MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 74


__ADS_3

*******


1 minggu sudah Lisa habiskan untuk istirahat total dirumah. Dan benar saja, selama itu Aldi melarangnya untuk beraktifitas. Dan ia menggantikan Lisa untuk menjaga putra kesayangan mereka itu.


"Aldi, aku pengen masak." ucap Lisa yang masih tidur di pelukan Aldi.


"Nggak usah, jugaan ada Bibi yang masak."


"Capek Al, tidur terus." keluh Lisa.


"Kan biar cepet sembuh sayang." ucap Aldi sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Lisa dan sesekali menciumnya membuat Lisa sedikit kegelian.


"Aku udah sembuh. 1 minggu itu udah lebih dari cukup tau nggak." protes Lisa.


"Tapi aku nggak ngebolehin kamu mengerjakan pekerjaan rumah. Inget sayang! Disini ada anak kita." ucap Aldi seraya mengusap perut Lisa yang masih datar itu.


"Kamu tega banget sih. Aku kan pengen masak buat kamu. Aku malah capek kalo tidur terus." ucap Lisa memanyunkan bibirnya.


"Udah deh, temenin aku tidur dulu. Aku masih ngantuk sayang." Aldi malah mengeratkan pelukannya.


"Aldi iihh." Lisa memukul dada bidang Aldi. Aldi tersenyum dan mencium puncak kepala istrinya itu.


"Biarin gini dulu. Janji deh, aku bolehin beraktifitas lagi. Asal jangan yang berat-berat ya." ucap Aldi.


"Bener ya?" ucap Lisa antusias. Aldi mengangguk.


"Tapi harus disini dulu. Temenin aku."


"Tapi aku pengen masak Al." rengek Lisa.


"Masih banyak waktu sayang. Kita pacaran dulu kali, mumpung Davin masih tidur."


"Dasar." Lisa memukul dada Aldi pelan.


"Kebanyakan protes deh kamu." ucap Aldi.


"Kamu sih, pacaran mulu maunya."


"Kan Ayahnya Davin kangen sama Bunda." ucap Aldi sambil menggerakkan hidungnya dengan hidung Lisa ke kanan dan kiri.


"Kangen mulu perasaan. Kan tiap hari ketemu."


"Kangen berduaan sama kamu sayang. Pengen..." Aldi menggantungkan ucapannya.


"Pengen apa?!" ketus Lisa. Karena ia sudah tau apa yang dimaksud Aldi.


"Hem." Aldi menaik-turunkan wajahnya seraya menatap tubuh Lisa.


"Iiihh! Aldi omes terus!" Lisa menarik hidung Aldi kencang membuat Ia meringis kesakitan.


"Lepas ih, sakit tau." Aldi berusaha melepas tangan Lisa dari hidungnya, dan akhirnya terlepas.


"Masih mending hidungnya yang aku tarik. Daripada mata kamu yang jelalatan itu aku congkel."


PUK !


Aldi menabok mulut Lisa pelan.


"Kalo ngomong sama suami itu harus sopan." Omelnya. Lisa memanyunkan bibirnya.


"Kamu sih, otaknya mesum mulu."


"Majuin lagi tuh bibir, biar aku cium." ucap Aldi


"Modus!" Lisa menjitak kepala Aldi.


"Tatam (berantem)." Tiba-tiba saja terdengar suara tepuk tangan. Lisa dan Aldi menoleh ke sumber suara itu.


"Davin." Pekik Lisa dan Aldi, lalu bangun saat melihat Davin setengah berdiri dipinggir box bayinya sambil berpegangan pada pinggirannya.

__ADS_1


"Davin mah, kenapa bangun sih? Baru juga Ayah sama Bunda mau pacaran." protes Aldi. Lisa tersenyum lalu menghampiri putranya dan membawanya ke ranjang. Davin menatap Ayahnya yang sedang memasang wajah kesal.


"Tidur lagi kali Vin." ucap Aldi.


"Apin ntut tatam (Davin ikut berantem)." jawab Davin polos.


"Tatam apaan sih Vin? Biskuit yang di lapisi sama cokelat?" tanya Aldi bingung.


"Tatam ninih (berantem seperti ini)." Dengan polosnya Davin memukul-mukul lengan Aldi. Membuat Lisa dan Aldi langsung melotot.


"Siapa yang berantem?" tanya Lisa.


"Apin ntutt tatam, Apin ntutt tatam (Davin ikut berantem)." ucap Davin sambil jingkrak-jingkrak di atas ranjang.


"Huustt, nggak boleh berantem. Itu nggak baik sayang." ucap Aldi.


"Undaa tatam Yayah (Bunda tadi berantem sama Ayah.)" ucap Davin menatap Aldi.


"Kapan hem?" tanya Aldi.


"Ati iat nana (tadi liat disana)." Davin menunjuk box bayinya.


"Orang Ayah sama Bunda lagi main wlee." ucap Aldi sambil menjulurkan lidahnya.


"Ain (main)? Nana tatam (enggak berantem)?"


"Enggak nak." ucap Aldi terkekeh.


"Ayah sayang." Panggil Lisa dengan suara lembut. Aldi malah mengerutkan keningnya.


"Ada maunya ini mah kalo ngomongnya sok sweet kayak gini." batin Aldi terus menatap Lisa.


"Ayah." panggil Lisa lagi. Lalu Lisa mendekatkan wajahnya ke wajah Aldi. Membuat Aldi sedikit kaget dan deg-degan.


"Jagain Davin ya, aku mau masak. Muaacchh." bisik Lisa seraya mencium pipi Aldi, lalu segera turun dari ranjang.


