Mencintai Sahabatku Sendiri

Mencintai Sahabatku Sendiri
65


__ADS_3

Setelah selesai sarapan bersama, Widya dan Sandi pun pergi ke kampus bersama seperti biasanya. Sepanjang perjalanan, mereka habiskan untuk saling mengobrol bercanda juga kadang serius jika itu berkaitan dengan mata kuliah mereka masing-masing. Sandi selalu membantu Widya dalam mengerjakan tugas-tugasnya meski mereka berbeda jurusan. Begitu juga sebaliknya, terkadang Widya juga selalu membantu Sandi dalam mengerjakan tugasnya. Ya, hitung-hitung dirinya juga ikut belajar tentang bisnis. Yang akan dirinya tempuh setelah selesai dengan jurusan sastra nya.


Sekitar 30 menit, akhirnya Sandi dan Widya sampai di kampus Mahardika. Sandi memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang memang dikhususkan untuk para mahasiswa di sana. Setelah selesai parkir, Sandi dan Widya keluar bersama-sama dan berjalan keluar dari area parkiran. Baru saja mereka tiba di depan lorong menuju gedung fakultas sastra, tiba-tiba Irda datang langsung menyalip dan berdiri di antara Widya juga Sandi. Yang secara otomatis memisahkan Widya yang tadi berjalan di samping Sandi.


"Haii!"sapa Irda lantang, tanpa merasa bersalah.


"Hai!"balas Sandi dan Widya datar. Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka.


"Kok ke sini San? Kita kan harus ke perpus dulu, tugas kemarin masih kurang 2 bab loh!"ujar Irda seakan mengingatkan Sandi.


"Iya, tapi aku mau antar Widya dulu ke kelasnya."jawab Sandi tanpa menghentikan langkahnya.


"Tapi temen-temen yang lain udah pada nunggu San."ucap Irda lirih, melirik Widya seolah meminta tolong agar Sandi mau ikut bersamanya ke perpustakaan.


"Ya gak apa-apa, gak akan sampe 1 jam ini kok mereka nunggu."ucap Sandi lagi yang masih keukeuh.


"San, udah deh aku ke kelas sendirian aja. Mending kamu buruan ke perpus. Gak enak dong biarin temen-temen kamu nunggu kamu kayak gitu. Lebih cepat lebih baik kan, jadi tugasnya juga cepet beres."usul Widya yang menghentikan langkahnya. "Lagian, kelas aku juga udah gak jauh lagi."sambungnya.


Sandi pun menghela napas pasrah, memang benar apa yang diucapkan oleh Widya. "Yaudah, aku ke perpus dulu ya. Nanti aku ke kelas kamu ya sebelum ke kantin. Kamu semangat ya,"ucap Sandi seraya mengusap puncak kepala Widya. Membuat Widya sejenak terpaku karna merasa kaget. Begitu juga dengan Irda yang merasa kaget juga tak suka, karna Sandi melakukan hal itu di depan umum.


"Iya, kamu juga semangat San."balas Widya setelah berhasil menenangkan debaran jantungnya. "Aku ke kelas ya, bye Da!"Widya pun berbalik dan segera berjalan menuju kelasnya sembari memegang dadanya dan tersenyum.


Sandi pun tersenyum dengan masih menatap kepergian Widya, hingga tepukan di pundaknya yang akhirnya memutus pandangannya.

__ADS_1


"Yuk San, kita ke perpustakaan! "ajak Irda dengan senyuman lembit, yang dijawab anggukan kepala oleh Sandi. Mereka pun berjalan bersama menuju perpustakaan.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap kepergian mereka dengan tajam. Erick yang sejak awal memperhatikan mereka merasa tak suka, saat melihat Irda terus mendekati Sandi. Padahal dia kira, dia akan sangat mudah mendekati Irda saat mengetahui Irda dan Sandi sudah tak ada lagi hubungan apa-apa. Namun, apa yang dirinya lihat tadi membuatnya benar-benar marah dia tak suka Irda kembali dekat dengan Sandi.


"Pokoknya kamu harus jadi milik aku Da!"gumam Erick penuh penekanan. Lantas dia pun segera pergi menuju kelasnya.


