Mencintai Sahabatku Sendiri

Mencintai Sahabatku Sendiri
79


__ADS_3

Hari Minggu, pagi ini Widya berencana untuk pergi ke pasar tumpah yang berada di sekitaran taman kota. Widya mengajak Kenny untuk ikut bersamanya, dan Kenny pun meminta Deni untuk ikut bersama juga. Karna hubungan mereka yang semakin membaik, tak seperti saat pertama kali Kenny datang dulu.


Widya, Kenny dan Deni pergi menggunakan mobil milik Deni. Mereka bertiga saling bercerita penuh tawa, hingga di tengah perjalanan disaat mereka hendak keluar dari komplek Widya melihat Sandi dengan sepeda motornya dari arah yang berlawanan. Awalnya Widya merasa jika Sandi akan menemuinya, namun karna Sandi tak hanya sendiri dia pun menepis pikirannya itu.


Ya karna Sandi tak hanya sendiri, melainkan dia datang bersama Irda.


"Palingan dia mau ke rumah Bu Resni."gumam Widya dalam hari dengan pandangan yang terus menatap ke arah Sandi dan Irda yang kini sudah semakin jauh di belakangnya.


"Da, nanti aku ke rumah Widya aja dulu ya. Gak apa-apa kan gak ikut ke rumah tante kamu?"ujar Sandi sedikit teriak, karna posisinya yang masih berada di atas motor menuju rumah bu Resni, tante Irda.


"Loh kenapa? Eh maksudnya, ya gak apa-apa sih..tapi, aku kira kamu mau ikut juga ke rumah tante aku."ucap Irda sedikit lesu.


"Hah? Apa Da? Sorry, aku kurang jelas dengernya!"


"Gak kok, San. Gak apa-apa! Nanti, aku nyusul ke rumah Widya gak apa-apa kan?"


"Oke!"


Akhirnya Sandi dan Irda tiba di depan rumah ibu Resni yang bersebrangan dengan rumah Widya.


"Aku langsung ke rumah Widya ya!"Sandi berniat memutar seperda motornya mengarah rumah Widya, namun Irda segera mencekal pergelangan tangan Sandi.


"Eh, San!"


"Ya Da?"


"Emm, kamu nanti tungguin aku ya. Maksud aku, ketemu sama Widya nya bisa di halaman aja gak? Soalnya aku malu, kalo harus masuk ke dalam sendirian. Aku kan belum terlalu akrab sama Widya."


"Santai aja kali. Widya sama keluarganya welcome kok, yaudah aku duluan ya!"Sandi pun segera membawa sepeda motornya menuju rumah Widya.


Irda menatap kepergian Sandi tak suka. Dia kesal, tadinya dia ingin mengajak Sandi ke rumah tantenya agar nanti dirinya bisa menunjukkan pada Widya, kalau Sandi juga sudah sangat dekat dengan keluarganya. Dan nantinya akan pergi bersama-sama ke rumah Widya.

__ADS_1


"Hugh, biarin deh dia pergi duluan ke sana. Pasti Widya juga kesel karna Sandi datengnya sama aku!"gumam Irda, setelahnya dia pun membuka pagar rumah milik tantenya itu dan masuk ke dalam.


Sedangkan Sandi harus menerima kekecewaan, karna Widya yang tak ada di rumah.


"Loh, emang Sandi gak tau kalo Widya nya pergi? Sekitar 10 menit yang lalu lah, dia pergi sama Kenny juga."ucap Bunda saat Sandi menemuinya di dapur, karna Bunda tengah menyiapkan sarapan.


"Pergi? Kemana Bun?"tanya Sandi.


"Katanya sih mau ke taman kota, mau jajan di pasar tumpah katanya."jelas Bunda, sembari menata nasi goreng yang baru selesai dimasaknya ke dalam mangkuk besar. "Eh, kamu udah sarapan belum? Yuk sarapan bareng bunda sama Ayah, tadi Widya sama Kenny bilangnya mau sarapan di sana, jadinya di sini malah sepi."tawar Bunda, namun Sandi menolaknya dengan halus.


"Maaf Bunda, tapi Sandi kayaknya mau nyusul Widya aja deh. Gak apa-apa kan Bun?"


"Yaah, padahal kan kita udah lama gak sarapan bareng."keluh bunda menunjukkan wajah sedih, namun sedetik kemudian bunda pun tersenyum karna melihat ekspresi Sandi yang merasa bersalah.


