Mencintai Sahabatku Sendiri

Mencintai Sahabatku Sendiri
5


__ADS_3

Saat malam pun tiba, waktu sudah menunjukkan pukul 7 tepat. Widya pun bersiap untuk makan malam bersama orangtua nya.


"Bunda masak apa?" tanya ayah saat baru saja duduk di kursi ruang makan.


"Bunda masakin kesukaan ayah dong tentu nya!" jawab bunda tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ish bunda genit!" Seru Widya yang baru datang, kebetulan melihat tingkah bunda nya yang menurutnya genit.


"Yaa gak apa-apa dong sayang, genit sama suami sendiri!" terkekeh bunda semakin membuat Widya merasa uwuw.


"Iyain deh biar cepet.." pasrah Widya tak lagi menghiraukan sikap bunda nya itu.


"Nanti juga kamu bakalan kayak bunda, kalo udah nikah." Tiba tiba ayah berucap, membuat Widya tersedak. Karna dia sedang minum air di gelas nya.


uhuk uhuk uhuk


"Pelan-pelan dong sayang minum nya" ucap bunda seraya menepuk-nepuk punggung Widya.


"Abisan ayah ngomongin nikah, Widya kan masii mudaa!" Widya pun manyun, tak suka.


"Yakan ayah bilang nya nanti sayang, bukan sekarang atau besok!" kata ayah tersenyum menggoda.


"Udah udah, ayo makan ah!" seru bunda, mengambilkan nasi dan lauk nya ke piring ayah.


Makan malam pun telah usai, kini mereka tengah berkumpul di ruang tv. Menonton sinetron kesukaan bunda. Sedangkan Widya, berulang kali melihat jam di layar hp nya menunggu kedatangan seseorang yang telah berucap akan datang. Iya Sandi, Widya menunggu kedatangan Sandi. Namun yang ditunggu, tak juga menampakkan diri.


"Katanya mau dateng, udah jam 8 tapi belum nongol juga.. kemana sih kamu?" gumam Widya dalam hati, sambil melihat room chat nya dengan Sandi. Ingin mengirimkan pesan, namun ragu.


"Ayah bunda, Widya ke kamar duluan ya, udah ngantuk" Ucapnya lesu.


"Yaudah, selamat tidur sayang" seru bunda sambil mencium pipi dan kening nya. Begitu juga dengan Ayah.


Widya pun masuk ke dalam kamar. Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk nya. Sambil terus menatap layar hp nya, dia bergumam menggerutu karna Sandi tak juga datang.

__ADS_1


"Kamu kok jadi jauh sih San, apa pacar kamu gak suka kamu main sama aku? Kok aku sedih ya San, apa aku salah kayak gini?" gumam nya masih menatap layar hp yang menampilkan foto Sandi.


Tiba tiba ada pesan masuk.


*from Sandi


to Widya


Wid, maaf aku gak jadi dateng ke rumah. Aku harus nemenin Irda pergi. sekali lagi maaf ya.


"Jadi lagi sama Irda, pantes aja kamu gak dateng San.. Untung aja aku gak bilang sama ayah bunda..hhemmm" ucapnya kecewa. Widya tak membalas pesan dari Sandi, karna dia merasa kecewa Sandi telah membatalkan janjinya. Widya pun tertidur dengan perasaan yang sangat sedih.


Di tempat lain..


"Sayang makasih banget ya, aku tuu seneeeng banget tau gak!" seru Irda menggelayut manja di tangan Sandi.


"Iya samasama, aku juga seneng kalau kamu seneng. Tapi, sekarang kan udah malem, aku pulang dulu ya. Gak enak sama tetangga, kalau kelamaan disini." Kata Sandi sambil melepaskan tangan Irda dari tangannya.


Kini mereka sedang berada di halaman rumah tempat Irda kost.


"Yakan besok masih bisa ketemu sayang," jawab Sandi sembari mengelus pipi Irda lembut.


"Yaudah deh, kamu hati-hati ya pulang nya. Jangan ngebut-ngebut, dan langsung pulang!" tegas Irda pada Sandi.


"Iya iya langsung pulang kok, udah malem juga mau kemana lagi."jawab Sandi sedikit ragu. "Yaudah kamu masuk gih, aku pulang ya daah.." Sandi pun melajukan motor nya meninggalkan halaman rumah kost Irda.


