MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 62


__ADS_3

3 Hari berlalu.


Keadaan Lisa sudah membaik sejak 2 hari yang lalu. Kemarin, Aldi mengajak Lisa untuk pergi ke Dokter kandungan. Dan memang benar, Lisa sedang mengandung buah hatinya bersama Aldi. Tentunya Lisa dan Aldi sangat bahagia dan bersyukur karena diberikan kepercayaan kembali oleh Tuhan untuk memiliki keturunan.


Hari ini Lisa sedang berkunjung ke rumah sakit bersama Davin untuk menjenguk sahabatnya. Ya benar dia adalah Nana, ia baru saja melahirkan semalam. Buah hati Fandi dan Nana ini berjenis kelamin perempuan yang sangat cantik.


Kemana Aldi? Ia tidak ikut karena sedang banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan di perusahaannya.


"MasyaAllah cantiknya." ucap Lisa gemas dengan bayi mungil di samping Nana ini.


"Ntuh papa Undaa (itu siapa Bunda)?" tanya Davin menunjuk si kecil cantik.


"Itu anaknya Om Fandi sayang. Lucu ya?" jawab Lisa yang tengah menggendongnya. Davin mangut-mangut.


"Tutu (Lucu)."


"Davin sini Om Fandi gendong." ucap Fandi sambil merentangkan tangannya pada Davin. Davin pun dengan senang hati untuk di gendong oleh Fandi


"Lucu ya adek nya kayak Davin." ucap Fandi sambil memperhatikan buah hatinya yang sangat cantik, perpaduan wajahnya dan Nana.


"Tutu Apin Om Didi (lucu kayak Davin Om Fandi)." Davin mangut-mangut menatap Fandi. Lisa, Fandi dan Nana terkekeh mendengarnya.


"Namanya siapa Na?" tanya Lisa menatap Nana yang terbaring di atas ranjang rumah sakit.


"Kania Khadzana Utami." ucap Nana seraya mengusap pipi merah putrinya.


"Nama yang cantik." ucap Lisa seraya mengusap lembut pipi bayi cantik itu


"Mimi Undaa." ucap Davin yang berada di gendongan Fandi itu


"Mau mimi ya nak?" tanya Lisa. Davin hanya mangut-mangut


"Yah, tapi Bunda lupa bawain susu cokelat buat Davin. Kalo gitu Davin tunggu disini sama Om Fandi sama Tante Nana ya. Davin jagain adek cantiknya ya, Bunda mau pergi ke kantin rumah sakit bentar beliin Davin susu cokelat." ucap Lisa dan Davin hanya mangut-mangut mengerti.


********


Lisa keluar dari ruang rawat Nana, ia berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit. Ketika ia akan berbelok ke salah satu lorong rumah sakit, tiba-tiba ada seorang pria yang baru keluar dari salah satu ruang rawat pasien, ia sedang memegang ponselnya tanpa melihat ke depan dan ia tidak sengaja menabrak Lisa.


BRUKKK


Lisa hampir terjatuh, untungnya dengan cepat pria itu merangkul pundak Lisa. Lisa pun langsung berdiri dan pria itu langsung melepas rangkulannya


"Eh sorry sorry, kamu nggak papa kan?"


"Iya saya nggak apa-apa mas." ucap Lisa setelah ia membenarkan sedikit pakaiannya dan mendongak menatap pria yang menabraknya tadi


"Oh Lord! She is very beautiful girl." batin pria itu terkesima melihat kecantikan Lisa


"Mas, mas. Hey." panggil Lisa sambil melambaikan tangannya pada pria yang sedang bengong itu


"Ah ya." ucap pria itu tersadar dari lamunannya


"Mas tidak apa-apa kan?" tanya Lisa balik


"Yeah, I'm okay. Beneran kamu tidak kenapa-napa? Biar aku bawa kamu periksa ke Dokter kalo ada yang sakit sama tubuh kamu." ucap pria itu


"Astaga cowok ini berlebihan sekali." ucap Lisa dalam hati


"Iya beneran saya nggak papa kok mas." ucap Lisa tersenyum


"Oh God! Tolong berikan aku satu perempuan seperti dia." ucap pria itu dalam hati, ia terkesima lagi dengan senyuman Lisa


"Ya udah, kalo gitu saya permisi dulu ya mas." pamit Lisa.


