
Mohon maaf ya teman-teman, jika ada kata-kata yang kurang nyambung🙏 Happy reading 🥰
**********
Aldi mendengus kesal saat melihat belanjaan istrinya yang lebih dari 8 kantong belanjaan. Ya memang setelah dari toko kue, Lisa mengajak Aldi untuk berbelanja perlengkapannya, Aldi dan Davin. Pastinya dengan uang Aldi yang dompetnya masih dibawa oleh Lisa
“Enak ya yang baru ngabisin isi dompet aku.” cetus Aldi yang tengah menyetir mobilnya untuk pulang
“Iiihh kamu ikhlas enggak sih? Orang belanjaan punya kamu juga.” ucap Lisa sedikit kesal
“Ikhlas sih ikhlas.Tapi uang 10 juta di dompet aku ludes semua. Belom lagi yang pake kredit aku.” ucap Aldi
“Iiihh bawel! Sama istri sendiri pelit banget.” kesal Lisa
“Heh.. Kemarin kartu kredit kamu udah aku transfer uang. Terus yang cash aku kasih 20 juta. Apa aku pelit istriku tercinta, dan kamu kemana kan semua uang yang aku kasi itu?” protes Aldi tak terima dikatakan pelit oleh istrinya
“Ya aku tabung dong biar banyak.” ucap Lisa santai membuat Aldi mendengus
“Awas aja kamu malem ini. Nggak akan aku biarkan kamu tidur semaleman dan akan aku buat kamu nggak bisa berjalan paginya. Siap-siap aja ya sayangku.” ucap Aldi tersenyum evil membuat Lisa kesal
“Janjinya dobel aja nggak ada plus plusnya.”
“Itu janji awal. Kita liat saja nanti malam.” ucap Aldi membuat Lisa mendengus kesal
**********
Pukul 7 malam acara ulang tahun Davin di mulai. Kediaman megah orang tua Aldi ini sudah dipenuhi oleh kerabat, rekan kerja dari Aldi, Om Darwin dan Om Hendra. Dan tak lupa juga sahabat-sahabat dari Aldi dan Lisa.
Jelas banyak rekan kerja dari Aldi, Om Darwin dan Om Hendra yang di undang, karena pesta ini dirayakan besar-besaran untuk menyambut usia 1 tahun cucu pertama keluarga Eadric dan cucu ketiga untuk keluarga Wijaya.
Lisa, Aldi dan Davin terlihat rapi dengan Lisa yang memakai dress berwarna merah panjang tanpa lengan dengan rambut yang di cepol dan diberi aksesoris cantik di rambutnya membuat dirinya terlihat sangat cantik dan anggun.
Dan Aldi memakai kemeja merah dilapisi dengan jas hitam membuat dirinya terlihat sangat tampan dan berkharisma.
Sedangkan Davin sendiri juga memakai baju senada dengan orang tuanya yakni baju kemeja berwarna merah serta menggunakan dasi pita berwarna hitam di lehernya membuat dirinya terlihat sangat tampan dan menggemaskan.
“Ayo sayang tiup lilinnya.” titah Aldi menyuruh Davin meniup lilin berbentuk angka 1 yang terpasang di kue tart 3 susun itu.
Dengan susunan pertama dan kedua dilapisi irisan cokelat, sedangkan lapisan ketiga paling atas tertempel foto Davin sedang tengkurap dengan memakai baju pink. Itu mah pasti kerjaan emaknya Davin yang pakein baju anaknya berwarna pink.
“Tuh Yah.” Davin menunjuk lilin di kuenya
“Iya ditiup dulu ya lilinnya.” ucap Aldi. Dengan polosnya Davin malah ingin memegangnya,
Aldi dengan cepat meraih tangan putranya yang ingin memegang lilin itu
“Nggak boleh nak. Harus ditiup lilinnya.” Aldi berucap pelan
__ADS_1
“Yiyin (lilin).” Davin menunjuk lilin lalu menatap Aldi. Aldi tersenyum lalu mengangguk
“Tiupnya seperti ini, Fiuhh..” Aldi mengajari putranya meniup. Dengan polos Davin meniup wajah Aldi membuat semua orang yang melihatnya langsung terkekeh
“Nah pinter. Ayo sekarang tiup lilinnya bareng sama Ayah ya.” Aldi sedikit mendekat ke arah kuenya
“Satu.. Du...”
Fiuuhh..
Belum sempat Aldi melanjutkan hitungannya, Davin sudah meniup lilinnya hingga tepuk tangan disertai tawa menggema di rumah mewah ini. Davin pun ikut bertepuk tangan dan tertawa riang membuat Aldi gemas
“Gemesin banget sih hem.” ucap Aldi sambil mencium pipi putranya
“Sekarang potong kuenya ya.” ucap Lisa yang memegang pisau. Lalu menaruh di genggaman Davin, dengan tangan Lisa yang ikut memegang tangan Davin agar tidak disalahgunakan oleh putranya
“Nih papa Unda (ini apa Bunda)?” tanya Davin menatap pisau lalu menatap sang Bunda
“Ini namanya pisau.” jelas Lisa
“Titau (pisau).” ucap Davin meniru ucapan Lisa.
