
***
Hari demi hari telah berganti. Besok adalah hari persidangan perceraian antara Lisa dan Aldi. Namun, hingga saat ini Lisa maupun Aldi belum ada tanda-tanda untuk membatalkan rencana perceraian mereka.
Walaupun orang tua Lisa dan Aldi sudah memaksa mereka untuk membatalkan perceraian itu. Tetapi Aldi sangat kekeh untuk menceraikan Lisa.
Yah walaupun di lubuk hatinya yang terdalam, Aldi sangat berat untuk melepaskan seseorang yang sangat dia cintai dan dia perjuangkan dari dulu.
Di kediaman keluarga Wijaya atau kediaman orang tua Lisa sedang kedatangan tamu, yakni Kiki mantan pacar dari Lisa. Entah apa maksud kedatangan Kiki kesana.
Dan saat ini Lisa dan Kiki tengah duduk berdampingan di halaman depan rumah orang tuanya.
“Ada apa kamu kesini Ki? Belum puas kamu hancurin rumah tangga aku?” tanya Lisa lirih tanpa menoleh.
“Aku minta maaf kalo perbuatan aku minggu lalu membuat kalian seperti ini. Tapi sungguh, aku bener-bener nggak mau ..."
“Cukup Ki! Kamu mau bilang nggak mau putus sama aku? Iya?!” Lisa memotong ucapan Kiki. Kiki langsung menunduk.
“Kenapa kamu nggak bisa ngertiin gimana posisi aku sekarang Ki? Aku sedang hamil besar, sementara sebentar lagi aku akan resmi bercerai dalam hukum. Kamu tega buat anak aku pisah dengan ayahnya nantinya.” ucap Lisa dengan tetesan air matanya
“Lisa bukan maksud aku nggak mau ngertiin kamu. Kamu tau aku sayang dan cinta banget sama kamu Lis. Kalo kamu mau, aku siap jadi Ayah buat anak kamu.” ucap Kiki. Lisa diam menatapnya
“Aku bersedia Lisa.” ucap Kiki meyakinkan sambil menggenggam tangan Lisa
“Maaf aku tetep nggak bisa Ki, hatiku ini cuma untuk Aldi.” ucap Lisa melepaskan genggaman tangan Kiki, lalu masuk ke dalam rumahnya dan meninggalkan Kiki sendiri disana.
***
Hari ini adalah acara sidang perceraian Lisa dan Aldi. Keluarga Aldi dan keluarga Lisa, termasuk kakak kedua dan kakak ipar dari Lisa, yakni Edwin dan istrinya Maura yang datang jauh-jauh dari Hong Kong untuk menyaksikan sidang perceraian sang adik.
Dan perceraian tersebut akan membuat putus hubungan antara keluarga Wijaya dan Eadric. Disana juga ada Kiki yang menyaksikannya.
“Saudara Aldi, apakah anda yakin untuk bercerai?” tanya Ketua Hakim juga seusai pemutusan perkara. Aldi menghela nafas berat lalu mengangguk.
“Dan saudari Lisa, apakah anda yakin untuk bercerai dengan saudara Aldi?” tanya Ketua Hakim juga pada Lisa. Lisa hanya tertunduk seraya memejamkan matanya.
“Ya Allah, jika ini memang takdirku. Tolong kuatkan hatiku, Ya Robb.” batin Lisa lirih. Sesaat kemudian Lisa juga mengangguk.
“Baiklah. Menurut Bukti dan perkara yang cukup akurat. Mulai hari ini saudara Aldi Darien Eadric dengan saudari Lisa Evania Wijaya resmi bercerai.”
“Tolong berhenti pak!” Entah dorongan darimana Aldi berdiri dan mencegah hakim yang hampir saja mengetuk palunya.
Sontak membuat semua orang yang di dalam ruangan persidangan menatap Aldi, termasuk Lisa.
“Ada apa saudara Aldi?” tanya Ketua Hakim.
__ADS_1
“Maaf Pak. Saya tidak bisa melanjutkan perceraian ini,” ucap Aldi lirih. Aldi langsung menatap Lisa lalu berjalan cepat menghampirinya.
“Maafin aku, Aku tau aku salah. Aku memang egois Lisa.” Aldi memeluk Lisa dan berucap lirih. Air mata Lisa langsung jatuh seketika. Lisa pun langsung membalas pelukan Aldi.
“Hiks, maafin aku juga udah buat kamu marah dan salah paham Al,” ucap Lisa terisak.
“Kita mulai lagi ya dari awal. Aku nggak bisa pisah dan jauh dari kamu Lis,” ucap Aldi sambil mengusap air mata Lisa.
