MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 96


__ADS_3

2 bulan kemudian..


Hari ini adalah hari ulang tahun ke-2 putra pertama dari Aldi dan Lisa, yakni Davindra Eadric. Dan bulan ini juga usia kandungan Lisa sudah menginjak 9 bulan. Itu artinya, sebentar lagi buah cinta kedua Lisa dan Aldi akan terlahir ke dunia.


''Bunda ayo kita turun, sebentar lagi acaranya akan segara dimulai,'' ucap Aldi menghampiri Lisa yang tengah duduk di pinggir ranjang kamar mereka.


''Bentar Yah, perut aku sakit,'' ucap Lisa sedikit merintih seraya memegangi perut besarnya. Mungkin hanya kontraksi kecil, karena sebentar lagi ia akan melahirkan.


''Kamu nggak kenapa-napa kan sayang?'' Aldi sedikit khawatir dengan istrinya itu dan ia duduk di samping Lisa, lalu ikut memegang perut Lisa. Lisa menggeleng.


''Dedek bayinya nendang-nendang perut Bunda mulu nih,'' ucap Lisa seraya mengusap perut besarnya. Aldi tersenyum lalu ia juga mengusap perut Lisa dengan lembut.


''Adek diem ya di dalam, nggak boleh nakal. Kita kan mau ngerayain ulang tahunnya kakak Davin.'' Aldi mengajak berbicara jabang bayi yang ada di perut Lisa, lalu menciumnya. Lisa hanya tersenyum melihatnya.


''Gimana? Sekarang udah enakan?'' tanya Aldi menatap Lisa. Lisa hanya mengangguk. Aldi tersenyum lalu berdiri.


''Ayo kita kebawah yang.'' Aldi meraih lengan Lisa. Lisa mencoba berdiri walau sedikit susah, dengan sigap Aldi membantu istrinya itu dengan merangkulnya.


Lalu mereka berdua keluar dari dalam kamar, ketika sudah dibawah tepatnya diruang keluarga, disana sudah ada keluarganya yang tengah menunggunya.


''Unda.'' Davin yang melihat Lisa datang langsung menunjuk ke arah Bundanya. Bella yang tengah menggendong Davin pun menoleh diikuti dengan yang lain.


''Kamu nggak kenapa-napa kan sayang?'' tanya Tante Nila karena tadi ia mendengar dari menantunya, jika Lisa mengeluh sakit perut. Lisa tersenyum dan menggeleng.


''Lisa nggak apa-apa kok Ma, hanya kontraksi kecil aja.'' balas Lisa.


''Syukurlah, kalo begitu.'' Tante Nila mengusap kepala Lisa lembut.


''Unda (Bunda).'' Davin merentangkan tangannya pada Lisa.


''Uuhh, sama Ayah aja ya jagoan?'' Aldi beralih menggendong putranya yang terlihat imut dan tampan dengan setelan kemeja putih dan jas kecil hitam. Tak lupa dasi kupu-kupu yang menempel di depan kerah bajunya itu.


''Au unda, Yayah (mau Bunda, Ayah).'' Davin menunjuk Lisa lagi, karena ia ingin digendong oleh sang Bunda.


''Bundanya kan lagi gendong adek, tuh liat perutnya Bunda besar kan. Jadi nggak bisa gendong Davin.'' ucap Aldi mencoba untuk memberi pengertian pada putranya itu.


''Peyut Undaa isal (perut Bunda besar)? Nanak pisa tentong Apin (nggak bisa gendong Davin)?'' tanya Davin seraya menatap sang Ayah. Aldi tersenyum dan mengangguk.


"Sekarang kita keluar yuk, disana pasti udah pada nungguin kita." Semua yang ada di ruang keluarga itu pada mengangguk.


Aldi menggandeng Lisa, lalu berjalan mendahului keluarga besarnya menuju halaman rumahnya. Disana sudah ramai dengan teman dan rekan kerja dari Aldi, Om Darwin dan Om Hendra.


Aldi, Lisa dan Davin memasuki area dimana terdapat kue tart berlapis coklat dengan 3 susunan. Halaman rumah Aldi benar-benar disulap menjadi sebuah pesta yang meriah. Terlihat dari dekorasinya yang mewah dan elegan.


''Kita mulai yuk.'' ucap Aldi.


''Yuyai (mulai).'' ucap Davin mangut-mangut.


Lalu Aldi menurunkan Davin di atas kursi yang sengaja ia taruh di depan kue Davin, agar putranya itu bisa berdiri sejajar dengan tinggi kue tart-nya


''Happy Birthday to you.. Happy Birthday to you.. Happy Birthday.. Happy Birthday.. Happy Birthday Davin.''


Semua ikut bernyanyi seraya bertepuk tangan. Davin ikut bertepuk tangan riang.


''Papy itay Apin (happy birthday Davin) ...'' celotehnya ikut bernyanyi diakhir syair.


Prok! Prok! Prok!


