
Tak terasa waktu terus berlalu, tinggal kurang lebih 3 minggu murid-murid kelas 12 SMA Jaya akan menghadapi ujian kelulusan. Dan sebelum itu, sesuai rencana awal mereka akan mengikuti acara kemping terlebih dulu. Dan semua murid kelas 12 wajib mengikutinya.
Widya dan Sandi berencana pergi ke Mall, untuk membeli beberapa perlengkapan untuk kemping nanti. Awalnya mereka hanya ingin pergi berdua, namun ternyata Irda dan Fajar memaksa untuk ikut bersama mereka. Yang kebetulan Fajar membawa mobil pada hari itu.
"Wid, anterin aku ke toko ransel itu yuk!Aku belum punya ransel yang cocok buat nanti pergi soalnya."ajak Irda, sembari menarik tangan Widya.
"Iya, iya aku temenin. San, Jar kita kesana dulu ya!"Widya dan Irda pun pergi meninggalkan Sandi bersama Fajar.
"Heh, ngapain sih kamu tuh ikut-ikutan kita ke sini?"tanya Sandi geram karna Fajar yang memaksanya untuk bisa ikut.
"Ya suka-suka aku lah!Gak ada larangan juga kan."jawabnya santai.
"Dasar seenaknya aja!"ujar Sandi, meninggalkan Fajar yang masih berdiri di tempatnya.
"Wid, aku mau tanya sesuatu sama kamu."ucap Irda, saat mereka berada di toko ransel.
"Tanya apa Da?"ujar Widya yang masih fokus melihat lihat ransel di depannya.
"Emm, menurut kamu kalo aku balikan sama Sandi gimana?"pertanyaan Irda membuat Widya sontak langsung menoleh pada Irda dengan tatapan yang seolah berkata itu gak mungkin.
"Kamu pengen balikan sama Sandi?"tanya Widya sembari mengalihkan kembali pandangannya pada ransel-ransel.
"Ya pengen banget Wid, aku masih sangat sayang dan cinta sama dia. Aku gak mau dia ninggalin aku Wid."ucapnya dengan nada sedih.
"Heumm, soal itu aku gak tau Da. Aku juga gatau kan gimana perasaannya Sandi."jawab Widya dengan pelan.
"Aku harap kamu mau bantuin aku Wid."Irda memasang wajah memelas berharap Widya mau membantunya.
"Bantu gimana maksudnya Da?"Widya kembali menghadap ke arah Irda.
"Ya kamu bantuin aku biar bisa deket lagi sama Sandi. Kamu kan sahabatnya dia, kamu pasti bisa bikin dia mau deket sama aku. Mau pulang bareng aku, atau jalan lagi sama aku. Kamu mau kan Wid?"ujar Irda sedikit memaksa.
Widya hanya terdiam, entah dia harus menanggapi permintaan Irda bagaimana. Sedangkan Widya pun mempunyai perasaan yang sama seperti Irda terhadap Sandi. Namun, dirinya juga tak tau dengan perasaan yang dimiliki Sandi.
"Aku gak bisa Da, maaf. Ini soal perasaan, aku gak bisa dan gak tau gimana perasaan Sandi."ucap Widya, sembari berlalu meninggalkan Irda yang sedang menahan emosinya.
"Aku tau, kamu juga pasti punya rasa kan sama Sandi. Awas aja kalo kamu sampe rebut Sandi dari aku Wid!!"batin Irda geram.
Setelah mendapatkan ransel yang diinginkan, Widya dan Irda kembali berkumpul bersama dengan Sandi juga Fajar. Kini mereka sedang bersama di tempat makan.
"Wid kamu mau pesen apa?"tanya Sandi saat melihat-lihat menu makanan.
"Aku pesen yang biasa aja San."ucapnya datar.
"Oke."Sandi menuliskan pesanannya, lalu menyerahkan catatan pesanan kepada Fajar dan Irda.
Fajar pun segera mencatat pesanannya, dan memberikannya pada Irda. Irda membaca terlebih dahulu pesanan yang di pesan Sandi juga Widya. Raut wajahnya semakin terlihat kesal, ketika pesanan Sandi dan Widya ternyata sama.
__ADS_1
"Jar, kamu ada rencana kuliah dimana nanti?"tanya Widya menatap Fajar.
"Aku sih mau masuk kampus Mahardika, mudah-mudahan aja lulus."jawab Fajar dengan senyuman yang ramah.
"Oyah, sama dong aku juga pengen banget masuk kesana."ucap Widya antusias.
"Oyah? Berarti nanti kita bisa dong sama-sama ke kampusnya buat urus pendaftarannya?"ajak Fajar yang juga antusias. Sedangkan Sandi sudah merasa kesal, membayangkan Widya akan selalu dekat dengan Fajar.
"Kalo kamu San?"tanya Irda tiba-tiba.
