MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 36


__ADS_3

*********


"Maaf aku nggak bisa jaga cinta kita. Hatiku sepenuhnya milik Aldi dan anakku saat ini." lirih Lisa


CEKLEK


Lisa segera menghapus air matanya saat mendengar suara pintu terbuka


"Sayang, kamu nangis ya?" tanya Aldi saat melihat Lisa menghapus air matanya. Lisa tersenyum seraya menatap Aldi dan menggeleng


"Jangan bohong deh." selidik Aldi seraya menaruh nampan berisi makanan dan minuman untuk Lisa di atas meja dekat dengan ranjangnya.


"Aku cuma beruntung aja punya suami seperti kamu yang sangat tulus menyayangi aku. Tadi cuma tangis bahagia aja kok." ucap Lisa membuat Aldi terkekeh


"Jadi Kiki nggak tulus gitu sama kamu?" tanya Aldi


"Bukan gitu. Kamu tuh selalu mementingkan aku daripada diri kamu sendiri. Aku masih ingat dulu, waktu kamu rela tertusuk pisau demi menyelamatkan aku dan itu membuat kamu koma selama seminggu..." Lisa mengehentikan sejenak ucapannya dengan mata yang sudah berkaca-kaca, ketika ia mengingat Aldi yang rela tertusuk pisau dan koma karena demi menyelamatkan dirinya.


"Memang sejak kecil juga, kamu selalu menjaga aku. Saat aku bersedih kamu selalu menghiburku dan bisa membuat aku tersenyum kembali." lanjut Lisa lagi


"Aku cinta kamu bukan untuk main-main. Buat apa aku sampai nekat tiduri kamu, kalo akhirnya aku cuma sia-siakan kamu." ucap Aldi. Lisa yang mendengar ucapan Aldi langsung tersenyum, lalu memeluk erat tubuh Aldi


"Itu yang buat aku jatuh cinta sama kamu." ucap Lisa membuat Aldi tersenyum


"So sweet banget sih." Aldi mencoba menggoda istrinya itu, membuat Lisa melepas pelukannya


"Iihh." Lisa memukul pelan dada Aldi. membuat Aldi langsung terkekeh


"Sekarang kamu makan ya." ucap Aldi. Lisa mengangguk


Saat ini Lisa tengah meminum obat setelah makan tadi. Kemana Aldi? Ia tengah mandi, setelah Lisa menyuruhnya saat ia sedang menyuapi Lisa, dan Lisa lebih memilih makan sendiri.


CEKLEK


Aldi keluar kamar mandi dengan celana bokser abu-abu dan kaos hitam, juga dengan rambut yang masih basah


"Udah makannya?" tanya Aldi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil


"Udah." jawab Lisa


"Minum obatnya?"


"Udah Ayah sayang." ucap Lisa lembut membuat Aldi tersenyum


"Hair dryer kamu mana Bun?" tanya Aldi membuat Lisa mengerutkan keningnya bingung


"Buat apa?"


"Buat keringkan rambut, soalnya pake handuk keringnya lama." jawab Aldi nyengir. Lisa menggeleng pelan. ada-ada saja, pikir Lisa


"Ada di dalam lemari Yah." ucap Lisa. Aldi langsung berjalan menuju lemari


"Di sebelah mana yang?" tanya Aldi seraya mengobrak-abrik alat yang ia cari


"Di atas sendiri." Aldi langsung mendongak ke atas. Benar saja, alat itu berada di depan matanya saat ini


"Nah Ini dia. Dicariin dari tadi juga." gumam Aldi mengoceh sendiri membuat Lisa geleng-geleng dan terkekeh melihatnya


BRUKKK


Aldi langsung membanting tubuhnya di samping istrinya itu dengan memeluk perut Lisa setelah mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.


"Keringkan rambut cuma mau tidur?" tanya Lisa seraya membelai rambut Aldi, karena posisi Lisa masih duduk bersandar di headboard ranjang. Aldi mengangguk dengan mata terpejam


"Capek ya sayang?" tanya Lisa


"Sedikit." balas Aldi


"Pasti Davin bandel ya tadi." ucap Lisa membuat Aldi membuka mata dan menatap istrinya itu

__ADS_1


"Aku kan udah bilang, dia diem kok selama aku meeting tadi. Anak kita itu pintar sayang." ucap Aldi. Lisa tersenyum


"Kamu bener-bener Ayah yang baik buat Davin Al." lirih Lisa. Aldi mengusap pipi Lisa yang tengah menunduk menatapnya


"Mana tega aku biarin Davin sama kamu yang lagi sakit. Kamu butuh istirahat sayang." ucap Aldi mengangkat kepalanya sedikit dan mencium sekilas bibir istrinya itu. Lisa kembali tersenyum


"Aku boleh tanya sama kamu?" tanya Lisa menatapnya


"Boleh dong. Memangnya mau tanya apa?"


