Memaksa Perjaka Tua Menikah

Memaksa Perjaka Tua Menikah
Terpesona!!!


__ADS_3

"Tidak ada pilihan lain Angelica, kamu harus memiliki anak, perusahaan akan dalam bahaya jika kamu tidak memiliki keturunan biar satupun, karena kamu anak tunggal Angelica,, kamu harus memiliki anak kandung untuk meneruskan perusahaan ini nantinya," ucap pria tegas yang memiliki rambut agak keabuan itu, tapi masih tampak gagah di usianya yang tentu tidak lagi muda, pria itu tidak lain adalah Ayah Angelica,, Ayah yang dulu sangat susah diminta restunya oleh Angelica untuk menikah dengan Ryan, pria yang dia cintai namun berasal dari keluarga yang sederhana.


Angelica sudah sungguh sangat bosan dengan pembicaraan yang itu-itu saja, Angelica memang ingin memiliki anak tapi Ryan belum bisa memberikan dia anak entah kapan Ryan bisa memberikan dia anak,, sehingga membuat Angelica begitu kesal dan bosan jika ayahnya mulai membahas masalah anak.


"Papa tau pasti aku tidak akan mendapatkannya,, atau aku juga tidak tau pasti kapan baru aku bisa mendapatkannya,, Ryan bukan pria yang sempurna Pa,, dia sedang sakit,, aku lelah jika harus mengatakan ini terus menerus,, Papa," ucap Angelica lagi.


Pria paruh baya itu langsung menatap Angelica dengan tatapan penuh ketegasan, biar bagaimanapun anaknya itu harus memiliki keturunan,, anaknya harus memiliki anak kandung dia tidak ingin anaknya mengadopsi seorang anak untuk menjadi penerus.


"Yang mandul itu suamimu Angelica bukan kamu, bagiku ini bukan perkara yang sulit sama sekali ini sangat mudah, kamu tinggal bercerai saja dengan dia, lalu menikah lagi dan mendapatkan anak,, apa susahnya?" ucap Ayah Angelica.


"Papa," ucap Angelica yang terkejut begitu mendengar ucapan ayahnya, selama ini Angelica memang tahu ayahnya itu tak pernah menyukai Ryan meskipun telah memberikan restu pada mereka untuk menikah,, tapi ayahnya masih tetap tidak menyukai suaminya itu, restu dari ayahnya hanyalah keterpaksaan semata saja demi rasa cinta sang ayah kepada putrinya yaitu Angelica,, makanya dia memberikan restunya meskipun sangat terpaksa.


Ayahnya lalu menatap keluar gedung, terlihat jelas tatapan mata tajam seorang pengusaha yang tak pernah mau mundur dalam perkara keuntungan dan dari situlah Angelica mewarisinya,, Angelica juga hampir sama dengan ayahnya kalau dalam masalah keuntungan,, apapun akan Angelica lakukan demi mendapatkan keuntungan itu termasuk mengorbankan orang lain.


"Apa yang kamu harapkan dari Ryan itu Angelica? dia adalah pria yang tidak punya apa-apa, pria sederhana tidak bisa memberikan kamu apa-apa dan lebih parahnya lagi dia tidak bisa memberikan kamu anak padahal kamu sangat membutuhkan anak," ucap ayah Angelica tegas.


"Papa," ucap Angelica dengan nada yang tinggi.

__ADS_1


Ayahnya menatap Angelica.


"Yang Papa bicarakan itu adalah suami Angelica,, kenapa Papa sangat tega mengatakan hal itu," ucap Angelica sambil menatap ayahnya juga.


"Iya Angelica dia memang suamimu lebih tepatnya suami yang tidak berguna sama sekali,, kenapa dia tidak sadar diri juga dan memilih langkah untuk berpisah dengan kamu,, kamu sangat mudah bukan jika dia meminta berpisah dengan kamu,, dia seharusnya sadar diri kalau aku jadi dia aku sudah pasti minta pisah sama kamu,, karena tidak bisa membuat kamu bahagia dengan memberikan kamu anak, kalau dia memang benar-benar mencintai kamu, dia tentu akan memberikan keputusan yang terbaik untuk masa depan kamu Angelica,, dia itu hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan kamu yang membutuhkan keturunan sebagai penerus perusahaan ini,, Papa semakin yakin dia hanya ingin menumpang hidup sama kamu Angelica,, dia tidak benar-benar tulus mencintai kamu,, dia hanya ingin hidup enak saja tanpa susah payah untuk kerja," ucap Ayah Angelica yang benar-benar marah karena sampai saat ini anaknya belum juga bisa hamil.


