MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 86


__ADS_3

"Duh, iya dong. Gue mah selalu semangat kalo bikin." ucap Aldi bangga. Ia tidak tau kalo Lisa yang berada di sampingnya sudah menatapnya dengan wajah yang kesal.


"Fandi jangan ngomong gitu. Aldi ini omes kalo udah dipancing gitu." ucap Lisa


"Hahaha, dari dulu kan dia emang omes Lis." ucap Fandi seraya tertawa.


"Serius Fan? Ih, jadi kamu sering mesum ya sama pacar kamu dulu!" Lisa langsung memukul lengan Aldi.


"Apa sih sayang? Ya enggaklah. Aku tuh nggak pernah pacaran dulu. Kan akunya langsung nikah sama kamu." ucap Aldi.


"Bohong!" sentak Lisa.


"Ya udah sih, tanya Fandi aja kalo nggak percaya." ucap Aldi, lalu Lisa menatap Fandi.


"Kamu kan teman dari kecilnya dulu. Menurut kamu pernah nggak liat Aldi pacaran?" tanya Fandi, Lisa menggeleng polos.


"Nah itu udah tau. Tapi kalo di klub dulu, kamu tanya aja ya sama orangnya sendiri." Fandi menatap evil ke arah Aldi. Membuat pria itu menatap Fandi dengan tajam.


"Tuh kan, pasti pernah mesum." Lisa menghentakkan kakinya kesal.


"Eh jangan gitu. Entar bisa brojol sekarang loh anak kita." ucap Aldi ngasal.


"Biarin! Kamu mah ngeselin!" ucap Lisa cemberut.


"Enggak mesum kok. Cuma ciuman doang, sumpah. Fandi juga pernah. Malah statusnya udah jadi pacarnya Nana." Aldi beralih menatap Fandi yang sudah melotot ke arahnya. Aldi membalasnya dengan senyuman sinis.


"Iiihh, jahat ya kamu!" Nana langsung menatap suaminya itu kesal.


"Eemm, sayang.. Itu kan dulu. Sekarang mah cuma sama kamu doang." ucap Fandi.


"Sama aja kamu udah bohongi aku." ucap Nana memanyunkan bibirnya.


"Ya maaf, jangan marah dong." bujuk Fandi.


"Tau ah! Sana, gabung sama tamu yang lain aja." Nana mengambil alih Kania dari gendongan Fandi.


"Yaelah, Lo sih Al, bikin masalah deh ah." gerutu Fandi.


"Salah sendiri buka kartu gue. Udah tau istri gue lagi melendung kayak gitu. Kalo lahir disini kan nggak lucu." Aldi berucap sedikit berbisik ke Fandi.


"Heh! Nggak usah bisik-bisik deh. Ditungguin tuh sama tamunya." ucap Lisa membuat mereka diam. Sementara itu, Davin dan Kania yang melihat hanya berkedip polos menatap Ayahnya masing-masing.


"Hehe, sayang." Aldi menatap Lisa sambil cengengesan.


"Apa?! Sana, udah mau dimulai tuh!" ketus Lisa.


"Jangan galak-galak deh. Nggak aku kasih night kiss loh entar." bisik Aldi, lalu mencium pipi Lisa sebelum ia berlalu meninggalkannya.


"Iihh dasar suami somplak! Siapa juga yang minta night kiss." gerutu Lisa kesal.


******

__ADS_1


Acara syukuran berjalan lancar. Kini satu per satu tamu undangannya pergi meninggalkan rumah Aldi. Termasuk Fandi dan Nana yang akan berpamitan pulang.


"Aku balik dulu ya Lisa, udah malem juga." ucap Nana.


"Ya udah, makasih ya udah mau dateng. Jangan sungkan main kesini." ucap Lisa sambil cipika cipiki dengan Nana.


"Sip deh. Kamu juga main dong ke rumah. Aku suka kesepian kalo Fandi pergi kerja." ucap Nana.


"Iya deh, nanti kapan-kapan aku main ke rumah kamu." ucap Lisa


"Kamu nggak kesepian juga kalo aku tinggal kerja yang?" tanya Aldi.


"Nggak! Malah aku seneng kalo nggak ada kamu." ketus Lisa. Aldi pun langsung mendengus kesal mendengar ucapan dari istrinya itu.


"Hahaha, kasian." ledek Fandi.


"Kamu juga! Sana, bawa masuk anaknya." protes Nana membuat Fandi memanyunkan bibirnya, lalu ia masuk ke mobilnya. Melihat hal itu membuat Lisa terkekeh.


"Aku balik ya." pamit Nana


"Iya, hati-hati ya." ucap Lisa. Nana mengangguk lalu memasuki mobil juga. Lisa melambaikan tangannya saat mobil sahabatnya itu mulai melaju.


