MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 33


__ADS_3

*********


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Davin baru saja tertidur setelah menangis tadi. Lisa yang biasanya membantu mertuanya memasak kini hanya berdiri merenung di atas balkon kamarnya. Lisa takut jika bertemu dengan Aldi setelah bentakannya tadi. Ini pertama kalinya Aldi membentaknya lagi setelah kejadian 1 tahun lalu. Lisa memejamkan mata sesekali menghirup udara malam


“Salah ya kalo ngelarang Davin makan makanan yang nggak baik buat kesehatannya.” gumam Lisa lirih


“Aku cuma nggak mau Davin sakit nantinya.” Air mata Lisa seketika terjatuh


Tiba-tiba ada lengan kokoh yang memeluk Lisa dari belakang dengan dagu berada di pundaknya. Mendekap Lisa dengan penuh kehangatan. Lisa tau jika itu adalah suaminya


“Al.. Aldi.” ucap Lisa sedikit gugup


“Ussstt jangan takut.. Maaf sayang.” lirih Aldi saat merasa tubuh istrinya itu sedikit bergetar. Lisa memang takut jika sudah dibentak oleh siapapun itu


“Hiks, aku takut kamu bentak lagi.” isak Lisa dalam dekapan Aldi. Aldi menggeleng pelan


“Maafin aku karena udah bentak kamu tadi, aku cuma nggak mau kamu terlalu melarang Davin.”


“Aku cuma nggak mau Davin sakit Aldi hiks, apa aku salah kalo melarang apapun yang buat kesehatan dia terganggu.” lirih Lisa yang masih terisak


“Kamu nggak salah. Tapi sifat kamu terlalu over ngelarang dia. Kalo hanya sekali dua kali saja dia tidak akan kenapa-napa. Percaya sama aku. Kamu nggak mau kan liat dia menentang orang tuanya jika besar nanti, cuma karena kita terlalu over melarang apapun yang dia mau?” ucap Aldi


Lisa menggeleng pelan. Aldi membalikkan tubuh Lisa agar menghadapnya. Lalu ia menghapus air mata yang menggenang di mata dan wajah istrinya itu


“Kamu tau nggak? Waktu dia minta cokelat tadi wajahnya sangat ceria. Tapi setelah aku larang wajahnya berubah jadi murung dan sedih. Itu yang buat aku jadi nggak tega buat menolak keinginannya.” ucap Aldi lembut dengan menatap wajah Lisa teduh


“Terus aku harus bersikap gimana?” tanya Lisa lirih


“Bersikap sewajarnya aja. Biar dia juga nggak merasa dirinya terkekang.” ucap Aldi. Lisa mengangguk membuat Aldi tersenyum


“Kamu nggak marah lagi sama aku?” tanya Lisa lagi


“Mana bisa aku marah lama-lama sama kamu sayang. Aku hanya kebawa emosi tadi. Maaf ya.” ucap Aldi seraya mengusap kepala istrinya itu


“Nggak papa, memang aku yang salah.” ucap Lisa menunduk. Aldi mengangkat wajah istrinya itu agar menatapnya


“Hei, aku kan udah bilang kalo kamu nggak salah. Aku tau kamu sayang banget sama anak kita, dan kamu selalu bersih keras untuk menjaga kesehatan Davin sejak bayi.” ucap Aldi lembut


“Makasih udah merawat anak kita dengan baik. Kalian adalah alasan aku untuk bertahan menjalani hidup ini.” lirih Aldi. Lisa terharu mendengar ucapan suaminya itu.


“Makan yuk, kamu kan belum makan malam.” ajak Aldi


“Kamu udah makan?” tanya Lisa, Aldi menggeleng


“Belum Bunda, aku nungguin kamu. Biar kita bisa makan barengan. Ayo sekarang kita ke bawah.” ucap Aldi. Lisa tersenyum dan mengangguk. Aldi menggandeng tangan Lisa keluar dari kamar mereka, lalu berjalan bersamaan menuju ke ruang makan.


**********

__ADS_1


Pagi menyapa ..


Pukul setengah 6 pagi Davin sudah bangun dari tidurnya. Ia tengkurap dan setengah berdiri untuk melihat orang tuanya yang ternyata masih tertidur pulas dengan sang Ayah yang memeluk perut Bundanya


“Yayah..” panggil Davin, namun sang Ayah belum juga terusik dari tidurnya


“Yayah Apin.. Yayaahh.” Davin sedikit mengeraskan suaranya. Aldi yang mendengar suara putranya memanggil mulai terusik


“Yayah Adi (Ayah Aldi)...” panggilnya lagi. Aldi mengucek matanya lalu berbalik untuk melihat box bayi putranya


“Sayang.. Udah bangun?” ucap Aldi dengan suara seraknya, suara khas orang baru bangun tidur. Dengan polosnya Davin mangut-mangut. Aldi menguap lalu bangun untuk menghampiri putranya itu.


“Tumben udah bangun hem?” tanya Aldi


“Tatat Apin nana (cokelat Davin disana).” ucap Davin seraya menunjuk keluar kamar. Aldi menautkan alisnya


“Dimana?”