"Ryan bukan pria seperti itu Ayah,, dia pria yang sangat baik kalau masalah anak,, apa tidak bisa melalui bayi tabung saja?" ucap Angelica.


"Tidak boleh sama sekali Angelica,, anak itu harus keturunan dari keluarga kita," ucap Ayah Angelica lagi dengan tegas.


Angelica terlihat sangat frustasi, ini adalah pilihan yang sangat sulit,, harus memiliki anak dari suami yang mandul tentu itu sangat tidak mungkin, bukan? Angelica merasakan otaknya tiba-tiba memanas dengan pembahasan mereka barusan, dia selalu saja tidak memiliki pilihan dalam hidupnya, hidupnya selalu saja dihadapkan dengan keadaan yang sulit.


##########


Mentari baru saja menjemur pakaian yang baru selesai dicucinya, lalu tiba-tiba dia mendengar suara deru mobil Angelica yang terdengar di halaman rumah mereka yang begitu luas, Mentari dengan cepat menyambut Angelica,, saat ini Mentari merasakan antara cemas dan senang,, cemas jika nanti Ujang semakin marah padanya dan senang saat melihat Angelica menunjukkan sebuah kantong belanjaan padanya.


"Selamat pagi Tari,, aku punya sesuatu untuk kamu," ucap Angelica sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


Mentari tidak tahu harus berbuat apa sekarang, mengusir Angelica yang sudah repot-repot membawakan sesuatu untuknya,, Mentari tahu itu adalah sesuatu yang sangat tidak sopan jika dia mengusir Angelica yang sudah datang membawa sesuatu untuknya.


"Jadi boleh aku masuk?" tanya Angelica lagi begitu melihat Mentari hanya bengong saja seperti sedang memikirkan sesuatu.


Mentari pun tersenyum,, dia hanya bisa pasrah saja,,, pasrah atas apa yang akan terjadi selanjutnya, mungkin ini adalah kesempatan terakhir untuk Angelica, apa salahnya dia berbaik hati,, bukan?


"Wah lucunya anakmu, dia sangat tampan," ucap Angelica sambil mengelus pipi tembem Azzam yang sedang belajar duduk saat ini,, dia begitu sangat iri dengan Mentari yang begitu sangat mudah mendapatkan anak, Mentari saat ini terlihat masih seperti gadis tapi sudah memiliki tiga anak saja,, sedangkan dirinya yang sudah tua belum memiliki anak biar satupun,, jiwa iri begitu menggebu-gebu dalam diri Angelica.


"Siapa yang bertamu?" tanya suara bariton itu yang langsung mengalihkan pandangan mata dua wanita yang sedang duduk itu,, mereka berdua langsung melihat kepada Ujang, Mentari merasa tidak enak sedangkan Angelica langsung menatap dengan penuh kagum pada Ujang.


Ujang yang baru selesai mandi muncul dalam keadaan tidak siap, dengan hanya berbalut handuk saja yang menggantung rendah di pinggulnya,, dada bidang yang begitu kokoh dan berwarna coklat yang ditaburi dengan bulu halus, rambutnya yang basah masih meneteskan air sisa mandi yang mengalir di lehernya dan turun menjelajah ke dada dan perut lalu menghilang dibalik handuk putih itu.


Ujang yang langsung sadar dengan keadaan seketika masuk ke dalam kamar, dia memang mendengar suara deru mobil tapi tidak menyangka bahwa yang datang adalah Angelica, karena ini masih terlalu pagi untuk wanita itu datang bertamu.


Sementara Angelica masih benar-benar terpaku dengan wajah yang sulit diartikan, baru kali ini dia menyadari,, pria sombong itu begitu gagah dan seksi dengan penampilannya begitu. Mengingatkan Angelica pada sosok top model pria internasional yang begitu maskulin dan juga misterius.


Mentari langsung berdehem merasa tak enak, sebagai wanita yang teramat peka, dia tahu betul apa arti dari tatapan itu. Tentu saja tatapan terpesona akan daya tarik seorang Ujang, daya tarik yang sangat kuat yang berhasil membuat dia jatuh cinta, daya tarik yang membuat Marni bertingkah gila,, atau daya tarik yang membuat wanita sekelas Indri yang masih muda belia itu patah hati.

__ADS_1


"Oh maaf," ucap Angelica yang tersadar dan buru-buru minum air putih karena mendadak merasa sangat haus.


__ADS_2