Semua bertepuk tangan dan tertawa dengan tingkah lucu dari bocah tampan seperti Ayahnya itu.


''Ayo ditiup lilinya.'' ucap Aldi menatap putranya.


''Iup yiyin (tiup lilin)?'' ulang Davin. Aldi tersenyum dan mengangguk. Ia menatap Lisa, lalu mulai bernyanyi bersama istrinya itu.


''Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga ...''


Fiuuh...


Davin meniup lilinnya setelah Aldi menyuruhnya dan juga setelah nyanyian yang dinyanyikan oleh semua tamu itu.


Prok! Prok! Prok!

__ADS_1


Terdengar tepukan tangan lagi para tamu yang hadir.


''Hihi.'' Davin ikut bertepuk tangan dengan tawa kecilnya.


''Happy Birthday sayang.'' ucap Lisa seraya mencium pipi Davin.


''Papy itay Unda (happy birthday Bunda).'' ucap Davin mengikuti ucapan Lisa, lalu ia mencium Bundanya itu juga. Semua orang yang melihat dan mendengarnya terkekeh. Lucu sekali bocah tampan ini.


''Bilangnya makasih, bukan happy birthday Bunda.'' ucap Aldi membenarkan ucapan sang putra.


''Iyang tatacih (bilang makasih)?'' ulang Davin. Aldi mengangguk.


''Tatacih Unda (makasih Bunda).'' ucap Davin dengan menatap Lisa.


''Sama-sama Davin.'' balas Lisa tersenyum.


''Sekarang kita potong kuenya ya?'' ucap Aldi pada putranya.


''Totong tue (potong kue).'' ucap Davin mangut-mangut. Aldi mengambil pisau kuenya lalu dipegang kan ke tangan putranya.


''Nih uat papa Yayah (ini buat apa Ayah)?" tanya Davin menatap Aldi dengan tatapan polosnya.


''Ini buat motong kuenya dong. Sini sama Ayah motongnya ya.'' Aldi mulai menuntun putranya. Davin hanya diam menuruti sang Ayah.


''Bella, tolong ambilin piringnya.'' pinta Aldi pada adik sepupunya itu. Lalu Bella mengambil piring kecil untuk di dekatkan ke arah kuenya.


Prok! Prok! Prok!


Tepuk tangan meriah terdengar lagi setelah kue itu berhasil dipotong.


''Kuenya mau dikasih ke siapa dulu?'' tanya Bella menatap keponakannya ini.


''Apin (Davin).'' ucap Davin cepat dan langsung meraih piring berisi kue yang berada di tangan Bella sebelumnya. Seketika semua orang disana tertawa dibuatnya.


''Ya bukan buat Davin dong, buat orang yang Davin sayang. Buat Ayah atau Bundanya gitu.'' jelas Bella.


''Uat Apin Ante (buat Davin Tante).'' kekeh Davin.


''Apin isal (Davin yang besar)? Ninih ticil (ini kecil)?'' tanya Davin. Bella tersenyum dan mengangguk.


''Mau dikasih siapa coba kuenya?'' tanya Bella lagi. Davin menatap potongan kue yang ia pegang.


''Ninih uat Undaa (ini buat Bunda).'' Davin memberikan kue yang telah dipotong itu pada Bundanya. Lisa tersenyum lalu menerimanya.


''Makasih Davin.'' ucap Lisa.


''Mama-mama Undaa (sama-sama Bunda).'' balas Davin dengan riang.


''Buat Ayah mana dong?'' sambung Aldi. Davin menatap Ayahnya itu.


''Uat Yayah (buat Ayah)? '' tanya Davin. Aldi mengangguk. Bocah tampan ini celingak-celinguk menatap sekitarnya, mungkin ia tengah mencari kue yang seperti ia berikan pada Bundanya itu.


''Ninih Yayah mama Apin (ini Ayah sama Davin).'' Davin menunjuk kue tart nya yang besar lalu menatap sang Ayah. Aldi tersenyum lalu mencium gemas pipi putranya itu.


''Makasih jagoan Ayah. Selamat ulang tahun ya.'' ucap Aldi. Davin hanya mangut-mangut polos.


''Selamat ulang tahun ponakan Om. Semoga panjang umur, sehat selalu, selalu berbakti sama orang tuanya. Nih kado buat Davin.'' ucap Rama seraya memberikan Davin kado. Davin pun langsung menerimanya.


''Bilang apa sama Om Rama?'' tanya Aldi pada putranya.


''Tatacih Om Ama (makasih Om Rama)." ucap Davin dengan wajah imutnya.


''Sama-sama ganteng. Uh gemes deh.'' Rama mencubit kecil pipi ponakannya.


"Happy birthday keponakannya Om yang paling ganteng. Semoga sehat selalu, jadi anak Sholeh, jadi anak yang bisa membanggakan Ayah sama bundanya, pokoknya doa yang terbaik untuk Davin dari Om.


