MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 84


__ADS_3

"Iya-iya. Bawel banget sih kamu, nanti kakak transfer uang ke rekening kamu." kesal Aldi. Claudia langsung tersenyum puas.


"Yayah, Ante Cilo atan (Ayah, Tante Claudia nakal)." ucap Davin yang mengadu pada Aldi.


"Nakal? Davin diapain hem?" tanya Aldi.


"Ain Apin wawa nana (mainannya Davin dibawa kesana)." ucap Davin menunjuk ke sembarang arah.


"Dibawa kemana?" tanya Aldi lalu melirik Claudia sedikit sinis.


"Nana (kesana)." ucap Davin menunjuk keluar lagi.


"Enggak ih! Kan becanda doang. Davin mah ngomporin mulu biar uangnya Tante nggak diganti." protes Claudia menatap Davin jengkel.


"Kalo iya bilang aja kali." ucap Aldi sinis.


"Aku cuma bercanda doang. Orang mainannya juga dipegang terus sama dia." sewot Claudia.


"Duh, berisik deh kalian berdua." kesal Bella yang bosan mendengar cekcok adik kakak ini. Mereka semua langsung terdiam.


"Papa (apa)?" Davin menantang Claudia saat Tantenya ini menatapnya.


"Dih, dasar bocah. Untung ada Ayahnya, kalo enggak udah gue pites tuh pipi sama hidungnya." batin Claudia menatap kesal ponakannya itu.


"Ayo ah, Davin ke kamar sama Ayah." ucap Aldi.


"Ain Apin, ain Apin (mainan Davin)." Davin menunjuk paper bag yang berisi mainannya di tangan Claudia.


"Nih, dasar bocil bawel." Claudia menyerahkan kantong-kantong mainannya ke tangan Aldi seraya menatap jengkel Davin.


"Atannn (nakal)!" ucap Davin sedikit berteriak.


"Cempreng ah suara kamu. Diem deh." ucap Claudia.


"Diem deh Clau. Kamu juga nggak mau ngalah sama anak kecil." protes Aldi. Claudia hanya diam.


"Tatu Apin (baju Davin)." menunjuk kearah Bella kali ini. Bella tersenyum.


"Nih punya Davin." Bella memberikan kantong berisi baju Davin ke Aldi.


"Kamu juga nggak mau ganti rugi?" tanya Aldi pada Bella.


"Iihh enggak, aku ikhlas kok." ucap Bella. Aldi tersenyum.


"Nah gitu dong, kalo beliin itu yang ikhlas." ucap Aldi sedikit melirik Claudia.


"Makasih ya." ucap Aldi. Bella mengangguk.


"Ayo sayang. Kita cuss ke kamar." ucap Aldi pada putranya.


"Tuss mamal (cuss kamar)." celoteh Davin menirukan ucapan terakhir Aldi lalu bertepuk tangan. Aldi terkekeh melihat tingkah putranya yang semakin pintar ini.


"Iihh dasar nyebelin semua!" gerutu Claudia. Bella yang mendengar hanya menggeleng kecil.


*******


Aldi dan Davin memasuki kamarnya. Bocah kecil ini sedari tadi terus mengoceh dengan nada ciptaannya sendiri. Membuat Aldi terkekeh melihat tingkahnya.


"Undaa bobo (Bunda tidur)." Davin menunjuk ke arah Lisa yang tengah tertidur di atas ranjang.


"Iya, pelan-pelan ya kalo ngomong." ucap Aldi berbisik ditelinga putranya.


"Iyan-iyan (pelan-pelan)." ucap Davin yang memelankan suaranya kali ini. Aldi tersenyum dan mengangguk. Ia mendudukkan putranya di atas sofa.


"Davin beli apa aja nak?" tanya Aldi. Davin langsung menunjukkan semua belanjaannya pada Aldi


"Obil eyah (mobil merah)." jawabnya


"Terus?"


"Obot mama nina (robot sama singa)." ucap Davin.


