Memaksa Perjaka Tua Menikah

Memaksa Perjaka Tua Menikah
Bertemu istri Ujang!!!


__ADS_3

"Permisi," ucap seorang wanita sambil melihat Ujang,, wanita itu harus memperbanyak sabar kalau menghadapi Ujang,, tapi kali ini dia sudah memiliki rencana,, tidak akan ada yang bisa dia tidak dapatkan di dunia ini,, jika sudah dia menginginkan sesuatu maka harus dia dapatkan mau bagaimana pun cara yang harus dia tempuh.


Ujang langsung mendengus malas begitu melihat wanita yang datang pagi-pagi begini di rumahnya, setelah selesai mengangkut barang pesanan pada pemesan,, dia malah kedatangan tamu yang tidak diundang pagi ini. Sungguh Ujang tidak mengharapkan sama sekali wanita sombong ini datang ke rumahnya,, Ujang sangat yakin bahwa wanita ini pasti akan melakukan segala cara untuk mendapatkan tanahnya itu,, pasti wanita ini belum menyerah untuk membeli tanahnya makanya dia datang lagi,, tapi tentu saja Ujang tidak akan menjual tanah itu,, mau dia melakukan cara apapun Ujang tidak akan pernah mau menjual tanah peninggalan orang tuanya itu.


"Permisi," kata wanita itu lagi yang tidak lain adalah Angelica. Wanita yang sudah bertekad akan melakukan apa saja demi bisa merebut tanah Ujang, tidak bisa dengan cara kasar dia tentu saja akan menggunakan cara yang halus, sebenarnya dia sangat tidak suka pada Ujang apalagi dengan ekspresi wajah pria yang begitu dingin itu, tapi ini semua tentu demi ambisinya yang akan mendatangkan keuntungan yang amat besar jika dia berhasil mendapatkan tanah Ujang. Dia tidak akan membiarkan sesuatu mengganggunya untuk mendapatkan keuntungan besar.


"Ada apa Anda ke sini lagi? jika anda ingin membahas masalah jual beli tanah itu lagi, lebih baik anda kembali pulang saja, karena saya tidak akan pernah mengubah keputusan saya,,, saya tidak akan pernah menjual tanah saya jadi sia-sia saja jika anda pagi-pagi sudah datang kesini," ucap Ujang tanpa melihat wajah Angelica,, wanita itu benar-benar merusak moodnya pagi ini.


Angelica benar-benar kesal luar biasa begitu mendengar betapa kerasnya pria itu terhadap keputusannya,, tapi Angelica tidak akan menunjukkan kekesalannya itu karena dia kesini sudah memiliki rencana lain,, dia harus terlihat sebagai orang yang baik dan juga ramah.


"Oh tentu saja bukan, saya tidak akan membahas masalah itu sekarang, tapi saya ingin bersilaturahmi ke sini, sebagai pendatang yang akan berinvestasi disini, saya harus mengenal masyarakat sekitar juga tentunya, oh ya boleh saya bertemu dengan istri Anda?" tanya Angelica sambil menahan amarahnya yang ingin keluar,, seumur hidup baru ada pria yang memperlakukan dirinya seperti ini. Pria itu benar-benar sombong bahkan tidak terpengaruh sedikit pun pada kecantikannya,, awalnya Angelica pikir bisa merayu dengan kecantikannya,, tapi apa? waktu itu dia baru sampai saja,, dia sudah mendapatkan sambutan yang sangat tidak enak dari Ujang.


Ujang hanya diam saja,, kebetulan Mentari sedang menyimak pembicaraan mereka itu dari dapur, dan langsung keluar dari sana.


"Maaf, apa Mbak mencari saya?" tanya Mentari dengan begitu ceria, Mentari begitu senang begitu bisa melihat wanita itu secara langsung,, karena wanita itu sering muncul di televisi,, sebuah kebanggaan bisa bertemu langsung dengannya.


Angelica memasang ekspresi wajahnya yang sangat manis, pancingan pertamanya telah berhasil,, Angelica mengamati Mentari dengan sempurna, wanita berambut panjang dan amat sangat cantik,, Mentari juga terlihat sangat cantik alami,, wanita itu terlihat sangat bersemangat sekali begitu bertemu dengannya.


"Ayo masuk Mbak,, nggak enak bicara di luar," ucap Mentari dengan sangat bersemangat, sedangkan Ujang yang tengah kebingungan tidak kuasa untuk melarang ajakan Mentari yang secara tiba-tiba itu pada Angelica.


