
''Ini, ini. Apa kalo bukan bukti sayang dan cinta aku ke kamu,'' ucap Lisa seraya menunjuk Davin dan perut besarnya. Aldi langsung terkekeh.
''Iya deh aku percaya.'' Aldi mencium pipi istrinya itu, membuat Lisa tersenyum.
"Pipin,'' pekik Davin tiba-tiba saat melihat badut yang berbentuk Upin-Ipin berdiri tak jauh darinya. Animasi kartun Upin-Ipin adalah salah satu animasi favorit Davin. Hampir setiap hari ia menonton animasi kartun yang berasal dari Negara Malaysia itu.
''Yayah yuyun (Ayah turun).'' pintanya pada Aldi yang merosot ingin turun
"Pelan-pelan Vin. Subhanallah, anak ini.'' Aldi menurunkan putranya yang merosot ingin turun.
''Pipin (Upin-Ipin).'' Davin berlari sempoyongan menghampiri badut Upin-Ipin yang besar seperti ondel-ondel itu. *Loh?
''Hai Davin,'' sapa badut Upin dan Ipin dengan suara khas anak kecil.
''Hayo Pipin (Halo Upin-Ipin),'' balas Davin yang terlihat sangat senang itu.
''Davin ulang tahun ya?'' tanya badut Upin.
''Ya-ya.'' jawab Davin mangut-mangut.
''Selamat ulangtahun ya, semoga panjang umur,'' ucap badut Ipin memberikan ucapan selamat ulangtahun pada Davin.
''Dan semoga makin pinter,'' lanjut badut Upin.
''Tatacih Pipin (makasih Upin Ipin),'' ucap Davin. Badut Upin-Ipin itu mengangguk.
''Ayo kita main,'' ajak badut Upin.
''Ain (main).'' ucap Davin mangut-mangut. Lisa dan Aldi yang melihat hanya tersenyum.
''Mau minum?'' tanya Aldi pada Lisa.
''Boleh,'' balas Lisa sesekali menatap putranya yang tengah asik dengan badut Upin-Ipin itu. Takut-takut jika tiba-tiba putranya itu menghilang.
''Tunggu sini ya,'' ucap Aldi. Lisa hanya mengangguk.
******
''Pipin yayo toto (Upin-Ipin ayo foto).'' Davin memegang kaki Upin-Ipin sambil mengajak kedua badut itu untuk berfoto.
''Foto ya? Ayo kita foto.'' Badut Upin langsung menggendong Davin, membuat bocah tampan itu berteriak heboh dan tertawa riang.
''Ipin yang foto ya,'' ucap badut Ipin yang memegang kamera.
''Ya ya, toto (foto).'' Davin mengangguk dan mulai berfoto ria dengan kedua badut itu. Lisa yang melihat dari tempatnya berdiri itu hanya tersenyum.
''Kenapa Bun? Kok senyum-senyum sendiri?'' tanya Aldi yang baru datang dengan membawa 2 gelas minuman.
''Liat deh anak kita. Masak nyuruh orang buat fotoin dia sama Upin-Ipin,'' ucap Lisa. Aldi menatap ke arah putranya itu dan langsung terkekeh.
''Dia kan memang sok kenal gitu sama orang lain, makanya cepet banget dia akrabnya'' ucap Aldi. Lisa memukul lengan suaminya itu pelan.
''Kamu ini.'' ucap Lisa. Aldi tersenyum.
''Nih diminum dulu.'' Aldi memberikan segelas jus jeruk untuk Lisa.
''Nggak kamu kasih obat perangsang kan kayak dulu?'' tanya Lisa sedikit bergurau. Aldi tertawa mendengar ucapan istrinya itu.
''Itu mah nanti, kalo yang di perut kamu udah keluar. Biar jadi lagi, hahaha.'' Mata Lisa langsung membulat mendengar ucapan dari suaminya itu.
PUK!
