
Setelah beberapa hari dari pertemuan mereka berempat, kini mereka kembali beraktifitas seperti biasa. Hubungan Sandi dan Widya tetap terjalin seperti biasa, menjadi sahabat yang selalu saling jahil menjahili. Meski, Sandi masih tak bisa berkunjung ke rumah Widya sesering biasanya. Sedangkan Fajar, semakin dekat dengan Widya. Dia mulai berani menunjukkan perhatiannya pada Widya, sejak dia mengutarakan permintaannya waktu itu.
flashback on
"Makasih ya Jar, udah nemenin sampe nganterin pulang lagi." ucap Widya, saat baru saja turun dari motor Fajar.
"Nyantai aja kali Wid, ya kali aku gak anterin pulang. Bisa bisa ayah kamu nguber aku!Hehe" ucap Fajar, yang juga ikut turun dari motor nya.
"Hehe, iyalah!Yuk, masuk dulu!" ajak Widya, masuk ke halaman rumahnya. Diikuti Fajar di belakangnya, sambil mendorong motornya masuk ke halaman.
"Bentar ya, aku ambilin minum dulu."ucap Widya.
"Iya Wid, makasih!" ucap Fajar, saat mendudukkan diri di kursi yang berada di teras rumah Widya.
Tak lama, Widya keluar dengan membawa nampan berisikan satu gelas air jus segar.
"Ini Jar, diminum dulu!" ucapnya tersenyum ramah.
"Iya, nanti aja. Emm, Wid aku boleh minta sekarang kan?" ucap Fajar sedikit ambigu.
"Minta?Minta apa Jar, itu kan udah aku bawain minum?" tanya Widya polos.
"Ish, kamu mah lupa apa pura-pura lupa sih Wid?Bikin gemes aja!" ucap Fajar, menjawil hidung Widya.
"Lah, kamu tiba-tiba minta?Aku kan gak tau Jar.." ucap Widya yang masih merasa bingung.
Fajar pun tersenyum geli melihat Widya yang polos seperti itu. "Aku minta balasan, karna aku udah nemenin kamu jalan..Udah inget sekarang?" jelas Fajar sambil menaik turunkan alis nya.
"Ouh itu!Iyaa iya, aku inget. Jadi, kamu mau minta apa Jar?" jawab Widya pada akhirnya yang baru saja mengingatnya.
"Gak susah dan gak banyak kok, aku cuman pengen setiap hari bisa antar jemput kamu ke sekolah, gimana?" ucap Fajar, sambil menatap Widya penuh harap.
"Hah?Cuman itu?Maksud aku, kamu cuman pengen antar jemput aku?" tanya Widya kaget.
"Iya, kenapa?gak boleh ya?" Fajar mengira permintaannya akan ditolak oleh Widya.
"Boleh banget laah!!Jadinya kan aku bisa hemat ongkos, hahaa!!" seru Widya sambil tertawa, menepuk pundak Fajar.
"Jadi kamu mau, Wid?" tanya Fajar senang.
__ADS_1
"Iyaa mau lah," jawab Widya tersenyum.
flashback of
Sejak hari itu, Fajar tak pernah absen untuk menjemput Widya untuk pergi ke sekolah. Dan Widya pun tak pernah menolak. Widya hanya senang bisa mempunyai seorang teman dekat selain Sandi. Fajar pun selalu membawakan berbagai cemilan untuk Widya saat istirahat, meski Widya sedang bersama Sandi. Dan itu membuat Sandi tak suka.
"Wid, ini buat kamu!" ucap Fajar memberikan sebuah cokelat untuk Widya saat di kantin sekolah.
"Waah, makasiih Fajar!Tau aja, aku lagi pengan makan cokelat ini!" seru Widya senang menerima cokelat dari Fajar.
"Iya sama-sama, Wid!" ucap Fajar yang sudah duduk di sebelah Sandi, tersenyum pada Widya.
"Kenapa kamu gak bilang sama aku Wid, kalo kamu mau aku bisa beliin buat kamu." ucap Sandi yang merasa tak suka.
"Kan ini udah ada San, aku juga gak bilang sama Fajar kalo aku pengen cokelat ini." ucap Widya santai, sambil membuka bungkusan cokelatnya.
"Makannya pelan-pelan dong, Wid! Tuh liat jadi belepotan kan.." ucap Fajar sambil membersihkan sisa cokelat yang ada di ujung bibir Widya menggunakan ibu jari nya.
Widya sedikit kaget dengan perlakuan Fajar, Widya pun menatap Fajar yang sedang menatapnya tersenyum manis. Mereka saling bertatapan hingga terdengar suara Sandi yang membuyarkan pandangan mereka.
"Ekhemm!Udah bersih kali, gak usah terus terusan disitu juga jari nya."ucap Sandi ketus, menatap Fajar tajam. Sungguh Sandi tak suka melihat adegan itu. Bikin iri.