Lisa pun mengangguk dan tersenyum manis. Senyum yang baru ia keluarkan lagi setelah 2 minggu ini.
“Bisa tolong duduk sebentar ?” tanya salah satu Hakim di depan. Aldi melepas pelukannya lalu kembali duduk di samping kiri Lisa, yang jaraknya sedikit jauh dari Lisa.
“Jadi bagaimana? Apakah ingin dilanjutkan?” tanya Ketua hakim. Aldi menggeleng pelan.
“Maaf pak, saya ingin membatalkan ini semua,” ucap Aldi tertunduk.
“Apa anda yakin?”
“Yakin Pak.” Aldi menjawab dengan tegas seraya menatap para hakim di depannya.
“Baiklah. Dan saya putuskan perceraian saudara Aldi Darien Eadric dengan saudari Lisa Evania Wijaya dibatalkan.”
TOK!
TOK!
TOK!
Namun, tidak dengan Kiki yang tertunduk dalam. Ia berdiri lalu beranjak pergi keluar dari ruang persidangan dengan perasaan sedih dan kacau.
***
Saat ini Lisa dan Aldi sedang dalam perjalanan pulang. Sedari tadi tangan Lisa tidak lepas dari genggaman tangan Aldi. Aldi tengah menyetir sesekali tersenyum menatap istrinya itu, begitupun dengan Lisa.
Namun, senyum mereka memudar saat Lisa meremas tangan Aldi sangat kuat dengan raut wajah sulit diartikan. Dan itu sukses membuat Aldi panik.
“Kamu kenapa sayang?” tanya Aldi menatap Lisa sekilas.
“Pe..Perut aku sa..kit.. Al,” ucap Lisa seraya memegangi perutnya dengan tangan kiri karena tangan kanannya masih digenggam oleh Aldi.
CIT!
Aldi mengerem mobilnya mendadak. Ia baru ingat jika saat ini usia kandungan istrinya sudah memasuki bulan ke 9.
“Kamu mau lahiran?” tanya Aldi menatap Lisa
__ADS_1
“Sakit... Aaaahhh... Sshh …” Aldi melirik kaki Lisa yang tiba-tiba dialiri air. Matanya langsung membulat.
“Astaghfirullah air ketubannya,” gumam Aldi. Ia melepas genggamannya dari tangan Lisa, lalu tancap gas mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan di atas rata-rata.
***
“Dokter! Suster! Tolongin istri saya!” teriak Aldi yang tengah membopong Lisa saat sampai di rumah sakit.
Dengan cepat 2 orang suster datang membawa ranjang dorong rumah sakit. Aldi membaringkan tubuh istrinya disana. Dengan cepat sang suster mendorongnya diikuti Aldi
“Hiks, sakit Al,” tangis Lisa dengan air mata yang sudah mengalir saat didalam mobil tadi.
“Sabar ya sayang. Kamu harus kuat ngelahirin anak kita,” ucap Aldi mencoba untuk menenangkan istrinya seraya menggenggam tangan kanan Lisa.
“Maaf, anda dilarang masuk pak,” ucap salah satu Suster itu.
"Tapi sus ..." Belum sempat Aldi menuntaskan ucapannya, Suster itu sudah menutup pintu ruang bersalin. Aldi menghela nafasnya kasar.
Saat ini keluarga Lisa dan Aldi tengah berkumpul di depan ruang bersalin setelah Aldi menghubunginya. Mereka akan menyambut anak pertama Lisa dan Aldi lahir ke dunia.
“Lama banget sih di dalam. Ngapain coba?” kesal Aldi yang sedari tadi gusar memikirkan keadaan istrinya.
“Yang sabar nak,” ucap Tante Anne mencoba menenangkan sang anak.
“Tapi lama banget loh Mom di dalam. Tadi mau Aldi temenin aja pake nggak boleh segala,” celoteh Aldi membuat yang lain geleng-geleng kepala mendengarnya.
“Sabar dong adik ipar. Proses persalinan memang cukup lama. Tergantung dari ibunya kuat atau nggak nya untuk cepat mengeluarkannya bayinya,” tutur Edwin yang saat ini juga berada di rumah sakit. Aldi hanya bisa menghela nafasnya.
“Oekk, oekk, oekk.” Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi dari dalam membuat semua tersenyum.
“Alhamdulillah,” ucap syukur mereka semua.
CEKLEK!
“Dokter bagaimana?” tanya Aldi antusias.
“Selamat ya Tuan. Anak anda per...”
Bersambung..
Hayo di tebak, anak Aldi dan Lisa itu laki-laki atau perempuan?😁
Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗
Ig : @mutiakim09
__ADS_1