''Ngomongnya.'' ucap Lisa setelah memukul pelan mulut Aldi.
''Kan kamu duluan yang mancing,'' ucap Aldi.
''Tau ah terserah!'' ketus Lisa, lalu meneguk minumannya itu. Aldi terkekeh geli dalam batinnya.
''Yayah Undaa (Ayah Bunda),'' panggil Davin berjalan menghampiri Lisa dan Aldi.
''Apa sayang?'' tanya Lisa lembut sambil menunduk menatap wajah polos putranya.
''Toto mama Pipin (foto sama Upin-Ipin),'' ucap Davin.
''Ya udah gih, lanjutin fotonya,'' ucap Aldi. Davin menatap Ayahnya itu.
''Toto ama Yayah, mama Undaa (foto sama ayah sama Bunda).'' Davin menatap orangtuanya itu secara bergantian.
''Ayah sama Bunda juga ikut fotoan?'' tanya Aldi. Davin langsung mangut-mangut.
__ADS_1
''Yayo. (Ayo).'' Davin memegang salah satu tangan Lisa dan Aldi, lalu menariknya ke arah dimana badut Upin-Ipin itu berada.
''Eh bentar nak.'' Lisa dan Aldi segera meletakkan gelas yang mereka pegang tadi sebelum bocah pintar ini menariknya lebih jauh.
''Pipin, toto aji mama Yayah, mama Undaa (Upin-Ipin foto lagi sama ayah sama Bunda),'' celoteh Davin menatap teman barunya itu, yakni badut Upin-Ipin.
''Boleh. Ayo,'' ucap badut Ipin semangat.
''Yayo hihi.'' Davin bertepuk tangan riang. Lucu sekali memang anak ini.
Lalu Aldi mengangkat tubuh mungil putranya itu.
''Ayah sama Bunda dimana nih?'' tanya Aldi.
''Ninih, ninih (disini).'' Davin menunjuk sela-sela antara badut Upin dan Ipin. Aldi dan Lisa pun hanya menurut.
''Terus siapa yang fotoin?'' tanya Lisa, karena ia bingung tak ada fotografernya. Davin diam sambil matanya berkedip-kedip seperti boneka.
''Bella,'' panggil Aldi saat matanya melihat sepupunya itu lewat bersama kakak dari Kiki, yakni Rizal.
''Iya?'' Bella langsung menghampiri Aldi.
''Kalian berdua pacaran.'' Lisa menunjuk Bella dan Rizal. Mereka berdua hanya tersenyum malu, membuat Lisa dan Aldi terkekeh geli melihatnya.
''Fotoin kita bentar ya. Baru deh boleh pacaran,'' ucap Aldi sedikit menggoda diakhir kalimatnya.
''Apaan sih, ya udah kameranya mana? Biar aku fotoin.'' ucap Bella sedikit malu. Ia mengambil kamera SLR-nya lalu mulai memfoto keluarga kecil Aldi itu.
Mulai dari posisi berdampingan sampai Lisa dan Aldi mencium pipi putranya bersamaan. Sungguh keluarga yang sangat harmonis.
******
Acara ulang tahun berlangsung meriah. Kini Lisa, Aldi dan Davin sudah berada di dalam kamar untuk beristirahat.
''Kamu istirahat dulu gih,'' ucap Aldi pada Lisa yang tengah duduk di pinggir ranjang.
''Kamu mau kemana?'' tanya Lisa yang sudah memakai baju tidurnya.
''Mau tiduri Davin dulu. Kasian tidur gini terus,'' ucap Aldi yang memang tengah menggendong Davin yang tertidur saat acara ingin berakhir.
''Ya udah,'' ucap Lisa lalu berbaring. Aldi tersenyum lalu menidurkan Davin di box bayinya.
''Celananya nggak diganti Yah?'' tanya Lisa menatap Aldi karena ia masih memakai jeans.
