah (Tante kenapa, itu Ayah)." celoteh Davin seraya menunjuk Aldi.
"Lah, kok Tante disuruh jadi Papa? Nggak mau iih." tolak Bella membuat Lisa dan Aldi langsung tertawa.
"Kok kalian malah ketawa sih." Bella kembali memanyunkan bibirnya.
"Jadi itu maksudnya?" tanya Bella. Lisa tersenyum dan mengangguk.
"Ck, bahasa apaan coba." gumam Bella.
"Bahasa anak gue lah. Lo aja nggak bisa." sahut Aldi. Bella menghela nafasnya.
"Oke aku emang nggak bisa. Davin, ikut jalan-jalan sama Tante, Oke." ucap Bella menatap Davin.
"Yayan-yayan (jalan-jalan)." ulang Davin.
"Hah? Eee, iya jalan-jalan." balas Bella sedikit ragu.
"Apin yayan yiyi (Davin jalan sendiri)." ucap Davin.
"Jalan berdiri? Iya dong Vin, dimana-mana mah jalan ya berdiri." ucap Bella.
"Hahaha." Aldi langsung tertawa mendengarnya, membuat Bella menatapnya.
"Kenapa lagi sih?" ucap Bella kesal.
"Maksudnya dia itu, dia mau jalan sendiri. Bukannya jalan berdiri. Hahaha, konyol-konyol." Aldi kembali tertawa setelah menjelaskan. Bella lagi-lagi memanyunkan bibirnya.
"Kan aku nggak tau." ucap Bella.
"Terus lo tadi main sama dia gimana jawabnya kalo dia ngomong?" tanya Aldi.
"Ya aku anggukin aja, walaupun nggak tau maksudnya apa." jawab Bella polos, membuat Aldi kembali tertawa.
"Aldi iihh !! Ketawa terus." kesal Bella
"Oke, oke. Gue nggak akan ketawa lagi." ucap Aldi sedikit menahan tawa. Bella mendengus kesal.
*******
__ADS_1
Sore ini Bella akan mengajak jagoan kecil Lisa dan Aldi ini jalan-jalan. Bella dan Davin yang berada diruang tengah terlihat sudah rapi. Tinggal menunggu Claudia datang saja.
"Jangan pulang malem-malem. Anak gue entar masuk angin lagi." titah Aldi.
"Iya-iya. Kamu mah bawel." dengus Bella. Aldi tersenyum.
"Nggak boleh nakal ya nak." pesan Aldi seraya mengusap kepala putranya.
"Nana atan (nggak boleh nakal)." ulang Davin. Aldi mengangguk.
"Kalo minta beli mainan yang banyak nggak papa." ucap Aldi membuat mata Bella langsung membulat.
"Sembarangan kalo ngomong." ucap Bella, membuat Aldi terkekeh.
"Assalamu'alaikum." teriak seseorang yang langsung masuk ke dalam rumah Aldi.
"Waalaikumussalam." balas Aldi dan Bella.
"Iiihh, kak Bella akhirnya kesini juga. Betah banget sih di negara orang." ucap Claudia dan langsung memeluk Bella yang tengah menggendong Davin.
"Sebenernya mah bosen disana. Hehe." ucap Bella. Claudia melepas pelukannya.
"Halo bocil." Claudia mencubit pelan hidung Davin.
"Auu (nggak mau)!" Davin langsung menepis tangan sang Tante yang jailnya minta ampun itu.
"Ye, pelit nih. Megang doang juga." ucap Claudia.
"Papa (apa)?" Davin melipat kedua tangannya maksud ingin menantang sang Tante.
"Papa, papa.. Papa kamu soak." celetuk Claudia.
PLETAK !
"Aduh!" rintih Claudia saat Aldi menjitak kepalanya.
"Bilang apa kamu barusan?!" tanya Aldi menatap tajam kearah adiknya.
"Bilang apaan sih kak? Aku nggak bilang apa-apa juga." protes Claudia kesal.
"Kamu ngatain kakak soak barusan." ucap Aldi.
"Lah, sekarang Claudia tanya. Davin kalo manggil kakak itu siapa?" tanya Claudia.
"Ayah." jawab Aldi.
"Ya udah sih, bukan Papa kan?" balas Claudia santai.
"Iya bener juga sih." batin Aldi tampak berpikir.
"Ah, udah deh sana kalian berangkat." ucap Aldi.
"Kakak jangan modus ya sama kakak ipar kalo kita pergi." ucap Claudia sedikit menggoda sang kakak.
"Emang kenapa? Istri-istri kakak. Terserah kakak dong mau apakan dia." protes Aldi.
"Kakak ipar lagi sakit iihh." ucap Claudia.
"Udah deh, sana pergi. Bawel banget." kesal Aldi, membuat Claudia memanyunkan bibirnya.
"Iya ini kita pergi! Ayo kak Bel." ajak Claudia
"Yayah Tataa (Ayah dadaa)." Davin melambaikan tangan pada Ayahnya, sebelum ia benar-benar pergi.
"Dadaaa, hati-hati ya nak." Aldi tersenyum sambil ikut melambaikan tangannya.
Bersambung ..
Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏
Ig : @mutiakim
__ADS_1