
*********
“Ayo berangkat.” Lisa mengaitkan tangannya ke lengan Aldi lalu keluar kamar.
Ketika menuruni anak tangga, terlihat dibawah sana keluarga Lisa dan Aldi yang tengah mendekorasi untuk acara ulang tahun pertama anak dari Lisa dan Aldi ini.
“Tatat.. Yayah tuh tatat (Ayah itu cokelat).” ucap Davin antusias menunjuk Claudia yang tengah memakan cokelat
“Eh Davin...” ucap Claudia dengan wajah tanpa dosanya menyapa sang keponakan sambil memakan cokelat
“Tatat.. Au tatat.. Apin au tatat (Davin mau cokelat).” Davin terus menunjuk coklat yang dipegang oleh Claudia. Aldi langsung menatap adiknya tajam. Claudia yang baru sadar langsung menyembunyikan cokelat itu di belakangnya
“Au tatat Ante (mau cokelat Tante)” ucap Davin pada Claudia
“Hehe, itu bukan cokelat sayang. Yang Tante makan tadi itu obat.” elak Claudia
“Tatat! Apin au (Davin mau).” Davin terus menunjuk cokelat yang disembunyikan oleh Claudia
“Waduh bisa bahaya nih, gue kabur aja deh. Daripada kena omel bapaknya.” batin Claudia lalu ngacir menuju dapur
“Tatat! Yayaaahh.” Bayi menggemaskan itu kembali menangis
“Nggak boleh ya. Nanti giginya Davin ompong loh.” ucap Aldi seraya menunjuk gigi yang sudah tumbuh di gusi Davin
“Tatat hiks Apin au tatat.” tangis Davin yang semakin keras. Lisa menghela nafasnya
“Naik mobil aja ya. Kita pergi ambil kuenya Davin. Oke.” bujuk Aldi seraya berjalan diikuti Lisa
“Auuu (ndak mau) hiks tatat Yayah.. Hiks Unda...” ucap Davin terisak
“Davin kenapa Al?” tanya Tante Nila yang melihat cucunya menangis kencang
“Dia lihat Claudia bawa cokelat tadi. Jadi pengen dia nya Ma.” Jawab Aldi. Tante Nila langsung terkekeh
“Davin, diem ya sayang. Nanti Davin sakit gigi loh kalo makan cokelat. Mau giginya Davin sakit hem?” ucap Tante Nila lembut
“Auu Mama, auu (ndak mau Oma).” dengan cepat Davin menggeleng
Davin terus menangis di gendongan Aldi, sampai membuat Lisa turun tangan. Wajar saja, jika Davin suka sekali dengan cokelat. Itu karena Om Rama nya yang selalu membawa cokelat jika berkunjung kerumah mertua Lisa.
“Davin ikut Bunda yuk.” ucap Lisa mengulurkan kedua tangannya pada Davin
“Tatat Unda (cokelat Bunda) hiks…” Isak Davin seraya ikut mengulurkan tangannya. Lisa langsung menggendongnya lalu berjalan menuju dapur
“Davin mau cokelat hem?” tanya Lisa lembut sambil mengusap air mata Davin
“Hiks.. Tatat.. Tatat.” ucap Davin sesenggukan.
Sesampainya di dapur Lisa langsung membuka kulkas. Ia mengambil sekotak kecil susu rasa cokelat lalu membukanya dengan sedotan
“Ini.” Lisa memberikan susu itu pada Davin
“Tatat Unda (cokelat Bunda)?” Davin menatap Bundanya itu seolah bertanya
“Iya, ini susu cokelat sayang. Liat ini ada gambar cokelatnya kan?” jelas Lisa pada Davin sambil menunjukkan gambar cokelat yang ada di kotak susu itu. Davin pun menerimanya, lalu ia menyedot susunya
“Tatat Unda (cokelat Bunda)?” tanya Davin
__ADS_1
“Iya, itu cokelat nak.” ucap Lisa. Davin meminum lagi susu cokelat yang diberikan oleh Lisa tersebut dan itu membuat bibir Lisa mengukir senyum
“Iihh kakak ipar pinter nih ngibulinnya.” celetuk Claudia. Lisa pun terkekeh
“Susu kan lebih baik daripada cokelat Clau.” ucap Lisa
“Nah, bener banget itu kak.” ucap Claudia sambil mangut-mangut
“Kamu ini. Dia nangis gara-gara kamu juga.” omel Tante Anne pada anak bungsunya ini
“Ya kan Claudia nggak tau Mom.” ucap Claudia. Tante Anne yang sedang memasak bersama Bi Jum itu hanya geleng-geleng kepala
“Lisa pergi dulu ya Mom. Mau ambil kue tart nya Davin.” pamit Lisa mendekati Tante Anne lalu mencium tangannya
“Iya, hati-hati ya nak. Davin, Oma cium dulu sini.” ucap Tante Anne. Lalu Lisa mendekatkan Davin yang masih menyeruput susunya ke Tante Anne
Muuachhh
Tante Anne mencium pipi Davin. Tiba-tiba Davin melepas sedotan dari mulutnya
“Tatat aji Unda (cokelat lagi bunda).” ucap Davin seraya memberikan susunya pada Lisa lalu menunjuk kulkas yang tak jauh disana
“Lah, udah habis susunya Vin? Doyan apa laper nih.” celetuk Claudia
“Davin mau lagi ya?” tanya Lisa
“Au tatat aji.. tatat aji (cokelat lagi)..” Davin terus menunjuk ke arah kulkas. Lisa terkekeh lalu mengambilkan susu untuk Davin lagi. Setelah terbuka, Davin langsung meminumnya lagi dengan sedotan
“Kita pergi dulu ya.” Claudia dan Tante Anne mengangguk. Lalu Lisa berjalan menghampiri Aldi yang sudah berada di dalam luar
“Kamu kasih susu Bun?” tanya Aldi. Lisa mengangguk
“Pinter banget istriku ini.” puji Aldi sambil memencet hidung Lisa pelan. Lisa tersenyum
“Udah habis 2 susu loh Yah.” ucap Lisa
“Masa?” tanya Aldi. Lisa mengangguk
“Yayah tatat ninih.” Davin menunjukkan kotak susu yang ia minum
“Ayah minta dong.”
