Memaksa Perjaka Tua Menikah

Memaksa Perjaka Tua Menikah
Kebimbangan Doni...


__ADS_3

"Makanlah Abang, Abang sudah tiga hari tidak makan, air saja tidak bisa membuat kita hidup, pikirkan istri dan anak-anak, sampai kapan Abang akan begini?" kata wanita berumur empat puluhan itu pada suaminya yang termangu di depan jendela, pria yang dipanggil Abang itu adalah Doni menggeleng dengan wajah yang lesu dia sakit-sakitan dan tak memiliki nafsu makan sama sekali bahkan tiga hari ke belakang dia sama sekali tidak menyentuh nasi.


Sejak aksi kejahatan itu Doni sama sekali tidak bisa makan enak, hatinya diliputi rasa bersalah yang amat besar perasaan bersalah itu menggerogotinya siang dan malam dan membuat dia merasa ketakutan terbayang wajah Ujang yang sedih melihat semua harta bendanya sudah lenyap di lahap api.


"Aku tidak mau makan, simpan saja!" katanya pada istrinya, matanya cekung dan pandangannya kosong, sang istri yang kebingungan hanya bisa mengelus dada dengan tingkah suaminya itu.


Sang istri yang wajahnya begitu sedih kemudian mengusap air matanya, suaminya terlihat begitu berbeda sejak beberapa minggu belakangan ini. Berubah menjadi orang asing yang suka merenung dan tidak bersemangat dalam menjalankan aktivitasnya, setiap kali ditanya dia mengatakan tidak apa-apa selalu memberi jawaban seperti itu padanya.


"Ada apa sebenarnya Abang sepertinya menyimpan sesuatu, apa masakanku sudah tidak enak lagi? apa aku sudah memuakkan hati Abang? jika aku yang bersalah maka katakanlah,, aku akan memperbaiki apa yang membuatmu tidak berkenan," istri Doni mengusap air matanya dengan ujung kerudungnya, melihat itu hati Doni terenyuh, istrinya baik dan tulus, tidak pernah melakukan kesalahan apapun kepadanya.


Doni yang selama ini bungkam diliputi dilema,, apakah dia harus menceritakan semuanya kepada istrinya? istrinya adalah orang yang bisa dipercayai tapi apa reaksi istrinya jika dia tahu memiliki suami yang tiba-tiba berubah menjadi orang jahat.


Sambil menatap istrinya yang matanya sudah basah, Doni memeluknya dia sangat mencintai istrinya itu tetapi mengakui perbuatannya itu akan membuat istrinya membencinya.


"Jika aku mengatakan dengan jujur kepadamu, sebuah kejujuran yang akan membuat hatimu sakit,, apakah kau akan memaafkan ku?" tanya Doni.


"Apa yang tidak saya terima dari Abang? kekurangan dan kebaikan Abang selalu aku maklumi,, apapun yang terjadi,, katakanlah! tidak baik bagi Abang menutup mulut seperti ini, aku mengetahui Abang memiliki banyak masalah tapi tidak mau membaginya denganku," ucap istri Doni.


"Jika aku mengatakan ini padamu, berjanjilah kau bisa mengendalikan diri dan menolongku keluar dari semua ini," ucap Doni.

__ADS_1


Sang istri membarut dada suaminya itu dan memberikan tatapan meyakinkan bahwa dia ada untuk suaminya itu dalam suka dan duka,, Doni mencoba menguatkan mentalnya serta menyiapkan diri menerima reaksi sang istri.


"Begini uang yang aku berikan kepadamu beberapa waktu yang lalu yang berjumlah sepuluh juta itu bukanlah uang dari hasil memanen kebun, tapi uang sebagai upah setelah melakukan kejahatan," ucap Doni.


Istrinya tersentak pendengar itu, dia terperanjat matanya bahkan tidak mampu berkedip.


"Apa yang Abang katakan?" tanyanya dengan suara yang bergetar.


