Mencintai Sahabatku Sendiri

Mencintai Sahabatku Sendiri
26


__ADS_3

Sandi tepat menghentikan sepeda motornya di depan Irda, yang memang selalu menunggunya di depan gerbang sekolah. Sandi pun segera memberikan helm cadangan yang selalu dibawa kemanapun dia pergi, walaupun hanya sendiri. Sandi tak menanyakan perihal sesuatu yang tadi sempat dia lihat sekilas, meski penasaran. Yang lebih utama sekarang adalah cepat-cepat mengantar Irda pulang, karna dia ingin segera menemui Widya.


"Mampir dulu sayang?"ucap Irda saat turun dari motor, di depan pintu kamar kostnya.


"Aku langsung pulang aja ya, banyak tugas soalnya. Kamu jangan telat makan ya!"seru Sandi tegas.


"Iya, yaudah kamu hati-hati ya pulangnya!"ucap Irda tersenyum.


"Iya, yaudah masuk gih!Aku pulang bye!"Sandi pun segera melajukan kembali motornya keluar dari halaman Kost nya Irda.


"Buru-buru amat sih? Kali ini aku biarin, tapi nanti kamu bakaln gak akan bisa jauh dari aku San. Tunggu kejutan dari aku ya San!"gumam Irda tersenyum menyeringai, dan segera masuk ke dalam kamarnya.


Sandi segera melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju rumah Widya. Niatnya memang akan mengerjakan tugas bersama-sama Widya. Sesampainya di rumah Widya, Sandi merasa kesal karna ternyata Fajar juga sudah ada di dalam. Setelah memarkirkan motornya, Sandi pun segera masuk, karna pintu yang memang sudah terbuka.


"Assalamu'alaikum!"salam Sandi saat memasuki rumah, dan langsung menuju ruang tengah.


"Wa'alaikumussalam. Eh, Sandi!"jawab Bunda, yang tengah duduk di sofa sambil membaca majalah fashion favoritnya.


"Apa kabar Bunda?"tanya Sandi sambil mencium punggung tangan Bunda.


"Alhamdulillaah baik, pasti mau ngerjain tugas juga ya?"tanya Bunda, membuat Sandi mengernyitkan keningnya, namun dia pun langsung mengangguk.


"Yaudah, tuh langsung aja ke atas. Widya sama Fajar udah mulai daritadi kayaknya, mereka ada di rooftop." ucap Bunda menjelaskan.


"Iya Bunda, kalo gitu Sandi langsung ke atas ya."Sandi pun segera berlari menaiki tangga untuk segera menemui Widya dan Fajar.


"Jar, kamu bisa gak yang soal ini?"tanya Widya memberikan buku catatannya.


"Ini sih gampang, sini aku tulisin rumusnya."Fajar pun mengisi catatan Widya dengan menuliskan rumus-rumus yang dia ketahui.


"Ekhem!" Serentak Widya dan Fajar pun menoleh pada sumber suara di belakang mereka.


"Sandi?"sahut Widya dan Fajar barengan.


"Iya ini aku, ngerjain tugas berduaan aja nih gak ngajak aku!"ucap Sandi yang kini telah duduk di sebelah Widya.


"Ish, tadi kan kamu pulang duluan. Terus kenapa sekarang malah nongol kesini?"ucap Widya menatap sahabatnya itu heran.

__ADS_1


"Ya mau ngerjain tugas juga lah, kenapa gak boleh?"jawab Sandi sembari mengeluarkan buku-buku miliknya.


"Boleh, apa sih yang enggak buat kamu!"ucap Widya mendelik. Namun tersenyum tipis.


"Udah deh, buruan nih kerjain tugasnya!"ucap Fajar ketus memotong saat melihat Sandi akan berucap.


"Ish, biasa aja kali gausah ngegas!"ucap Sandi tak kalah ketus.


"Sst, udah ah buruan!"mereka pun akhirnya mengerjakan tugas bersama-sama.


Setelah selesai mengerjakan tugasnya, Fajar pamit pulang. Daripada harus melihat kedekatan Widya dengan Sandi, lebih baik dia pergi sebelum dirinya merasakan panas dan sesak di hatinya.


"Kamu gak ikut pulang juga?"tanya Widya saat setelah mengantar Fajar sampai teras.


"Ngapain ikut Fajar pulang, kan aku juga punya tempat tinggal."Jawabnya polos.


"Ish bukan gitu, maksudnya kamu belum mau pulang?Ini kan udah mau maghrib."ucap Widya sembari mengikuti Sandi yang telah duluan masuk ke dalam rumah.


