
*******
30 menit kemudian
Lisa sudah terlihat rapi dengan dress ibu hamil berwarna pink dusty. Tak lupa sedikit polesan pada wajahnya yang membuat Lisa semakin terlihat lebih cantik.
"Iihh imutnya." Tiba-tiba saja Aldi mencubit gemas pipi Lisa.
"Aldi sakit." keluh Lisa membuat Aldi terkekeh.
"Mau pake jaket nggak?" tanya Aldi.
"Enggak ah, gerah." tolak Lisa. Aldi tersenyum lalu mengacak pelan rambut istrinya itu.
"Iihh Aldi jangan jail deh tangannya." protes Lisa merasa kesal karena sedari tadi tangan suaminya itu tidak bisa diam.
"Kamu ini menggemaskan tau nggak kalo lagi hamil." ucap Aldi
"Jadi kalo nggak hamil, enggak gitu?" tanya Lisa dengan ketus.
"Enggak. Kalo nggak hamil cuma cantik dan manis aja. Nggak ada imutnya." ucap Aldi tersenyum jail. Lisa memanyunkan bibirnya.
"Jangan manyun, bibirnya makin seksi loh yang." goda Aldi.
"Diem deh Aldi !" ketus Lisa. Aldi langsung tertawa.
"Iihh jangan ketawa." Lisa memukul pelan dada Aldi dan Aldi langsung memeluknya.
"Aku kan cinta banget sama kamu. Jadi jangan pernah ragukan perasaanku." ucap Aldi seraya mencium puncak kepala Lisa. Lisa tersenyum mendengarnya dan membalas pelukan suaminya itu.
PUK !
Merasa ada yang memukul kakinya, membuat Aldi melepas pelukannya. Ia melihat kebawah. Benar saja, putra tampan seperti dirinya itu tengah berdiri di bawahnya sambil mendongak menatapnya.
"Unda Apin (Bunda Davin)!" Davin menatap Ayahnya kesal.
"Iya, Ayah pinjem bentar kali Vin." ucap Aldi
"Auu (nggak mau)! Undaa Apin Yayah (Bunda Davin Ayah)." kekeh Davin. Aldi mendengus kesal.
"Iya deh Bundanya Davin. Ayo kita ke bawah, kita sarapan terus kita pergi ke Mall." ucap Aldi seraya menggendong Davin
__ADS_1
"Iyi Obil Yah (beli mobil Yah)." ucap Davin dengan mata berbinar-binar
"Iya, nanti ayah beliin mobil-mobilan buat Davin, Oke." ucap Aldi seraya mengusap lembut kepala putra kesayangannya itu
"Ayah nggak usah beliin mobil-mobilan lagi deh buat Davin, dia udah punya banyak." ucap Lisa melarang suaminya itu untuk membelikan mobil-mobilan untuk putranya, karena mainan Davin hampir 2 lemari dan itu pun sudah hampir penuh.
"Nggak papa Bun, asal Davin seneng. Karena dia salah satu alasan aku untuk selalu bekerja keras." ucap Aldi sambil mencium pipi Davin. Lisa hanya bisa menghela nafasnya. Selalu saja manjain anak, pikirnya
"Ayo kita ke bawah." ucap Aldi sambil menggendong Davin dan mengandeng tangan kanan Lisa.
********
Setelah selesai sarapan, Lisa dan Aldi berpamitan pada orangtuanya untuk pergi ke Mall. Untung saja jalan di ibu kota pagi itu sedikit lenggang, membuat Lisa, Aldi dan Davin membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit untuk sampai di Mall.
Setibanya di Mall, Aldi langsung menggendong Davin serta merengkuh pinggang Lisa. Lalu mereka masuk dan memilih pakaian di toko-toko brand terkenal yang ada di Mall tersebut.
"Al bagus nggak baju ini?" tanya Lisa pada Aldi. Lisa sedang mencoba dress berwarna kuning yang panjangnya sampai di atas paha dengan leher baju berbentuk sabrina serta ada hiasan bunga-bunga di bajunya. Aldi tersenyum, dan menyuruh Davin untuk menunggunya sebentar di sofa yang memang sudah tersedia di dalam toko baju tersebut. Lalu Aldi pergi menghampiri Lisa
"Bagus yang, baju apapun yang kamu kenakan itu selalu cantik. Apalagi waktu kamu nggak pakai baju sama sekali. Beehh kamu bertambah cantik 360 derajat tau." bisik Aldi di telinga Lisa, membuat Lisa membulatkan matanya.
"Aldi mulai deh otaknya!" kesal Lisa memukul pelan dada bidang Aldi, membuat Aldi tertawa
"Yah iyi Obil (Ayah beli mobil)." pinta Davin
"Iya nak, tunggu bunda bentar ya. Baru kita pergi beli mobil." ucap Aldi seraya mengusap kepala Davin. Davin hanya mangut-mangut.