"Ayo masuk." ajak Aldi sambil merangkul pundak Lisa.


"Aku bisa sendiri!" Lisa melepas rangkulan Aldi dan berjalan duluan.


"Sensi amat perasaan." dengus Aldi kesal.


"Nggak papa nak, ayo kita susul Bunda." Aldi memasuki rumahnya untuk menyusul Lisa.


******


"Kalian nginep sini kan?" tanya Lisa pada orang tua dan mertuanya.


"Iya sayang. Kami nginep disini malam ini." ucap Tante Nila. Lisa tersenyum sumringah.


"Kamu istirahat gih, udah malem sayang. Biar kami sama yang lain yang beresin ini semua." ucap Tante Anne seraya mengusap kepala Lisa lembut.


"Tapi kan Lisa pengen bantuin kalian." ucap Lisa. Tante Anne tersenyum.


"Istirahat sayang. Nanti kalo drop lagi, suami kamu marah loh. Liat tuh, gitu aja suami kamu udah masang wajah masam." ucap Tante Anne sedikit terkekeh geli melihat ekspresi putranya. Lalu Lisa menatap Aldi yang tengah menatapnya dengan wajah datar.


"Kebiasaan ngelak kalo udah disuruh istirahat." cetus Aldi, membuat Lisa memanyunkan bibirnya.


"Masalah?!" balas Lisa ketus. Aldi menghela nafas, lalu ia merangkul dan membawa Lisa menuju ke kamar.


"Iiihh, Aldi lepas." protes Lisa kesal


"Kamu pengen liat aku marah dulu baru nurut?" tanya Aldi terus berjalan ke atas seraya menatap Lisa dalam. Orang tua mereka yang melihat hanya geleng-geleng kepala.


"Kamu jahat sih." ucap Lisa

__ADS_1


"Jahat apa sih yang? Itu kan dulu, sebelum kita menikah. Dan aku udah bilang, cuma sebatas ciuman, nggak lebih." jelas Aldi.


"Kenapa ngga sekalian produksi anak?" celetuk Lisa membuat Aldi tercengang.


"Mulutnya ih, Ada Davin ini." Aldi memukul pelan bibir istrinya itu, membuat Lisa kembali memanyunkan bibirnya.


Lalu Aldi menutup pintu kamarnya, ia menatap Lisa yang berjalan menuju meja rias dengan wajah manyun. Aldi hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.


"Sabar Al sabar, ingat istri lo lagi hamil." batin Aldi.


"Undaa." panggil Davin.


"Apa nak?" tanya Lisa seraya menoleh ke putra tampannya itu.


"Apin auu bobo (Davin mau tidur)." ucap Davin yang tengah mengucek matanya. Sepertinya bocah kecil ini sudah mulai mengantuk.


"Bobo sama Ayah ya." ucap Lisa. Davin menatap sang Ayah yang tengah menggendongnya.


"Yayah Apin auu bobo (Ayah Davin mau tidur)." ucap Davin. Aldi tersenyum.


"Ngantuk ya nak?"


"Tatuk (ngantuk)." Davin menyandarkan kepalanya di bahu sang Ayah.


"Ayo bobo sama Ayah ya." Aldi menidurkan putranya di atas ranjangnya.


"Davin mau mimi susu dulu?" tanya Aldi.


"Auu, piyuk Yayah (nggak mau, peluk Ayah)." ucap Davin. Aldi tersenyum, ia ikut berbaring di samping putranya lalu memeluknya.


"Sini Ayah peluk, bobo ya." Aldi mengusap kepala putranya. Davin memeluk perut sang Ayah lalu memejamkan matanya.


"Davin bobo, oh Davin bobo, kalo tidak bobo di gigit Bunda." mata Lisa langsung melotot mendengar nyanyian suaminya. Iseng kali lah Aldi ini sama istrinya.


"Iihh, Aldi!" Lisa sedikit berteriak karena kesal. Aldi sedikit menoleh ke arah istrinya itu.


"Diem deh! Davin belum pulas ini tidurnya." ucap Aldi. Lisa mendengus kesal, berbeda dengan Aldi yang tersenyum jail.


Bersambung ..


Jangan lupa untuk membaca semua karya Chat Story author yang berjudul "TARUHAN BERUJUNG CINTA", "KETUA OSIS KU SEORANG IDOL", "AKU HAMIL ANAK IDOLAKU", dan "DOKTER CANTIK MILIK CEO AROGAN". Yang suka cerita singkat dan ringan, bisa mampir kesini dan semoga suka sama alur ceritanya🤗






Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novel dan chat story nya. Terimakasih banyak❤️

__ADS_1


Ig : @mutiakim


__ADS_2