*


*


*


Sandi telah selesai dengan kelas pertamanya, kini waktunya untuk istirahat sebelum nanti lanjut kelas berikutnya. Irda sengaja mengajak Sandi untuk ke kanti duluan, karna tau Sandi yang akan menjemput Widya di kelasnya. Karna mengira kelas Widya belum selsai, sesuai ucapan Irda akhirnya Sandi pun setuju untuk ke kantin duluan bersama Irda.


"Sandi kemana ya, apa belum kelasnya belum selesai?"gumam Widya lirih sembari terus melihat ke arah pintu masuk kelasnya.


"Sandi dimakan dong, kok malah diaduk-aduk terus gitu?"ujar Irda yang kini tengah duduk di samping Sandi. Mereka berada di kantin sejak 10 menit yang lalu, makanan pun sudah ada di depan mereka namun Sandi masih belum memakannya. Karna dia masih menunggu kedatangan Widya.


"Ya, kamu duluan aja. Aku mau nunggu Widya aja."ucap Sandi masih dengan pandangan menuju pintu masuk kantin. Irda hanya bisa menghela napas berat tak suka.


"Mungkin Widya masih ada urusan San, kamu duluan aja. Widya juga nanti pasti ngerti kok."bujuk Irda lagi. Akhirnya karna memang sudah merasa lapar, Sandi pun memakan makanannya dengan lahap. Bertepatan dengan Widya yang masuk dan langsung melihat ke arah Sandi dan Irda yang sedang makan bersama.


Widya merasakan sesak di dadanya, merasa kecewa karna Sandi telah lebih dulu menikmati waktu istirahatnya bersama Irda. Tanpa memikirkan dirinya yang sejak tadi menunggu kedatangannya. Akhirnya Widya pun berbalik, memilih untuk kembali ke kelas daripada harus menghampiri Sandi yang sepertinya sangat menikmati waktu makannya bersama Irda.

__ADS_1


Irda yang melihat kepergian Widya, diam-diam tersenyum menyeringai karna lagi-lagi rencananya berhasil. Sebenarnya, dia juga tak menyangka Widya akan berbalik meninggalkan kantin tanpa menghampiri mereka terlebih dulu. Tapi, itu justru menguntungkan dirinya karna dapat berduaan dengan Sandi tanpa ada gangguan dari Widya.


"San, aku boleh minta tolong gak nanti pulang ngampus anterin aku ke toko servis elektronik?"tanya Irda setelah dirinya menghabiskan makanannya.


"Servis elektronik? Emang ada yang mau kamu benerin?"tanya balik Sandi yang juga baru selesai dengan makannya.


"Iya, laptop aku rusan San. Tiba-tiba aja gak bisa nyala dari kemarin, mana tugas lagi banyak-banyaknya kan."rajuk Irda mengerucutkan bibirnya kesal.


"Makannya jangan kebanyakan dipake nonton drakor, jadi rusak tuh!"ledek Sandi terkekeh."


"Ih enak aja, tapi gimana kamu mau kan anterin aku?"


"Iya, nanti aku anterin. Tapi, ajak Widya juga ya?"ucap Sandi membuat senyum di bibir Irda memudar. Namun, dengan terpaksa dia pun mengangguk.


"Iya, yaudah kita siap-siap ke kelas aja yuk. Kayaknya Widya juga gak akan dateng deh."ajak Irda.


"Iya, kemana sih tuh anak. Ditungguin juga, yaudah yuk ke kelas aja."Sandi dan Irda pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan kantin.


Widya yang sudah berada di kelasnya, merasa moodnya jadi buruk. Cemburu, mungkin itulah yang kini sedang dia rasakan. Melihat kedekatan Sandi dan Widya membuatnya benar-benar tak suka. Ditambah, Sandi yang sama sekali tak menghubunginya membuat dirinya pun enggan untuk menghubungi Sandi duluan.


"Apa mereka bakal kembali pacaran?"gumam Widya seraya merebahkan kepalanya di atas meja miliknya.


Hingga sesuatu yang dingin menyentuh pipinya, membuatnya sontak terbangun karna kaget.

__ADS_1


"Kamu?"


__ADS_2