Mencintai Sahabatku Sendiri

Mencintai Sahabatku Sendiri
38


__ADS_3

Akhirnya setelah perjalanan yang cukup menguras tenaga, meski hanya di dalam bus rombongan murid kelas 12 SMA JAYA tiba di tempat tujuan. Semua murid turun satu persatu dari bus, menuju tempat untuk berkumpul sebelum mereka mendirikan tenda. Setelah mendapat pengarahan dari guru pembina juga sambutan dari ketua osis, masing-masing murid yang sudah mendapatkan kelompoknya segera mendirikan tenda.


Widya satu kelompok dengan Sandi, Fajar, Irda dan Naufal. Dan Widya juga satu tenda dengan Irda. Setelah semua tenda terpasang dengan sempurna, waktunya untuk menyiapkan makanan yang akan mereka makan bersama-sama. Bagi murid perempuan ditugaskan untuk menyiapkan segala bahan masakan hingga memasak, sedangkan murid laki-laki bertugas untuk mencari bahan untuk membuat api unggun.


"Wid, tolong ambilin air ya. Seember aja cukup!"ucap salah satu teman Widya yang bertugas memasak.


"Oke!"Widya segera membawa ember yang sudah disediakan, lalu berjalan menuju sungai yang tak jauh dari tempat mereka.


Irda yang melihat kepergian Widya, segera mengikuti Widya secara diam-diam. Tak ada yang menyadari hal itu, karna semua murid sedang sibuk dengan tugas mereka masing-masing. Irda merencanakan sesuatu yang akan membuat Widya malu.


Saat Widya tiba di sungai, Widya segera berjalan ke pinggir sungai untuk mengisi ember itu dengan air. Irda yang sudah siap dengan aksinya segera menghampiri Widya. Widya yang masih belum menyadari kedatangan Irda, tiba-tiba merasa tubuhnya melayang dan jatuh ke dalam sungai. Untung saja, air sungai itu tak terlalu dalam, tapi tetap cukup membuat Widya tenggelam sejenak. Dan saat itulah, Irda segera berlari meninggalkan Widya.


"Aaargggh!!"teriak Widya sebelum jatuh ke dalam sungai. Sekilas Widya melihat bayangan seseorang, namun tak jelas bayangan siapa yang telah mendorongnya, karna posisi Widya yang membelakangi Irda. "Ya Allah!!Untung gak terlalu dalem. Siapa tadi ya yang dorong aku?"gumam Widya saat dirinya berhasil menepi kembali ke pinggir sungai. "Aduh dingin banget ini!"ucap Widya gemetaran.


"Eh, liat Widya gak?"tanya Sandi pada salah satu teman perempuannya yang sedang memasak.


"Tadi sih, disuruh bawain air. Tapi sampe sekarang belum balik juga."jawab temannya.


"Heumm, makasih!"ucap Sandi seraya berjalan menuju sungai. "Kok, perasaan aku gak enak gini ya?"batin Sandi yang sejak tadi merasa gelisah.


Saat Sandi hendak menyusul Widya, bertepatan dengan Irda yang baru saja datang dan dengan sengaja menubrukkan dirinya terhadap Sandi. Irda berpura-pura kakinya terkilir agar Sandi tak jadi menyusul Widya. Irda ingin membiarkan Widya kembali ke tenda dengan keadaan yang basah kuyup.


"Awww!"pekik Irda saat terjatuh setelah menubruk tubuh Sandi.


"Irda, kamu ngapain sih lari-lari?"tanya Sandi dengan nada kesal.


"San, kaki aku sakit nih. Kayaknya terkilir deh.."ucapnya dengan nada yang lemah.

__ADS_1


Merasa tak enak, Sandi berjongkok di depan Irda yang sedang duduk di tanah dan memegang kakinya yang sakit.


"Beneran sakit?"tanya Sandi ragu.


"Iya San, tolongin aku. Kayaknya aku gak kuat jalan deh!"dengan wajah memelas berharap Sandi mau menolongnya.


"Yaudah, sini tangan kamu. Aku bantu berdiri!"ucapnya datar, sembari menarik tangan Irda agar dapat berdiri. Sembari menunduk, Irda tersenyum menyeringai senang.