''Males, gini aja aku tidurnya Bun." jawab Aldi lalu memeluk Lisa.
''Apa masih sakit perutnya?'' tanya Aldi seraya mengusap perut besar istrinya itu. Ya, memang tadi Lisa merasakan kontraksi kecil saat acara ulangtahun Davin akan berakhir. Maka dari itu Aldi segera mengakhiri acara dan membawa Lisa untuk istirahat.
''Sedikit,'' jawab Lisa.
''Mungkin kamu udah menjelang lahiran sayang,'' ucap Aldi.
''Mungkin. Tapi aku mau lahiran normal ya Al,'' pinta Lisa. Aldi tersenyum.
''Terserah kamu maunya gimana. Yang penting kamu dan baby-nya selamat dan sehat. ''
''Aamiin,'' balas Lisa.
''Kita ke rumah sakit yuk!'' Ajak Aldi membuat kening Lisa berkerut.
''Mau ngapain?'' tanya Lisa heran.
''Ya buat jaga-jaga aja. Kali aja kamu udah bukaan berapa gitu, makanya sering kontraksi.''
''Enggak ah, udah malem juga. Masa Davin ditinggal sendiri,'' tolak Lisa.
''Kan keluarga kita nginep disini. Kita titipin sama mommy, mama atau Claudia gitu,'' ucap Aldi. Lisa menggeleng.
''Besok aja ya. Aku nggak papa kok,'' ucap Lisa lembut seraya mengusap pipi suaminya itu. Aldi menghela nafasnya.
''Ya sudah, sekarang kamu bobo cantik. Muuach, mimpi indah sayang.'' ucap Aldi lalu mencium bibir Lisa sekilas.
''Mimpi indah juga sayang,'' balas Lisa tersenyum, lalu memejamkan mata didekapannya Aldi. Aldi tersenyum lalu ikut memejamkan mata.
******
Pukul 01.55 tengah malam...
Tidur Lisa sungguh tidak nyaman sejak 15 menit yang lalu. Perutnya kembali mengalami kontraksi bahkan lebih kuat. Apakah Lisa akan melahirkan sekarang? Entahlah.
__ADS_1
''Al-di ...'' panggil Lisa lirih seraya menatap Aldi yang tertidur pulas disampingnya.
''Aldi bangun ...'' Lisa menggoyangkan lengan Aldi pelan.
''Nggh, apa sih sayang? Besok aja ya. Kebiasaan deh ngidamnya malem-malem gini.'' Aldi masih memejamkan matanya dengan sedikit menggeliat. Lisa meremas lengan Aldi karena kontraksi itu semakin menjadi.
''Aaaahh Aldi ...'' teriak Lisa langsung membuat Aldi terlonjak kaget.
''Astaghfirullah, Lisa!'' pekik Aldi yang melihat Lisa menangis dengan memegangi perutnya sendiri.
''Aldi sakit Al.. Hiks, sakit ...'' Lisa terisak dan terus bergerak untuk mengalihkan sakitnya. Lalu Aldi menyingkap selimutnya dan seketika ia tersentak melihat air ketuban Lisa yang sudah membasahi piyama tidurnya itu.
''Kamu mau lahiran sayang, Ya Allah ... '' Aldi turun dari ranjang lalu mengambil kunci mobil dan memakai baju kaosnya, lalu segera mengangkat Lisa.
''Hiks, sakit ...'' ucap Lisa terus terisak di gendongan Aldi.
''Aku kan udah bilang, ayo ke rumah sakit. Kamu keras kepala tau nggak,'' lirih Aldi seraya terus menuruni anak tangga.
''Ada apa ini ribut-ribut? Astaghfirullah Lisa, kamu kenapa nak?'' pekik Tante Anne saat melihat Lisa menangis di gendongan Aldi.
''Hiks, sakit Mom ...'' isak Lisa, lalu Tante Anne menatap putranya itu.
