Mencintai Sahabatku Sendiri

Mencintai Sahabatku Sendiri
4


__ADS_3

Tak terasa sudah sebulan penuh, Widya tak pernah lagi pulang bersama dengan Sandi. Dan selama itu juga, Widya selalu pulang bersama Fajar. Iya Fajar sekarang sudah semakin dekat dengan Widya, meski tak sedekat dengan Sandi.


"Widya sayang, boleh bunda masuk?" Ucap bunda sembari mengetuk pintu kamar Widya yang bercat Hijau itu.


"Iya bunda, masuk aja gak di kunci kok" jawab nya yang dari tadi hanya tiduran di atas kasur nya.


"Loh anak gadis kok jam segini masih tiduran aja sih, gak ada kerjaan apa gitu?" tanya bunda sambil melangkahkan kaki masuk lalu duduk di samping Widya.


"Mager bun, lagian gak ada tugas sekolah juga. Gak ada yang ngajak main juga.. jadi yaudah tiduran aja, hehe." jelas Widya sambil merebahkan kepalanya di paha sang bunda.


"Yaudah kalau gitu, bantu bunda yuk kita masak buat makan siang nanti. Daripada tiduran terus gini!" Ajak bunda sambil mengelus rambut hitam Widya.


"Yaudah yu bun, Widya bantuin" Akhirnya, Widya pun bangun dari tempat tidur nya.


"Nah gitu dong, yu sayang" bunda pun merangkul Widya keluar dari kamar, menuju dapur.


Kafe Purnama


"Sayang, udah ini kita ke mall yu..aku pengen beli baju deh.." ucap Irda dengan manja.


"Baju? Bukannya minggu kemarin baru beli ya? Sekarang kamu mau beli lagi?" seru Sandi sedikit kaget.


"Ya gak apa-apa dong sayang, aku baru dikasih uang sama Papi jadi aku pengen beli baju lagi." kata Irda santai.

__ADS_1


"Ya ampun orang berduit mah bebasss!" Gumam Sandi dalam hati. Dia pun akhirnya mengikuti keinginan Irda, pergi ke sebuah mall.


Rumah Widya.


Widya kini sedang membantu bunda nya memasak di dapur. Karna cukup sering membantu bunda nya, Widya pun sudah bisa memasak beberapa menu masakan rumahan. Widya bukan lah anak gadis yang manja, dia cukup mandiri bagi anak seusia nya. Meski dia lahir dari keluarga yang cukup berada, dan hanya anak tunggal Widya tak pernah banyak meminta ataupun ingin selalu dimanja oleh orangtua nya.


"Sayang, kok sudah lama ya Sandi gak pernah main ke rumah, kalian lagi ada masalah?"tanya ayah yang sedang duduk di kursi di ruang makan. Yang tempatnya memang tidak terlalu jauh dari dapur.


" Hah? Enggak kok yah, kita lagi gak ada masalah. Cuman sekarang kan Sandi udah punya pacar, jadi wajar aja kalau dia sibuk sama pacar nya." Jelas Widya yang langsung berubah sedih.


"Oyah? Jadi si anak jangkung itu udah punya pacar, pantes dong anak ayah ini jadi suka murung sendiri." Ucap ayah terkekeh melihat ekspresi Widya yang sedih.


"Ishh apaan sih ayah, kenapa jadi ke Widya nyambungnya?" Widya pun mengelak karna malu.


"Anak gadis bunda ini udah punya pacar juga belum?" sambung bunda, yang baru saja selesai menata masakan di meja makan.


"Bebas? Emangnya kalo udah punya pacar gak bebas?" tanya ayah sambil meminum teh hangat nya.


"Yaiya Yah, kan kalau punya pacar kemana-mana harus sama pacar, harus bilang dulu lah itu lah..heumm gak asik, mau kumpul temen aja susah!" ucap Widya manyun, mengingat selama sebulan ini dia melihat Sandi selalu bilang pada Irda kalau dia ingin berkumpul dengan teman-teman yang lain termasuk dia sendiri.


"Udah ah, kenapa jadi ngomongin pacar pacaran sih. Yu ah makan, udah laper nih!" Ucap Widya mengalihkan topik pembicaraan.


Sebenarnya Widya sangat berharap, suatu saat nanti Sandi bisa membalas perasaan nya. Seperti dia yang menyayangi Sandi lebih dari rasa sayang Sahabat. Meski Widya menyadari mungkin itu sangatlah tidak akan pernah terjadi. Apalagi kini Sandi telah memiliki seorang kekasih.

__ADS_1


Drrt drrrtt drrttt


Suara ringtone dari hp milik Widya pun berbunyi tanda ada telefon masuk. "Sandi?" gumam Widya lirih saat melihat nama yang tertera di layar hp nya.


"Ya halo San.." ucap nya saat setelah menggeser tombol hijau di layar hp nya.


"Hai Wid, lagi apa kamu?" suara Sandi di sebrang sana.


"Lagi diem aja nih di kamar, ada apa nih tumbenan nelfon..udah inget ya, kalo punya sahabat!" Ucapnya sambil menekankan kata terakhirnya.


"Hehe, gitu amat bu ngomong nya.. Aku gak pernah lah lupa, kalo punya sahabat secantik dan seimut kamu!" ucapnya sambil tersenyum manis, meski Widya pasti tak bisa melihatnya.


"Ishh, mau gombal tuh sama pacar bukan sama sahabat!" jawab Widya ketus. Padahal dalam hati dia senang disebut cantik.


"Yaelah, dari tadi jutek gitu sih. Oya, nanti malem aku maen ya ke rumah. Udah kangen soalnya." Ucap Sandi sedikit ambigu.


"Kangen?"


"Iya kangen, sama bunda...hahaa" seru Sandi sambil tertawa, karna berhasil menggoda sahabatnya itu.


"Ishhh kamu mah nyebelin ya!" Gerutu Widya manyun.


"Lah kok nyebelin?Eh yaudah, aku tutup ya..sampe ketemu nanti malem..dah Widya bawel..." Sandi pun menutup sambungan telfon nya tanpa menunggu jawaban dari Widya.

__ADS_1


"Kirain kamu kangen sama aku San.." ucapnya lirih sambil menatap hp yang terpasang wallpaper dirinya dan Sandi saat masih duduk di bangku SMP.


Semoga sukaa 🙏🙏


__ADS_2