
Akhirnya tiba waktu nya dimana mereka berempat akan jalan bersama. Seperti yang dijanjikan, Fajar menjemput Widya tepat waktu. Bahkan sebelum waktunya, dia sudah duduk manis di kursi yang ada di ruang tengah rumah Widya.
"Jar, gak kecepetan kamu dateng jam segini?Kan aku bilang jam 9an, itu berati kalo gak jam 9 ya paling engga 1/2 10 kamu baru nyampe di sini. Lah ini baru juga jam 1/2 9, itu juga kurang. Udah ada di sini aja!!" Gerutu Widya panjang lebar tanpa jeda, untung saja dia gak kegigit atau keseleo lidah mungkin. Sedangkan Fajar hanya diam tersenyum mendengarkan ocehan dari gadis di depannya itu.
"Udah, ngomel nya?"ucap Fajar terkekeh.
"Ish, siapa yang ngomel?!"kembali menggerutu karna yang diomeli bersikap tanpa ada rasa bersalah.
"Haha, kamu aneh ya. Harusnya bagus dong, kalau aku dateng nya lebih awal dari waktu yang ditentukan. Jadinya gakkan telat. Bener gak?"ujar Fajar dengan santai nya.
"Iya emang, tapi kan aku belum siap-siap. Mandi juga belum, " seru Widya dengan masih agak kesal.
"Kamu belum mandi?pantes dari tadi aku nyium bau yang gak enak!" ucap Fajar sambil mengibas-ngibaskan tangannya tepat di depan hidung nya.
"Ah, masa sih?"tanya Widya polos, sambil mencoba mencium aroma tubuh nya sendiri.
"Iya beneran deh," jawab Fajar menahan tawanya.
"Heumm, kamu sih dateng nya kecepetan. Yaudah aku mau mandi dulu, gak apa-apa kan aku tinggal dulu?Gakkan lebih dari 2jam kok...heheh"ucap Widya nyengir, sambil segera berlari ke kamarnya.
"Haha dasar kamu!!" Fajar pun tertawa melihat tingkah Widya.
Dari dulu, Fajar sudah memendam rasa terhadap Widya. Gadis ceria juga polos, apalagi di kelas selalu menjadi siswi yang mendapat peringkat yang bagus. Meski Fajar juga termasuk siswa yang berpestasi, tapi tak cukup membuat dia berani untuk lebih dekat dengan Widya. Baru kali ini, dia bisa dekat dengan Widya.
Tak lebih dari 30menit, Widya sudah kembali menemui Fajar dengan tampilan yang cukup rapi dan cantik. Widya mengenakan kaos polos berlengan panjang berwarna army. Dipadukan dengan bawahan celana jeans hitam, dan sepatu kets kesayangannya yang berwarna senada dengan kaos yang dia pakai. Tak lupa, Widya membawa tas selempang kecil di pundaknya. Widya tak suka memakai make up tebal, cukup memoleskan sedikit krim wajah dan bedak juga liptin di bibirnya, sudah membuat nya terlihat cantik. Untuk rambutnya, dia hanya mengikatnya asal namun tetap terlihat rapi.
Sederhana tapi tetap terlihat cantik. Membuat yang melihatnya pun terpana. Iya, Fajar yang kini melihat Widya dengan tampilan seperti itu, malah bengong tanpa melepaskan tatapannya pada Widya.
"Jar, mau berangkat sekarang?"tanya Widya, menghampiri Fajar yang masih menatapnya terpukau.
"Kamu cantik, Wid!"gumam Fajar pelan tanpa sadar.
"Apa Jar?Kamu ngomong apa?" tanya Widya, yang tak jelas mendengar ucapan Fajar. Membuat Fajar tersadar dari lamunannya.
"Eh? Enggak kok, udah siap?Yuk, berangkat sekarang aja. "Ajak Fajar gugup.
__ADS_1
"Pamit dulu kali Jar!" ucap Widya, menghentikan langkah Fajar yang sudah menuju pintu.
"Eh iya lupa, maaf Wid!" seru Fajar menggaruk tengkuknya, menahan malu.
Mereka pun pergi, setelah berpamitan kepada ayah dan bunda. Menggunakan sepeda motor yang selalu Fajar pakai ke sekolah. Rencananya, Fajar akan meminta sesuatu pada Widya. Bukan, meminta menjadi pacarnya, dia belum cukup berani untuk meminta itu pada Widya.
Di kostan Irda..
