
Angelica melempar sepatunya begitu saja saat dia memasuki kamar, dia sudah menemukan sosok pria yang sedang bersandar di ranjang tempat tidur itu,, dengan santai Angelica mengganti semua pakaiannya di hadapan pria itu,, Angelica begitu kesal hari ini,, pria tampan yang wajahnya terlihat tidak berdaya itu hanya diam saja tidak bisa melakukan apa-apa,, Angelica adalah wanita yang cantik, dia cerdas dan sangat handal dalam mengelola bisnisnya. Tidak hanya lahir dari keluarga kaya dan pengusaha, Angelica juga di anugerahkan dengan otak yang cerdas sehingga bisa menyelesaikan kuliahnya di luar negeri dengan tepat waktu. Tapi karena itu semua membuat Angelica memiliki sifat yang kurang bagus,, Angelica egois dan sangat tidak suka apabila keinginannya ada yang tidak terpenuhi. Dia pasti akan melakukan segala hal untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, karena dari kecil dia terbiasa dengan keinginan yang selalu dikabulkan,, diikuti.
"Apa kita akan terus seperti ini?" tanya Angelica sambil mendekati pria itu dan mengusap rahangnya sekilas,, sebagai wanita yang sangat kesepian dan tidak pernah diberikan kebutuhan batinnya,, Angelica merasakan hidupnya sangat gersang. Percuma saja memiliki suami jika tidak bisa memenuhi kebutuhan batinnya,, Cinta saja tidak mampu membuat jiwa Angelica menghangat, semakin hari pernikahan mereka semakin kacau dan dingin. Pembicaraan mereka hanya seputar itu saja yaitu anak,, tidak ada yang lain lagi.
"Kamu sangat tampan tapi aku juga butuh penerus,,, sementara kamu tidak bisa melakukan tugasmu sebagai suami, lalu aku harus apa? aku benar-benar capek kalau seperti ini terus,, aku begitu menginginkan anak tapi kamu tidak bisa apa-apa,, kenapa kamu harus seperti ini sih?" ucap Angelica yang berbicara untuk kesekian kalinya. Angelica kesal karena dirinya yang belum juga memiliki anak semua karena suaminya sehingga Angelica selalu menumpahkan kekesalannya pada suaminya.
"Aku sangat mencintaimu, Angelica,,, maaf aku belum siap untuk kehilangan kamu," ucap pria itu sambil menatap istrinya dengan tatapan khawatir. Dia sangat mencintai Angelica itu tapi dia tidak mampu memberikan anak untuk Angelica. Dan pria itu juga tidak rela melepaskan Angelica begitu saja,, Angelica adalah miliknya, wanita yang sangat dia cintai sampai kapanpun. Pria itu juga tidak suka memiliki keadaan yang seperti ini tapi dia juga tidak punya pilihan lain.
"Cinta saja tidak bisa memberikan kita anak Ryan,, aku mau anak,, aku membutuhkan anak,, aku mencintaimu juga tapi aku ingin anak, aku ingin menggendong anak dan dia yang akan menjadi penerus," ucap Angelica di usia pernikahan mereka yang sudah menjelang enam tahun, belum ada tangisan bayi terdengar di rumahnya. Angelica juga mencintai Ryan dan begitupun sebaliknya. Mereka berdua menikah setelah melewati tahun-tahun yang sulit untuk mendapatkan Restu. Ryan yang berasal dari keluarga yang begitu sederhana,, menyulitkan Angelica untuk mendapatkan restu dari sang ayah. Tapi Angelica waktu itu terus berusaha untuk meyakinkan sang Ayah agar memberikan mereka restu,, Angelica sangat mencintai Ryan juga meskipun Ryan berasal dari keluarga yang biasa tapi itu tidak apa-apa buat Angelica.