"Ouh, nanti aja ah. Ya sekalian ikut sholat aja disini bareng-bareng."ucap Sandi yang sudah duduk di sofa ruang tengah.


"Heumm yaudah, aku tinggal dulu ya. Aku mau mandi, kamu kalo mau apa-apa ambil aja sendiri ya!"


Selagi menunggu Widya mandi, Sandi pun merebahkan dirinya di sofa panjang yang ada di ruangan itu. Sandi pun mulai berseluncur di media sosialnya, dan tanpa sengaja dia melihat sebuah postingan yang menandakan Irda di dalamnya. Sandi pun terus membaca postingan tersebut, yang membuatnya bingung tak percaya.


"Siapa Erik?"gumam Sandi pelan.


"Woy!Kenapa kamu, serius amat!"seru Widya yang ternyata sudah berdiri di samping Sandi.


"Eh, gak apa-apa. Cepet amat mandinya. Bersih gak tuh?"celetuk Sandi, yang kini sudah duduk disamping Widya.


"Ya bersihlah, nih cium wangi kan?!"ucap Widya, sambil memajukan badannya ke arah Sandi.


Seketika, tatapan mereka pun saling terkunci. Mereka saling memandang satu sama lain, tatapan yang penuh cinta. Jantung mereka pun berdegup dengan sangat kencang.


"Diliat sedeket ini makin ganteng aja sih kamu, San!"gumam Widya dalam hati yang masih menatap Sandi sangat dekat.


"Kamu cantik Wid!"gumam Sandi dalam hati.

__ADS_1


Drttt


Drttt


Drttt


Suara dering Hp milik Sandi menyadarkan mereka dan segera mengubah posisi mereka, sebelum Ayah ataupun Bunda melihat mereka.


"Tuh hp kamu bunyi!"ucap Widya yang sudah memalingkan wajahnya, karena merasa pipinya yang memerah.


"Iya, ini juga mau diliat kok!"ucap Sandi yang masih menenangkan degup jantungnya, dan melihat siapa yang telah menelfonnya.


"Irda"Gumam Sandi pelan.


"Kenapa gak diangkat?Nungguin loh itu,"ucap Widya yang melihat sekilas ke layar hp milik Sandi.


"Gak apa -pa, nanti aja aku telfon balik. Eh, aku ikut ke kamar mandi ya, mau siap-siap sholat."ucapnya seraya segera berlari menuju kamar mandi yang terletak dekat dapur.


"Ish, ini jantung masih aja lari-larian!Sadar dong Wid, Sandi tuh udah punya cewek!"ucap Widya, setelah Sandi masuk ke dalam kamar mandi. Dia pun segera ke kamarnya untuk bersiap-siap sholat berjamaah dengan kedua orangtuanya dan juga Sandi.


Di kostan Irda


"Ih, kemana sih Sandi?Daritadi ditelfonin gak diangkat-angkat. Mana chat juga gak dibaca lagi!Masa ngerjain tugas ampe gak bisa buka hp!"gerutu Irda kesal. "Pasti lagi sama si Widya, hugh dasar!"sambungnya sembari membanting hp nya ke atas kasur.


tok


tok


tok


"Siapa lagi ah!"Irda pun membuka pintu kamarnya. "Loh, kamu?"


"Hai Da!"sapa seseorang dengan ramah.


Selesai sholat berjamaah bersama keluarga Widya, Sandi pun pamit pulang. Sebenarnya Sandi penasaran dengan postingan yang menandakan Irda dari sebuah akun bernama Erik. Akhirnya, sebelum pulang menuju kostannya, Sandi putuskan untuk berkunjung ke kostan Irda. Karna selain ingin menanyakan tentang Erik, dia juga ingin meminta maaf karna tadi tak mengangkat telfon ataupun membalas pesan dari Irda.


Sesampainya di depan gerbang kostan Irda, Sandi pun menghentikan mesin motornya sebelum masuk ke halaman. Karna dia melihat disana ada seorang lelaki yang tengah mengobrol dengan Irda. Sandi tak mengenal lelaki itu, akhirnya Sandi pun memilih memundurkan kembali motornya agar tak terlihat oleh Irda. Sandi terus memperhatikan Irda dan lelaki itu dari kejauhan, namun dia tak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh mereka.

__ADS_1


"Siapa sebenernya lelaki itu?Kayaknya mereka akrab banget!Apa jangan-jangan dia.."ucap Sandi, yang terus menatap ke arah Irda berada.


ayooo tombol like dan vote nya di klik yaa


__ADS_2