MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 38


__ADS_3

**********


Saat ini Lisa, Aldi, Davin dan tentunya juga Mark tengah dalam perjalanan menuju kantor Aldi. Dengan pak Maman sebagai sopir mereka. Sedari tadi jagoan Lisa dan Aldi ini mengoceh tak jelas membuat semua orang di dalam mobil itu gemas melihatnya


"Nih obil (ini mobil), tuh obil (itu mobil)." Davin menunjuk mobil yang berada di samping dan depannya


"Mobilnya ada berapa nak?" tanya Lisa


“Atu (satu), ua (dua), ida (tiga), uyu (sepuluh)." Davin menghitung mobilnya lalu bertepuk tangan membuat Lisa, Aldi dan pak Maman tertawa, sedangkan Mark hanya tersenyum tipis.


"Mobilnya kan ada banyak Vin." ucap Aldi


"Uyu (sepuluh) Yayah." kekeh Davin


"Iya deh sepuluh." Aldi mencoba mengalah dengan putranya. Tak lama kemudian, mobil Aldi sampai di depan kantornya. Aldi, Lisa, Davin dan Mark keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam dengan Aldi yang menggendong Davin. Sapaan dari karyawan Aldi tak lepas untuk mereka berempat.


"Selamat Pagi Pak." sapa Valerie saat mereka berempat sudah sampai di depan ruangan Aldi. Lisa melihat tatapan berbeda dari mata Valerie saat melihat suaminya.


"Pagi." balas Aldi tersenyum kecil


"Eh inikan adik Bapak yang waktu itu ya?" ucap Valerie menatap Davin tanpa melirik Lisa.


"Ini bukan..."


"Pasti ini baby sitter nya?" ucap Valerie memotong ucapan Aldi dan berhasil membuat mata Lisa membulat


"What the hell? Tampilan gue modis begini dibilang baby sitter. Memang katarak matanya tu perempuan." pikir Lisa dalam hati


"Hah? Kamu bilang apa barusan?" tanya Lisa sedikit menekan


"Aku tadi bilang kamu pasti..."


"Valerie, dia istri saya bukan baby sitter." potong Aldi karena takut Lisa akan marah dan membuat keributan disana


"Hah? istri Bapak?" Valerie tersentak mendengar ucapan Aldi


"Iya. Dan ini anak saya, bukan adik saya." tegas Aldi. Membuat Valerie semakin tersentak, lalu ia menatap Lisa dari atas sampai bawah


"Gilak sih! Istrinya sama anaknya perfect semua. Emang cantik sih istrinya, modis lagi. Kok gue baru nyadar sih." batin Valerie


"Maaf Bu. Saya kira baby sitter nya adik ini. Kan baby sitter sekarang banyak modis gitu." celetuk Valerie. Lisa menatapnya tajam dan ingin melangkah mendekati Valerie. Namun, Aldi dengan cepat merengkuh pinggang istrinya itu


"Udah ayo kita masuk. Ini kantor sayang, Please.." bisik Aldi


Lisa menatap Valerie sinis lalu masuk lebih dahulu ke dalam ruangan suaminya. Aldi langsung masuk tanpa berucap sedikitpun pada Valerie


"Tolong kamu jangan asal ngomong seperti itu, sebelum kamu tau kebenarannya. Saya peringatkan kepada kamu, jangan sampai kamu mengusik keluarga pak Aldi. Kalo ingin hidup kamu tenang." ancam Mark dengan wajah datarnya, lalu ia masuk ke dalam ruangannya. Mark tau kalo Valerie memiliki perasaan lebih pada Aldi, walaupun hanya dilihat dari tatapannya saja.


"Sialan tuh cewek. Sok banget mentang-mentang istri CEO. Tu juga manusia kulkas ngikut campur aja urusan gue." umpat Valerie kesal.


"Oh, jadi dia cewek yang udah buat adik gue masuk penjara gara-gara rebutan si Aldi." batin Valerie. Tiba-tiba saja ia tersenyum sinis

__ADS_1


"Oke, gue bakalan balas semua perbuatan kalian. Dan gue akan buat rumah tangga kalian hancur." gumam Valerie sambil menatap tajam ke arah ruangan Aldi.


*********


"Sayang, udah dong jangan marah. Aku kan udah bilang kalo kamu istri aku, dan Davin anak aku." Aldi membujuk istrinya yang tengah merajuk itu


"Tapi aku nggak terima ya dibilang baby sitter! Nggak liat apa, penampilan aku udah modis gini." kesal Lisa


"Dia kan nggak tau sayang."


"Kamu belain dia terus ih!" pekik Lisa semakin kesal dengan ucapan Aldi


"Enggak, aku..."


