MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 78


__ADS_3

"Sama dong kalo gitu. Kapan datang? Kok nggak bilang sih sayang. Entar kan bisa gue jemput lo di bandara." Entah sadar atau tidak Aldi berucap seperti itu. Membuat hati Lisa semakin hancur mendengarnya dan air matanya pun juga sudah menetes. Ini pacar atau selingkuhannya? pikir Lisa.


"Kan biar surprise." ucap Bella tersenyum


"Aku bolehkan nginep disini?" tanya Bella sambil melepas pelukannya dan menatap Aldi.


"Boleh dong." jawab Aldi tersenyum.


"Aldi..." lirih Lisa. Pandangan Lisa mulai mengabur, keadaannya yang tengah hamil memang sering membuatnya pusing.


"Lisa." gumam Aldi yang melihat Lisa yang sedang memegangi pelipisnya. Aldi segera melepas tangannya dari bahu Bella, lalu segera menahan tubuh Lisa yang hampir ambruk.


"Hei, kamu kenapa?" Aldi menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Lisa.


"Hiks, lepas!" Lisa mencoba memberontak, tetapi Aldi menahannya. Bagaimana bisa ia melepas Lisa, sedangkan keadaan Lisa kembali drop.


''Kamu nangis?" tanya Aldi.


''Jahat kamu Al! Jadi kamu punya pacar dibelakang aku!" sentak Lisa. Aldi langsung terdiam. Apa maksud dari perkataan Lisa? pikirnya.


"Kamu kenapa sih? Siapa coba yang punya pacar?" Aldi mencoba bertanya lagi.


"Nggak usah sok nggak tau deh! Dia pacar kamu kan?!" ucap Lisa dengan air mata mengalir deras. Aldi menatap Bella. Bella hanya tersenyum.


"Kenapa diam? Benarkan apa kata aku?! Hiks, jahat tau nggak." Lisa terus terisak.


"Hei, kamu ngomong apa? Dia bukan pacar aku." Aldi memegang kedua pipi Lisa lembut.


"Bohong! Dia perempuan yang dulu ketemu kamu di Paris kan Al. Kamu juga keliatan deket sama dia, hiks.. Kamu mau ngelak apa lagi hah?!" tangis Lisa semakin pecah.


"Iya, tapi dia bukan pacar aku. Dia sepupu aku sayang." jelas Aldi. Lisa langsung terdiam.


"Percaya sama aku ya, aku nggak pernah sekalipun ada niat buat khianati kamu." ucap Aldi.


"Tapi dia bilang kamu pacarnya!" sentak Lisa. Mata Aldi membulat dan langsung menatap Bella yang tengah salah tingkah dengan pura-pura tidak melihat Lisa dan Aldi.


"Bella." panggil Aldi.


"Eh iya kenapa?" balas Bella sok polos.


''Nggak usah pura-pura polos deh lo. Tadi lo bilang apa sama istri gue?" tanya Aldi mengintimidasi.


''Hehe, just kidding. Aku cuma ngetes aja tadi, gimana reaksi istri kamu kalo aku bilang gitu." ucap Bella nyengir. Aldi menatapnya tajam.


"Peace lah, jangan marah." ucap Bella memelas sambil mengatup kedua telapak tangannya di depan dada. Aldi menghela nafas lalu menatap Lisa lagi.


"Dengar kan sayang? Dia hanya bercanda." ucap Aldi, tetapi Lisa tak menyahut sama sekali


"Sayang."


BRUKKK !


"Astaghfirullah Lisa." Aldi menahan tubuh Lisa yang hampir jatuh ke lantai.


"Eh pingsan." Bella pun ikut kaget melihatnya. Aldi segera mengangkat tubuh Lisa menuju kamarnya dan Bella mengikuti di belakang.


"Yayah." Panggil Davin saat melihat Aldi menaiki tangga.


"Eh, ada adik kecil." Bella yang tadinya ingin naik, mengurungkan niatnya saat melihat Davin. Ia menuju ruang tengah menghampiri Davin.

__ADS_1


"Papa (siapa)?" Davin seolah bertanya gadis itu siapa.


"Papa? Oh, itu Papa kamu ya?" Bella jongkok menyamai tinggi Davin.


"Tuh Yayah Undaa (itu Ayah sama Bunda), nih papa (ini siapa)?" tanya Davin sambil menunjuk Bella.


"Oh, aku? Nama aku Bella '' ucap Bella tersenyum.


"Yeya." Davin mangut-mangut. Bella terkekeh geli melihat tingkah lucunya.


"Pasti anaknya Aldi." Bella mencubit pelan pipi Davin.


"Yayah." gumam Davin menatap ke atas.


"Ayah ya? Ayo kita ke atas." Bella mengulurkan tangannya ke arah Davin. Davin pun menerimanya dengan senang hati.


"Uuuhh lucunya." Bella mencium pipi putih kemerahan bocah tampan ini.


*******


Aldi memanggil Dokter pribadi keluarganya untuk memeriksa keadaan istrinya, yang tak lain adalah Dokter Revan, Om nya sendiri.


Saat ini Aldi tengah menunggu Dokter Revan yang tengah memeriksa Lisa.


"Bagaimana keadaan istri aku Om?" tanya Aldi saat Dokter Revan selesai memeriksa Lisa.


"Jangan buat dia terlalu banyak pikiran Al. Kasian jika drop lagi seperti ini. Kehamilannya kali ini membuat dia mudah sekali lelah." jelas Dokter Revan


"Baik Om, tadi hanya ada sedikit kesalahpahaman saja." jelas Aldi. Dokter Revan mengangguk mengerti.