"Boneka singa ya?" tanya Aldi membenarkan. Davin mangut-mangut.

__ADS_1


"Oh ya? Mana boneka singa nya? Ayah mau liat coba." ucap Aldi.


"Ninih, ninih, ninih." Davin menunjuk semua bingkisannya, membuat Aldi terkekeh.


"Ayah cari ya." ucap Aldi. Davin mangut-mangut. Aldi tersenyum lalu membuka satu persatu paper bag yang berisi mainan putranya.


"Nah ini dia." Aldi mengeluarkan boneka singa yang berukuran sedang itu.


"Nina." Davin menunjuk bonekanya lalu bertepuk tangan riang dan ia langsung mengambil bonekanya dari tangan Aldi lalu memeluknya.


"Nata nina (boneka singa), nina (singa)." celoteh Davin membuat Aldi tersenyum lalu mengusap kepalanya.


"Udah maem nak?" tanya Aldi


"Mamam." gumam Davin menatap Ayahnya.


"Iya, Davin udah makan ?" tanya Aldi lagi. Davin menggeleng.


"Hhmm, pasti keasyikan beli mainan ya." ucap Aldi sambil mengusap lembut kepala putranya.


"Atan Yayah (makan Ayah)." ucap Davin menatap Aldi.


"Makan sama mie ayam ya." ucap Aldi.


"Au (mau)." ucap Davin mangut-mangut.


"Kalo gitu tunggu Ayah disini ya."


"Ntut Yayah (ikut Ayah)" Davin merentangkan tangannya ke Aldi.


"Mau ikut? Ayo sini." Aldi yang sudah berdiri mengulurkan tangannya ke putranya. Davin berdiri dari sofa lalu memegang kedua lengan Aldi.


"Uuuhh, makin berat ya sekarang." Aldi meraih tubuh mungil putranya.


"Tatin iyat (makin berat)?" ulang Davin.


"Iya, Davin sekarang makin endut." ucap Aldi.


"Undaa (Bunda)." Davin menunjuk Lisa yang tengah tidur di atas ranjang.


"Bunda lagi bobo, jangan diganggu ya."


"Cun Undaa (cium Bunda)." Davin menatap Ayahnya. Aldi tersenyum lalu membawanya mendekati Lisa. Ia sedikit membungkukkan badannya agar putra kesayangannya ini bisa mencium Bundanya.


"Uuaachh." Davin mencium pipi kiri Lisa, membuat Lisa sedikit menggeliat. Aldi melangkah mundur agar istrinya itu tidak terbangun.


"Und.. mmpphh." Aldi langsung membekap mulut putranya saat Davin ingin memanggil Lisa. Davin menatap Aldi polos dengan mata sesekali berkedip.


"Ayo kita ke bawah ambil makanannya ya." ucap Aldi pelan. Ia melirik Lisa yang kembali pulas tertidur. Bibirnya tersenyum lalu membawa putranya itu keluar dari kamar.


*******


Beberapa menit setelah Aldi keluar, Lisa terbangun karena perutnya terasa mual. Lisa segera beranjak menuju kamar mandi.


"Huuekk, huekk." Lisa memuntahkan makanan yang sore tadi ia makan.


Dari ambang pintu, Aldi yang mendengar suara orang muntah-muntah dan melihat ke arah ranjang tidak terdapat Lisa, ia langsung masuk dan menurunkan putranya di atas ranjangnya.


"Davin disini dulu ya nak." ucap Aldi lalu berlari memasuki kamar mandi.


*********


"Huekk."


"Sayang." Aldi menghampiri Lisa yang tertunduk di wastafel kamar mandi.


"Kamu nggak papa?" tanya Aldi seraya memijat tengkuk Lisa dan menyingkirkan rambut Lisa ke belakang telinga. Lisa menggeleng pelan.


"Huekk." Lisa kembali muntah.


