Mencintai Sahabatku Sendiri

Mencintai Sahabatku Sendiri
3


__ADS_3

Widya pov


Rasanya pagi ini aku sama sekali gak semangat buat sekolah. Sejak tahu kalau Sandi udah punya pacar, rasa sakit itu masih saja terasa.


"Pagi Yah, Bun!"ucapku lesu sembari mencium pipi Ayah dan Bunda bergantian.


"Pagi sayang! Kok lesu gitu sih, kenapa?" tanya Ayah, saat melihat aku tertunduk lesu.


"Gak apa-apa kok Yah, Widya berangkat sekarang aja ya. Assalamu'alaikum!" ku cium tangan dan pipi Ayah sama Bunda. Dan segera pergi, tanpa mendengar jawaban dari mereka.


"Kenapa dia bun?" Ayah masih penasaran.


"Mungkin lagi banyak tugas Yah, udah Ayah sarapan aja dulu! Bunda siapin bekel dulu ya buat Ayah." jelas Bunda sembari menyiapkan bekal Ayah.


"Iya cintaku." ucap Ayah sambil menatap Bunda dengan senyuman manis nya.


"Ah Ayah, anak udah gadis aja masih suka gombal gitu.."Bunda tersenyum malu.


"Ini bukan gombal Bun, tapi romantis." jawabnya lagi semakin menggoda Bunda.


"Iya deh iya sayangku.." Bunda pun tak mau kalah menggoda ayah.


****


"Heumm, dia belum dateng."ucapku dalam hati, saat sampai kelas dan ternyata Sandi belum ada di bangkunya.


Sambil ku menunggu, ku ambil hp dari dalam tas. Ku lihat-lihat medsos, karna penasaran aku pun mencari akun bernama Irda, dari daftar teman milik Sandi.


"Gak papa kali ya kalau aku liat-liat? Aku cuman penasaran sih," gumam ku dalam hati, sambil terus mencari akun milik Irda.


"Heumm cantik, pantes Sandi suka."gumamku lirih saat ku menemukan akun dengan nama Irda.

__ADS_1


"Woy ...!! Lagi apa loh hayo!"tiba-tiba suara yang sudah sangat aku kenal, mengagetkan aku.


"Aduh!" teriakku sambil ku pegang dadaku karna kaget mendengar teriakan sahabatku yang super jail itu. " Ish! Ngagetin aja deh, kebiasaan tau ih!!"


"Ya abis serius gitu, liat sosmed ampe ga sadar ada yang dateng. Lagi liat apaan sih?" tanya nya sambil mencoba melihat hp yang sedang ku pegang. Namun, aku buru-baru mematikan hp ku dan langsung memasukkannya kembali ke dalam tas.


"Engga liat apa-apa kok, cuma iseng aja buka-buka Facebook sama IG. Kamu abis nganterin lagi?"Aku coba mengalihkan perhatiannya.


"Iya." jawabnya singkat. Dan aku hanya ber oh saja.


Bel pun berbunyi tanda waktu pelajaran di mulai. Rasanya masih saja sesak.


Sandi pov


"Wid, aku pulang duluan ya! Maaf aku belum bisa nganterin kamu pulang lagi."sebenarnya aku merasa tak enak, membiarkan Widya pulang sendiri.


"Oh, mau jemput pacar yaa? Ciee, yang punya pacar sekarang. Gak apa-apa kali San. Udah cepet sana, nanti dia nunggunya kelamaan lagi."ucapnya sembari tersenyum, meski aku tau itu hanyalah senyum palsu. Aku semakin merasa tak enak, tapi aku pun tak bisa membiarkan Irda pulang sendiri.


"Bener Loh ya, aku tunggu!"teriak Widya yang kujawab dengan acungan jempol saja.


author pov


Sandi pun pergi meninggalkan Widya di kelas. Sedangkan Widya hanya bisa menatap kosong ke arah pintu kelas berharap Sandi kembali ke kelas dan mengajak nya pulang bareng.


"Ish Widy, mana mungkin lah dia balik lagi!" gumam nya sambil memukul pelan kening nya. Dia pun hendak keluar kelas.


"Widya tunggu!"tiba-tiba suara seseorang menghentikan langkahnya saat berada di depan pintu kelasnya.


" Eh Fajar, kirain udah gak ada siapa-siapa di kelas. Haha, ternyata masih ada orang ya." kata Widya yang baru menyadari, bahwa di kelas masih ada Fajar dan juga beberapa murid di kursi bagian pojok kelas nya.


" Kamu sih yang diliat cuman Sandi doang, jadi yang lain dianggap gak ada."Seru Fajar saat tepat ada di hadapan Widya.

__ADS_1


"Eh, ya enggak lah! Aku emang lagi gak nyadar aja."elak Widya yang hanya menjawab sambil nyengir malu.


"Gak nyadar kamu bilang? huh dasar! Oyah, Sandi pulang duluan lagi ya?"


"Iya tuh, katanya mau jemput bebeb nya."ucap nya mencoba untuk menutupi kesedihannya.


" Yaudah yuk kita pulang!"ucap Fajar, sambil menarik tangan Widya berlalu meninggalkan kelas.


Widya pun hanya bisa pasrah mengikuti Fajar dari belakang, tanpa melepaskan genggaman Fajar. Karna dirinya sedang tak bersemangat untuk menolak ataupun berdebat dengan oranglain. Perasaannya yang masih belum bisa menerima kenyataan hubungan Sandi dengan Irda membuat dirinya benar-benar tak bersemangat. Widya pun akhirnya pulang bersama Fajar lagi. Sepanjang perjalanan, Widya hanya memikirkan Sandi dan Irda. Meskipun Fajar terus mengajak nya mengobrol, namun dirinya tak benar-benar mendengarkan ucapan Fajar.


"Wid, besok kan hari sabtu kita jalan yu mau gak?" tanya Fajar, saat mereka berhenti di lampu merah.


Namun Widya yang masih saja melamun, tak menghiraukan pertanyaan Fajar.


"Kita jalan-jalan ke mall, atau ke taman gitu. Atau kemana aja deh tempat yang mau kamu datengin, aku siap anterin!"seru Fajar masih terus mencoba mengajak ngobrol Widya.


" Wid, Widya!"merasa tak ada jawaban, Fajar pun menoleh ke belakang namun lampu telah berganti hijau. Fajar pun melajukan kembali motor nya.


Dan karna merasa penasaran dengan sikap Widya yang tak seperti biasanya, Fajar pun menghentikan motor nya di tepi jalan. Dan itu membuat Widya tersadar dari lamunannya.


"Eh, kita dimana? Kok berhenti Jar?" tanya Widya bingung.


"Kamu kenapa Wid? Sakit? Dari tadi aku ajak ngobrol kok diem aja sih?" tanya Fajar sambil memegang dahi Widya.


"Hah? sakit? enggak kok, siapa juga yang sakit ih kamu mah!" jawab nya melepaskan pegangan Fajar dari dahi nya.


" Ya terus kenapa, aku nanya gak di jawab?"


" Kamu nanya? Nanya apa emang? hehe maaf ya, aku lagi gak konsen." Widya pun hanya bisa nyengir merasa tak enak.


" Heumm yaudah deh kita jalan lagi" Fajar pun melajukan lagi sepeda motor nya menuju rumah Widya.

__ADS_1


__ADS_2