"Kamu diem atau tidur diluar nanti malem!" potong Lisa. Aldi langsung diam. Lagi dan lagi ucapan Aldi salah di telinga Lisa


Sedari tadi Aldi sama sekali tidak fokus dengan pekerjaannya. Ia terus melirik istrinya yang bersandar di sofa dengan mengawasi Davin yang tengah bermain di karpet. Aldi mengusap wajahnya lalu beranjak menghampiri Lisa


"Sayang please, jangan diemin aku kayak gini." lirih Aldi seraya memeluk perut Lisa dan ikut bersandar di sofa


"Iihh lepas, jangan peluk aku!" ucap Lisa memberontak. Aldi malah mengeratkan pelukannya


"Dengerin aku! Aku nggak ada niat sama sekali buat belain dia. Lagian aku juga udah bilang kalo Kamu dan Davin adalah istri dan anak aku. Kamu pasti liat kan kalo reaksinya tadi kaget gitu." ucap Aldi. Lisa hanya diam dan terus menatap ke arah Davin


"Jangan memperbesar masalah sekecil ini. Kita sudah sama-sama berjanji akan menyelesaikan masalah dengan baik-baik. Dan tidak akan memperumit masalah sekecil apapun." ucap Aldi. Lisa pun langsung menatap Aldi


"Maaf." ucap Lisa menunduk. Aldi tersenyum dan mencium pipi Lisa dengan lembut


"Eh maaf." ucap seseorang yang membuat Aldi melepas ciumannya di pipi istrinya itu, lalu menoleh kebelakang dan diikuti Lisa


Terlihat di ambang pintu, Valerie berdiri mematung dengan membawa beberapa map


"Bitchh!" umpat Lisa saat melihat gadis itu. Aldi yang mendengar ucapan dari Lisa itu, langsung menatapnya dan Lisa pun langsung membuang mukanya


"Kamu bisa sopan sedikit kalo masuk?!" ucap Aldi dengan nada tegas


"Maaf pak. Saya lupa kalo ada orang lagi disini. Dan saya lupa mengetuk pintu karena saya buru-buru tadi pak." ucap Valerie menunduk


"Terus kalo nggak ada orang, kenapa?! Mau deketin suami saya gitu?!" tanya Lisa sedikit sewot.


"Ya bukan begitu bu." ucap Valerie


"Terus apa? Kamu tuh punya sopan santun nggak sih? Ketuk pintu aja bisa lupa! Masih mending Nara yang jadi sekretaris. Udah sopan, pinter dan tau tata cara bekerja dengan baik!" cetus Lisa menatap Valerie sinis dan membandingkannya dengan Nara, sekretarisnya Aldi dulu.


"Ibu kok kayak nggak suka gitu sama saya." ucap Valerie lirih


"Iya. Emang saya nggak suka sama perempuan yang nggak tau sopan santun seperti kamu!" ketus Lisa. Aldi merangkul dan mendekap kepala Lisa, agar istrinya itu bisa tenang.


"Kamu letakkan saja berkas-berkas itu dimeja saya. Biar nanti saya baca." ucap Aldi agar gadis itu cepat keluar dan tidak menimbulkan keributan


"Baik pak. Ini berkas-berkas yang harus anda tanda tangani. Dan Maaf jika saya mengganggu." ucap Valerie

__ADS_1


"Banget, udah sana cepat keluar!" usir Lisa. Lalu Aldi mengusap kepala istrinya itu agar tidak terbawa emosi


"Freak! Awas aja lo cewek sial*an." batin Value sedikit menatap Lisa tajam dibalik tundukan nya


"Ya sudah kamu bisa kembali ke tempat kamu." ucap Aldi. Valerie mengangguk lalu keluar dari ruangan Aldi. Aldi kembali menatap Lisa


"Kalo ngomong jangan seperti itu lagi ya. Nggak baik jika didengar orang lain." nasehat Aldi


"Abis dia ngeselin banget. Ada aja alasan yang dia ucapkan. Kenapa sih nggak kamu pecat aja dia." kesal Lisa. Aldi menggeleng


"Aku masih butuh dia buat bantu aku sayang. Kita lihat saja 2 minggu ke depan. Kalo pekerjaannya tidak baik aku janji bakalan pecat dia."


"Bener ya?" tanya Lisa


"Apa sih yang enggak buat istri aku yang cantik ini." ucap Aldi seraya menggesekkan hidungnya dengan hidung Lisa, dan membuat Lisa yang tadinya emosi langsung tersenyum


"Unda Yayah." panggil Davin tiba-tiba. Lisa dan Aldi langsung menoleh dan melihat Davin sudah berdiri di dekat meja depan mereka berdua


"Davin mau apa nak?" tanya Lisa


"Nana, Unda Yayah (sana, Bunda Ayah)." jawab Davin seraya menunjuk ke arah Ayah dan Bundanya


"Sini dong jalan." ucap Aldi


"Auu, nti tatoh (nggak mau, nanti jatuh)." ucap Davin sambil geleng-geleng kepala


"Nggak akan, ayo sini nak." ucap Aldi. Davin melangkah sedikit lalu menatap Ayahnya


"Ayo sini." Aldi merentangkan tangannya ke arah putranya. Davin berjalan perlahan sampai berada di pelukan Aldi


"Pinter banget sih hem?" ucap Aldi sambil mencium pipi Davin gemas


"Ayan aji (jalan lagi)." ucap Davin ingin turun dari pangkuan Aldi


"Jalan kemana?" tanya Aldi heran


"Nana (kesana)." Davin menunjuk ke meja di depannya. Lisa dan Aldi langsung terkekeh geli


"Tadi aja nggak mau." ledek Aldi


"Ayan Yayah. Ayan Nana (jalan sana)." rengek Davin mencoba untuk turun. Lalu Aldi menurunkannya. Bocah kecil ini melangkah pelan lalu berpegang pada meja. Setelah itu ia bertepuk tangan riang


"Sini lagi." ucap Aldi. Lalu Davin berjalan menghampiri sang Ayah. Setelah itu Aldi meraih tubuh Davin dan mendekapnya penuh kasih sayang.


"Anak pintar." gumam Aldi


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2