"Sama."jawabnya reflek karna kesal. Widya yang mendengarnya pun langsung menatap ke arah Sandi dengan bingung.
"Wah berarti kita berempat bisa bareng-bareng lagi dong."ucap Irda girang.
"Ya mudah-mudahan aja kita semua bisa lulus."ujar Fajar tersenyum.
"Bukannya Sandi bilang pengen ke Singapure ya? Kok sekarang malah ikutan ke Mahardika sih?"batin Widya yang masih merasa heran dengan jawaban Sandi.
Tak lama pesanan mereka pun datang, mereka segera memakan pesanan mereka masing-masing. Setelah beres dengan acara makannya, mereka memutuskan untuk segera pulang ke rumah.
Kini Widya tengah berbaring di atas kasurnya, sembari membaca buku pelajaran untuk berlatih agar ujian nanti dia bisa mengerjakannya. Saat asik dengan buku nya, tiba-tiba terdengar bunyi dari Hp miliknya. Pertanda ada pesan masuk. Widya segera membuka pesan tersebut.
📥Sandi
Lagi apa cantik?
^^^📤Widya^^^
^^^Tumben-tumbenan panggil cantik^^^
^^^Lagi belajar.^^^
📥Sandi
Kamu kan beneran cantik.
Belajar mulu, ujian kan masih lama.
^^^📤Widya^^^
^^^Iya iya, aku cantik karna aku perempuan😆^^^
^^^Biarin dong, biar bisa masuk kampus faforit🤩^^^
📥Sandi
Iya deh iyaaa😘
__ADS_1
^^^📤Widya^^^
^^^Ish apaan ih Sandi🙈^^^
"Aaahhh Sandi kamu mah bikin aku makin baper tau gak???"ucap Widya yang semakin tersenyum.
📥Sandi
Kenapa?
^^^📤Widya^^^
^^^Udah ah, aku mau bobo aja.^^^
Widya segera menyimpan Hp nya di atas nakas. Jantungnya dari tadi semakin berdetak tak karuan. Hanya karena pesan yang dikirim Sandi, membuat nya semakin tersenyum bahagia. Kedua pipinya menjadi merah merona. Ingin rasanya dia juga mengutarakan apa yang dia rasakan terhadap Sandi. Namun, dia kembali teringat dengan ucapan Irda. Irda menginginkan kembali berhubungan dengan Sandi. Ada perasaan takut bila ternyata Sandi kembali dengan Irda.
"Aghhh pengennya bilang sama Sandi kalo aku sayang sama dia. Tapi, gimana sama Irda, kalo ternyata mereka balikan lagi gimana? Hufftt, tapi aku baper sama Sandi!!"Widya menyimpan buku pelajarannya kembali di atas meja belajarnya. Dia pun segera berbaring untuk datang ke dunia mimpinya.
*
*
*
Hari ini tiba waktunya murid-murid kelas 12 SMA JAYA akan pergi kemping di sebuah tempat yang memang sudah biasa dijadikan tempat untuk berkemah. Widya dijemput Sandi sejak pagi. Dan kini mereka sudah masuk ke dalam bus masing-masing. Widya yang duduk bersama Sandi terlihat sangat bersemangat mengikuti acara kemping ini.
"Kamu semangat banget Wid."ujar Sandi yang duduk di samping Widya.
"Iya dong, aku tuh udah gak sabar tau pengen cepet-cepet sampe."jawabnya tersenyum lebar.
"Tapi disana kamu jangan jauh-jauh ya dari aku."ucap Sandi serius.
"Kenapa emang?kita kan gak tau nanti tenda kita deketan atau jauh."ujar Widya.
"Ya pokoknya kalo kamu mau apa-apa, kamu harus bilang sama aku. Aku gak mau kamu di sana kenapa-napa. Inget loh Ayah sama Bunda kan nitipin kamu sama aku."jelas Sandi dengan serius.
"Iya iya, Sandi sayang..ups!"Widya segera menutup mulutnya, karna tersadar dengan ucapannya yang kelepasan.
"Apa Wid?"tanya Sandi yang ingin kembali memastikan ucapan Widya tadi.
"Apaan?"elak Widya, sembari memalingkan wajahnya ke jendela.
"Kamu tadi panggil aku apa?"tanya Sandi masih penasaran.
"Ssstt jangan berisik ah!!"ujar Widya menahan rasa malu nya.
Sandi tersenyum dibalik tangan Widya yang masih menutup mulutnya. Karna tangan Widya masih terus menempel di mulutnya, dengan jailnya Sandi menjilat tangan Widya. Dengan reflek, Widya segera melepaskan tangannya dari mulut Sandi.
__ADS_1
"Iihh Sandi jorok!!!"Widya langsung membersihkan tangannya ke jaket yang dipakai Sandi. Sandi hanya bisa tertawa puas.