
Setelah acara perkemahan selesai, kini semua murid SMA JAYA tengah menghadapi ujian kelulusan. Yang akan menentukan mereka lulus apa harus mengulang kembali, setelah selama 3 tahun menempuh pendidikan di SMA JAYA. Semua murid terlihat sangat fokus dalam mengerjakan soal-soal ujian mereka. Semua berusaha untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, agar mereka dapat lulus dan masuk ke universitas yang mereka inginkan.
Dan hari ini, hari terakhir mereka ujian. Semua murid merasa lega karna dapat mengerjakan soal-soal dengan cukup baik. Begitu juga dengan Widya, Sandi, Fajar dan Irda.
"Wid, aku anterin pulang ya?Jangan nolak!"sebelum Widya menjawab, Sandi sudah memberinya ultimatum agar dirinya tak menolak ajakan Sandi. Widya hanya tersenyum menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Belum sampai menuju parkiran, langkah mereka harus terhenti karna Irda memanggil Sandi.
"Sandi, tunggu!"teriak Irda seraya berlari menghampiri Sandi dan Widya.
"Apaan sih Da?"tanya Sandi ketus.
"Anterin aku pulang ya, please!"ujar Irda dengan wajah memelasnya.
"Sorry gak bisa!"Sandi langsung merangkul pundak Widya untuk meneruskan langkahnya menuju parkiran. Menghiraukan Irda yang terus memanggil namanya.
"Ish, nyebelin banget sih!!"gerutu Irda geram menatap kepergian Sandi dan Widya.
drttt
drttt
drttt
📲Erick calling...
"Erick?tumben nelfon..."gumam Irda saat melihat layar Hp nya. "Hallo, Rick!"ucapnya setelah menggeser tombol hijau di Hp nya.
"Kamu udah selesai ujiannya Da?"tanya Erick yang sedang berada jauh dari tempat Irda.
"Udah, ini baru mau pulang. Kenapa?"
"Aku jemput ya?Kangen nih sama kamu, sejak kamu pindah kita jadi gak bisa ketemu."
"Lebay ah, yaudah aku tunggu di halte deket sekolah aku ya!"
__ADS_1
"Oke, aku langsung kesana!"
Setelah sambungan telfonnya terputus, Irda segera keluar dari lingkungan sekolah menuju halte yang tak jauh dari sekolah.
Di lain sisi, Fajar yang hendak membuka pintu ruang guru tak menyadari bahwa ada seseorang yang juga akan masuk. Hingga pintu yang terbuka dengan keras itu mengenai seseorang yang ada di balik pintu itu.
"Awwww, shitt!!"teriak Sabitha yang ternyata ada di balik pintu ruang guru.
Fajar yang mendengar teriakan dari Sabitha, langsung menghampirinya.
"Eh, sorry sorry!Aku gak tau ada orang yang mau masuk!"ucap Fajar merasa bersalah.
"Iya, iya gak apapa kok. Toh, pintunya juga yang gak bisa ngomong makannya gak ngasih tau kalo ada orang yang mau masuk."ujar Sabitha asal, sembari mengusap kening dan hidungnya yang terkena pintu.
Fajar yang mendengar ucapan Sabitha hanya terkekeh geli. "Eh, kening kamu merah tuh. Kita ke UKS aja, biar aku obatin pake salep."ajak Fajar yang semakin merasa bersalah melihat kening Sabitha yang agak memar.
"Gak apapa kali, gak usah ke UKS. Aku juga lagi ada urusan, misi ya aku mau masuk!"ucapnya cuek, seraya masuk ke dalam ruang guru setelah Fajar menggeser tubuhnya dari depan pintu.
Fajar yang merasa bersalah, akhirnya memutuskan untuk menunggu Sabitha di depan ruang guru.
"Kalo gak salah cewek tadi tuh yang waktu itu nyanyi kan ya?"gumam Fajar teringat kejadian saat di perkemahan waktu itu.
"Kok kamu masih di sini? Ngapain?"tanya Sabitha karna penasaran.
"Nungguin kamu."jawabnya tersenyum manis.
"Nungguin aku?Kenapa?"tanya Sabitha semakin heran.
