MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 47


__ADS_3

*********


"Alhamdulillah Ya Allah. Terima kasih." Aldi lagi-lagi berucap syukur


"Selang oksigennya sudah boleh dilepas ya." ucap Dokter itu tersenyum seraya melepas selang oksigen yang menutupi mulut Davin. Aldi mengembangkan senyumnya. Davin menatap Ayahnya itu dengan tatapan sayu


"Yayah." gumam Davin pelan dengan suara parau


"Apa sayang hem?" tanya Aldi seraya mengusap pipi Davin lembut


"Atit Yah (sakit yah)." ucap Davin dengan raut wajah yang ingin menangis


"Mana yang sakit nak?" tanya Aldi seraya mengusap lembut kepala putranya itu


"Ninih (ini)." Davin menunjuk kepalanya yang diperban. Aldi sedih mendengar putranya mengadu kesakitan seperti itu.


"Kepalanya Davin udah diobati sama Om Dokter biar nggak sakit lagi." ucap Aldi


"Atut Om totel (takut Om Dokter)." ucap Davin. Membuat Dokter yang masih di ruang rawat Davin itu langsung terkekeh


"Om Dokter udah ngapain adek hayo?" goda Dokter itu


"Tutik Apin (suntik Davin). Om totel atan (Om Dokter nakal)." ucap Davin dengan bibir khas anak yang ingin menangis


"Emang apanya yang disuntik sayang?" tanya Aldi


"Ninih." dengan polosnya Davin menunjuk kepalanya lagi membuat Aldi dan Dokter yang bernama Haris itu langsung terkekeh


"Ini diobatin. Bukan disuntik sayang." jelas Aldi menyentuh pelan kepala Davin yang diperban itu. Davin menatap Ayahnya itu bingung


"Om Dokter nggak nakal kok nak." ucap Aldi. Davin mengedarkan pandangannya


"Unda..." gumam Davin saat melihat Bundanya sedang tertidur di sofa. Aldi pun langsung ikut menatap istrinya itu


"Unda Yayah." gumam Davin. Aldi tersenyum. Ia tau putranya merindukan sosok Bundanya yang 2 bulan belakangan ini menghiraukannya.


Aldi berjalan menghampiri Lisa, lalu ia berjongkok di hadapan istrinya itu


"Sayang bangun yuk." Aldi mengusap lembut pipi Lisa. Namun Lisa tak bergeming


"Sayang, bangun dong. Aku punya kabar baik buat kamu."


"Ngghh, ngantuk." lirih Lisa sedikit membuka mata dan menatap Aldi


"Undaa..." panggil Davin yang membuat Lisa membuka mata sepenuhnya


"Davin..." gumam Lisa menatap Aldi, karena memang Davin dan Dokter Haris terhalangi oleh tubuh Aldi yang sangat dekat dengannya.


"Kenapa?" tanya Aldi


"Aku denger suara Davin Al. Apa aku cuma salah denger ya." lirih Lisa


"Undaa..." lagi-lagi Lisa mendengarnya. Lisa langsung bangun dan tersentak melihat Davin yang sedang menatapnya


"Davin." pekik Lisa. Lisa langsung berdiri dan menghampiri Davin


"Ya Allah, Davin udah sadar nak?" ucap Lisa seraya meraba wajah Davin


"Undaa." gumam Davin. Lisa tersenyum dan langsung memeluk putra kesayangannya itu


"Davin..." tak terasa air mata Lisa menetes saking senangnya melihat putranya sudah sadar

__ADS_1


"Unda Apin." gumam Davin lirih


"Maafin Bunda ya nak, nggak pernah perhatiin Davin selama 2 bulan ini. Maafin Bunda sayang..." lirih Lisa. Aldi dan Dokter Haris yang berada disana tersenyum. Tak berlangsung lama, Dokter Haris pun langsung izin pamit untuk keluar


"Ante atan Unda (Tante nakal Bunda)." ucap Davin seperti mengadu


"Tante siapa sayang?"


"Ante nana (Tante disana), Ante alahin Apin (Tante marahin Davin)." ucap Davin. Membuat Lisa langsung tersenyum bisa mendengar putranya itu berceloteh kembali


"Apin atut (Davin takut)." lanjut Davin


"Jangan takut ya. Bunda janji akan jagain Davin terus. Bunda sayang banget sama Davin." ucap Lisa seraya mengusap pipi Davin lalu memeluknya lagi


"Yayan Unda (sayang Bunda)." balas Davin seraya memeluk leher Bundanya. Aldi tersenyum melihatnya


"Ya Allah. Terima kasih kau sudah mengembalikan keceriaan keluarga kecilku. Terimakasih Ya Allah." batin Aldi memejamkan matanya untuk mengucapkan rasa syukur


"Aldi..." lirih Lisa. Aldi langsung menatap istrinya itu


"Iya?"