“Auuu (nggak mau).” Davin meminum susu coklatnya kembali. Aldi terkekeh mendengar ucapan Davin. Kata MAU dan TIDAK MAU selalu diucapkannya dengan sama
"Ayo berangkat." ajak Aldi
“Mama mana?” tanya Lisa yang tak melihat sang Mama
“Tadi sih ke atas mau ngambil apa gitu katanya.” ucap Aldi. Lisa hanya mangut-mangut
“Yasudah ayo kita berangkat.” ucap Lisa lalu berjalan berdampingan dengan Aldi menuju mobil
********
“Yayah obil (Ayah mobil).” Davin merentangkan tangannya pada Aldi saat mereka sudah masuk ke dalam mobil
“Davin nggak boleh ya. Ayahnya kan mau nyetir nak.” ucap Lisa lembut
__ADS_1
“Apin au obil Unda (Davin mau mobil Bunda).” ucap Davin polos seraya menatap sang Bunda. Lisa yang mendengar ucapan Davin langsung tersenyum
“Davin masih kecil nak.”
“Apin ticil (Davin kecil).” celoteh Davin. Dan itu membuat Lisa dan Aldi terkekeh
“Iya, Apin ticil kayak kancil.” ledek Aldi. Bocah yang baru menginjak usia 1 tahun itu tertawa dan bertepuk tangan.
Lisa menautkan alisnya. Sedetik kemudian, Lisa dan Aldi langsung tertawa.
*********
Lisa, Aldi dan Davin baru saja sampai di toko kue yang mereka datangi 3 hari yang lalu . Davin tampak antusias saat memasuki toko yang dipenuhi dengan berbagai jenis kue dengan hiasan bermacam-macam
“Yee tatat.” ucap Davin girang menunjuk sebuah kue yang dilapisi cokelat
“Nggak boleh ya. Punya Davin nanti juga ada.” Aldi yang menggendong Davin sedikit berbisik
“Tatat Apin Yah (cokelat Davin Yah).” ucap Davin seraya menatap Ayahnya. Aldi tersenyum dan mengangguk
“Permisi mbak. Saya mau tanya pesanan saya 3 hari yang lalu atas nama Ibu Lisa. Apakah sudah selesai ?” tanya Lisa
“Oh sudah Ibu. Sebentar ya, saya ambilkan.” ucap pelayan toko itu ramah. Lisa tersenyum dan mengangguk
“Gimana?” tanya Aldi
“Udah sayang.” Jawab Lisa. Aldi tersenyum mendengar ucapan dari istrinya itu
“Kenapa?” tanya Lisa heran
“Seneng aja di panggil sayang sama kamu.” ucap Aldi tersenyum. Lisa pun langsung terkekeh
“Permisi. Ini bu kuenya.” ucap pelayan yang baru datang dengan membawa kotak berukuran cukup besar
“Oh iya, berapa mbak?” tanya Lisa
“Totalnya jadi 750 ribu bu.” ucap pelayan itu ramah
“Mana Yah dompet kamu?” tanya Lisa pada Aldi
“Huh tetep aja uang aku yang keluar.” dengus Aldi seraya mengeluarkan dompetnya. Lisa terkekeh lalu berbisik
“Nanti malem aku kasih dobel plus plus deh Ayah sayang.” Aldi yang tadinya kesal langsung sumringah mendengar ucapan Lisa
“Serius yang?” tanya Aldi antusias. Lisa mengangguk
“Ambil aja deh Bun kalo gitu. abisin juga nggak papa.” ucap Aldi semangat. Lisa tersenyum lalu mengambil alih dompet Aldi yang tebal itu. Pinter banget sih si Lisa kibulin suaminya sendiri.
“Habis ini shopping ke Mall deh bentar.” batin Lisa antusias. Lalu ia membayar kue itu
“Makasih ya mbak.” ucap Lisa tersenyum ramah
“Iya terimakasih kembali Ibu.” balas pelayan itu tak kalah ramah. Dan setelah itu mereka bertiga keluar dari toko itu.
Bersambung ..
Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗
__ADS_1
Ig : @mutiakim09