"Anterin aku ke tenda aja ya San, gak apapa kan?"


"Hm."akhirnya Sandi memapah Irda menuju tendanya.


"Aduuu ini gimana, balik ke tenda. Baju aku basah semua. Mana keliatan lagi ah!!"ujar Widya yang sudah merasa kedinginan. Widya masih berada di pinggir sungai, karna badannya kini basah. Sedangkan pakaiannya yang tipis membuat pakaian dalam yang dia pakai tercetak jelas.


"Masa iya aku balik ke tenda dengan keadaan kayak gini?Tapi, kalo gak balik sekarang yang lain pasti nyariin."Widya terus bergumam sendiri, sembari terus menggosok-gosokkan tangannya.


Di tenda, Irda terus menahan Sandi. Irda hanya ingin Sandi yang memijit kakinya. Mau tak mau, Sandi pun menuruti keinginan Irda. Di luar tenda, Fajar yang sejak tadi tak melihat Widya juga mulai merasa khawatir. Akhirnya setelah bertanya pada teman-temannya yang lain, Fajar pun menyusul Widya ke sungai.


"Fa...jar?"pekik Widya saat berhadapan dengan Fajar.


"Kamu ngapain di sini Wid?baju kamu kenapa basah semua gini?"tanya Fajar merasa khawatir.


"Aku..aku kepleset tadi,"jawabnya berbohong.


"Heumm, tapi gak ada yang luka kan?"


"Gak ada kok, cuman ya gini baju aku jadi basah semua."ucapnya tersenyum polos.

__ADS_1


"Lain kali hati-hati Wid, dan jangan pergi sendirian. Yaudah yuk balik tenda. Biar kamu ganti baju!"ajak Fajar seraya merangkul Widya berjalan menuju tenda.


"Makasih Jar!"ucapnya tersenyum tulus. Fajar pun membalas senyumannya.


Untung saja, Fajar menggunakan kemeja dan memakai dalaman kaos. Sehingga kemeja dirinya dapat menutupi tubuh Widya yang menunjukkan pakaian dalam Widya. Setibanya di tenda, Widya juga Fajar kaget dengan apa yang sedang dilihatnya. Begitu juga dengan Sandi yang merasa tak enak juga cemburu kala melihat Widya yang dirangkul Fajar.


"Wid, kamu kenapa?"Sandi yang sedang memijit kaki Irda segera menghentikannya dan beralih pada Widya yang kini duduk di sebelah Irda.


"Gak apapa, tadi aku cuman kepleset aja. Langsung nyebur ke sungai."jawabnya datar, tanpa menatap Sandi.


"Wid, aku bikinin dulu teh anget ya."Fajar segera berlalu dari tenda Widya untuk membuatkan teh tawar hangat untuk Widya.


"Tapi, kamu gak apapa kan Wid?"tanya Sandi khawatir. Irda yang melihatnya semakin geram, nyatanya rencananya telah gagal. Dikarenakan Fajar yang telah membantu Widya.


"Aku gak apapa San. Udah ah, aku mau ganti baju!"ujarnya sembari membawa bajunya beranjak keluar tenda menuju kamar mandi.


"Aku anterin ya Wid!"ucap Sandi.


Widya melirik ke arah Irda. "Gak usah San, kamu temenin aja Irda."ucapnya langsung keluar dari tenda.


"San, kaki aku masih sakit."ujar Irda kembali memasang wajah sendu.


"Aku panggilin anggota PMR aja.!"ucapnya seraya keluar dari tenda.


Irda hanya bisa mendengus kesal, karna rencananya tak sepenuhnya berhasil. Namun, dia cukup senang dapat berduaan dengan Sandi tadi. Setelah berganti baju dan menjemur bajunya yang basah, Widya kembali masuk ke dalam tenda.


"Kamu kenapa Da?"tanya Widya yang sudah duduk di sebelah Irda yang sedang tiduran.

__ADS_1


"Gak apapa."jawabnya dingin, tanpa menatap Widya.


"Lah ni orang kenapa sih?Perasaan aku yang kedinginan, kok dia yang jadi super dingin gitu!"batin Widya.


__ADS_2