
*********
“Ini pakai jaket aku.” Aldi memakaikan jaketnya pada Lisa saat mereka sudah berada di dalam mobilnya
“Dingin Al …” lirih Lisa lemah. Aldi menatap istrinya itu tak tega, lalu ia segera melajukan mobilnya pulang ke rumah
Sesampainya di depan rumah, Aldi segera keluar dan membuka pintu di sebelah Lisa. Terlihat Lisa tertidur dengan wajah sedikit pucat.
“Pasti trauma kamu muncul lagi Lis. Jessica bener-bener sudah keterlaluan.” gumam Aldi. Sedetik kemudian, ia mengangkat tubuh Lisa memasuki rumah mewah milik keluarga Eadric.
Sampai di kamar mereka..
Aldi langsung menaruh Lisa ke tempat tidur mereka.
“Terus siapa yang gantiin bajunya Lisa?” gumam Aldi bingung
“Kalo gue bangunin kan kasian.” lirih Aldi
“Alah, pusing-pusing amat. Gue kan biasanya juga nekat orangnya. Lagian gue udah tau setiap lekuk tubuh istri gue, udah sah ini mah.” Aldi mendumel seraya membuka semua pakaian Lisa.
“Maaf ya sayang. Please jangan kebangun, entar ngambek lagi kan bisa berabe urusannya nanti,” cerocos Aldi.
********
“Ahhhh selesai juga, untung dia kagak kebangun.” Aldi langsung menyelimuti tubuh Lisa, saat ia telah selesai mengganti pakaian Lisa.
“Tapi aneh, dia kok nggak terusik sama sekali ya,” gumam Aldi seraya duduk di samping Lisa yang tertidur pulas.
“Oh God, dia demam!” pekik Aldi saat memegang kening Lisa yang panas.
“Mom.. Mommy!” teriak Aldi keluar dari kamarnya sambil memanggil sang Mommy
“Ada apa sih Al? Kamu ini teriak-teriak kayak di hutan aja deh,” kesal Tante Anne saat sudah datang menghampiri putranya.
“Aldi minta tolong ambilkan air buat kompresin Lisa Mom. Lisa demam!” ucap Aldi panik.
“Astaghfirullah kok bisa?” pekik Tante Anne yang juga ikutan panik.
“Nanti aku ceritain, sekarang tolong ambilkan air dulu Mom,” ucap Aldi yang cemas
“Ya sudah tunggu sebentar.” Tante Anne berlalu pergi ke dapur untuk mengambil air kompresan untuk menantu cantiknya itu. Aldi pun kembali masuk ke dalam kamarnya, dan langsung menghampiri sang istri.
“Kenapa jadi seperti ini sih Lis, aku paling nggak bisa liat kamu sakit begini. Lebih baik aku yang sakit daripada kamu,” lirih Aldi sedih meratapi istrinya yang kini tengah sakit itu.
*********
“Ngghh.” Lisa menggeliat membuat Aldi yang dari siang tadi menjaganya pun tersenyum lega.
“Kamu udah bangun?” tanya Aldi saat melihat Lisa membuka mata. Lisa hanya diam memandang Aldi, tiba-tiba saja bayangan kejadian di kampus tadi dan di pantai dulu terlintas dipikirannya.
“Takut hiks ...” lirih Lisa sambil terisak. Aldi langsung memeluknya dan ikut berbaring karena posisi Lisa sedang berbaring.
“Usssttt jangan takut ya, ini ada di kamar kita.” Aldi langsung memeluk Lisa mencoba menenangkannya
“Hiks, Aku nggak mau kesana lagi,” isak Lisa dalam pelukan Aldi.
“Iya, kita nggak akan kesana lagi. Aku akan selalu jagain kamu terus sayang,” ucap Aldi lembut sambil mengelus lembut rambut istrinya itu.
“Makasih Al,” lirih Lisa. Aldi tersenyum dan mencium kening Lisa cukup lama.
“Cepat sembuh ya, ingat 2 minggu lagi kan kita wisuda.” Aldi mengusap pipi Lisa lembut. Lisa pun hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
__ADS_1
“Kamu terlalu baik Al, maaf kalo aku belum bisa balas perasaan kamu.” batin Lisa lirih
“Kenapa?” tanya Aldi saat melihat istri nya itu diam
“Nggak papa,” ucap Lisa pelan. Aldi tersenyum dan memeluk tubuh Lisa kembali.
*****
3 minggu kemudian..
Sudah 6 hari Lisa dan Aldi berada di Paris untuk honeymoon. Ya, seminggu yang lalu Lisa dan Aldi sudah melaksanakan wisuda. Aldi dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik di kampusnya.
Ia mendapatkan beasiswa S2 ke Amerika namun ia tolak, karena ia ingin fokus pada rumah tangganya dan terlebih lagi ia sudah mendambakan seorang anak dari rahim Lisa. Walaupun Lisa belum bisa menerima cinta Aldi.
“Clau fotoin kita berdua ya,” pinta Aldi pada adiknya itu. Claudia memang ikut dengan mereka sebagai fotografer pribadi mereka.