''Dia mau ngelahirin Mom. Aldi titip Davin ya,'' ucap Aldi.
''Subhanallah. Ya sudah, kalian hati-hati,'' pesan Tante Anne. Aldi mengangguk dan segera melanjutkan jalannya.
''Ya Allah, selamatkan menantu dan calon cucuku,'' gumam Tante Anne lalu menuju kamar Lisa dan Aldi untuk mengambil Davin.
*****
''Tahan ya, kamu harus kuat sayang. '' Aldi memakaikan sabuk pengaman ke tubuh Lisa lalu mencium keningnya yang sedikit berkeringat. Aldi menyalakan mesin mobilnya dan langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
*******
''Aaaaahhh! huh! huh! Aaaarghh!''
''Ayo Nyonya, dorong terus ...''
''Aaaaahhhh ...''
Badan Aldi terasa melemas, ketika melihat bagaimana perjuangan istrinya itu untuk melahirkan anak keduanya. Waktu Lisa melahirkan Davin, Aldi tidak disisi istrinya itu.
Makanya ketika sekarang Aldi melihat Lisa melahirkan di depan matanya, membuat jantungnya seakan keluar dari tempatnya, saat ia mendengar suara Lisa berteriak kesakitan.
Dalam proses persalinan itu, Lisa nyaris untuk menyerah. Tetapi Aldi tak henti-hentinya menyemangati istinya itu.
"Aldi... Aku udah nggak kuat lagi." Lisa menggelengkan kepalanya dengan lemas karena tenaganya sudah habis terkuras karena mengejan.
"Pasti kamu kuat sayang, demi aku dan anak-anak kita." Aldi mengusap air mata Lisa yang menggenang di pelupuk matanya.
"Nyonya Lisa, ayo sedikit lagi bayinya akan keluar," ucap Dokter yang menangani persalinan Lisa, yang terdengar mendesak Lisa
"Hamba mohon Ya Allah, lancarkan lah persalinan istri hamba," batin Aldi yang terus berdoa.
Lisa kembali mengejan dan kali ini ia mengeluarkan sekuat tenaganya, hingga tak lama kemudian tangisan bayi terdengar memenuhi ruangan persalinan itu.
"Oeekk, oeekk."
"Alhamdulillah, terimakasih sayang," ucap Aldi merasa lega dengan meneteskan air mata kebahagiaan dari matanya sambil mencium kening Lisa. Lisa hanya bisa mengangguk lemah.
"Bagaimana dengan anak kami Dok?" tanya Aldi. Dokter wanita yang bernama Laila itu tersenyum. Dokter Laila juga yang dulu membantu persalinan Lisa untuk melahirkan Davin.
"Selamat Tuan Nyonya! Nyonya Lisa kembali melahirkan seorang putra yang sangat tampan dan sehat," ucap Dokter Laila, membuat Aldi tercengang.
"Maksud anda anak saya laki-laki lagi Dok?" tanya Aldi memastikan lagi. Dokter Laila tersenyum dan mengangguk.
"Alhamdulillah, terimakasih Ya Allah. Anak kita jagoan lagi sayang," ucap Aldi tersenyum menatap Lisa sambil mengusap kepala Lisa lembut. Lisa hanya bisa tersenyum dan mengangguk, karena keadaannya yang masih sangat lemah.
"Apa saya boleh menggendongnya Dok?" tanya Aldi.
"Nanti ya Tuan, bayinya akan kami dibersihkan dulu. Setelah itu anda bisa menggendongnya," jawab Dokter Laila. Aldi mengangguk.
"Baiklah Dok, terimakasih sudah membantu persalinan istri saya," ucap Aldi, Dokter Laila tersenyum dan mengangguk.
"Sama-sama Tuan, itu sudah menjadi tugas dan kewajiban saya menolong istri anda."
Bersambung ..
Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏
__ADS_1
Ig : @mutiakim