Memaksa Perjaka Tua Menikah

Memaksa Perjaka Tua Menikah
Tugas,,,


__ADS_3

Dia menatap wajahnya di cermin,, wajah cantik yang sempurna yang selama ini selalu menjadi kebanggaannya, tubuh yang tinggi semampai dan pinggang kecil dengan dua benda kenyal yang berisi, rambut yang indah terurai panjang, senyum yang bisa memikat siapapun yang memandang dirinya. Angelica tersenyum memandang dirinya sendiri yang dipantulkan oleh cermin di hadapannya.


Dia adalah wanita yang sempurna yang tidak memiliki cacat dan cela sedikitpun. Dia dilahirkan dari keluarga yang kaya raya dan dibesarkan dengan harta yang melimpah. Di samping itu dia juga merupakan seorang wanita yang selalu mendapatkan juara 1 di sekolah, menjadi idola oleh semua pria namun pilihannya jatuh pada Ryan.


Tadi pagi dia sudah mengirimkan alamat, sebuah lokasi yang dirasa cukup aman untuk berbicara dengan Ujang. Angelica memilah pakaiannya, mencari pakaian yang terbaik yang bisa membuat dia semakin bersinar dengan wajah cantiknya.


"Oh,, sebenarnya aku bukan orang yang jahat tapi pria sombong itu yang tidak bisa diajak bekerjasama,, patut diberi pelajaran," ucap Angelica dengan senyum iblis nya.


Ryan sudah kembali lagi ke Jakarta tadi pagi, pembicaraan memiliki anak dengan bayi tabung sudah final. Begitu sampai di kafe wanita itu tersenyum melihat siapa yang telah duduk di sebuah meja yang sudah dia pesan itu,, Ujang sudah datang lebih awal,,, benar-benar pria yang disiplin waktu.


"Oh,, tidak aku sangka kamu datang lebih cepat dari yang aku duga," ucap Angelica sambil membuka kacamata hitam dan menatap Ujang dengan tatapan berani.


Angelica menilai penampilan Ujang itu dari atas sampai bawah, dia tahu pasti dan bisa menilai apa yang berada di balik pakaian itu,, sayang sekali pria itu tidak bisa memakai busana yang tepat dan memanfaatkan ketampanannya secara baik.


"Sudah pesan minuman kah?" tanya Angelica.


"Tidak usah saya ke sini sudah mengisi perut saya terlebih dahulu," ucap Ujang dingin,, dia begitu muak dengan wanita iblis di hadapannya saat ini.


Angelica hanya tersenyum,, dia berusaha memancarkan pesonanya, rasanya berhadapan langsung dengan musuh yang kehidupannya sudah babak belur sungguh sangat memuaskan.


"Wah kalau begitu sayang sekali,, padahal menu disini sangat enak-enak," ucap Angelica.

__ADS_1


"Enak bagi anda,, belum tentu enak bagi saya," ucap Ujang dingin.


Angelica menaikkan sebelah alisnya, intinya pria ini sangat cerdas bisa memberikan sinyal kepadanya seolah-olah dia adalah pelaku yang menjadi penyebab kebakaran hutan itu padahal belum mendapatkan bukti yang akurat.


"Oh maaf," ucap Angelica.


"Untuk apa anda minta maaf? apa Anda telah melakukan suatu kesalahan yang begitu besar?" ucap Ujang.


"Tidak,, tidak apa-apa,, jadi apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Angelica.


Ujang menatapnya dengan tajam seolah ingin membunuh wanita itu dengan pandangannya, dalam hatinya dia sebenarnya sudah tidak tahan, andaikan Angelica adalah seorang laki-laki dia akan menghajar wajah itu sampai babak belur,, sayangnya Angelica adalah wanita,, tapi wanita yang memiliki sifat seperti iblis.


"Saya kesini hanya ingin mengucapkan selamat kepada anda, karena anda telah berhasil membuat saya jatuh miskin," ucap Ujang.


"Maksud anda apa?" tanya Angelica.


"Maksud saya adalah anda dalang dari semua kejadian yang menimpa saya," ucap Ujang.


"Wah sepertinya anda salah orang," ucap Angelica.


"Saya tidak pernah salah membedakan mana manusia dan mana iblis," ucap Ujang.

__ADS_1


Senyum di wajah Angelica langsung hilang, berganti dengan wajah keras dan sangat masam.


"Anda menuduh saya tanpa bukti apakah anda tidak takut dengan undang-undang pencemaran nama baik? saya bisa menuntut anda dengan kasus pencemaran nama baik," ucap Angelica.


"Sekarang saya tidak takut apapun lagi tidak usah berpura-pura bodoh,, mungkin saat ini saya belum mendapatkan bukti, tetapi jika saya berhasil membuat orang suruhan Anda membuka mulut, saya berjanji akan membuat anda menyesal seumur hidup," ucap Ujang.


Mendengar itu Angelica malah tertawa.


"Oh anggap saja kamu benar,, tapi kamu tahu tidak, hukum di Indonesia ini tidak semanis itu, apalagi ketika kamu bergerak tanpa mengandalkan uang," ucap Angelica.


"Jika hukum di Indonesia tidak bisa seperti itu,, maka hukum rimba yang akan berjalan," ucap Ujang.


Ekspresi wajah Angelica semakin keruh,, wanita itu merasa sangat sakit hati dengan ucapan tajam yang keluar dari mulut di Ujang.


"Saya ke sini tidak menuntut ganti rugi atas apa yang telah terjadi, karena saya belum menemukan bukti yang valid terkait dengan kebakaran hutan,, gudang perabot dan rumah saya, tapi otak dan hati saya bisa menilai siapa pelaku dari kebakaran itu, saya tidak pernah memiliki musuh, saya tidak pernah bersitegang dengan orang, Anda adalah orang satu-satunya yang membuat saya bisa membenci yang namanya manusia, permisi!!!" ucap Ujang lalu bangkit tanpa menunggu persetujuan dari Angelica,, Ujang melangkah keluar.


Sepeninggalan Ujang,, Angelica memukul meja dengan keras, dia tidak peduli dengan tetapan ingin tahu para pengunjung kafe di siang itu.


"Kurang ajar!!! laki-laki kurang ajar,, laki-laki miskin,, sudah miskin masih saja tidak tahu diri,, pria sombong yang baru kali ini aku temui," ucap Angelica.


Angelica menahan nafasnya yang terasa memburu karena saking jengkelnya terhadap Ujang. Beberapa menit kemudian dia mengeluarkan ponselnya,, menghubungi seseorang yang menjadi andalannya selama ini. Sebagai wanita yang sangat berkuasa dia memiliki segalanya untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuannya.

__ADS_1


"Halo,, saya ingin memberikan kamu tugas yaitu patahkan kaki seseorang," ucap Angelica lalu menutup panggilan telepon dan Angelica tertawa senang.


__ADS_2