"Anak kita benar-benar sudah sadar Al." ucap Lisa tersenyum


"Memangnya siapa yang bilang belum?" ucap Aldi ikut tersenyum menatap istrinya itu. Lisa tersenyum lalu memeluk tubuh Aldi dengan erat


"Aku bahagia banget Al." lirih Lisa. Aldi membalas pelukan Lisa seraya mengusap rambutnya


"Gimana kata Dokter?" lanjut Lisa bertanya pada Aldi


"Keadaan anak kita semakin membaik sayang." jawab Aldi. Lisa menatap suaminya itu


"Alhamdulillah Ya Allah." Lisa berucap syukur


"Apa sayang?" tanya Aldi


"Atit ninih (sakit ini)." Davin menunjuk kepalanya


"Mana Bunda cium, muaachh." Lisa mencium pelan kepala Davin


"Ninih atit (ini sakit). Tutik Om totel Unda (disuntik Om Dokter Bunda)." Davin menunjuk tangan kirinya yang diinfus


"Muuach, nanti dilepas ya nak." Lisa mencium tangan Davin lalu mengusap kepalanya. Aldi tersenyum melihat keakraban antara Ibu dan anak ini


******


5 hari kemudian ..


Keadaan Davin yang semakin membaik, membuat Dokter Haris mengijinkan Davin untuk diperbolehkan pulang


"Om Dokter suntik dulu ya dek, biar cepet sembuh dan sehat." ucap Dokter Haris yang tengah mengecek suntikan nya


"Auu (nggak mau)." dengan cepat Davin menggeleng


"Disuntik dulu ya nak. Biar cepet sembuh." ucap Aldi yang tengah menggendongnya


"Auu Yayah.. Atiit.. (Nggak mau ayah, sakit)." Davin terus menggeleng. Aldi menghela nafasnya lalu memegang lengan mungil Davin


"Suntik aja Dok." ucap Aldi


"Auu, Auu, Auu." Davin ingin memberontak, namun ditahan oleh Aldi

__ADS_1


"Davin.. Biar cepet sembuh nak." ucap Lisa lembut


"Auu Undaa Auuuu..!" Davin berteriak diakhir kalimatnya dan langsung menangis


"Sudah ya. Semoga cepat sembuh ya anak ganteng." ucap Dokter Haris setelah selesai menyuntik Davin


"Atiiitt (sakit)!" Davin menangis cukup kencang. Aldi mencium pipi Davin, lalu mendekapnya.


"Udah kok disuntik nya. Sakitnya bentar lagi hilang kok." ucap Aldi


"Yayah atan (Ayah nakal)! Hiks, hiks." Davin memukul wajah Aldi dengan terisak. Aldi hanya tersenyum mendengarnya


"Makasih ya Dok sudah merawat putra saya selama ini." ucap Aldi


"Sama-sama Tuan, ini sudah kewajiban saya untuk merawat anak anda. Kalo ada apa-apa bawa kesini saja. Saya siap membantunya." ucap Dokter Haris. Aldi tersenyum dan mengangguk. Kedua pria ini sangat terlihat akrab sekali sepertinya


"Kalo begitu saya permisi dulu Dok." pamit Aldi


"Silahkan."


"Mari Dokter." ucap Lisa


"Iya Nyonya." balas Dokter Haris ramah. Aldi, Lisa dan Davin mulai berlalu meninggalkan Rumah Sakit


"Hiks, hiks. Undaa." Davin merentangkan tangannya pada Bundanya.


"Davin sama Ayah dulu ya, Bunda lagi bawa tas bajunya Davin." ucap Lisa


"Auu (ngga mau) hiks, Yayah atan (Ayah nakal)." ucap Davin menggeleng sambil terisak


"Iya maafin Ayah, Ayah kan cuma pengen Davin cepet sembuh. Davin mau sakit terus hem?" Aldi mengusap air mata putranya


"Auu (nggak mau)." Davin menggeleng


"Nah makanya harus mau disuntik. Kan dikasih vitamin, biar Davin cepet sembuh." ucap Aldi


"Ninih atit (ini sakit) hiks." Davin menunjuk kepalanya yang masih diperban


"Makanya nggak boleh nangis biar nggak sakit." Aldi menyandarkan kepala Davin di pundaknya.


Bocah kecil itu terdiam sesekali sesenggukan. Lisa hanya tersenyum melihatnya


**********


Mobil Aldi berhenti di pelataran kediaman orang tuanya. Ia keluar lebih dulu untuk membukakan pintu mobil untuk Lisa


"Sini biar aku yang gendong." ucap Aldi mengambil alih Davin yang tengah meminum susu cokelat favoritnya di botol susunya itu.


"Imut banget sih kalo lagi mimi." ucap Aldi. Davin hanya mangut-mangut dengan menyedot susu cokelatnya


"Anak siapa sih ini?" tanya Aldi. Davin melepas botol susunya


"Yayah Adi." jawab Davin


"Bundanya siapa?" tanya Aldi lagi


"Undaa Ica." jawab Davin lagi dengan bahasa cadelnya


"Iihh gemes nya." Aldi mencubit pelan hidung Davin seraya berjalan ke dalam berdampingan dengan Lisa


Bersambung ..

__ADS_1


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim


__ADS_2