
Tak lama Widya menunggu Sandi di teras, mobil yang dikendarai Sandi tiba di depan pagar rumah Widya. Tanpa memasukkannya ke halaman, Sandi turun dari mobil dan masuk ke dalam halaman rumah, yang pagarnya sudah dibukakan oleh satpam. Sandi langsung menemui Widya yang masih diduduk di kursi sembari membaca materi yang akan dibahas di kelasnya hari ini.
"Pagi kak Kenny!"salam Sandi saat tiba di depan Widya dan Kenny yang memang daritadi menemani Widya.
"Pagi."jawab Kenny singkat dengan senyum tipis.
"Yuk Wid, berangkat sekarang!"ajak Sandi datar.
"Loh, gak masuk dulu San? Sarapan dulu, masih ada waktu kok."ucap Widya sedikit heran.
"Aku udah sarapan kok."
"Oh, yaudah. Kak, aku berangkat duluan ya."pamit Widya pada Kenny.
"Iya, kalian hati-hati."setelah itu Widya dan Sandi pun berjalan menuju mobil yang diparkir di depan pagar.
Saat tiba di depan mobil Sandi, tiba-tiba kaca di pintu kursi penumpang depan terbuka. Tentu hal itu membuat Widya kaget juga bingung, karna ternyata di sana Irda sudah duduk dengan manis.
"Hai Wid!"sapa Irda tersenyum ramah pada Widya.
"Eh? Hai Da, kamu ...?"Widya menatap Irda dan Sandi bergantian.
"Iya, tadi Sandi jemput aku Wid."jawab Irda masih dengan senyumannya. Widya hanya ber oh saja dan lekas membuka pintu belakang dengan perasaan yang sedikit sakit.
Sepanjang perjalanan, Widya hanya bisa jadi pendengar disaat Sandi asik mengobrol dengan Irda tanpa mengajak Widya dalam perbincangan mereka. Sungguh hal itu membuat perasaan Widya semakin sakit, dengan sikap Sandi yang tiba-tiba saja mendiamkan dirinya.
"Sandi kamu tuh kenapa sih? Tiba-tiba bersikap dingin gini sama aku, salah aku apa coba?"gumam Widya dalam hati, sembari melirik pada Sandi yang tengah tertawa bersama Irda.
"San, kamu tuh iseng banget tau gak? Kasian dong itu si Fikri, masa kamu kerjain kayak gitu!"ucapan Irda yang terdengar oleh Widya, mengalihkan pandangannya dari Sandi.
"Haha, biarin ajalah lagian mau nembak cewek pake cara begituan!"balas Sandi dengan tawanya.
__ADS_1
Akhirnya setelah 30 menit di perjalanan, mereka tiba di kampus. Sandi langsung memarkirkan mobilnya di tempat biasa dirinya parkir. Setelah mobil Sandi berhenti, Widya memilih untuk segera pamit keluar lebih dulu.
"San, Da aku duluan ya."Widya pun langsung membuka pintu mobilnya dan keluar berjalan cepat menuju kelasnya.
Sandi yang melihat kepergian Widya ada perasaan tak enak karna sudah mendiamkan Widya. Namun, dirinya masih kesal dengan kejadian kemarin.
"San, kok malah bengong? Yuk keluar, bentar lagi kelas kita mulai loh."ajak Irda lantas mereka berdua pun segera keluar dari mobil dan berjalan menuju kelas mereka.
Tak jauh dari tempat Irda dan Sandi, ada sepasang mata yang menatap ke arah mereka dengan tatapan tajam. Merasa tak suka dengan kedekatan mereka berdua.
"Gak akan aku biarin lagi kamu bersikap seenaknya Da.!"ucapnya dengan mengeratkan giginya kesal.
*
*
*
Jadwal mata kuliah Widya hari ini hanya 2 kelas, dan kini sudah waktunya untuk pulang. Waktu menunjukkan pukul 2 siang, biasanya Sandi sudah standbye di depan kelas Widya untuk pulang bersama. Namun, kali ini tak nampak keberadaan Sandi di depan kelasnya. Semakin membuat Widya merasa kecewa dengan sikap Sandi yang seperti itu.