"Jadi kamu yang sedih sih? Bunda bercanda, yaudah kalo mau nyusul Widya ya gak apa-apa. Tapi, nanti siang kita makan siang bareng oke! Gak boleh enggak pokoknya!"


Sandi pun langsung memeluk Bunda tersenyum.


"Wa'alaikumussalam, hati-hati San!"teriak Bunda, karna Sandi yang langsung berlari menuju pintu utama.


Saat dirinya baru saja akan menyalakan sepeda motornya, dirinya teringat bahwa tadi dia bersama Irda. Sandi pun langsung merogoh saku celananya untuk mengambil handphone miliknya untuk menelfon Irda.


"Hallo Da!"ucapnya begitu sambungan telfonnya terhubung dengan Irda.


"Iya San kenapa? Bentar lagi aku ke..."ucapan Irda langsung terpotong oleh ucapan Sandi.


"Da, sorry aku harus pergi. Kamu gak apa-apa kan pulang sendiri."


"Pergi? Pergi kemana San? Sama Widya?"


"Enggak, aku pergi sendiri. Lagian Widya juga gak ada di rumah. Yaudah sekali lagi, sorry banget ya! Bye Da!"Sandi langsung mematikan telfonnya sebelum mendengar jawaban dari Irda.

__ADS_1


"San? Hallo San? Sandi ih! Nyebelin banget!!"teriak Irda kesal.


"Dia mau pergi kemana sih emangnya? Apa karna Widya gak asa do rumah terua Sandi mau nyusul Widya? Agh, tau gini gak bakal alu ajak Sandi ke sini!"gerutu Irda pada dirinya sendiri.


"Kak Irda kenapa? Kok malah marah-marah sendiri gitu?"tanya Doni yang tiba-tiba menghampiri Irda yang tengah duduk di halaman belakang.


Tadinya Irda sedang menemani ibu Resni, hanya saja saat Irda menerima telfon dari Sandi Bu Resni pergi ke dapur untuk mengambil cemilan juga minuman untuknya juga Irda.


"Ya ampun Don, ngagetin tau gak?"omel Irda semakin kesal.


"Biasa aja dong gausah melotot gitu. Kenapa sih, ngomel mulu daritadi?"


"Tau ah, bang Deni kemana?"


"Katanya sih mau ke taman kota,"jawab Doni sembari duduk di sebelah Irda.


"Ngapain? Tumben banget, emang sama siapa?"


"Sama calon pacarnya tuh yang di depan rumah."


"Hah? Calon pacar? Depan rumah? Maksudnya yang tinggal di rumah depan?"


"Iyalah, setau aku sih mereka emang lagi deket gitu."


"Apa jangan-jangan bang Deni lagi deket sama Widya ya? Dan tadi Sandi bilang Widya lagi gak ada di rumah, bang Deni juga pergi... Apa mereka pergi bareng?"gumam Irda dalam hati menyangka Deni tengah dekat dengan Widya. Karna memang Irda tak mengetahui soal Kenny sepupu Widya yang dekat dengan Deni.


"Baguslah kalau emang Widya deket sama cowok lain, makin besar peluang aku buat balikan sama Sandi."Irda tersenyum senang karna pemikirannya sendiri. Tanpa tahu, bahwa sekarang Sandi telah menyusul Widya ke taman kota.


Sandi sudah memarkirkan sepeda motornya di tempat parkir khusus untuk sepeda motor. Setelah yakin motornya aman, Sandi pun lekas masuk menuju tempat dimana pasar tumpah berada, seperti yang tadi Bunda ucapkan padanya kalau Widya akan menuju kesana bersama Kenny.


Yang Sandi tak tahu, bukan hanya dengan Kenny melainkan juga dengan Deni dan Evan. Ya, Evan pun diajak oleh Widya untuk datang ke sana meski tak berangkat bersama. Dan kini, di hadapan Sandi jelas terlihat Widya yang tengah mengobrol bersama dengan Evan. Widya dan Evan tengah duduk di kursi taman, dan hanya mereka berdua sedangkan Kenny dan Deni sedang membeli minuman untuk mereka berempat.

__ADS_1


"Jadi, kalian emang sedeket itu ya Wid? Apa cuman aku ya, yang punya perasaan ini? Aku gak suka Wid, liat kamu ketawa gitu sama cowok lain! Aku gak suka kamu deket sama cowok lain!"gumam Sandi lirih sembari terus menatap pada Widya dan Evan yang berada tak jauh di depannya.


__ADS_2