"Kamu ingatkan kejadian yang menimpa Ujang, terbakarnya lahan dan rumahnya, aku adalah salah satu pelakunya, tapi demi Allah aku tidak berniat untuk menghabisi semuanya, aku hanya membakar lahan saja, tidak berniat menghabisi gudang serta rumahnya," kata Doni dengan takut.


Mendengar itu istrinya mundur ke belakang tidak percaya dengan pengakuan suaminya, selama ini dia percaya suaminya itu adalah pria sederhana, bertanggung jawab, hatinya lembut dan sangat baik bagaimana dia bisa melakukan semua itu hanya karena uang?


"Aku sudah katakan kepadamu pasti kau akan marah jika aku mengatakannya," Doni panik dengan wajah terluka istrinya.


"Bagaimana bisa semua ini sampai terjadi? kenapa hanya karena uang Abang malah khilaf? aku tidak ingin uang yang banyak biarlah kita hidup dengan makan hanya dua kali sehari, tapi tetap memberikan nafkah yang halal untuk anak-anak kita," kata wanita itu menangis dengan tersedu-sedu.


Doni yang juga menangis meraih bahu istrinya dan memeluk wanita itu,, wanita itu yang sudah puluhan tahun mendampinginya, dia wanita yang tidak pernah mengeluh dengan kemiskinan, wanita yang selalu ada dalam suka dan duka, wanita yang tidak menuntut kekayaan pada dirinya, pada saat ini Doni merasa dirinya begitu tidak berguna.


"Tolong! tolong aku apa yang harus aku lakukan? aku butuh saran darimu karena kaulah satu-satunya orang yang bisa aku percaya," ucap Doni.

__ADS_1


"Aku tidak bisa mempercayai ini bang, Abang tidak bisa menyimpan rahasia ini terus-menerus, siapa yang menyuruh Abang melakukan ini?" tanya istri Doni.


"Aku hanya orang suruhan, aku dengan Indra mengerjakannya karena disuruh oleh seseorang yang memiliki kekuasaan di negeri ini," ucap Doni.


"Indra? sudah kubilang jangan dekat dengannya dia preman jahat yang sangat berbahaya kenapa Abang masih berteman dengannya? apa Abang tidak ingat jasa Ujang pada keluarga kita? apa hati nurani kalian sudah mati? jual saja sapi itu kembali, berikan kembali uangnya pada Ujang, aku tak mau makan uang haram ya Allah! kenapa Abang bisa sebodoh ini," ucap istri Doni lagi.


Doni hanya menunduk mendengar makian istrinya yang sudah emosi.


"Yang harus Abang lakukan adalah Abang harus menyerahkan diri kepada kepolisian dan mengatakan semuanya kepada polisi biar semuanya lebih adil, kasihan keluarga Ujang, Bang! dia adalah pria yang sangat baik apa Abang lupa dia pernah membantu kita ketika kita kelaparan dulu, sangat tidak adil rasanya membiarkan dia seperti ini, air susu dibalas air tuba," ucap istri Doni lagi.


"Jika aku membuka mulut, Indra akan dipenjara juga," ucap Doni.


"Itu bagus," ucap istri Doni.


"Tapi nyawaku, aku bisa dibunuh oleh wanita itu jika melapor polisi," ucap Doni.


Istri Doni menatap suaminya dengan penuh keyakinan.


"Aku akan menengadah kan tanganku ke langit meminta bantuan Allah untuk melindungi mu, Tuhan takkan membiarkan hambanya sengsara karena mengatakan kebenaran," ucap istri Doni.

__ADS_1


Doni termangu dengan semua kata istrinya, melaporkan diri kepada polisi artinya dia akan mendekam di penjara.


"Aku sudah kecewa padamu satu kali, tebuslah kesalahanmu agar kepercayaan ku kembali padamu, aku tidak mau memiliki suami seorang penjahat," ucap istri Doni.


__ADS_2