Di tengah perjalanan menuju gerbang, Widya bertemu dengan Fajar yang juga sama-sama akan keluar menuju gerbang. Fajar pun menghentikan sepeda motornya di samping Widya.
"Wid!"panggil Fajar.
"Eh, hai Jar!"Widya pun berdiri di dekat motor Fajar.
"Kamu mau pulang? Kok sendiri, Sandi mana?"tanya Fajar heran karna biasanya Widya selalu bersama Sandi.
"Mungkin dia masih ada kelas. Aku lagi pengen cepet pulang aja, makannya gak nungguin."
"Oh gitu. Yaudah, yuk naik!"ucap Fajar sembari menyerahkan helm pada Widya.
__ADS_1
"Eh, aku mau naik bus aja Jar."tolak Widya merasa tak enak.
"Udah sih, naik aja aku anterin pulang. Buruan keburu hujan loh, udah mendung gini juga."
"Heumm ya udah deh, thanks ya Jar."Widya pun memakai helmnya dan segera naik ke atas motor Fajar.
Di lain tempat, Sandi dan Irda kini tengah berjalan menuju perpustakaan. Lagi-lagi Irda meminta Sandi untuk membantunya dalam mengerjakan tugas. Karna merasa tak enak untuk menolak, Sandi pun akhirnya mengajak Irda untuk mengerjakan tugas bersama-sama di perpustakaan daripada harus mengerjakannya di rumah Irda. Meski sebenarnya pikirannya tertuju pada Widya.
"Apa Widya udah pulang ya? Daritadi dia gak ada ngontak, hugh sebenarnya aku yang kesal kenapa dia jadi malah ikutan ngediemin gini sih?"gumam Sandi dalam hati merasa resah dengan sikap diamnya Widya disaat dirinya yang sedang mendiamkan Widya.
"San, aku cari bukunya dulu ya. Kamu cari tempat duduk aja, di sebelah sana ya biar aku gampangn nyari kamu nya."titah Irda membuyarkan lamunan Sandi.
"Oke."Sandi pun segera ke tempat yang ditunjuk Irda, sedangkan Irda beranjak menuju rak-rak buku yang akan dirinya gunakan untuk mengerjakan tugas.
Tak lama, Irda pun menghampirinya setelah menemukan buku yang dicarinya. Mereka pun dengan serius mengerjakan tugasnya, sesekali Irda pun sering bertanya pada Sandi. Tujuannya agar dirinya bisa lebih lama bersama Sandi di sana.
"Kayaknya si Widya udah pulang deh. Dan Sandi sama sekali gak keliatan mau nyari Widya. Oke, pasti kali ini aku bakalan makin deket sama Sandi."gumam Irda dalam hati dengan senyuman smirk di bibirnya.
"Wid, kamu lagi berantem ya sama Sandi?"tanya Fajar sedikit teriak karna posisi mereka yang masih berada di atas motor, di perjalanan menuju rumah Widya.
"Hah? Enggak kok, siapa yang bilang kita berantem?"jawab Widya yang juga sedikit teriak.
"Ya gak ada yang bilang lah, cuman aneh aja."
"Aneh gimana sih Jar?"
"Ya biasanya kan kalian selalu berdua. Tadi aja aku liat kamu di kantin malah sama temen kamu di kelas kan? Biasanya lebih sering sama si Sandi."
"Ya tadi lagi pengen aja sama temen-temen di kelas. Kebetulan ada yang traktir juga sih."jawabnya dengan tawa hambarnya menutupi keadaaan yang sebenarnya.
"Yakin nih? Apa karna Sandi deket lagi sama mantannya itu ya?"tanya Fajar semakin ingin tahu.
__ADS_1
"Enggak ih Fajar. Udah ah daritadi kamu nanya mulu deh kayak wartawan tau gak!"ujar Widya ketus.
"Haha, iya iya sorry deh."+