
Sangat banyak ujian dalam pernikahan,, ada yang diuji dengan kemiskinan, ada yang diuji oleh orang ketiga, ada yang diuji oleh rasa cinta, ada yang diuji oleh harta yang berlimpah serta ada juga yang diuji dengan mertua yang sangat jahat tanpa perasaan. Selama ini Mentari dan Ujang merasa hidupnya sudah sempurna,, tak ada halangan,, tak ada rintangan,, mereka selalu hidup bahagia dan tidak pernah merasakan ujian badai yang begitu besar dalam pernikahan mereka.
Mentari yang sangat manis,, Mentari yang penurut,, serta Ujang yang sangat penyayang dan juga penuh tanggung jawab, membuat mereka hidup bahagia dengan ketiga orang anak mereka. Tak ada hal yang berarti yang membuat mereka bertengkar,, selama ini hidup mereka selalu nyaman-nyaman saja.
Malam telah larut,, Mentari sudah masuk ke alam mimpi bersama tiga orang anak mereka, sementara Ujang masih termangu di luar rumah menatap langit yang kelam, Ujang menatap ke arah Bukit di mana rumahnya telah menjadi abu. Sungguh rasanya begitu aneh dia berusaha untuk mengikhlaskan semuanya, tetapi di dalam hatinya dia harus mencari kebenaran agar menemukan keadilan termasuk menangkap pelaku yang menurutnya benar-benar sangat jahat itu. Ini bukan masalah harta,, bukan masalah uang,, bukan juga masalah gudang,, tapi masalah kenangan peninggalan orang tua Ujang yang tidak bisa diganti oleh apapun.
Jam dua dini hari ketika malam semakin hening,, Ujang memutuskan untuk masuk ke dalam rumah kembali, dia merebahkan tubuhnya di samping Mentari, yah dia hanya perlu mendinginkan kepalanya untuk sejenak, kemudian mencari cara untuk menemukan para pelaku yang telah menghancurkan dan membakar rumahnya.
Di lain tempat seorang wanita yang begitu licik sedang bersitegang dengan seorang laki-laki di mana laki-laki itu adalah suaminya sendiri.
"Kan aku sudah katakan pada kamu jangan lagi ikut campur urusan pekerjaan ku Ryan,, aku tidak pernah membebani kamu dengan banyak hal Ryan selama ini,,, aku hanya meminta kepada kamu agar kamu tetap diam saja dengan apapun yang terjadi di luaran sana, kamu tidak perlu ikut campur Ryan,, cukup duduk diam saja biar aku yang kerjakan semuanya,, karena semakin kamu ikut campur maka semakin tidak bagus hasil kerjaku," ucap Angelica yang benar-benar sangat kesal saat ini pada suaminya yang terlalu ikut campur menurut Angelica.
Pria yang dipanggil dengan nama Ryan itu,, hanya bisa mengelus dadanya begitu mendengar omelan istrinya itu.
"Menjadi orang yang sukses itu tidak harus melakukan sesuatu hal yang salah Angelica,, kamu jangan seperti itu karena itu adalah perbuatan yang tidak baik jika kamu terus memaksa orang untuk mengikuti kemauan kamu, untuk apa kamu melanjutkan pembangunan hotel itu bila orang itu tidak mau menjual tanahnya,, sebaiknya kamu cari tempat lain saja jangan memaksa orang lain jika dia memang tidak mau," ucap Ryan.
"Ryan,, bukannya kamu yang lebih tahu diriku? kamu tahu betul kan bagaimana aku, aku Angelica wanita yang tidak akan pernah mundur untuk mendapatkan apapun yang aku inginkan, jika aku menginginkan itu maka harus aku dapatkan dengan cara apapun mau cara baik-baik ataupun tidak,, termasuk keinginan untuk mendapatkan dirimu pernah, kamu lihat sendiri kan walaupun hubungan kita ditentang,, pernikahan kita jelas-jelas ditentang oleh kedua orang tuaku tapi aku tidak pernah menyerah untuk bisa bersama dengan kamu,,, kamu lihat sendiri kan sekarang aku bisa mendapatkan restu orang tuaku,, aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan," ucap Angelica lagi sambil melihat Ryan yang tampak sedang menasehati dirinya.
