Mencintai Sahabatku Sendiri

Mencintai Sahabatku Sendiri
15


__ADS_3

Hari demi hari, hubungan Widya semakin dekat dengan Fajar. Berbeda dengan Sandi dan Irda, yang semakin merasa hambar. Irda selalu mencari-cari alasan agar dia terus bersama Sandi. Dan sialnya, Sandi juga selalu tak tega untuk menolak permintaan Irda.


Seperti hari ini, Sandi terpaksa harus menemani Irda pergi jalan-jalan ke mall. Padahal, sebelumnya Sandi berniat untuk pergi bertemu dengan Widya.


"Sayang, kita kesana yuk!Aku pengen beli make up baru."ajak Irda sambil menarik tangan Sandi menuju toko alat-alat make up.


"Iya sayang, iya. Tapi gak usah ditarik-tarik juga dong aku nya!" ucap Sandi, melepaskan genggaman Irda. Irda pun tak ambil pusing, dia melepaskan pegangannya dan segera masuk ke toko tersebut.


"Kenapa sekarang aku ngerasa jenuh ya sama hubungan ini? Tapi, masa iya aku harus mutusin Irda? Aargh lagian kenapa juga aku selalu ngerasa gak suka kalo Widya deket sama si Fajar!"batin Sandi yang sejak masuk toko make up malah melamun.


"Sayang, kamu kok ngelamun disini sih?Ayo temenin aku dong ke sebelah sana!"ajak Irda yang membuyarkan lamunan Sandi. Dan mereka pun menghabiskan waktu berjam-jam di mall, dari toko satu ke toko lainnya.


Berakhir di food court, karna merasa lelah seharian berjalan-jalan.


"Kamu mau pesen apa Yang?" tanya Irda sambil melihat-lihat buku menu makanan yang ada di meja nya.


"Aku kayak biasa aja." jawab Sandi datar.


"Oke, Mbak aku pesen double chiken steak nya 2 sama minum nya jus alpukat 1, es teh manis nya 1." ucap irda pada pelayan yang sudah menunggu di samping mejanya.


"Baik, ditunggu ya pesanannya!" jawab pelayan ramah.


"Iya, makasih Mbak!" Irda pun tersenyum ramah.


Sandi yang daritadi hanya memainkan hp nya, segera menyimpan hp nya ketika pelayan itu pergi dari tempat mereka. Dan menatap Irda dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"Kenapa sih Yang, kok liatin aku nya kayak gitu?" tanya Irda karna merasa tak enak.


"Gak apa-apa kok!" jawab Sandi dingin.


"Sandi kenapa sih, daritadi dingin gitu kayak kulkas?!" gumam Irda dalam hati. Tak lama pesanan mereka pun datang. Tak ada pembicaraan lagi diantara mereka, karna mereka fokus memakan makanan mereka. Hingga makanan mereka habis, Sandi mulai bersuara.


"Da, aku pengen ngomong sesuatu sama kamu." ucap Sandi serius.


"Ngomong aja San, kenapa?" ucap Irda sambil meminum jus nya yang masih tersisa setengah lagi.


"Mmm, gimana kalo kita putus aja?" tanya Sandi tiba-tiba, membuat Irda seketika tersedak.


uhuk uhuk uhuk

__ADS_1


Sandi pun menepuk-nepuk pundak Irda.


"Pelan-pelan dong minumnya,"ucap Sandi.


"Barusan kamu ngomong apa sayang?"tanya Irda sedikit terbata, dan syok atas pertanyaan yang tadi dilontarkan Sandi.


"Maaf sebelumnya, tapi kayaknya aku udah gak bisa terusin hubungan kita deh."ucap Sandi dengan tegas.


"Kenapa tiba-tiba? Emang aku ada salah ya sama kamu San?"tanya Irda yang kini sudah hampir menangis.


"Kamu gak salah kok, aku yang salah. Dari awal kan, aku udah bilang sama kamu kalo aku bakalan coba menjalani hubungan ini. Dan bila aku udah gak bisa terusin, ya lebih baik kita putus. Aku gak mau nantinya malah semakin bikin kamu terluka Da."ucapan Sandi membuat Irda akhirnya tak bisa menahan air matanya untuk turun.


"Jadi, selama ini kamu benar-benar terpaksa pacaran sama aku San? Atau apa karna udah ada nama orang lain di hati kamu?"


"Ini gak ada hubungannya sama oranglain Da. Tapi, aku yang emang gak mau bohongin kami terus."jelas Sandi yang tak ingin mengakui bahwa sebenarnya Widya lah yang selalu ada di hatinya.


