Mencintai Sahabatku Sendiri

Mencintai Sahabatku Sendiri
44


__ADS_3

Erick tiba di halte tempat Irda menunggunya. Di sana pun Irda sedang duduk sembari berseluncur di dunia halu. Nonton lakorn lebih tepatnya, membayangkan dirinya yang menjadi pemeran wanita di drama thailand yang dirinya tonton. Hingga tak menyadari kedatangan Erick yang sudah duduk di sampingnya. Erick yang daritadi memperhatikan Irda, malah ikutan asik menonton lakorn bersama Irda. Hingga...


"Yaampun, kasian banget sih dia!Lagian, jadi cewek kok malah mau-maunya sih dikerjain gitu sih sama cowok itu!Untung cakep, kalo enggak...."gumam Irda mengomentari pemeran lakorn itu.


"Kalo enggak kenapa emang?"tanya Erick tiba-tiba membuat Irda terlonjak kaget. Hampir saja Hp miliknya terjun dari tangannya, kalau saja Erick tidak langsung menangkapnya.


"Yaampun Erick, bikin kaget aja ih!!"teriak Irda karna merasa kaget, seraya mengambil kembali Hp miliknya dari tangan Erick.


"Lah, kamu nontonnya tuh serius banget. Ampe gak nyadar kan kalo aku udah duduk di samping kamu daritadi?"terang Erick membuat Irda tersenyum nyengir menunjukkan barisan gigi putihnya.


"Hehe, sorry!Abisnya aku bosen nungguin kamu, lama tau gak?"Irda memasukkan Hp nya ke dalam tas seraya melangkah menuju sepeda motor Erick yang terparkir di depan mereka.


"Loh mau kemana kamu?"tanya Erick polos.


"Ish, ya pulang lah emangnya mau sampe kapan di sini?Buruan, kamu kesini jemput aku kan?"ujar Irda.


"Eh iya, Yuk!"Irda hanya memutar matanya malas. Setelah itu mereka pun segera berlalu dari halte.


Sementara itu, Fajar yang kini tengah berboncengan dengan Sabitha telah sampai di sebuah kafe. Fajar memang sengaja mengajak Sabitha untuk makan terlebih dahulu, sebelum mengantarnya pulang.


"Loh kok kesini?Katanya mau nganterin pulang?"tanya Sabitha heran, yang baru saja turun dari motor milik Fajar.


Fajar pun turun dari sepeda motornya setelah selesai parkir.


"Laper."jawabnya santai seraya melangkah masuk ke dalam kafe meninggalkan Sabitha yang masih bengong.


"Cowok aneh!"desis Sabitha yang akhirnya mengikuti Fajar masuk ke dalam kafe.


Fajar telah selesai memesan makanannya tanpa bertanya pada Sabitha. Dengan alasan biar cepet. Tak lama pelayan pun telah mengantarkan beberapa macam makanan ke meja mereka. Setelah pelayan itu pergi, Sabitha menatap makanan yang tersaji di meja dengan tatapan berbinar. Dirinya yang memang sudah sangat lapar, tentu ingin segera menyantap semua makanan yang ada di atas meja itu.


"Waaw banyak banget! Ini beneran, aku boleh ikutan makan?"tanya Sabitha polos.


"Silakan, kan emang aku yang ngajak kamu makan. Udah buruan makan!"Fajar pun mulai memakan makanannya, sembari terus memperhatikan Sabitha yang tanpa ada rasa malu, memakan makanannya dengan lahap.


"Kok aku seneng ya rasanya?"batin Fajar yang terus memperhatikan Sabitha sembari tersenyum tipis.


Widya dan Sandi tiba di rumah. Sandi sengaja mampir untuk bertemu dengan bunda Novie, yang memang sudah lama tak pernah berkunjung.


"Assalamu'alaikum, bunda yang paling cantik!"teriak Sandi dari pintu depan, seraya terus melangkah menuju ruang keluarga.


"Ish, gak usah teriak dong!"keluh Widya menutup telinganya.


"Hehe, abisnya aku kangen sama Bunda. Tapi, dimana Bunda?"tanya Sandi celingak celinguk mencari keberadaan Bunda.


"Bunda di sini, San.."ujar Bunda Novie yang baru turun dari lantai atas.

__ADS_1


"Bunda..apa kabar?"Sandi menghampiri bunda Novie dan langsung memeluknya.


"Baik, kemana aja hemm?Lupa nih sama Bunda?"ujar Bunda Novie pura-pura merajuk.