"Untung aja kemarin sempet baca chat kamu sama cewek itu, jadinya aku bisa batalin niat kamu buat dateng ke rumah dia! Pokoknya, kamu gak boleh deket-deket lagi sama cewek itu! Kamu cuma milik aku seorang!"gumam Irda dengan yakin.


Irda gadis cantik yang manja. Tapi walaupun manja, sejak masuk SMA dia memutuskan untuk tinggal di kostan, sebenarnya sih agar dia bisa bebas. Iya bebas pacaran. Sebenarnya orantua nya masih belum mengizinkan Irda untuk pacaran, tapi mereka sangat percaya kalau Irda tak mungkin pacaran. Makannya mereka mengizinkan Irda untuk kost.


Sandi pov.


Hari ini, rencana nya aku bakalan dateng ke rumah Widya. Karna aku sudah lama tak pernah main ke rumah nya. Dan aku juga kangen sama dia. Tapi, aku harus membatalkannya, karna hari ini aku harus pergi sama Irda.

__ADS_1


"Widya pasti kecewa sama aku, maafin aku ya Wid. aku gak bermaksud buat kamu kecewa." gumamku, saat aku melihat tak ada balasan dari Widya.


Semenjak adanya Irda di hidupku, aku jadi jarang jalan sama Widya. Malah nyaris gak pernah. Waktuku ketemu sama dia cuman pas di sekolah aja, padahal biasanya aku selalu main ke rumahnya sepilang sekolah. Tapi, karna sekarang aku harus jemput Irda di sekolahnya mau tak mau aku harus merelakan Widya pulang dengan Fajar. Ya, Fajar si ketua kelas yang entah kenapa dia jadi deket sama Widya.


Aku tahu, selama ini Fajar yang selalu antar jemput Widya. Dan ada perasaan aneh yang ku rasakan saat ngeliat Widya duduk di belakang Fajar sambil memeluknya. Padahal, dulu aku yang selalu dia peluk Kll lagi di atas motor.


Hugh, rasanya ada sesuatu di dadaku yang membuatku sesak saat melihat Widya dekat dengan Fajar. Tapi, aku tak tahu perasaan apa itu.


authar pov.


Kini Widya sedang duduk di kursi di kelasnya, sambil membaca buku pelajaran yang akan dipelajari di jam pertama kelasnya. Saking serius nya membaca, dia tak menyadari kehadiran Sandi yang sudah duduk di kursi samping dirinya.


"Ekheem.." Sandi pun berdehem, karna Widya sama sekali tak menyadari kedatangannya.


Widya pun hanya menoleh sekilas, lalu kembali membaca bukunya.


"Wid, kamu marah ya sama aku?" kembali Sandi membuka suara. Widya masih tak menghiraukannya. "Wid ngomong dong, aku minta maaf ya karna semalem gak jadi dateng." masih terus berusaha.


"Kalau kamu gak ngomong, aku gelitikin nih!" mencoba untuk menggoda sahabatnya yang sedang merajuk. "Yaudah kalo gitu siap-siap yaa!" Sandi pun benar benar menggelitik Widya.


"Ih aahhaah yaa ampun Sandi, San ih haha." Widya pun teriak merasa geli namun juga kesal. "Iya iya aku maafin iihh udah ih!" seru nya karna sudah tak tahan merasa geli, sambil terus mencoba melepaskan tangan Sandi.


"Nah gitu dong, hehe." Sandi hanya cengengesan setelah menghentikan gelitikannya di perut Widya.


"Aku minta maaf banget ya, lain kali aku gak bakalan batal lagi deh!" sahut Sandi menunjukkan dua jari nya membentuk huruf v.


"Iya iya, gak usah janji janji..kalau mau dateng ya tinggal dateng aja kali San." ucap Widya mencoba untuk bersikap seperti biasanya.


Iya ya, biasanya kan aku dateng tak di jemput pulang tak diantar ya.." jawabnya nyengir.


" Ya kali kamu tu ja***ng, ishh ngerii!!" mereka pun tertawa bersama.


Tanpa mereka sadari, di kursi pojok belakang ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan tajam. Ada perasaan tak suka saat mereka tertawa selepas dan sedekat itu.

__ADS_1


"Kenapa aku gak bisa sedeket itu sama kamu Wid?" gumam nya dalam hati lirih, melihat kedekatan Widya dan Sandi di depannya.


__ADS_2