Pria itu hanya mengangguk seperti orang bodoh, karena ia masih terkesima oleh senyuman dan kecantikan yang dimiliki Lisa. Dan Lisa yang melihat ekspresi pria itu hanya geleng-geleng kepala.


"Dasar cowok aneh." batin Lisa


"Aku berharap bisa bertemu kembali sama perempuan cantik tadi." ucap pria itu tersenyum


********


Berbeda dengan suasana rumah sakit, Aldi yang baru saja pulang kerja langsung mengernyitkan keningnya saat melihat kamarnya sepi. Biasanya suasana ramai tercipta di kamar ini dengan suara putranya. Ia merogoh sakunya, mengambil ponselnya untuk menghubungi istrinya.

__ADS_1


"Halo sayang, kamu dimana?"


"......"


"Kok kamu nggak nunggu aku sih?"


"......"


"Aku kesana sekarang ya. Ingat kamu itu nggak boleh kecapean sayang."


"......"


"Bener udah mau pulang? Ya udah aku tunggu. Nanti Fandi suruh mampir juga."


"......"


"Ya udah hati-hati sayang. Love you.. muacchh."


"......"


Tut , Tut , Tut ..


Aldi mematikan ponselnya dengan senyum kecil. Ia beranjak menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian kerjanya.


********


"Buat apaan Ra?" tanya Laras yang melihat Clara tengah mengaduk minuman.


"Ini buatin kopi buat Tuan Aldi." jawab Clara


"Biar aku aja anterin kopinya." tawar Laras antusias. Clara menatapnya sedikit heran.


"Mana? Cuma nganter aja kan?" tanya Laras. Clara mengangguk


"Ya udah ini kamu yang anter. Aku mau ke kamar mandi dulu. Kebelet banget nih."


"Oke." Clara pergi menuju kamar mandi untuk buang air. Laras tersenyum lebar saat sahabatnya pergi.


"Well, kita beraksi sayang malam ini." gumamnya lagi, lalu membawa secangkir kopi itu ke kamar Aldi


*******


Aldi tengah berkutat dengan laptopnya di kamar sambil menunggu istri dan anaknya pulang. Ia tengah memeriksa beberapa dokumennya yang ia buat tadi siang.


TOK, TOK, TOK.


"Masuk." sahut Aldi dari dalam kamarnya


"Permisi Tuan. Saya ingin mengantarkan kopi yang tadi Tuan pesan ke Clara, karena Clara tadi izin untuk ke kamar mandi." ucap Laras sok manis dan meletakkan kopi itu di atas meja


"Oh iya makasih Ras."


"Sama-sama Tuan." ucap Laras sedikit membungkuk.


"Laras tolong ambilkan map cokelat di ruang kerja saya ya." ucap Aldi seraya memberikan kunci ruang kerjanya pada Laras.


"Baik Tuan." ucap Laras lalu keluar. Aldi mengambil secangkir kopi itu lalu mulai meminumnya hingga tersisa setengah. Ia kembali fokus pada laptopnya.


Tak lama setelah Aldi meminumnya. Ia merasakan suhu tubuhnya memanas. Ia menyalakan AC di kamarnya dengan suhu maksimal. Namun, suhunya malah semakin panas.


"Aarrgghh, panas banget sih." Aldi langsung melepas kaosnya agar sedikit lebih segar.


"Tuan ini..."


"Lisa." ucap Aldi memotong ucapan Laras. Pandangannya yang mulai berputar-putar membuatnya salah melihat. Laras tersenyum puas saat obat itu mulai bereaksi. Ia menutup pintunya lalu mendekati Aldi dengan membawa map cokelat yang Aldi pesan tadi.


"Tuan kenapa?" tanya Laras basa-basi.


"Sayang..." Aldi langsung memeluk Laras dengan pikiran yang tidak sadar. Laras tersenyum lalu ikut memeluknya. Dan kalian tau? Laras dengan lancangnya mencium bibir Aldi. Aldi yang dalam keadaan tidak sadar pun ikut membalasnya. Laras menggiring tubuh Aldi hingga mereka jatuh ke atas ranjang.


********


"Makasih ya Fan udah nganterin." ucap Lisa saat sudah sampai di halaman rumah.

__ADS_1


"Sama-sama Lis." ucap Fandi tersenyum


"Lo beneran nggak mampir nih?"


"Lain kali aja. Salam ya buat Aldi."