"Tapi, aku gak mau San. Aku bener-bener sayang sama kamu. Aku gak mau putus San."ujar Irda semakin terisak menangis. Hingga beberapa pengunjung yang lain kini menatap ke arah mereka.


"Da, kamu tenang dulu ya. Mending kita omongin di kostan aja. Gak enak sama pengunjung yang lain."ajak Sandi yang merasa tak nyaman karna tatapan para pengunjung seolah-olah menyalahkan dirinya.


Sandi dan Irda pun melenggang pergi dari food court menuju kostan Irda. Selama di perjalanan, Irda masih terus menangis. Dia pun memeluk Sandi dengan erat, seolah menunjukkan bahwa dirinya benar-benar tak ingin melepaskan Sandi. Sandi pun hanya bisa pasrah, dia pun sebenarnya merasa tak tega melihat keadaan Irda yang malah terpuruk seperti itu.


"Widya!" panggil Bunda dari depan pintu pembatas dapur dan taman belakang.


"Iya, bun?" sahut Widya tanpa menoleh ke arah bundanya.


"Ada temennya tuh!" teriak bunda lagi.


"Temen?Siapa ya, kalo Sandi gak mungkin kan bunda bilang temen.." gumam Widya menerka-nerka. Dan Widya pun segera menghampiri bunda nya.


"Siapa bun ?" tanya Widya saat sudah berada di depan bunda.


"Itu loh, Fajar kalo gak salah. Sudah kamu temui dulu sanah, bunda mau bikin minum dulu." ucap bunda, lalu segera membuatkan minuman untuk Fajar dan Widya tentunya.


Widya pun menghampiri Fajar yang sudah duduk di kursi ruang tamu.


"Hai, Jar!" sapa Widya, lalu duduk tepat di hadapan Fajar.


"Hai, Wid!Kamu lagi apa?Aku gak ganggu kan?" sahutnya tersenyum manis.

__ADS_1


"Enggak kok, nyantai ajja kali ah!Ada apa, tumben dateng ke sini?" tanya Widya tanpa basa basi, namun tetap ramah.


"Aku pengen ngajak maen sih, tapi itu juga kalo kamu mau."ungkap Fajar sedikit malu-malu.


"Main?Kemana?"tanya Widya santai.


"Kalo kita nonton gimana?"


"Emm...Apa aku terima aja ya, daripada nungguin Sandi yang gak jelas dateng apa enggak!Pastinya dia lagi asik pacaran!"gumam nya dalam hati. "Oke deh, bentar ya aku siap-siap dulu!" Ujar Widya berlalu ke kamarnya. Fajar pun tersenyum senang, karna Widya mau ikut bersamanya.


Di kamarnya, Widya segera mengganti bajunya dengan dress selutut berwarna pink yang membuat dia semakin imut. Tak lupa dia menambahkan cream pada wajahnya juga sedikit bedak padat, agar wajahnya terlihat segar. Widya juga menambahkan liptin merah muda di bibirnya. Setelah selesai dengan make up nya yang benar-benar sederhana itu, Widya kembali melihat penampilannya di kaca.


"Heumm, aku kayak orang mau nge date aja deh. Coba perginya sama Sandi!" Gumam Widya sambil terus melihat ke arah kaca yang menampilkan pantulan tubuhnya.


tok


tok


tok


"Sayang, masih lama?Itu kasian Fajar nungguin!" ucap Bunda yang muncul di balik pintu kamar Widya.


"Eh, bunda.. udah kok, ini mau keluar.hehe." jawab Widya cengengesan, lalu keluar bersama bunda menemui Fajar.


"Jar, maaf ya lama!"Ucap Widya saat tiba di ruang tamu. Fajar pun seketika terpana melihat penampilan Widya. Iya, membuatnya semakin menyukai Widya.


"Eh, iya gak apa-apa kok. Udah siap?" tanya Fajar, mencoba menenangkan kembali ritme detak jantungnya yang berdebar begitu cepat.


"Kalian mau pergi kemana?" tanya bunda yang masih berada di samping Widya.


"Oya, tante ijin ajak Widya nya ya..Kita mau pergi nonton aja kok," ucap Fajar tersenyum sopan.


"Ouh, iya boleh..Tapi, jangan pulang terlalu malem ya!" bunda pun tersenyum ramah dan lembut.


"Iya tante, kita gakkan sampe malem kok!" ucap Fajar lagi.


"Yaudah, kalo gitu kita berangkat ya bun!" ucap Widya, seraya mencium tangan bunda begitu juga Fajar. Mereka pun segera pergi dari rumah.


mohon maaf kalo masih banyak typo bertebaran dimana mana 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2