__ADS_1
"Tapi itu adalah sesuatu yang berbeda Angelica,, jangan samakan itu dengan yang terjadi sekarang jelas-jelas itu berbeda," ucap Ryan.
"Sudahlah Ryan!!! jangan banyak bicara aku malas mendengarkan ucapan mu,, yang jelas-jelas kamu sudah tahu bagaimana sifat aku,, Ryan," ucap Angelica yang semakin marah pada Ryan.
Ryan tidak berdaya menghadapi keras kepalanya Angelica yang dari dulu memang Ryan sudah tau bagaimana keras kepalanya wanita itu,, namun Ryan sudah sangat jatuh cinta pada wanita keras kepala itu hingga ingin menikahinya meskipun ditentang dengan jelas oleh orang tua Angelica waktu itu.
"Oh yah Ryan,, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada kamu kalau Papa masih menuntut untuk kita segera memiliki anak,, kamu tahu sendiri kan perusahaan besar milik keluarga ku tentu membutuhkan pewaris,, aku ini anak satu-satunya Ryan,, dan Papa ingin aku segera hamil,, mempunyai anak sesegera mungkin supaya anakku itu bisa menjadi penerus perusahaan nanti," ucap Angelica lagi sambil melihat Ryan yang ekspresi wajahnya seketika langsung berubah begitu mendengar keinginan Ayah Angelica karena Ryan tidak bisa mewujudkan keinginan itu.
Ekspresi Ryan berubah menjadi sangat keruh mendengar ucapan Angelica.
"Kenapa kamu membahas ini lagi? bukankah ini sudah selesai? kamu tahu kan aku tidak mungkin bisa memberikan kamu anak Angelica,, aku juga ingin memberikan kamu anak tapi mau di apa aku sedang menderita penyakit jadi tidak bisa memenuhi keinginan kamu itu," ucap Ryan.
Ryan tampak sangat termangu saat ini.
"Cobalah untuk berpikir juga Ryan,, apa yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan yang disampaikan oleh Ayahku itu? kamu tahu sendiri kan Ayahku tidak mungkin bermain-main dalam mengatakan hal itu,, karena dia memang dari dulu sudah sangat menginginkan cucu dari anak satu-satunya," ucap Angelica.
"Aku sama sekali tidak memiliki solusi untuk itu Angelica, jangan lagi mendesak terhadap sesuatu yang jelas-jelas tidak bisa aku lakukan, yang tidak mungkin aku berikan kepadamu,, tolong paham lah!!! bukankah kita sudah cukup dengan cinta selama ini?" ucap Ryan sambil melihat Angelica.
__ADS_1
"Bagi aku memang cukup dengan cinta Ryan,, tapi bagi Papa tentu tidak sama sekali, kamu tahu sendiri kan Ryan kalau aku tidak pernah punya pilihan terhadap diriku sendiri, anak adalah sesuatu hal yang sangat wajib untuk kita miliki supaya kekayaan keluarga menjadi kekal, berikan aku solusi Ryan,, jangan hanya menyerahkan perkara ini kepadaku," ucap Angelica.
Wajah Ryan semakin keruh saja, dia merasakan dirinya sangat tidak berguna saat ini.
"Aku tidak mungkin menceraikan kamu dan membiarkan kamu menikah dengan pria lain Angelica," ucap Ryan.
"Dan aku tidak mungkin bisa memiliki anak jika terus bersama kamu,, karena kamu tidak bisa memberikan aku keturunan," ucap Angelica.
Mendengar itu Ryan tersinggung,, dia mengusap wajahnya merasa sangat frustasi.
"Bayi tabung saja?" ucap Ryan spontan.
"Bayi tabung membutuhkan bibit," jawab Angelica.
"Kita bisa membelinya,, Angelica," ucap Ryan.
"Dari laki-laki lain kah?" ucap Angelica lagi.
__ADS_1
"Iya!!! setidaknya kita tidak perlu bercerai dan ayahmu tidak perlu tahu juga bahwa itu adalah anak siapa," ucap Ryan.
Angelica tampak terdiam,, dia menelaah apa yang diucapkan oleh Ryan, bagaimana supaya dia bisa mendapatkan anak? mungkin ini adalah jalan satu-satunya yang bisa mereka lakukan? yaitu memiliki anak tanpa bercerai dan mencari sebuah bibit unggul supaya dia bisa memiliki keturunan.