“Iya sayang ini namanya pisau. Ayo nak, potong kuenya.” Lisa menuntun tangan Davin untuk memotong kue yang dilapisi irisan cokelat, yakni susunan yang paling bawah atau susunan kue yang pertama.
Davin yang tak tau apa-apa hanya menatap polos dengan memasang wajah imutnya saat sang Bunda mulai menuntunnya untuk memotong kue. Setelah terpotong Lisa memindah potongannya ke piring kecil lalu meletakkan pisaunya.
“Apin.. Apin.. Tatat Apin (cokelat Davin).” celoteh Davin sambil jingkrak-jingkrak di gendongan Aldi seraya menjulurkan tangan mungilnya ke arah Lisa. Semua tertawa melihat tingkah lucunya termasuk Lisa dan Aldi
“Suapi Ayah sama Bundanya sayang.” ucap Tante Nila
“Mama (Oma).” ucap Davin seraya menatap kedua Omanya
“Iya, disuapi kayak Bundanya suapi Davin makan biasanya. Sini Oma bawain.” ucap Tante Anne seraya mengambil piring kecil yang berisi potongan kue itu. Davin yang sudah membawa garpu kecil hanya menusuk-nusuk kuenya
“Ayo sayang suapi Ayah sama Bundanya.” titah Tante Nila
“Pipin Yayah (suapi Ayah).” Davin berhasil menusuk potongan kecil kue itu, lalu menyuapkan ke mulut Aldi. Aldi tersenyum dan menerimanya
“Makasih sayang.. Happy birthday my son.” ucap Aldi mencium pipi Davin membuatnya tertawa riang
“Untuk Bundanya mana sayang?” tanya Tante Anne. Davin menatap sang Bunda lalu menusuk-nusuk kuenya hingga dapat
“Pipin unda (suapi Bunda).” Davin langsung menyuapi Lisa
TES
Air mata Lisa seketika jatuh setelah Davin menyuapinya
__ADS_1
“Ya Allah, terimakasih engkau telah memberikan hamba putra yang sangat pintar diusianya masih sekecil ini.” batin Lisa menangis haru
“Makasih ya nak. Bunda sayang kamu. Happy Birthday my baby boy.” ucap Lisa lalu mencium kedua pipi Davin lalu memeluknya. Bayi 1 tahun ini langsung mengalungkan tangannya di leher Lisa bermaksud ingin berada di dekapan sang Bunda. Lisa dengan senang hati langsung menggendongnya.
Di depan Lisa, ada Aldi yang tersenyum lalu memeluk istrinya dan putranya itu
“Semoga keluarga kita selalu seperti ini sayang.” lirih Aldi pelan
“Aamiin Ayah.” ucap Lisa tersenyum. Lalu Aldi mencium kepala Lisa membuat suasana riuh dengan keromantisan keluarga kecil Lisa dan Aldi ini.
********
Pukul 9 malam acara selesai. Saat ini Lisa, Aldi dan Davin berada didalam kamar. Namun, Davin belum juga tidur, padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam
“Davin tidur dong nak, udah malem loh ini.” ucap Aldi
“Auu Yayah (ndak mau Ayah).” dengan cepat Davin menggeleng. Jagoan Lisa dan Aldi ini masih sibuk membuka kadonya bersama sang Bunda. Sedari tadi ia merobek-robek kertas kado untuk membukanya
“Unda tutak (Bunda buka).” ucap Davin seraya memberikan kado yang tadi ia sobek kertasnya itu kepada Lisa
“Mana sayang.” Lisa membuka kardusnya lalu mengeluarkan isi kado tersebut
“Yee obil.” Davin bertepuk tangan saat melihat mobil Transformer yang berukuran sedang
“Bunda udah deh besok lagi bukanya.” ucap Aldi
“Sebentar deh Yah.” ucap Lisa menghiraukan ucapan Aldi
“Kamu sengaja ya?” tanya Aldi
“Iya emang *eh.” ucap Lisa keceplosan dan langsung menutup mulutnya, membuat Aldi kesal
*********
Pukul setengah 11 malam Davin baru saja tertidur pulas. Aldi menidurkan jagoannya di box bayinya dengan pelan-pelan
“Huft, tidur juga akhirnya.” ucap Aldi bernafas lega
“Hoam ngantuk.” Aldi langsung menatap Lisa saat mendengar ucapannya.Terlihat Lisa yang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut
“Sayang.. kamu jangan curang ya” ucap Aldi kesal. Memang seperti ini, jika Davin sudah tidur itu panggilan untuk Lisa dan Aldi bisa bebas bermesraan
“Ngantuk Al.” ucap Lisa dalam selimut. Aldi mendengus kesal lalu naik ke ranjangnya dan membuka selimut Lisa
“Iiihh Aldi, kamu mau ngapain sih!” kesal Lisa. Aldi malah menindih tubuh Lisa
Bersambung ..
__ADS_1
Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗
Ig : @mutiakim09