Mencintai Sahabatku Sendiri

Mencintai Sahabatku Sendiri
39


__ADS_3

Setelah tadi siang para murid bersusah-susah mendirikan tenda dan memasak. Malam ini setelah shalat Isya dan kegiatan bebas, pukul 21.00 waktunya pentas seni yang akan ditampilkan oleh beberapa perwakilan dari tiap kelas.


"Perhatian kepada semuanya, untuk segera berkumpul karena acara pentas seni akan segera dimulai!"instruksi Pak Bayu guru pembina mereka.


Penampilan pentas seni yang memang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum acara perkemahan ini. Dan setiap satu perwakilan yang sudah ditunjuk oleh guru akan dikelompokkan dengan kelas lain, sesuai pilihan guru. Agar terjalin kekompakkan selain dengan kelas sendiri, begitu katanya.


Untuk kelas Widya, Sandi lah yang menjadi perwakilannya. Karna selain pandai di bidang akademik, Sandi juga berbakat di bidang musik salah satunya bermain gitar. Sandi dipasangkan dengan murid perempuan dari kelas 12 IPS II, Sabitha. Murid berprestasi di kelasnya, juga ketua dari team basket perempuan di SMA JAYA. Sabitha juga beberapa kali selalu menjadi perwakilan sekolah untuk perlombaan menyanyi antar sekolah tingkat atas.


Maka dari itu, malam ini Sandi akan bermain gitar dan Sabitha yang bernyanyi. Penampilan mereka yang paling ditunggu, dari penampilan-penampilan murid yang lain. Karna meskipun Sabitha termasuk gadis yang tomboy, tetapi tak dipungkiri dia memiliki wajah yang cantik. Berkulit putih, rambut hitam yang panjang juga hidung yang mancung. Siapapun akan jatuh hati padanya, kecuali Sandi tentunya.


Tiba giliran Sandi dan Sabitha untuk tampil, Sabitha akan menyanyikan sebuah lagu dan diiringi petikan gitar oleh Sandi.


^Kuyakin dalam hatiku


Kau satu yang kuperlu


Kurasa hanya dirimu


Yang membuatku rindu


Bila saat nanti kau milikku


Kuyakin cintamu


Tak kan terbagi, tak kan berpaling


Karena kutahu engkau begitu


Karena kutahu engkau begitu


Hingga ku pasti menunggu


Selama apapun itu


Demi cinta yang kurasakan


Yang hanyalah kepadamu


Percayalah kusungguh-sungguh


Mengatakan semua


Yakinkan hatimu kau milikku


Karena kutahu engkau begitu


Karena kutahu engkau begitu


Bila saat nanti kau milikku


Kuyakin cintamu

__ADS_1


Tak kan terbagi, tak kan berpaling


Karena kutahu engkau begitu


Karena kutahu engkau begitu


Percayalah kusungguh-sungguh


Mengatakan semua


Yakinkan hatimu kau milikku


Karena kutahu engkau begitu


Karena kutahu engkau begitu


Oooo^


Meski Sabitha yang menyanyi, entah mengapa Widya begitu tersanjung dengan lagu itu. Karna dari awal Sabitha menyanyi, Sandi selalu menatap ke arahnya. Seolah lagu itu memang yang ingin Sandi ungkapkan pada Widya. Dan setelah selesai lagu itu dinyanyikan, Sandi segera duduk kembali tepat di samping Widya.


"Gimana penampilan aku?"tanya Sandi setelah duduk di samping Widya, sembari menaik turunkan alisnya.


"B aja tuh."Ledek Widya menahan senyumnya.


"Ish, masa B aja sih. Aku tuh udah tampil abis-abisan tau cuma buat kamu!"gerutu Sandi.


"Buat aku?"


"Iyalah, buat siapa lagi."


"Oke, aku gak akan ngambek lagi. Asal.."Sandi sengaja menggantungkan ucapannya.


"Asal apa?"


"Kamu jawab pernyataan aku waktu itu."


Deg!


"Harus sekarang?"


"Iya, sekarang!"


"Aku..aku.."belum sempat Widya menjawab, Irda datang diantara mereka. Dengan tidak tau malunya, duduk di sebelah Sandi.


"Hai San, aku baru tau loh kalo kamu jago main gitar!"ucap Irda yang tiba-tiba duduk di sebelah Sandi.


Sandi dan Widya langsung terdiam, mengacuhkan Irda.