"Kenapa kamu bisa jadi bad boy setelah lulus SMA?" tanya Lisa membuat Aldi diam menatap istrinya itu.


Memang dulu, setelah lulus SMA Aldi menjadi seorang bad boy. Ia menjadi cowok berandalan yang suka berkelahi, balapan liar dan sering pergi ke klub malam untuk minum-minum. Entah dia berubah seperti itu karena apa. Lisa pun bingung dengan perubahan yang signifikan dari sahabatnya yang kini menjadi suaminya itu.


"Aldi..."


"Karena aku frustrasi liat kemesraan kamu sama Kiki dulu." jelas Aldi sambil menerawang masa lalunya


"Ka..kamu..."


"Iya, aku cemburu. Aku sudah mengagumi kamu sejak pertama kali kita ketemu lagi, waktu aku pergi mengunjungi rumah kamu yang di Bandung dulu, dan ketika kita masuk SMA rasa kagum ku padamu itu menjadi rasa suka dan mungkin juga sudah mulai tumbuh rasa cinta. Tapi semenjak kita kenal Kiki, kamu jadi lebih dekat dengan dia. Dan kamu tau? Hati aku hancur banget saat kamu bilang sendiri, kalo kamu udah jadian sama Kiki." jelas Aldi meluapkan perasaannya dulu


"Aku kira waktu kita kuliah semester 2 dulu. Karena kamu nembak aku waktu itu." lirih Lisa. Aldi langsung membuang mukanya


"Bahkan lebih lama dari itu Lis." batin Aldi


"Aku mencoba untuk mengalah karena aku, Fandi dan Kiki sudah sahabatan. Tapi setelah Kiki ninggalin kamu, tekat aku jadi lebih besar untuk dapetin kamu. Terlebih lagi saat kamu nolak aku demi menunggu Kiki yang lama nggak ngasih kabar ke kamu. Menjadikan aku ingin miliki kamu seutuhnya. Maaf kalo sifat egois aku menjerumuskan kamu ke dosa besar waktu itu. Semua aku lakukan karena aku sayang kamu. Aku nggak mau kamu jadi milik orang lain selain aku." ucap Aldi panjang lebar menceritakan kehancuran hatinya saat itu


"Maafin aku Al." lirih Lisa. Aldi menggeleng pelan sambil menatap Lisa


"Bukan kamu yang salah. Aku yang seharusnya minta maaf karena udah berbuat licik sama kamu. Bener apa kata kamu dulu, aku memang cowok brengs*ek." ucap Aldi. Lisa yang mendengar ucapan dari suaminya itu langsung merosot ikut tertidur di samping Aldi


"Kamu nggak brengs*ek. Aku udah kenal kamu sejak kecil Al. Walaupun kamu licik, tapi kamu orang yang bertanggung jawab. Maaf kalo aku pernah bilang gitu sama kamu." ucap Lisa lembut


"Apa kamu nyesel nikah sama aku?" tanya Aldi. Lisa menggeleng seraya memegang kedua pipi Aldi


"Tapi kalo seandainya aku nggak ngelakuin hal itu sama kamu. Pasti jodoh kamu Kiki, bukan aku."


"Allah punya cara tersendiri untuk mempersatukan kita. Walau cara yang kamu perbuat itu menimbulkan dosa besar. Sebenarnya memang ada cara tersendiri yang lebih baik daripada itu." ucap Lisa lembut membuat Aldi makin mengeratkan pelukannya di perut istrinya itu


"Kamu bener-bener wanita yang sangat baik dan bijak sayang." ucap Aldi dan kembali mengecup sekilas bibir Lisa


"Kamu jangan jadi bad boy lagi ya." titah Lisa,


Aldi langsung tersenyum mendengarnya


"Kamu pikir, sebelum nekat tiduri kamu, aku ngga punya janji?" Lisa menatap suaminya itu bingung


"Maksud kamu?"


"Aku punya janji sama Allah walaupun itu konyol. Ya Allah, jika aku berhasil mendapatkannya (Lisa), aku janji akan meninggalkan dunia malam ku. Walau cara yang aku ambil salah dan mendapat dosa besar." Aldi mengulang tekadnya waktu itu


"Dan sekarang?" tanya Lisa


"Dan sekarang kamu sudah sepenuhnya milik aku. Bahkan buah cinta kita sudah tumbuh menjadi anak yang pintar. Dan semenjak kita menikah sampai sekarang, aku nggak pernah lagi datang ke klub malam. Yah walaupun pernah sekali sih, karena pikiran aku waktu itu lagi kalut banget." Aldi bisa menerima risiko yang ia perbuat dan tidak pernah mengingkari janjinya


"Iya aku mengerti Al, pokoknya i will always love you for today, tomorrow and forever." ucap Lisa menatap lekat mata Aldi


"Me too honey." balas Aldi yang mulai mendekatkan wajahnya. Ketika bibir Aldi dan Lisa hampir menyatu, tiba-tiba saja...