"Sayang, belum beres?Mau berangkat jam berapa kita?"tanya Sandi sedikit teriak, karna posisi dia berada di teras kamar Irda.
"Sebentar lagi sayang, tunggu ya!" jawab Irda yang juga sama teriak dari dalam kamarnya.
"Mau ke taman aja dandannya lama banget sih!"gerutu Sandi pelan.
Sandi sudah menunggu di teras kamar Irda selama kurang lebih 30menit. Namun, yang ditunggu belum juga menampakkan diri setelah tadi membukakan pintu. Inilah yang Sandi tak suka, menunggu perempuan dandan. Biasanya Sandi datang, bila Irda sudah menelfonnya untuk dijemput. Tapi, karna sekarang dia akan jalan bersama Widya juga, membuatnya menjadi lebih semangat untuk pergi, tanpa menunggu ditelfon Irda terlebih dulu.
"Kamu sih datengnya kecepetan, kenapa gak sabar ya, pengen cepet-cepet ketemu sahabat kamu itu?" tanya Irda dengan nada bercanda. Namun kenyataannya, Irda memang merasa Sandi seperti itu.
"Apaan sih?!Udah siap kan, hayu kita berangkat sekarang." Ajak Sandi datar. Dan mereka pun akhirnya pergi menuju taman yang sudah dijanjikan sebelumnya.
Setelah 30menit di perjalanan, akhirnya Widya dan Fajar tiba di taman. Fajar pun memarkirkan terlebih dulu motornya, di tempat yang sudah disediakan. Lalu mereka pun mulai berjalan mengitari taman itu, karna Sandi dan Irda belum tiba.
"Belum, mungkin masih di jalan."jawabnya datar.
"Jadi, kayak kita yang lagi jalan ya Wid?!"ucap Fajar tersenyum
"Mm, iya juga yah. Mereka yang ngajak, tapi malah kita duluan yang dateng." Widya hanya bisa menghembuskan nafas pelan. Bosan menunggu yang belum juga datang.
"Wid, kamu inget kan sama permintaan aku?"tanya Fajar tiba-tiba.
"Permintaan?yang mana.?" tanya Widya bingung.
"Permintaan, sebagai balasan karna Aku mau ikut sama kalian." jelas Fajar.
"Ouh iya Aku inget kok, tapi kamu kan belum nyebutin permintaannya apa?" tanya Widya sambil menatap Fajar penasaran.
__ADS_1
"Emm, tapi kamu harus mau ya Wid!" ucap Fajar tegas.
"Harus?Kalo aku gak mau atau gak bisa gimana?" tanya Widya mulai ragu dengan permintaan Fajar.
"Kamu pasti bisa, gak susah kok dan gak aneh-aneh juga. Kamu tenang aja Wid!" ucap Fajar meyakinkan.
"Iya deh, terus apa permintaannya?Cepet kasih tau, jangan bikin penasaran aja!"tanya Widya, semakin penasaran.
"Aku cuman pengen....." ucapan Fajar terpotong karna hp Widya yang berbunyi, tanda ada panggilan masuk yang meminta untuk segera diangkat.
Drttt
Drttt
Drtttt
"Eh, bentar aku angkat dulu!" ucap Widya, sambil menggeser tombol hijau di hp nya. "Iya San?Oh, aku sekarang udah di dalem. Lagi duduk di bangku deket pancuran. Oke!" Widya pun mematikan sambungan telfonnya.
"Sandi?"tanya Fajar, yang dijawab anggukkan oleh Widya.
"Jadi, kamu pengen apa Jar?"kembali Widya bertanya.
"Emm, aku.. aku..." ucapan Fajar kembali terpotong.
"Widya!" panggil Sandi dari arah sebrang mereka, membuat Widya mengalihkan tatapannya pada Sandi dan Irda yang semakin mendekati posisi mereka.
"Susah banget sih mau ngomong aja!"gerutu Fajar dalam hati.
"Hai!! Udah lama nunggu ya?Maaf yaa.." ucap Irda, mencoba untuk akrab.
"Gak apa-apa kok, kita juga baru nyampe." Jawab Widya tersenyum.
"Kirain kamu sendiri, ternyata sama dia..oya, aku lupa nama kamu siapa?"kembali Irda, berucap menatap Fajar.
"Iya aku nemenin Widya, namaku Fajar." Jawab Fajar datar.
__ADS_1
"Oyah, jadi kalian beneran pacaran ya?"ucap Irda lantang.
jangan lupa like nya dan komen nya 🙏🙏