Setelah selesai membeli baju dan mainan untuk Davin hampir 3 jam lamanya. Lisa dan Aldi memutuskan untuk pulang dan beristirahat di rumah.
*********
Pada malam hari
Lisa masih sangat sibuk mengemas perlengkapan yang akan ia bawa ke Bali. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Dan Davin sudah tertidur di box bayinya sejak 1 jam yang lalu. Aldi menghampiri istrinya yang sedang sibuk mengemas itu
"Bunda ayo tidur, packing-packing barangnya besok pagi aja di lanjuti." ucap Aldi
"Bentar lagi Yah, ini tinggal perlengkapan Davin aja yang belum aku packing." ucap Lisa, Aldi menghela nafasnya
"Kalo gitu aku bantu ya, biar cepet." ucap Aldi menawarkan dan Lisa hanya mengangguk
20 menit kemudian, akhirnya semua barang bawaan yang akan di bawa ke bali sudah selesai di packing ke dalam koper
__ADS_1
"Alhamdulillah selesai juga." ucap Lisa lega
"Nah sekarang ayo kita tidur." ajak Aldi. Lisa pun hanya bisa menuruti perkataan dari suaminya itu. Lisa dan Aldi berbaring di ranjang saling berhadapan, lalu Aldi membawa Lisa ke dalam pelukannya walau sedikit terhalang dengan perut buncit istrinya itu.
"Good night my wife." ucap Aldi seraya mencium kening Lisa
"Night too my husband." ucap Lisa mendongak sambil mencium dagu Aldi dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada Aldi.
******
Pagi hari pun tiba,
Pukul 8 Lisa, Aldi dan Davin sudah siap untuk menuju ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, karena penerbangan mereka di 9 pagi. Butuh 30 menitan mereka untuk sampai ke Bandara. Hanya 20 menit mereka menunggu di Bandara akhirnya Airport announcement atau pengumuman panggilan boarding (naik ke dalam pesawat). Aldi memilih menaiki pesawat yang first class agar istrinya dan anaknya bisa lebih nyaman. Walaupun sebenernya kemarin Om Darwin menawarkan mereka untuk naik pesawat jet miliknya. Tetapi Aldi menolaknya dengan alasan sudah terlanjur memesan tiket pesawatnya.
Setelah penerbangan hampir 2 jam, akhirnya pesawat yang Lisa, Aldi dan Davin tumpangi mendarat sempurna di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Dan mereka langsung melanjutkan perjalanannya menuju salah satu villa di Bali yang bernama Nomina Villas Pecatu.
Mengapa Aldi memilih penginapan di villa tersebut? Karena ketika kita pergi ke Nomina Villas Pecatu, pandangan pertama yang akan membuat jatuh hati adalah infinity pool yang merentang ke samudera. Nyaris mustahil menahan godaan untuk kita tidak berendam!
Tempat menginap mewah ini terletak di Uluwatu, dekat pantai selancar tenar Pantai Padang Padang atau Pantai Bingin yang menjanjikan kenyamanan berkualitas setelah hari yang panjang dan sarat kegiatan. Villa ini yang dirancang dalam gaya modern dan minimalis, sehingga berkesan luas dan terang benderang. Di kamar berdinding kaca, kita bisa menikmati pemandangan mewah lautan dan kolam langsung dari atas ranjang. Nah itu yang membuat Aldi memilih villa ini sebagai tempat penginapan bersama istri dan anaknya.
Mereka menuju ke villa tersebut dengan menggunakan mobil membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 40 menit, sesampainya di villa tersebut Lisa, Aldi dan Davin di sambut ramah oleh pegawai villa tersebut. Karena sudah reservasi villa tersebut, dan Aldi langsung diberikan kunci kamarnya tanpa harus memesannya lagi.
"Istirahat gih yang, pasti kamu capek banget. Davin aja udah tepar tuh." ucap Aldi terkekeh melihat anaknya yang sudah pulas tertidur itu.
"Iya aku juga sedikit pusing, mungkin karena efek jetlag. Kamu juga istirahat." ucap Lisa sedikit lesu
"Iya aku istirahat juga, terus nanti sore kita pergi ke pantai ya buat sunsetan. Mau?"
"Iihh mau banget Al." ucap Lisa antusias. Aldi terkekeh
"Iya udah sekarang kita istirahat dulu, baru nanti sore kita pantainya." Lisa mengangguk dan langsung berbaring di atas ranjang sebelah kiri Davin, lalu di ikuti Aldi yang berbaring di sebelah kanan Davin. Yang berarti Davin tertidur di tengah-tengah Lisa dan Aldi.
Bersambung ..
Maaf author telat up hari ini 🙏 Dikarenakan tubuh author sedang kurang fit dari kemarin, tapi demi para readers author memaksakan diri untuk mengetik part ini. Kalo part ini ceritanya kurang maksimal, harap untuk di maklumi🙏
Oh ya, mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏
Ig : @mutiakim
__ADS_1