Jam sekolah pun telah usai, seperti biasa Sandi akan pulang terlebih dahulu karna dia harus menjemput Irda di sekolahnya, meski sekarang terasa berat karna tahu Widya pulang bersama Fajar. Setelah Sandi pulang duluan, barulah Widya dan Fajar pulang bersama.
"Hai Sayang!" sapa Irda, saat Sandi tiba di sekolahnya.
"Hai! Yuk, langsung pulang!" ajak Sandi datar.
"Aku mau ke kafe dulu sayang, soalnya aku lagi males makan di kostan. Mau ya!" rengek Irda manja.
"Heumm, yaudah yuk!" Sandi pun hanya bisa pasrah.
Mereka pun pergi menuju kafe tempat biasa mereka makan. Tanpa diduga, disana mereka bertemu dengan Widya dan Fajar yang juga akan makan siang disana.
"Eh, itu bukannya Widya sama Fajar ya sayang?" tanya Irda, menunjuk ke tempat Widya dan Fajar berada.
Sandi pun mengikuti arah telunjuk Irda. Dia melihat Widya sedang duduk bersama dengan Fajar, mereka terlihat sedang tertawa akrab. Dan itu lagi-lagi membuat Sandi merasa tak suka. Rasanya ada yang bergemuruh di dada nya, hawa panas tiba-tiba menyerang tubuhnya, padahal kini dia berada di ruangan ber ac.
"Widya makin deket aja sih sama si Fajar!Pake ketawa-ketawa segala, apa sih yang mereka obrolin?!" batin Sandi emosi.
__ADS_1
"Kita gabung sama mereka aja yuk!" ajak Irda melangkah menuju meja Widya, namun dihentikan oleh Sandi.
"Ngapain sih, kita cari meja sendiri aja! Gak usah ganggu-ganggu mereka! Tuh kita duduk disana aja!" ajak Sandi menarik tangan Irda ke tempat yang agak jauh dari tempat Widya dan Fajar.
"Kenapa kita gak gabung aja sih?"tanya Irda saat sudah duduk di kursinya.
"Ya, gak apa-apa! Kamu mau pesen apa?"tanya Sandi ketus.
"Aku mau mie goreng aja sama teh lemon." jawab Irda tak kalah ketus. "Kamu pasti cemburu kan San?" gumam Irda dalam hati.
Mereka pun menikmati makan siang mereka dengan perasaan yang tak tenang. Diam-diam, Sandi memperhatikan Widya dan Fajar, ***** makannya tiba-tiba hilang ketika melihat keakraban Widya dengan Fajar. Sedangkan Widya belum menyadari, bahwa Sandi dan Irda ada di tempat itu. Widya sangat menikmati obrolannya dengan Fajar.
"Eh, kita pulang yuk!Aku udah beres nih.."ajak Widya, saat sudah menghabiskan makan siangnya.
"Yuk, aku juga udah beres kok!" ucap Fajar, sambil beranjak berdiri dari kursinya. Saat dia akan melangkah, tak sengaja Fajar melihat ke arah Sandi dan Irda berada.
"Eh, itu bukannya Sandi ya Wid?" tanya Fajar menunjuk ke tempat Sandi, yang juga sedang menatap ke arah mereka. Widya pun mengalihkan pandangannya ke tempat Sandi.
"Iya, itu Sandi sama..Irda" ucap nya lesu, saat melihat Irda bersama Sandi.
"Mau kesana dulu?Kayaknya, Sandi juga liat ke arah kita tuh!" ucap Fajar.
"Mmm, boleh. " ucap Widya, dan mereka pun melangkah menuju tempat Sandi dan irda.
"Hei San!Kalian disini juga?" sapa Fajar saat sudah berada di hadapan Sandi dan Irda.
"Eh, hai kalian makan disini juga?" tanya Irda.
"Iya, tapi kita udah beres. Kita mau pulang tapi liat kalian, jadi kita kesini dulu deh." ucap Fajar menjelaskan.
"Ouh, sini gabung dulu sama kita. Bentar lagi juga kita beres!" masih Irda yang bersuara. Karna Sandi hanya diam menatap Widya.
"Mmm, lain kali aja ya. Kita mau pulang duluan aja, gak apa-apa kan ya?" Ucap Widya, yang merasa tak enak pada Sandi yang daritadi terus menatapnya.
"Oh, yaudah kalian hati-hati ya!" ucap Irda tersenyum.
"Iya, kita duluan ya San!" ucap Fajar, yang hanya dijawab anggukan oleh Sandi dan Irda.
Sandi terus menatap punggung Widya yang semakin menjauh dan menghilang dari kafe itu. Sandi benar-benar merasa tak suka. Namun, dia juga tak bisa melarang atau mengungkapkan perasaan tak suka nya pada Widya. Sandi tak ingin, bila nanti Widya akan marah padanya. Sandi pun tak enak pada Irda, yang ada disampingnya kini. Jadi Sandi pikir dia akan menyimpannya sendiri, karna dia pun tak yakin dengan perasaannya.
__ADS_1
like dan komennya yaa!!