“Udah Al aku capek banget,” keluh Lisa.
“Sekali lagi sayang.” Aldi merangkul pundak Lisa.
CEKREK
CUP
CEKREK
“Claudia!” pekik Lisa saat Claudia mengambil gambar Aldi yang tengah mencium pipinya.
“Hihi Sweet tau kak,” ucap Claudia terkekeh sambil melihat hasil jepretannya.
“Lisa please look at me,” Aldi memegang pundak Lisa agar menghadapnya.
DEG!
DEG!
DEG!
Aldi mendekatkan wajahnya pada Lisa dan...
CEKREK
CUP
CEKREK
CEKREK
Claudia mengambil gambar lagi dari Aldi mendekatkan wajahnya ke Lisa sampai bibir mereka menyatu.
“Aaaa so sweet banget!” teriak Claudia membuat Lisa sontak mendorong Aldi hingga ciuman mereka terlepas.
“Aldi ih ...” ucap Lisa malu dan terlihat dari pipinya yang sudah merah merona. Aldi yang melihat istrinya malu itu pun langsung terkekeh.
“Kak fotoin aku sama kakak ipar ya,” pinta Claudia menghampiri Aldi dan Lisa.
“Mana? Sini kameranya,” ucap Aldi meminta kameranya. Lisa dan Claudia mengambil posisi seimut dan selucu mungkin.
CEKREK
CEKREK
__ADS_1
CEKREK
“Gimana kak hasilnya?” tanya Claudia. Aldi langsung mendengus kesal.
“Giliran sama Claudia aja posenya imut-imut dan lucu-lucu, lah pas sama aku tegang banget kek orang mau sidang skripsi.” dumel Aldi menatap Lisa sedikit kesal.
“Kan aku malu sama kamu,” jawab Lisa ketus dan ikut menatap Aldi kesal.
“Malu kenapa coba?” tanya Aldi heran.
“Kamu itu narsisnya kebangetan. Terus pake cium segala lagi,” jawab Lisa mencebikan bibirnya.
“Kan biar sweet sayang,” ucap Aldi sok manis.
“Nggak usah panggil-panggil sayang ih,” protes Lisa pada suaminya itu.
“Kamu kenapa sih? Sensi amat perasaan,” ucap Aldi heran
“Tau ah!” ucap Lisa sambil menggembungkan pipinya.
CEKREK
“Aldi!” teriak Lisa kesal.
“Eh jangan teriak gitu, diliatin orang tau nggak,” ucap Aldi. Lisa hanya mendengus kesal
“Ah imutnya istriku ini,” ucap Aldi sambil melihat hasil fotonya. Lisa menghentakkan kakinya kesal, sementara Claudia hanya geleng-geleng melihat kakak dan kakak iparnya itu.
“Balik ke hotel yok clau, kita tinggalin cowok nyebelin nan mesum ini,” ucap Lisa kesal.
“Hahaha, ayok kak. Bye bye kak Aldi,” ucap Claudia sambil tertawa. Dan mereka berdua berjalan duluan meninggalkan Aldi
“Eh enak aja mau main ninggalin segala, tunggu!” ucap Aldi sambil mengikuti istri dan adiknya itu.
******
Di Kamar Hotel..
Lisa baru saja keluar dari kamar mandi dengan dress tidur pendek hingga di atas lutut, bertali satu berwarna pink. Sedangkan Aldi tengah tengkurap di atas ranjang kamar hotel itu. Mungkin dia lelah sampai tepar disana.
“Aldi mandi dulu gih,” ucap Lisa. Namun Aldi tak menjawab.
“Aldi bangun iihh.” Lisa membalikkan tubuh Aldi. Dan sialnya, Aldi malah menarik tangannya sehingga membuat Lisa jatuh di atas badannya Aldi.
"Awwhhh ..."
DEG DEG DEG
Lagi dan lagi jantung Lisa berdegup kencang saat mata mereka saling bertemu.
“Aku sayang dan cinta banget sama kamu Lis,” lirih Aldi. Lisa hanya diam, selalu diam saat Aldi mengucapkan kata itu. Mungkin kata itu sangat menakutkan untuk Lisa ucapkan.
Dan Aldi pun menarik tengkuk Lisa perlahan, ia mencium Lisa lembut membuat Lisa memejamkan matanya kemudian Lisa pun membalas ciuman Aldi.
“Ngghhh Al ...” desah Lisa. Entah sejak kapan mereka berpindah posisi menjadi Aldi di atasnya. Tak lupa juga Aldi mencium dan menggigit leher Lisa. Sambil tangan Aldi yang merayap kemana-mana. Dari gunung kembar milik Lisa hingga ke bawah area sensitif milik Lisa. Dan sekarang mereka berdua sudah polos tanpa pakaian satu pun yang melekat di tubuh mereka.
"Boleh kan?" tanya Aldi dengan mata yang sudah berkabut gairah. Lisa yang juga sudah diselimuti gairah pun hanya bisa mengangguk, membiarkan Aldi menyentuhnya malam itu. Dan malam panjang dan bergairah pun terjadi.
Bersambung..
Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗
__ADS_1
Ig : @mutiakim09