"Sayang, enggak! Sini dulu sama aku." tolak Aldi. Lisa hanya tersenyum geli lalu keluar kamar.


"Mamak Apin." Davin berceloteh mengikuti ucapan Ayahnya. Aldi menatap putranya itu.


"Iya, emaknya Davin curang. Ayahnya nggak dikasih morning kiss dulu." gerutu Aldi kesal.


"Noning tiss (Morning kiss)." ucap Davin mangut-mangut. Entah mengerti atau tidak ucapan Ayahnya ini. Namun, mampu membuat Aldi tertawa gemas.


"Davin." panggil Aldi.


"Papa (apa)?" Davin menatap sang Ayah.


"Bobo lagi yuk." Ajak Aldi.


"Bobo aji (lagi)?" Aldi mengangguk dan membaringkan tubuhnya dan juga putranya lalu memeluk tubuh mungilnya.


"Apin bobo aji mama Yayah (Davin bobo lagi sama Ayah)?" tanya Davin.


"Iya ganteng." Aldi tersenyum lalu memejamkan matanya. Sementara Davin hanya diam menatapnya dengan polos.


********


"Pagi Bibi." sapa Lisa yang melihat Bi Marni tengah berkutat dengan alat dapurnya.


"Pagi Nyonya, kok Nyonya ada disini?" tanya Bi Marni ramah.


"Aku pengen masak Bi. Capek seminggu istirahat di kamar terus." ucap Lisa. Bi Marni tersenyum.


"Kan biar Nyonya cepat sembuh."


"Udah sembuh kok Bi, Aldi nya aja sih yang berlebihan suruh aku istirahat terus." ucap Lisa sambil memanyunkan bibirnya. Membuat Bi Marni terkekeh.


"Aku aja yang masak ya Bi, emangnya pagi ini Bibi mau masak sarapan apa?" tanya Lisa.

__ADS_1


"Bibi pagi ini mau masak nasi goreng ayam, sama mau buat roti bakar. Tapi, lebih baik Nyonya duduk saja. Biar bibi yang masak." jawab Bi Marni


"Nggak usah Bi, aku pengen masak pokoknya." kekeuh Lisa.


"Baiklah, tapi bibi bantu ya." ucap Bi Marni. Lisa tersenyum dan mengangguk.


"Daging sapi giling nya ada kan Bi? Aku mau bikin bakso buat Davin."


"Ada kok Nyonya. Sebentar Bibi ambilkan dulu dagingnya di kulkas." ucap Bi Marni lalu beranjak mengambilkan daging di kulkas. Lisa tersenyum lalu melanjutkan masaknya.


********


Cukup membutuhkan waktu 50 menit. Lisa pun selesai memasak dengan dibantu Bi Marni. Dan menu sarapan pagi ini adalah nasi goreng ayam, roti bakar dan juga bakso untuk menu sarapan putranya.


"Aku ke kamar dulu ya Bi." pamit Lisa setelah selesai menghidangkan dimeja makan.


"Iya Nya." balas Bi Marni mengangguk. Lisa berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Pasti mereka udah mandi dan wangi-wangi. tinggal aku yang belum mandi." batin Lisa tersenyum kecil.


CEKLEK !


Lisa membuka pintu kamarnya, dan matanya langsung membulat melihat suaminya tertidur pulas di ranjangnya. Tapi tunggu, Davin kemana?! Dia tidak ada disebelah Aldi.


"Daviiinn." panggil Lisa mencari keberadaan putra kesayangannya itu.


"Davin, kamu dimana nak?" panggil Lisa lagi. Tidak ada sahutan sama sekali. Lalu Lisa menuju ke arah balkon, takut-takut jika dia ada disana.


"Kok nggak ada sih." gumam Lisa yang mulai cemas. Lisa kembali masuk dan menggeleng menatap suaminya itu.


BUKKK !


"Aduh." Aldi meringis saat Lisa memukul wajahnya dengan bantal.


"Bangun nggak!" sentak Lisa.


"Apa sih? Aku ngantuk sayang." Aldi kembali memeluk guling nya.


"Anak kamu hilang Aldi!" pekik Lisa.


"Hilang? orang dia tidur sama aku juga." ucap Aldi yang masih belum sadar.


"Mana hah?!" bentak Lisa.


"Ini aku peluk siapa kalo bukan Davin sayang." jawab Aldi yang masih memejamkan matanya.


"Aldi buka matanya!" teriak Lisa. Aldi menggaruk rambutnya kasar lalu bangun dari tidurnya.


"Ini loh sayang.. Ini Daaav.. Loh kok malah jadi guling sih." ucap Aldi langsung memekik.


"Apa?! Kamu ini aku suruh jagain Davin! Malah tidur!" omel Lisa memasang wajah kesal.


"Ta..tadi ada disini kok, tidur sama aku." ucap Aldi yang sudah melek sempurna.


"Tapi mana Davin nya sekarang?" sentak Lisa. Aldi meringis dan memalingkan wajahnya.


"Mampus gue." batin Aldi.


"Aldi kamu jangan diem aja?!" kesal Lisa.


"Aku nggak tau sayang." ucap Aldi pelan.


"Kamu kan yang aku suruh jaga! Makanya bangun, jangan tidur mulu kerjaannya." omel Lisa lagi. Aldi hanya diam. Kalo sudah begini, ia takut berhadapan dengan Lisa. *Galaknya minta ampun kayak singa betina*pikirnya.


"Aldi!"


GLODAK !


Bersambung ..

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏


Ig : @mutiakim


__ADS_2