
''Nih." Claudia menyerahkan ke tangan mungilnya. Davin memeluk kantong pastik yang berukuran sedang itu.
"Yuyang Ante (pulang Tante)." ucap Davin mangut-mangut.
"Enak aja pulang. Bentar, Tante juga mau belanja dulu dong. Masa Davin doang yang belanja." protes Claudia.
"Ante anca papa (Tante belanja apa)?" tanya Davin.
"Ya baju dong Vin." ucap Claudia.
"Tatu Apin (baju Davin)." ucap Davin.
"Iihh enggak, enak aja. Ya baju Tante lah Vin."
''Apin au tatu (Davin mau baju)!" teriak Davin.
"Bocil! Kamu kan udah habisin uang Tante 2 juta. Dikira cuma dikit apa." kesal Claudia.
"Tatu Apin, tatu Apin (baju Davin)!" rengek Davin. Claudia menghela nafas kasar. Bella yang melihat hanya terkekeh.
"Nanti Tante Bella beliin ya." ucap Bella lembut. Davin langsung menatap Bella.
"Iyiin Ante (dibeliin Tante)?" ulang Davin.
"Iya." jawab Bella tersenyum.
"Cih dasar bocah, ngeselin emang kayak bapaknya." Claudia mendengus kesal.
"Papa (apa)?" Davin menatap Claudia dengan tatapan jengkel.
"Heh, nantangin Tante ya! Tante ambil lagi nih mainannya." kesal Claudia.
"Auu (nggak mau)." Davin mengeratkan pelukannya pada mainan ditangannya.
"Udah ah, ayo keburu malem nanti. Kita kan belum keliling ke yang lain juga." ucap Bella seraya mencari toko-toko baju yang ada di mall itu.
Davin berjalan sempoyongan mengikuti Bella dengan tangan memeluk kantong mainannya. Claudia menggeleng pelan melihatnya.
"Lucu tapi ngeselin." batin Claudia sedikit tersenyum menatap Davin yang berjalan sempoyongan itu.
***
__ADS_1
Mobil sport merah Aldi sudah sampai di pekarangan rumahnya. Ia menghentikan mobilnya lalu menatap ke sebelah kirinya. Bibirnya tersenyum melihat Lisa yang sedang tertidur. Ia keluar dari mobil lalu membuka pintu mobil di sebelah Lisa.
"Masih sakit gitu kamu mau kekeh mau ke Bali. Nggak sayang, kesehatan kamu jauh lebih penting dari apapun. Aku janji akan ajak kamu ke Bali, tapi pas kamu udah bener-bener sudah sehat." ucap Aldi seraya menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Lisa. Ia mengecup pipi kiri Lisa, lalu mengangkat tubuh Lisa menuju ke kamar mereka.
***
Aldi menidurkan tubuh Lisa dengan perlahan di ranjang, takut jika Lisa terusik.
"Mmmhh..."
Benar saja. Baru beberapa detik Author bilang begitu. Eh, istri tercinta Aldi ini terusik dan terbangun.
"Sssttt. Tidur lagi ya." Aldi mengusap-usap kepala Lisa lembut. Lisa menatapnya sayu. Tak lama kemudian mata Lisa terpejam lagi. Aldi tersenyum lalu mengecup kening istrinya itu.
"Cepet sembuh ya sayang. Tidur yang nyenyak." ucap Aldi seraya menyelimuti tubuh Lisa sampai di atas dadanya.
Setelah menidurkan Lisa, Aldi kembali ke mobil untuk mengambil bungkusan mie ayam yang tadi ia beli.
"Bi." Panggil Aldi yang sudah berada di dapur.
"Iya Tuan, ada apa?" tanya Bi Marni sopan.
"Bibi udah masak?" tanya Aldi balik.
"Nggak usah masak Bi, tadi Aldi beli mie ayam diluar. Tolong di panaskan lagi ya Bi. Kalo Bibi sama yang lain mau makan, ambil saja mie nya." ucap Aldi. Btw, mie nya itu di pisah dengan kuah, saos dan lainnya. Agar mie nya itu tidak lembek dan mengembang.
"Aduh Tuan, Bibi nggak enak kalo ambil ini." ucap Bi Marni.
"Nggak papa Bi, ambil saja. Nanti Claudia sama Bella biar makan ini juga." ucap Aldi.
"Terima kasih Tuan, maaf Bibi jadi ngerepotin." Bi Marni. Aldi tersenyum.
"Sama-sama. Nggak ngerepotin sama sekali kok Bi, ya udah Aldi keatas dulu ya." ucap Aldi. Bi Marni tersenyum dan mengangguk.
********
"Kakaaaakkk!" teriak seseorang yang terdengar dari luar saat Aldi ingin menaiki tangga. Membuat Aldi langsung menoleh ke arahnya.
"Yayaaahh." Davin berjalan sempoyongan menghampiri Aldi dengan tangan yang masih memeluk kantong mainannya.
"Eh, jagoan Ayah udah pulang." Aldi meraih tubuh mungil putranya dan menciumnya.
__ADS_1
"Abis jalan-jalan kemana hem? Ini bawa apa?" tanya Aldi.
"Yayan-yayan nana (Jalan-jalan kesana). Nih obil Apin (Ini mobil Davin)." ucap Davin seraya menunjukkan arah entah kemana, lalu menunjukkan mainan yang dipegangnya.
"Hhhmm.. seneng ya pasti." Aldi kembali menciumi wajah putranya, membuat bocah tampan itu tertawa riang.
"Anak kakak bukannya nyenengin malah nyusahin tau nggak." ucap Claudia kesal. Aldi menatap adik kandungnya ini.
"Maksud kamu apaan?!" ketus Aldi.
"Masa dia minta beli mainan ke aku sampe habis 2 juta. Bangkrut kan aku." omel Claudia. Aldi malah tertawa mendengarnya.
"Iiihh, jangan ketawa ! Ngga anak, nggak bapak sama aja emang." ucap Claudia semakin kesal.
"Terus kamu bilang kayak gitu, mau apa adikku tersayang?" tanya Aldi yang menahan tawanya.
"Ya ganti dong kak, uang aku abis nih." ucap Claudia.
"Uang kamu abis kan karena kamu yang belanja juga." ucap Aldi santai.
"Kan belanja mainannya anak kamu kak." protes Claudia.
"Kamu sama ponakan sendiri perhitungan banget sih." ucap Aldi.
"Ya bukan gitu kak, masalahnya itu habis 2 juta. Dikira nggak banyak apa."
"Terus kamu maunya beliin mainan untuk anak kakak kayak gimana? Mainan gocengan di pedagang asongan gitu." ketus Aldi.
"Iiihh, ya nggak gitu juga kali kak." ucap Claudia.
"Terus kamu maunya apa?" tanya Aldi.
"Ganti." pinta Claudia. Aldi mendengus kesal.
"Beliin ponakan nggak ada ikhlas nya sama sekali." ucap Aldi.
"Pokoknya ganti ! Aku belum bayar uang semesteran bulan ini tau." ucap Claudia.
"Iya-iya. Bawel banget sih kamu, nanti kakak transfer uang ke rekening kamu." kesal Aldi. Claudia langsung tersenyum puas.
Bersambung ..
__ADS_1
Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏
Ig : @mutiakim