"San, kamu mau gak?Ini aku bawain jagung buat kamu. Wid, maaf ya aku cuman bawa 2 buat Sandi sama aku aja."


"Gak apapa kok."jawab Widya tanpa menatap Irda.

__ADS_1


"San ini jagungnya!"Irda menyodorkan jagung bakar yang masih hangat untuk Sandi.


"Buat kamu aja."jawab Sandi cuek.


"Wid, ini aku bawain jagung buat kamu!"Fajar yang juga tiba-tiba datang membawakan jagung untuk Widya.


"Eh, makasih Jar tapi a.."Sandi mengambil jagung yang disodorkan Fajar untuk Widya dan langsung memakannya.


"Ish Sandi, gak sopan tau!"tegur Widya merasa tak enak pada Fajar. "Jar maaf ya!"


"Biarin aja kali Wid, ya kan Jar?"ucap Sandi tak merasa salah sama sekali.


"Sandi, aku kan udah bawain buat kamu ini. Itu kan buat Widya."ujar Irda tak suka.


"Ya karna aku maunya yang ini!"


Ketiganya hanya bisa diam melihat tingkah Sandi yang menyebalkan itu.


"Yaudah, aku balik kesana lagi ya Wid!"Fajar pun memilih untuk kembali berkumpul dengan teman-temannya yang lain.


Namun, saat dia berjalan menuju tenda miliknya tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya dari belakang. Karna Fajar yang merasa kaget, hingga dia tak bisa menahan tubuhnya, Fajar pun terjatuh bersama dengan orang yang menabraknya. Dengan posisi kepala Fajar yang dengan sempurna mencium tanah tempat dia berpijak, ditambah si penabrak yang menindih punggungnya.


"Awww!"


"Aduuh!"teriak mereka barengan.


"Shit!Heh, turun gak dari punggung gue!!"teriak Fajar dengan suara berat menahan sakit.


"Duh, iya iya maaf!"ucap seorang gadis yang menabraknya.


Mereka pun segera bangun dan berdiri, setelah membersihkan pakaiannya Fajar pun berbalik dan melihat siapa yang telah menabraknya.


"Elo?!"ucap Fajar tak suka.


"Iya gue!Maaf gue gak sengaja!"balasnya cuek.


"Ngapain sih pake lari-lari, ini tuh bukan lapangan kalo Lo gak tau!"


"Biasa aja dong!Gue tuh emang lagi buru-buru. Tuh kan jadi lupa, udah ah sana minggir!"ucapnya seraya segera berlari meninggalkan Fajar yang tengah menahan emosinya.


"Ish dasar cewek aneh!!Tunggu, dia tuh yang tadi nyanyi sama si Sandi kan?Gak nyangka, wajah aja feminim kelakuan cowok banget!"gerutu Fajar yang masih menatap punggung Sabitha yang semakin menjauh.


"Ahh leganya!"ujar Sabitha yang baru saja keluar dari kamar mandi umum yang tak jauh dari tempat perkemahan. "Gara-gara cowok sok galak tadi, ampir aja gue ngompol di celana!Huh, siapa sih dia?Laganya sok kecakepan banget!"Sabitha terus mengomel sepanjang perjalanan dari toilet menuju tendanya. Tanpa sadar ada yang mengikutinya dari belakang mendengar semua ucapannya.


"Emang gue cakep!Baru tau Lo?!"ujar Fajar tiba-tiba membuat Sabitha menghentikan langkahnya. Dan menoleh ke belakang, tempat Fajar berdiri.


"Ish, ngapain Lo ngikutin gue?"


"Siapa yang ngikutin Lo?Kebetulan aja Lo jalan di depan gue, bukan berati gue ngikutin Lo ya!"


"Whatever lah!"Sabitha pun melangkahkan kembali kakinya tanpa menghiraukan lagi Fajar di belakangnya.

__ADS_1


Setelah acara pentas seni selesai, semua murid kini telah masuk ke tendanya masing-masing untuk kembali beristirahat. Widya dan kelompoknya pun sudah berada di tenda. Namun, saat yang lain sudah sangat nyenyak masuk ke dunia mimpinya, Widya masih belum bisa memejamkan matanya. Widya masih memikirkan kata-kata Sandi tadi. Widya masih ragu untuk mengungkapkan perasaannya pada Sandi. Walau sebenarnya diapun memang sangat ingin menerima Sandi.


"Apa aku juga harus jujur ya sama Sandi?"batin Widya sembari melihat foto Sandi dari Hp nya.


__ADS_2