Angelica langsung melempar tetapan menang pada Ujang, lalu dia masuk ke dalam rumah panggung sederhana itu, tapi memiliki perabotan yang sangat bagus dan juga sangat berkualitas.


"Silahkan duduk Mbak,, maaf saya rapikan mainan anak-anak dulu," ucap Mentari sambil berdiri namun dicegah oleh Angelica.

__ADS_1


"Tidak usah,, tidak apa-apa," ucap Angelica.


"Maaf yah Mbak namanya punya anak kecil mainan akan selalu berantakan di mana-mana," ucap Mentari merasa tidak enak karena kedatangan tamu tapi rumahnya sedang berantakan.


"Tidak apa-apa, santai saja," ucap Angelica.


"Mbak mau minum apa?" tanya Mentari lagi.


"Oh tidak usah,, jangan repot-repot," ucap Angelica.


"Tidak repot kok Mbak,, sebentar yah," ucap Mentari lalu segera bangkit menuju ke arah dapur dan meninggalkan Angelica yang matanya sedang menjelajah ruangan itu.


Rumah yang terlihat tua tapi sangat bersih, susunan perabot yang pas di tempatnya, menandakan bahwa pemiliknya sangat suka kerapian, tidak ada kesan berantakan sama sekali, hanya beberapa mainan saja yang tergeletak di lantai itu pun juga tidak banyak. Mata Angelica menatap rak berisi buku-buku yang tebal, serta beberapa foto lama yang tergantung di dinding.


Foto itu menunjukkan Ujang yang masih SMA.


"Dia sebenarnya lumayan juga,, sayangnya tidak pernah senyum," ucap Angelica yang berbicara sendiri.


"Maaf Mbak jika teh nya kurang manis atau kelebihan gula," ucap Mentari yang tiba-tiba muncul, membawa dua cangkir teh dan meletakkannya di atas meja yang terbuat dari kayu jati yang diukir sangat indah itu.


"Tidak masalah," ucap Angelica dengan ramah.


"Saya sangat senang Mbak ke sini sebagai artis dan pengusaha terkenal jarang sekali ada yang mau berkunjung ke rumah orang biasa seperti kami," ucapan Mentari dengan begitu tulus.

__ADS_1


"Ah biasa saja,, oh iya kita belum berkenalan kan? saya Angelica Caroline," ucap Angelica.


"Saya sudah tahu Mbak,," ucap Mentari dengan senyum bangga.


Angelica tersenyum lalu bertanya pada Mentari.


"Kamu?" tanya Angelica.


"Saya Mentari,," ucap Mentari dengan semangat sambil mengulurkan tangannya, Angelica menyambut tangan Mentari, Angelica benar-benar sangat takjub, wanita desa seperti Mentari memiliki telapak tangan yang sangat halus dan juga sangat mulus, Angelica berpikir pria biasa seperti Ujang benar-benar sangat beruntung mendapatkan wanita yang sangat cantik alami seperti Mentari.


"Saya panggil apa?" tanya Angelica.


"Tari saja Mbak,, saya panggil Mbak saja yah,, karena usia Mbak lebih tua dari saya," ucap Mentari lagi yang memang sudah sangat tau Angelica karena Angelica seorang artis.


"Kamu tahu dari mana?" tanya Angelica dengan takjub.


"Saya pernah baca biografi Mbak,, dan saya ingat tahun lahir Mbak," jawab Mentari sambil tersenyum.


"Wow kamu keren," ucap Angelica takjub, Angelica bisa menilai meskipun Mentari terlihat seperti wanita desa dan Ibu rumah tangga biasa tapi aura kecerdasan sangat tampak di wajah Mentari.


Selanjutnya percakapan mereka diwarnai dengan obrolan ringan, Angelica menilai Mentari adalah teman bicara yang baik, Mentari terlihat nyambung dalam segala hal, dan Mentari juga terlihat begitu bersemangat setiap di ajak berbicara,, yang berarti Mentari wanita yang penuh semangat.


Ada hal yang membuat Angelica benar-benar merasa sangat iri, wanita yang sangat muda itu,, dengan mudahnya dia bisa memiliki anak, usianya masih sangat muda tapi sudah memiliki tiga anak,, berbeda dengan dirinya yang tidak memiliki satu pun.

__ADS_1


__ADS_2