“Uang Unda nana (dibuang Bunda disana)” celoteh Davin sambil memanyunkan bibirnya.


“Unda atan (nakal), Apin auu (nggak mau).” Bayi tampan ini memeluk lengannya sendiri bermaksud ingin melipat kedua tangannya ala-ala orang ngambek.


Aldi terkekeh melihat Davin berceloteh dengan tingkah lucunya. Lalu ia menggendong putranya itu.


“Nggak boleh ngambek ah sama Bundanya. Bunda kan sayang sama Davin.” ucap Aldi


“Davin.. Ayah nggak suka ya kalo Davin nakal.” ucap Aldi lembut. Davin hanya diam menatap Ayahnya. Aldi tersenyum lalu membawanya ke atas ranjang


“Bangunin Bundanya gih.” suruh Aldi setelah menurunkan Davin di samping Lisa yang masih terlelap


“Auu (nggak mau).” ucap Davin menggeleng


“Nak, nggak boleh gitu. Kasian Bundanya nanti sedih loh kalo Davin kayak gitu.” ucap Aldi yang mencoba membujuk putranya. Davin hanya diam menatap Ayahnya


“Bunda bangun…” Aldi memberi contoh putranya agar mau membangunkan Bundanya. Lalu Davin merangkak mendekati Lisa yang sedang tertidur itu


“Undaa anuunn (Bunda bangun).” ucap Davin membuat Aldi tersenyum


“Undaa anun Undaa (Bunda bangun).” Davin meraih pipi Lisa mencoba untuk membangunkan sang Bunda


“Anass (panas).” Davin melepas tangannya dari pipi Bundanya. Aldi yang tadinya tersenyum langsung tersentak mendengar ucapan putranya itu


“Kenapa Vin?” tanya Aldi


“Unda anas (Bunda panas).” Davin menunjuk pipi Bundanya. Aldi segera mendekati Lisa lalu menyentuh keningnya. Benar saja wajah Lisa terasa panas


“Ya Tuhan Lisa demam..” lirih Aldi

__ADS_1


“Bunda.. Bangun sayang.. Bunda..” Aldi mencoba membangunkan istrinya itu. Namun Lisa tak terusik sama sekali. Aldi langsung berlari keluar kamarnya entah untuk apa


********


Dokter pribadi keluarga Aldi yang tak lain adalah Om nya tengah memeriksa keadaan Lisa. Terlihat Lisa yang terbaring dengan wajah yang memang sedikit pucat. Davin yang masih tidak mengerti langsung menatap Ayahnya


“Unda Apin Yah.” ucap Davin seolah bertanya


“Bunda sakit nak. Opa Dokter masih meriksa Bunda.” jawab Aldi


“Unda atit (Bunda sakit)?.” ulang Davin. Aldi mengangguk lalu menatap istrinya itu sendu


“Undaa Apin.” gumam Davin pelan. Seolah mengerti apa yang tengah Bundanya itu rasakan


“Bagaimana keadaan istri aku Om?” tanya Aldi saat Om Revan selesai memeriksa Lisa


“Tidak papa. Istri kamu hanya kelelahan dan demamnya tidak terlalu tinggi kok.” jelas Om Revan membuat Aldi bernafas lega


“Nanti kamu tebus obatnya di apotik ya, sekedar untuk vitamin saja.” ucap Om Revan. Aldi langsung mengangguk


“Makasih Om.” ucap Aldi. Om Revan tersenyum dan mengangguk


"Halo jagoan. Nggak sakit lagi hem? Ayo Opa suntik lagi.” ucap Om Revan yang mencoba untuk menggoda Davin


“Auu Papa (nggak mau Opa).” Dengan cepat Davin memeluk leher Sang Ayah dan bersembunyi disana. Aldi dan Om Revan langsung terkekeh. Davin memang pernah sakit waktu dia berumur 10 bulan, dia disuntik sehingga membuatnya menangis kejer waktu itu. Dan sampai sekarang ia masih trauma untuk di suntik.


“Om balik dulu Al. Jangan lupa ditebus ya obatnya.” pamit Om Revan


“Iya Om. Sekali lagi makasih.” ucap Aldi. Om Revan tersenyum dan mengangguk lalu keluar dari kamar Aldi dan Lisa


“Gimana keadaan menantu ku Revan?” tanya Tante Anne yang berpapasan dengan adik kandungnya yang berprofesi sebagai Dokter itu, saat ia ingin memasuki kamar Aldi dan Lisa


“Lisa tidak papa kok mbak. Lisa hanya kelelahan dan demam biasa. Wajarlah, Ibu rumah tangga muda, pasti lelah mengurus keluarga kecilnya.” jelas Om Revan


“Aku kira ada penyakit yang serius. Maklum lah menantu kesayangannya mbak.” ucap Tante Anne lega seraya terkekeh


Om Revan pun juga terkekeh mendengar ucapan dari kakak perempuannya ini


"Iya udah, aku balik dulu ya mbak. Ada pasien yang harus aku tangani pagi ini." pamit Om Revan


“Ya sudah, kamu hati-hati di jalan Van.” Om Revan tersenyum dan mengangguk


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2