"Ya udah, sekali lagi makasih Fan." ucap Lisa


"Sama-sama. Udah sana masuk, kasian Davin tidur kayak gitu." ucap Fandi menatap Davin yang tertidur di pundak Lisa. Lisa mengangguk.


"Gue pamit." lanjut Fandi.


"Hati-hati." ucap Lisa. Fandi mengacungkan jempolnya lalu melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah. Lisa mengusap kepala Davin.


"Uuuhh kasian anak Bunda. Bobo di kamar ya bentar lagi." ucap Lisa seraya berjalan masuk ke dalam rumah.


"Malam Nyonya, habis dari mana Nya?" sapa Bi Marni saat berpapasan dengan Lisa.


"Malam juga Bi, ini habis jengukin temen yang abis lahiran." jawab Lisa ramah.


"Oh ya sudah. Nyonya langsung istirahat ya. Takut drop lagi nanti." ucap Bi Marni.


"Iya Bi, Lisa permisi dulu ya." pamit Lisa sebelum benar-benar ke atas menuju kamarnya.


Perlahan Lisa membuka pintu kamarnya dan Aldi..


CEKLEK


"Ayah aku..."


"Aldi!" pekik Lisa langsung membulatkan matanya melihat adegan di atas ranjangnya. Mata Lisa langsung memanas dan mulai berkaca-kaca. Hatinya terasa dihujam dengan ribuan pisau dan anak panah.


Laras yang mendengar suara Lisa langsung mendorong tubuh Aldi hingga terlentang di sampingnya.


"Hiks, Nyonya." Laras berpura-pura menangis lalu bangun menghampiri Lisa.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Lisa lirih.


"Hiks, Tuan Aldi hampir memperkosa saya Nyonya. t..tadi Tuan Aldi menarik saya ke kamar ini lalu mendorong saya ke atas ranjang, dan langsung mencium saya Nyonya, hiks." ucap Laras dengan lancar mengarang cerita. Lisa mencoba mengatur nafasnya yang mulai sesak. Iihhh pengen rasanya author geprek si Laras ini dan mencabik-cabik tubuhnya.


"Kamu keluar sekarang. Biar saya yang urus suami saya." ucap Lisa sedikit berat. Laras mengangguk lalu keluar dari kamar Lisa dan Aldi.


"Aarrgh!!!" Aldi menjambak rambutnya seraya menggelinjang ke kanan dan kiri. Lisa segera menidurkan Davin di box bayinya lalu menghampiri Aldi. Lisa hanya diam menatapnya, hati Lisa sangat kecewa dengan perbuatannya. Namun, ada yang aneh disini, Aldi terlihat mengerang dan tubuhnya mengeluarkan keringat. Ia seperti menahan sesuatu, apalagi suhu di kamar ini cukup dingin.


"Sayaangghh." panggil Aldi.


"Kamu kenapa?" tanya Lisa datar.


"Akuuhh nggak kuaatth." ucap Aldi sedikit mendesah. Lisa mendesah kecil, ada apa ini sebenarnya? pikir Lisa.


Tiba-tiba mata Lisa tertuju pada cangkir kopi di meja. Lisa mendekatinya lalu meminumnya sedikit.


Tak lama setelah itu Lisa merasakan suhu yang sama seperti Aldi.


"Oh shitt! Ini ada obat perangsang nya." batin Lisa mengingat kejadian 2 tahun lalu, saat ia tidur dengan Aldi karena pengaruh obat perangsang itu.


"Ssshh.. pusing banget." Lisa mengerjapkan matanya saat merasa kepalanya pusing.


"Sayang..." Tiba-tiba Aldi memeluk Lisa dari belakang. Ia menciumi leher jenjang milik Lisa. Lisa yang mulai ikut terangsang pun hanya memejamkan matanya. Sedikit saja ia minum rasanya sangat panas, apalagi Aldi yang minum setengahnya.


"Mmmhh." Lisa mulai mendesah. Dan akhirnya Lisa membiarkan Aldi menyentuhnya malam itu. Daripada sama Laras jal*ng yang berkedok sebagai pelayan itu


********


"Si*l! Kenapa jadi dia yang ngelakuin sama Tuan Aldi?! Aaarrggh! Gagal deh rencana aku buat miliki Tuan Aldi. Brengs*k!" dengus Laras kesal setelah mengintip sebentar kegiatan Lisa dan Aldi di dalam kamarnya.


Bersambung ..


Author kabur dulu, takut di semprot sama readers🏃🏻‍♀️✌️


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2