"Ya aku mau tanggung jawab sama kamu."balas Fajar ambigu, semakin membuat Sabitha mengkerutkan keningnya bingung.
"Maksud kamu apa sih?Tanggung jawab dalam hal apa?"tanya Sabitha yang masih belum mengerti maksud Fajar.
"Ya karna aku udah buat kening sama hidung kamu memar. Udah yuk kita ke UKS dulu, biar aku obatin!"tanpa menunggu jawaban dari Sabitha, Fajar segera menarik tangan Sabitha menuju UKS.
Deg!
__ADS_1
"Jantungku !Kenapa jadi marathon gini sih??Ini kenapa lagi, aku gak bisa lepasin tangan ni cowok!"batin Sabitha menatap tangan Fajar yang memegang tangannya.
Setelah tiba di UKS, Fajar segera menuntun Sabitha untuk duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Dirinya pun mengambil kotak P3K, dan mencari salep untuk mengobati kening dan juga hidung Sabitha.
Fajar mengolesi salep pada kening dan hidung Sabitha dengan lembut, membuat Sabitha terpana. Jarak wajah Fajar dengan wajahnya cukup dekat, membuat debaran jantung Sabitha semakin cepat. Hawa di tubuhnya pun menjadi panas, membuat kedua pipinya berubah merah merona.
"Loh, pipi kamu kok ikutan merah sih? Apa tadi aku bener-bener terlalu kenceng ya buka pintunya?"ujar Fajar saat melihat wajah Sabitha yang memerah.
"Hah?Eng.. Enggak kok, ini.. ini tuh karna panas. Iya bener panas, eh udah kan ngobatinnya?Makasih ya, sekarang aku mau pulang!"ujar Sabitha dengan gugup. Dirinya yang hendak melangkah keluar dari ruangan UKS, tertahan karna Fajar yang tiba-tiba menarik tangan Sabitha hingga masuk dalam dekapan Fajar.
"Yaampun, kenapa aku gak bisa berkutik gini sih?"batin Sabitha saat berada di dekapan Fajar.
Sejenak pandangan mereka saling terkunci. Saling menatap satu sama lain, tak ada yang berani mengeluarkan suara. Hingga tiba-tiba terdengar suara perut yang berbunyi nyaring , menandakan bahwa dirinya tengah merasa lapar.
Fajar yang mendengar suara perut itu, langsung melepaskan pelukannya dan kembali menatap Sabitha.
"Kamu laper?"tanya Fajar tersenyum menyeringai.
"Eng...Ya wajarlah, ini kan udah siang!Udah ah, aku mau pulang!"ucapnya langsung berbalik menutupi rasa malunya.
"Aku anterin!"ucap Fajar membuat Sabitha kembali membalikkan badannya menghadap Fajar.
"Apa?Gak usah, aku bisa pulang sendiri Kok!"tolak Sabitha.
"Udah gak usah nolak, yuk kita pulang!"ajak Fajar yang lagi-lagi langsung menarik tangan Sabitha keluar dari ruang UKS.
Sabitha pun tak bisa berkata-kata lagi, karna dirinya lebih merasa gugup menatap tangan Fajar yang menggenggam tangannya.
"Ini jantung kayaknya kudu dipriksain deh!Daritadi berdebar gini!Ini lagi kenapa tangan malah ngerasa nyaman gini sih dipegang sama cowok ini."batin Sabitha.
"Nih pake!"Fajar menyerahkan helm cadangan yang memang selalu dirinya bawa kemana-mana pada Sabitha.
"Eh, beneran deh aku pulang sendiri aja ya!"Sabitha merasa tak enak bila harus diantar Fajar, cowok yang memang belum dia kenal sebelumnya.
"Udah pokoknya aku anterin, kan aku mau tanggung jawab sama kamu. Kenalin aku Fajar, dari kelas IPS I."Fajar menyodorkan tangannya ke hadapan Sabitha.
__ADS_1
"Sabitha IPS II. Apaan sih daritadi ngomongnya tanggung jawab mulu."Sabitha mengerucutkan bibirnya sembari memakai helmnya.
Fajar pun terkekeh geli melihat sikap Sabitha. Setelah Sabitha naik ke atas motornya, Fajar pun segera melajukan sepeda motornya keluar dari lingkungan sekolah.