"Ya enggak lah Bunda, masa iya lupa. Sandi kan kemarin-kemarin sibuk belajar,"jawabnya tersenyum.


"Oiya, gimana ujian kalian lancar kan?"saat ini mereka tengah duduk di ruang keluarga.


"Alhamdulillaah Bun, lancar. Mudah-mudahan aja, hasilnya bikin Bunda sama Ayah bangga."ucap Widya tersenyum.


"Iya sayang, yaudah kamu ganti baju dulu gih. Udah gitu kita makan sama-sama."ucap bunda Novie pada Widya.


"Iya, yaudah aku ke kamar dulu ya."Widya pun berlalu menuju kamarnya.


"Rencana setelah lulus nanti, kamu jadi kuliah di Singapure San?"tanya Bunda, setelah Widya pergi ke kamarnya.


"Kayaknya enggak deh Bun."jawab Sandi.


"Loh kenapa?"tanya bunda heran.


"Iya, aku jadi pengen masuk kampus Mahardika aja deh. Sekalian jagain Widya. Gak tenang soalnya ninggalin Widya."jawab Sandi jujur.


"Waah senengnya Bunda, ada yang mau jagain putri kesayangan bunda. Tapi, beneran nih kamu udah pikirin bener-bener keputusan kamu itu? Jangan karna Widya, kamu malah harus ngorbanin cita-cira kamu loh."


"Yasudah kalau emang itu udah keputusan kamu. Bund doakan supata semuanya lancar ya."


"Iya, makasih bunda."


Setelah Widya kembali dari kamarnya, mereka pun segera menuju ruang makan untuk makan siang bersama.


Makan siang pun telah selesai, hanya ada Widya, Sandi juga Bunda. Karna Ayah yang masih di kantornya. Selesai makan, Sandi mengajak Widya ke atap.


"Wid...."


"San...."ucap mereka barengan.


"Kamu aja duluan San, gak apapa kok!"


"Yakin aku duluan?"


"Iya, tadi aku juga cuman manggil aja kok."


"Heumm..Wid, bentar lagi kan kita lulus. Dan aku juga udah mutusin buat kuliah di sini aja bareng kamu."Sandi terus menatap Widya dengan lekat.


"Serius San? Kamu gak jadi kuliah di Singapure?"tanya Widya senang.

__ADS_1


"Iya, aku pengen di sini aja sama-sama kamu. Jagain kamu."


"Aaah aku seneng deh, tadinya aku kira kita bakalan pisah tau gak?"


"Iya, aku juga gak mau lah jauh dari kamu. Apalagi ngebayangin kamu deket sama cowok lain."ucap Sandi lirih.


"Hah? Kenapa emang San?"


"Eh, enggak gak apa-apa. Aku takut aja nanti di kampus banyak yang godain kamu."


"Ya enggak lah, tentunya nanti lebih banyak cewek-cewek yang jauh lebih cantik dari aku kali San."


"Ya bisa aja kan."


drttt


drttt


drttt


"Tuh ada telfon, angkat dulu tuh!"ujar Widya menunjuk Hp Sandi yang tergeletak di atas meja.


Sandi melihat nama yang tertera di layar Hp nya, sebelum akhirnya dia menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan itu.


📱"Ya assalamu'alaikum!"salam Sandi setelah menempelkan Hp di telinganya.


📱"Wa'alaikumussalam!Sandi sayang, bagaimana ujianmu Nak?" tanya Mama Sandi.


📱"Alhamdulillaah Ma, lancar. Tinggal nunggu kelulusan aja."


📱"Oh syukurlah. Oiya, kapan kamu mau pulang Nak?Apa kamu gak rindu sama Mama dan Papa?"


📱"Iya, InsyaAllah minggu depan Sandi pulang Ma. Sandi juga mau ajak Widya, boleh?"Sandi melirik Widya dengan senyuman menggoda. Widya hanya melotot karna malu.


📱"Boleh dong sayang, Mama juga rindu sekali dengan Widya. Yasudah, Mama tunggu ya!"


📱"Iya Ma."Sandi pun mematikan sambungan telfonnya, dan menyimpan kembali Hp nya.


"San, kamu seriusan mau ngajak aku ke rumah kamu?"tanya Widya.


"Iyalah, kenapa?"


"Aku malu tau, udah lama banget aku gak ketemu sama Mama Papa kamu."


"Ya gak apapa dong, katanya Mama kangen sama kamu. Santai aja."Sandi malah tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2