"Keluar lagi kan makanannya." Aldi terus memijat tengkuk Lisa. Lisa membasuh mulutnya lalu berbalik menatap Aldi.


"Aldi." panggil Lisa lirih. Wajahnya terlihat kembali pucat, lalu Aldi mendekap tubuh Lisa hangat.

__ADS_1


"Pusing lagi?" tanya Aldi. Lisa mengangguk pelan. Aldi mengecup puncak kepala Lisa.


"Istirahat lagi ya." Lagi-lagi Lisa hanya mengangguk.


Aldi menuntun Lisa kembali ke ranjang.


"Undaa." Panggil Davin saat Lisa dan Aldi sudah sampai di pinggir ranjang. Lisa yang tadi menyembunyikan wajahnya di dada Aldi kini menatap ke arah putranya yang duduk di tengah ranjang.


"Davin." Lisa tersenyum menatap Davin.


"Undaa Apin (Bunda Davin)." Davin merangkak mendekati Lisa.


"Stop!" Tiba-tiba Aldi menghentikan langkah Davin.


"Top." Davin mengikuti ucapan Aldi, membuat Aldi tersenyum mendengarnya.


"Davin disitu aja, Bunda biar disini." Aldi menunjuk pinggir ranjang di dekat Davin.


"Undaa ninih." Davin menunjuk tempat Bundanya tidur tadi.


"Iya." balas Lisa tersenyum.


"Aku duduk aja ya Al." pinta Lisa. Aldi mengangguk, lalu membantu Lisa duduk bersandar di atas ranjang.


"Undaa." Davin kembali merangkak mendekati Lisa, lalu memeluk perut sang Bunda.


"Davin." Lisa tersenyum dan mengusap kepala Davin yang berada di perutnya.


"Nanan Undaa (kangen Bunda)." gumam Davin.


"Bunda juga kangen Davin. Habis jalan kemana nak?" tanya Lisa


"Nana (kesana), yiyi ain mama tatu (beli mainan sama baju)." ucap Davin.


"Sekarang mana mainan sama bajunya?" tanya Lisa lagi.


"Tuh Undaa." Davin menunjuk ke arah sofa. Tiba-tiba Davin merangkak dan menuruni ranjang. Ia berjalan sempoyongan menuju sofa. Lalu ia mengambil boneka singa dan kantong berisi baju barunya. Aldi tersenyum melihat tingkah menggemaskan dari putranya ini.


"Undaa ninih (Bunda ini)." Davin kembali dan menyerahkan kantong belanjanya pada Lisa. Setelah itu Ia kembali naik ke atas ranjang.


"Waahh, ada boneka singa nya ya." ucap Lisa. Davin hanya mangut-mangut


"Sambil makan ya nak." ucap Aldi meraih mangkok berisi mie ayam yang ia beri sedikit nasi juga.


"Atan Yah (makan Yah)." ucap Davin


"Sini mamam dulu." Aldi menyuapi putranya sesendok mie ayam beserta nasinya. Davin langsung menerimanya.


"Enak nggak?" tanya Aldi.


"Enat (enak)." Davin mangut-mangut. Aldi tersenyum lalu menatap Lisa.


"Kamu mau makan lagi?" Aldi bertanya pada Lisa. Lisa menggeleng.


"Makan nasi dikit ya. Terus minum obat." ucap Aldi. Lisa tetap menggeleng.


"Udah kenyang Yah." ucap Lisa


"Habis muntah-muntah itu kamu bilang kenyang?" ucap Aldi. Lisa hanya diam.


"Tunggu disini. Aku ambilin nasi dulu di dapur."


"Al." panggil Lisa. Aldi menatap Lisa yang menggeleng.


"Kita makan bertiga ya. Seenggaknya perut kamu ke isi nasi walau cuma sedikit." ucap Aldi mengusap rambut Lisa penuh kasih sayang.


Lisa menghela nafas pasrah saat Aldi mulai keluar dari kamarnya.


Bersambung ..


Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2