"Tolong kamu kompres keningnya ya. Dia sedikit demam." ucap Dokter Revan


"Demam Om?" pekik Aldi tak percaya. Jelas ia tak percaya karena Lisa tadi dalam keadaan baik-baik saja.


"Kalo begitu, Om pamit dulu. Soalnya Om ada jadwal operasi hari ini." pamit Dokter Revan.


"Iya Om, terima kasih." ucap Aldi. Dokter Revan tersenyum dan mengangguk lalu keluar diantar oleh Bella dan Davin.


Aldi mencoba memegang kening dan lengan Lisa.


"Ya Allah badannya panas." gumam Aldi.


Aldi beranjak menuju dapur untuk mengambil air. Setelah itu ia kembali dan mengompres kening Lisa dengan handuk kecil.


"Cepet sembuh sayang. Jangan seperti ini terus." ucap Aldi sambil mengusap pipi Lisa.


"Maaf, udah buat kamu nge-drop lagi." lirihnya.


"Aldi." panggil Bella yang sudah berada di belakang Aldi. Aldi pun langsung menoleh.


"Maaf ya, aku nggak tau kalo istri kamu sedang dalam keadaan tidak baik." ucap Bella merasa bersalah.


"Nggak papa, namanya juga ngga sengaja kan. Ya mau diapain lagi." ucap Aldi sambil terus mengusap pipi Lisa lembut.


"Yayah, Undaa." Davin yang berada di gendongan Bella akhirnya bersuara.


"Bundanya lagi bobo nak." jawab Aldi.


"Bobo, Undaa bobo." ucap Davin. Aldi tersenyum kecil dan mengangguk.

__ADS_1


"Davin main sama Tante Bella dulu ya." ucap Aldi.


"Ante Yeya (Tante Bella)." Davin mangut-mangut. Membuat Aldi dan Bella langsung terkekeh.


"Aku ajak main boleh nih?" tanya Bella. Aldi mengangguk.


"Ya udah, ayo dek main sama Tante." Bella membawa Davin keluar. Aldi tersenyum lalu kembali menatap Lisa.


"Bangun sayang, jangan seperti ini. Aku nggak mau liat kamu kayak gini." Aldi mengusap bibir Lisa yang sedikit pucat. Lisa hanya diam karena keadaannya yang masih pingsan. Aldi tertunduk dalam.


TOK, TOK, TOK


"Permisi Tuan." ucap seseorang mengetuk pintu kamar Lisa dan Aldi.


"Masuk Ra." sahut Aldi dari dalam kamar


CEKLEK !


"Maaf jika mengganggu, ini makanan yang Tuan pesan tadi." ucap Clara yang membawakan nampan berisi sepiring makanan dan juga air putih pesanan Aldi tadi.


"Taruh disitu aja Ra." Aldi menunjuk meja kecil di dekat ranjangnya. Clara menurut.


"Saya permisi Tuan." pamit Clara.


"Iya, makasih." ucap Aldi. Clara tersenyum dan mengangguk lalu keluar.


"Ngghh~" Lisa melenguh, menandakan jika Lisa mulai sadar.


"Sayang." Mata Aldi langsung berbinar melihat istrinya yang sudah mulai sadar. Lisa membuka mata dan terlihat wajah suaminya yang cukup dekat dengannya. Lisa segera mengalihkan pandangannya.


"Pergi..." ucap Lisa parau. Aldi tertegun mendengarnya.


"Maksud kamu apa?" tanya Aldi bingung.


"Aku mau sendiri." lirih Lisa. Dengan cepat Aldi menggeleng.


"Aku nggak akan pergi."


"Pergi!" ucap Lisa sedikit keras, walau terdengar lemah.


"Kamu masih marah sama aku?" ucap Aldi seraya memegang pipi Lisa. Lisa langsung menepisnya dengan pelan. Aldi menghela nafasnya. Ia langsung memeluk Lisa yang masih dalam posisi tidur.


"Lepas!" Lisa mencoba memberontak. Aldi malah mengeratkan pelukannya dan berbaring di samping Lisa yang masih tersisa sedikit cela. Lisa langsung menangis di pelukannya.


"Demi Allah dia bukan pacar aku. Dia sepupu aku yang tinggal di Los Angeles sayang." jelas Aldi seraya mengusap rambut Lisa mencoba menenangkannya.


"Hiks, bohong! Kalo dia sepupu kamu kenapa kamu manggil dia sayang hah?!" Lisa memukul dada Aldi, melampiaskan kekesalannya.


"Tapi itu cuma sebatas sayang sebagai adik sepupu."


"Kamu bilang seperti itu karena kamu nggak mau aku banyak pikiran. Iya kan? Hiks, nggak usah banyak alasan deh Al." isak Lisa. Aldi melepas pelukannya, lalu ia memegang bahu Lisa.


"Apa perlu aku panggil Mommy biar kamu percaya hah?! Dia Bella, anak dari Tante Mona adik kandung Mommy aku. Bukan pacar aku!" Lisa langsung menunduk melihat tatapan Aldi yang dalam


"Buat apa aku nekat dulu tidurin kamu, kalo akhirnya aku cuma sia-siakan kamu." ucap Aldi lembut seraya mengangkat wajah Lisa yang menunduk, lalu menghapus air mata Lisa.


Bersambung ..


Ternyata Bella itu adik sepupunya bukan pacarnya Aldi, Bella cuma ngetes Lisa aja kok. Aldi juga bikin salah paham istrinya aja✌️😌

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏


Ig : @mutiakim


__ADS_2