Nah ini kado dari Om, Tante Maura sama kakak Wina buat Davin." ucap Edwin yang ternyata datang bersama dengan istri dan putrinya ke acara ulangtahun Davin.


Ketika ulangtahun Davin yang pertama ia tidak datang bersama keluarga kecilnya, karena ia sedang ada perjalanan dinas ke Jepang. Lalu Edwin memberikan kado buat keponakannya itu.


"Tatacih Om Wiwin (makasih Om Edwin)."

__ADS_1


"Sama-sama gantengnya Om." ucap Edwin seraya mencium gemas pipi Davin.


''Happy Birthday Bocil. Semoga nggak nakal lagi ya, panjang umur, makin plus plus deh pokoknya. Ini Tante kasih kado. Eh nggak bisa bawa ya? Tante taruh sini deh.'' ucap Claudia, lalu meletakkan kado untuk ponakannya di atas meja sebelah kue Davin, yang kini sudah Lisa letakkan kembali ke meja khusus tempat menaruh kado.


''Ninih.'' Davin mangut-mangut menunjuk meja tempat menaruh kado-kadonya


''Tatacih Ante Cilo (makasih Tante Claudia).'' Lanjutnya.


''Sama-sama bocil. Sini cium dulu. Muach, muach, muach.'' Claudia mencium kedua pipi dan hidung ponakannya.


''Tutah (sudah)!'' Davin memukul pelan wajah Claudia.


''Iya-iya sudah.'' Semua terkekeh melihatnya.


Para tamu pun mengucapkan selamat pada putra pertama Lisa dan Aldi ini secara bergantian.


''Hai Davin.'' ucap seseorang yang tak asing bagi Lisa.


''Kiki.'' gumam Lisa pelan. Kiki tersenyum menatap Lisa.


''Om Cici (Om Kiki).'' pekik Davin antusias. Kiki menatapnya dan tersenyum.


''Halo Davin, selamat ulang tahun ya. Ini Om punya hadiah buat Davin '' ucap Kiki seraya memberi Davin hadiah.


''Tatacih Om Cici (makasih Om Kiki).'' ucap Davin setelah menerima kado dari mantan kekasih Lisa itu.


''Sama-sama ganteng. Eemm, hei Al, lo apa kabar?'' ucap Kiki sedikit kikuk.


''Baik. Lo sendiri gimana? '' tanya Aldi balik. Kiki menunjuk dirinya.


''Seperti yang lo liat.'' ucap Kiki. Aldi terkekeh. Ini memang pertama kalinya Kiki muncul dihadapan Lisa dan Aldi.


Dengar-dengar, setelah Lisa melahirkan Davin, ia kembali ke Inggris lagi. Dan datang ke Indonesia bersamaan dengan Bella dulu. Setelah itu, entah takdir atau bukan Kiki menjalin hubungan dengan adik dari Aldi itu.


''Ninih Undaa Apin Om (ini Bunda Davin Om).'' ucap Davin yang malah memperkenalkan diri Lisa ke Kiki. Lisa tersenyum ramah saat Kiki kembali menatapnya. Aldi mencoba bersikap se-rileks mungkin didepannya.


''Kamu apa kabar? Udah mau 2 aja.'' ucap Kiki sedikit bergurau.


''Baik. Hehe, bisa aja.'' ucap Lisa sedikit kikuk. Kiki beralih menatap Claudia yang terdiam di samping Bella. Kiki langsung tersenyum kecil.


''Hei cantik, kenapa telpon aku nggak diangkat?'' tanya Kiki mencubit pelan pipi Claudia.


''Kapan?'' tanya Claudia.


''Barusan.'' ucap Kiki.


''Abis kakak lama. Ditungguin juga dari tadi.'' kesal Claudia memanyunkan bibirnya.


''Ya maaf. Soalnya tadi aku nganterin Mama ke supermarket dulu.'' ucap Kiki meminta maaf dan menjelaskan pada Claudia.


''Ya udah aku maafin.'' ucap Claudia tersenyum.


''Nah, gitu dong.'' Kiki tanpa rasa malu mendekap adik dari Aldi itu. Membuat semua tersenyum melihat pasangan yang tengah kasmaran itu, termasuk Lisa.


''Masih sama seperti dulu.'' batin Lisa. Tiba-tiba Aldi merangkulnya.


''Kamu nggak cemburu?'' tanya Aldi pelan. Lisa menatapnya dan tersenyum.


''Kan ada kamu Ayah.'' balas Lisa.


''Beneran nggak tuh?'' Lisa terlihat kesal dengan suaminya yang tak percaya dengan dirinya itu


''Ini dan ini. Apa kalo bukan bukti sayang dan cinta aku ke kamu.'' ucap Lisa seraya menunjuk Davin dan perut besarnya. Aldi langsung terkekeh.


''Iya deh aku percaya.'' Aldi mencium pipi istrinya itu, membuat Lisa tersenyum.


Bersambung ..


Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2