Memaksa Perjaka Tua Menikah

Memaksa Perjaka Tua Menikah
Rencana Angelica...


__ADS_3

"Papa masih ingat ketika aku menceritakan sebuah tanah yang sudah aku tawar dengan harga tinggi tapi pria itu tidak mau menjualnya? dan malah bersikukuh akan mempertahankan tempat itu padahal posisinya sangat menghambat hotel yang akan aku bangun," ucap Angelica.


"Oh yah Papa ingat tentang pria sombong yang kamu katakan tidak peduli dengan uang itu kan?" ucap Angelica.


"Papa betul!!! sebenarnya aku sudah berbaik hati mendekatinya dan memberikan beberapa penawaran yang mungkin untuk ukuran tanah itu, tidak mungkin hargai segitu aku memberikan harga miliaran agar dia bisa menjual tanahnya, supaya bangunan hotel tidak terhambat, karena posisi tanahnya yang menghalangi pandangan dan menjorok ke depan," ucap Angelica.


"Lalu bagaimana? apakah pria itu berubah pikiran setelah ditawari harga yang begitu mahal?" tanya Ayah Angelica.


Angelica menggeleng dan tersenyum masam, rasanya membicarakan Ujang adalah pembicaraan yang sangat menyebalkan, mengingat betapa jengkelnya pria itu menyambutnya setiap dia datang ke sana.


"Apakah menurut Papa aku jahat? aku telah memberikan penawaran agar sama-sama tidak dirugikan, jika pria itu tidak menjualnya maka akan berimbas pada hotel yang akan aku bangun. Apa aku jahat jika mengambilnya secara paksa?" tanya Angelica.


"Apa maksudmu?" tanya Papa Angelica tidak paham.

__ADS_1


"Aku telah menyuruh beberapa orang untuk membakar hutan yang menjadi penghalang dari bangun hotel ku, tetapi sayangnya api malah merambat ke gudang kayu dan membakar rumahnya juga," ucap Angelica.


Sejenak Papa Angelica terkejut.


"Aku memiliki beberapa kerugian di sini jika tanah itu tidak berhasil jatuh di tanganku, kerugian yang sangat banyak aku telah membeli tanah di sampingnya dengan harga yang tidak sedikit, gara-gara hutan jati yang sembrawut, membuat suasana hotel menjadi seperti murahan, sehingga tidak laku dan tidak menarik, imbasnya tentu saja tidak akan dikunjungi, kerugian di masa depan sangat besar," ucap Angelica lagi.


"Setidaknya kamu sudah berbuat baik menawarkan harga yang berkali lipat dari harga yang seharusnya, dia menolak berarti dialah yang bodoh dan jika kamu membakar hutannya demi menyelamatkan investasi mu, aku rasa itu tidak masalah sama sekali. Dan masalah api yang merembet membakar gudang dan rumahnya kan bukan karena salahmu, itu di luar dari kendali mu," ucap Papa Angelica.


"Dari dulu Papa sudah bilang,, suamimu itu tidak memiliki kecerdasan apa-apa, dia hanya bisa numpang hidup dan menghalangi setiap kemajuan yang kamu lakukan," ucap Papa Angelica lagi.


Angelica tidak menjawab untuk kali ini dia sependapat dengan Papanya tapi sayangnya dia tetap mencintai pria itu.


###############

__ADS_1


Siangnya,, Angelica bertemu dengan tiga orang yang berwajah sangar, mereka adalah orang yang menjadi kepercayaannya selama ini. Angelica sadari dia mungkin bukan orang yang baik, dia bukan tipe orang yang selalu mengutamakan kepentingan orang lain, dia adalah wanita ambisius yang akan melakukan apapun untuk mencapai yang dia inginkan.


"Aku akan mengirimkan identitas pria ini kepada kalian dan aku akan memberikan uangnya secara penuh setelah kalian berhasil melakukan pekerjaan kalian. Pekerjaannya tidak banyak, kalian cukup membuat dia cidera dan tidak bisa bekerja selama beberapa bulan," ucap Angelica dengan senyum miringnya.


"Itu adalah perkara kecil," ucap salah satu pria yang memiliki jenggot dan kumis yang tebal, dengan rambutnya yang keriting,, tubuhnya besar berkulit hitam dan berotot.


"Jangan membuat pria itu mati yang aku butuhkan, kau hanya cukup mematahkan salah satu kakinya atau kedua kakinya tetapi masih dalam tahap yang bisa dapatkan kesembuhan," ucap Angelica.


Ketiga pria itu mengangguk-angguk karena bagi mereka pekerjaan ini sangatlah enteng. Angelica menyodorkan amplop tebal itu dan diterima dengan wajah yang berbinar, setelah mengucapkan terima kasih mereka segera meninggalkan kafe itu.


Angelica mungkin merasa dirinya sudah sangat keterlaluan, mungkin dia sudah sangat jauh melangkah menyakiti pria itu, tapi dia adalah Angelica, dia akan menyayangi seseorang yang dia sayangi dengan sepenuh hatinya dengan mengorbankan jiwa raganya, seperti dia mencintai Ryan. Bagaimanapun orang menentang pernikahan mereka, dia tetap berjuang untuk pernikahannya dengan Ryan. Akan tetapi dia bukan wanita yang akan membiarkan orang yang dibencinya begitu saja, dia akan memberikan pelajaran kepada orang yang dibencinya supaya mereka paham seberapa besar kekuasaan Angelica.


Baginya Ujang adalah pria yang sangat sombong,, kampungan dan tidak tahu diri. Seharusnya dia merasa cukup dengan uang miliaran itu, tapi dia malah menantangnya dan mengatakan bahwa dia tidak akan menjual tanah itu walaupun pedang berada di atas lehernya, bagaimanapun dia bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika pria itu sudah kehilangan segalanya, cukup dengan satu cara yaitu melenyapkan perasaan orang yang sangat dicintainya. Salah satunya membuat Mentari meninggalkannya. Karena Angelica tahu cinta seorang wanita tidak seperti dongeng yang mengatakan akan menerima apa adanya. Cinta seorang wanita adalah uang dan kekuasaan. Seperti Mentari yang biasa dimanja dan biasa serba ada, maka yang akan membuat dia merasa kehilangan adalah kehilangan uang bukan kehilangan Ujang.

__ADS_1


__ADS_2