"Undaa.. Yayah.." suara yang sangat familiar ditelinga Lisa dan Aldi membuat aktifitas mereka yang hampir berciuman langsung terganggu.


"Davin." Aldi menoleh dan mendapati putranya setengah berdiri dengan wajah khasnya saat bangun tidur. Terlihat sangat imut


"Mimi." ucap Davin parau. Lalu Aldi bangun dan mengambil putranya untuk dipindah kesamping istrinya. Lisa membuka 2 kancing bajunya untuk menyusui Davin


"Ayo mimi nak." ucap Lisa


"Au (nggak mau), au mimi tatat (mau minum cokelat)." ucap Davin sambil menggeleng. Lisa menatap Aldi

__ADS_1


"Biar aku buatin susu formula ya." ucap Aldi


"Emang nya nggak papa kalo keseringan?" tanya Lisa


"Nggak papa. Itu adalah salah satu cara putra kita melepas ASI-nya. Nggak mungkin kan dia minum ASI kamu terus." jelas Aldi. Lisa mengangguk


"Ya udah kalo gitu, biar aku yang buatin." ucap Lisa yang ingin bangun, namun dicegah oleh Aldi


"No! Biar aku aja, kamu tunggu sini sama Davin." ucap Aldi. Lisa tersenyum dan mengangguk sebelum Aldi benar-benar keluar dari kamar


"Mimi tatat Undaa (minum cokelat Bunda)." ucap Davin menatap sang Bunda


"Iya, susunya masih dibuatin sama Ayah sayang." ucap Lisa seraya mengusap kepala Davin dengan lembut


"Unda atit (Bunda sakit)?" tanya Davin. Lisa tersenyum


"Enggak kok." balas Lisa mencoba mengelak


"Nih anas Undaa (ini panas Bunda)." Davin memegang pipi Lisa, membuat Lisa tersenyum


"Enggak panas kan?"


"Ak (Nggak) anas (panas)." ucap Davin menggeleng


"Kan Bunda udah bilang Davin tadi." ucap Lisa seraya mencium pipi putranya. Davin mencoba memeluk sang Bunda dengan tangan mungilnya


"Yayan Undaa (sayang Bunda)." Davin mengucapkan kalimat yang biasa Lisa ucapkan padanya, Apalagi Aldi juga sering mengajarinya


"Sayang Davin juga." balas Lisa terharu dengan ucapan Davin barusan


CEKLEK


"Ini mimibnya Davin, udah jadi." ucap Aldi dengan membawa botol dot berisi susu formula rasa coklat. Davin yang mendengar langsung bangun dan menoleh Ayahnya


"Tatatt." ucap Davin girang lalu merangkak cepat menuju pinggir ranjang. Aldi terkekeh melihatnya


"Mimi Tatat Yayah (minum cokelat Ayah)." ucap Davin menunjuk-nunjuk botol dot nya


"Nih." dengan senang hati Aldi memberikannya dan langsung diambil oleh putranya


"Enatt (enak)." Davin mangut-mangut sendiri membuat Lisa dan Aldi terkekeh geli melihat tingkah lucunya


Saat ini Davin tengah bermain bersama Lisa di atas ranjang. Kemana Aldi? Ayah muda tampan itu sedang tertidur di samping putranya. Mungkin ia lelah karena seharian merawat istrinya dan menjaga Davin. Terlebih ia juga sempat ke kantor menemui client nya bersama Davin


"Yayah Undaa." ucap Davin menatap Aldi yang tidur memeluk guling


"Usstt jangan ya nak, Ayahnya lagi bobo." ucap Lisa pelan


"Bobo, Yayah bobo." ucap Davin mangut-mangut, membuat Lisa sangat gemas dengan putranya itu


"Nih Unda, nih Apin." Davin memberikan mobil kecil kepada Bundanya, sedangkan ia sendiri membawa mobil yang berukuran sedang


"Kok Bunda di kasi mobil yang kecil? Bunda yang besar dong, kan Bunda udah besar." ucap Lisa


"Unda obil isal (Bunda mobil yang besar)." ucap Davin menatap sang Bunda


"Iya. Kalo Davin kan masih kecil, berarti mobilnya yang kecil."


"Apin obil ticil (Davin mobil yang kecil)." Lisa mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan putranya yang sangat lucu itu


"Nih Unda (ini Bunda)." Davin memberikan mobilnya pada Lisa. Lisa pun langsung menerimanya


"Nih Apin (ini Davin)." Davin mengambil mobil yang berukuran kecil itu dari tangan Lisa. Lisa terkekeh lalu melanjutkan bermain dengan putranya itu


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2