Tiga tahun terakhir Ryan menderita diabetes akut,,, yang membuat dia tidak bisa memberikan nafkah batin dan bibitnya juga tidak bagus untuk membuahi. Hanya sepersekian sel saja yang hidup itupun tidak dalam kualitas yang bagus. Ryan bergantung pada suntik insulin setiap lima jam sekali agar dia terlihat selalu bugar. Mata Ryan langsung berkaca-kaca tidak ada yang lebih miris dari tidak bisa memenuhi keinginan Angelica yang begitu menggebu-gebu. Angelica adalah wanita yang penuh semangat dan memiliki daya pikat yang sangat tinggi,, nafkah batin tentu saja adalah kebutuhannya dan sayangnya dia tidak bisa melakukannya. Ryan juga sangat sedih dengan kondisinya yang seperti ini, seandainya dia tidak sakit ada kemungkinan saat ini sudah ada anak di rumah mereka.
__ADS_1
"Ayo tidur!! aku harap besok kamu kembali ke Jakarta saja,, karena aku hanya ingin fokus menyelesaikan pekerjaanku, menyelesaikan tanah yang ingin aku beli itu,," ucap Angelica sambil merebahkan tubuhnya dan membelakangi Ryan begitu saja. Percuma saja dekat-dekat dengan Ryan atau menghadap kepada Ryan karena Ryan juga tidak bisa memberikan Angelica apa yang diinginkannya.
Angelica mengambil nafasnya panjang, mengusir perasaan mendambakan sentuhan seorang suami yang sangat menggebu-gebu itu,, hanya saja Ryan tetap saja diam tidak melakukan apapun. Ryan hanya mampu menatap punggung itu, punggung Angelica yang putih mulus itu, Ryan merasa terperosok semakin dalam,, menyesali semua takdir yang membuatnya tidak bisa membahagiakan Angelica. Perasaan takut akan kehilangan Angelica tentu saja selalu menghantui Ryan setiap saat.
###########
Keesokan harinya Angelica kembali masuk ke kantor cabang, begitu lama dia berpikir,, dia tidak akan pernah mundur untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Dia harus total dalam bisnis ini,,,, hotel yang akan dia bangun akan kelihatan jelek,, jika gudang kayu Ujang masih berada di sekitar sana. Apapun yang terjadi dirinya harus mendapatkan tanah itu,, dia sudah sangat terbiasa akan mendapatkan apapun yang dia inginkan,, bagaimana pun caranya.
"Pria itu tetap gigih tidak mau menjual, bahkan setelah ditawarkan harga yang berkali-kali lipat,, jujur saja aku benar-benar bingung harus bagaimana lagi untuk menghadapi pria keras kepala itu," ucap asisten Angelica karena sudah berkali-kali mendapatkan penolakan dari Ujang.
Angelica menoleh,, mendapati pria kepercayaannya sedang menunggu reaksinya saat ini.
__ADS_1
"Pria itu tentu saja punya kelemahan, kau bilang dia punya istri, bukan? wanita mana yang tidak akan terpikat dengan kilau harta? tidak ada wanita yang tidak akan terpikat dengan uang,, kalau ingin mendapatkan sesuatu kita harus mendapatkan kelemahan target kita dulu," ucap Angelica sambil tersenyum licik.
Angelica tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan apapun yang dia mau, mendirikan hotel dengan menyajikan pemandangan sungai dari atas bukit itu adalah impiannya yang lama menunggu untuk direalisasikan. Dan Ujang tidak boleh menjadi penghalang untuk bisnisnya itu.
"Aku sangat heran apa pria itu hidup di zaman purba? yang tidak mengerti perubahan dan seakan tidak membutuhkan uang sama sekali,, aku baru melihat pria yang modelan seperti itu,,," ucap Angelica lagi kesal jika mengingat bagaimana Ujang memperlakukan dirinya sewaktu datang berkunjung ke rumah Ujang.
"Kabarnya dia adalah pria yang sangat sederhana, yang sangat mencintai hutan yang sudah diwariskan oleh keluarganya makanya berapapun dia akan dibayar,, dia tidak mau!!!" ucap asisten Angelica.
"Oh! sungguh menakjubkan," ucap Angelica yang pura-pura takjub lalu segera memakai kacamata hitamnya.
"Ayo kita selidiki wanita itu terlebih dahulu," ucap Angelica.
__ADS_1