Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Penyambutan Orangtua Mikha


__ADS_3

Mobil tampak memasuki mansion kediaman Aksana dan Lusi,


Mikha memang sudah mengabari jika ia akan pulang bersama suami dan juga anakknya, tentu saja orangtuanya senang terutama Aksana, karna Mikha berhasil menikahi seorang pria walau sudah duda yang tampan dan kaya raya..kekayaannya menyamai Mike Sebastian jadi dia tidak kehilangan muka dan selalu berbangga dengan latar belakang yang selalu dia junjung sepanjang waktu..


Jadi hari ini Aksana mempersiapkan penyambutan keluarga Damian Russ yang selalu di sanjungnya setinggi langit...dimanapun ia berada dia selalu menceritakan betapa ia bangga memiliki menantu seperti Damian Russ,


Aksana sudah berdiri bersama Lusi dan juga Stela dan calon suaminya yang hanya seorang yang memiliki restoran kecil, Aksana yang selalu menjunjung tinggi nama baik dan kelas sosial itu tidak terlalu perduli pada Stela dan pasangannya, perhatiannya justru pada putri bungsunya putri yang selama ini selalu ia sakiti ternyata telah mengangkat nama Aksana menjadi mertua dari seorang pengusaha properti yang punya nama dan di segani di kalangan pembisnis...


Limosin itu berhenti di halaman rumah yang luas milik Aksana, supir keluar dari depan mobil dan membuka pintu untuk anak dan menantunya seraya menunduk sopan...


Senyum penuh keharuan menguar...Aksana dan Lusi saling memandang dalam arti yang sama sebelum meneteskan airmata bahagia melihat sang putri yang tampak sehat dan semakin cantik dalam busana mahal yang menjelaskan statusnya, Lusi pantas merasa bangga bukan...kini suqminya tampak sangat puas melihat masa dpan Mikha yang cerah...


Sedangkan.......


Stela berdiri disana...memandang dengan tak terbaca....


Meski adiknya sudah cacat sebagai seorang wanita,namun...nasib baik selalu mengikutinya, tuan Damian sangat gagah dan tampan, seperti pria dalam film raja-raja...auranya dominan dan memikat bagi siapa saja yang melihat pria ini,namun tuan Damian begitu tampak kalau ia sangat tergila-gila pada Mikha, karna tangannya tak jauh dari punggung Mikha....


Haruskah Stela iri lagi...? wanita itu menghepa nafas dengan berat.......


"Papa.....Mama....." bisik Mikha melangkah setengah berlari untuk memeluk tubuh kedua orangtuanya dengan keharuan yang begitu kuat, airmatanya menetes...menyadari orangtuanya sudah mulai menampakan usia lanjut, rambut yang mulai memutih...hati Mikha sungguh merasa sedih sekaligus bahagia,ia masih bisa melihat mereka sehat.....


"Kami merindukanmu putriku..." bisik Lusi dengan usapan lembut di punggung Mikha yang selalu mampu membuatnya tenang di segala keadaan....


"Aku juga merindukan papa dan mama...maaf aku baru sempat datang..."bisik Mikha sesegukan dipelukan orangtuanya....


Lusi dan Aksana mengangguk mengerti,....


"Yang penting kau bahagia bersama suamimu, kami sudah merasa tenang nak..." ucap Aksana menatap kagum pada sosok Damian yang selama ini ia liat di majalah atau televisi,sekarang begitu dekat dengannya...menjadi menantu kesayangannya nanti.....


Mikha melepaskan pelukan lalu memperkenalkan Damian juga Dion....


Damian menunduk sangat sopan di hadapan Aksana dan Lusi....


"Apa kabar...papa dan mama." bisiknya dengan senyuman ramah....


Lusi dan Aksana saling menatap, mereka kagum dengan sikap lembut seorang Damian Russ yang ternyata sangat menghargai mereka sebagai orangtua Mikha...walau dirinya seorang yang sukses....


Aksana semakin di buat kagum, ia menggulurkan tangamnya lebih dahulu, kebiasaan yang jarang di lakukan Aksana kepada lawan bicaranya kalau bukan seseorang yang sangat berarti dan punya nilai lebih...


Damian tak segan menyambut uluran tangan Aksana dengan sangat sopan, di ikuti Dion yang bersikap tak kalah lembut....


"Kau akan menjadi seseorang yang gagah di masa depan cucuku." desah Aksana memuji...

__ADS_1


"Tentu saja.. kakek, kurasa aku ingin gagah seperti kakek saja jika aku dewasa." ucap Dion langsung di sambut tawa mereka semua....


"Bagaimana kalau kita masuk nak."? ucap Aksana...


"Aku ingin menyapa kakak lebih dahulu papa." ucap Mikha dengan sopan.


Lusi menatap Dion,


"Bagaimana kalau Dion ikut kakek dan nenek berkeliling."


"Aku sangat senang nek..." Dion menatap ke arah Mikha...


"Ibu....."? bisiknya meminta ijin, pemandangan itu tak luput dari tatapan Aksana dan Lusi, mereka saling memandang dan merasa lega, mereka sudah tau kondisi Mikha karna itu Aksana dan Lusi tak berhenti bersyukur, Damian dan Dion menerima Mikha apa adanya.


"Pergilah dan bersenang-senang putra ibu." bisik Mikha mengelus rambut Dion dengan sayang.


Sementara Stela menggeleng miris ke arah sang papa yang terlihat seperti penjilat....ia menggelengkan kepalanya sedikit kesal karna sikap papa sangat berlebihan...


"Kakak..." desah Mikha mengejutkan Stela....


"Mikha...."? balasnya terkejut karna lamunannya justru terhempas oleh Mikha....


Mikha kemudian memeluk tubuh kakaknya dengan erat...


"Aku merindukanmu kakak.."


"Aku baik-baik saja kakak...." balas Mikha dengan mata berbinar,


Stela mengangguk, kemudian membelai wajah adiknya dengan rasa sayang...


"Kakak senang kau bahagia Mikha...oya perkenalkan ini calon suami kakak namanya Riko." bisik Stela menarik Riko yang sejak tadi berdiri dalam diam.....


Mikha tersenyum,


Lalu mengulurkan tangannya membalas Riko...pria itu terpesona melihat Mikha...tentu saja, Mikha sangat cantik hingga mampu menghipnotisnya..


Damian yang melihat Riko menggenggam tangan Mikha terlalu lama merasa panas, ia mendekati mereka menarik tangan Mikha halus, dan tersenyum penuh peringatan pada Riko...


"Sayang, bisakah membantuku sebentar."? bisiknya menarik perhatian Mikha padanya...


"Yah..tentu saja suamiku." Mikha tertawa lalu pamit untuk mengikuti langkah Damian menjauh....


Langkah Damian terhenti ketika mereka sudah di taman belakang, papa dan mama sedang mengajak Dion berkeliling sekitar Mansion..

__ADS_1


Stela dan calon suaminya menyiapkan menu makan malam untuk mereka, atas perintah Aksana....


Damian menarik Mikha hingga jatuh kepelukannya, menyibakan rambut panjangnya yang semakin membuatnya cantik dan anggun..ia menatap dengan gemas, mendekatkan wajahnya....


"Haruskah kupatahkan saja tangan pria itu."?


"Dia calon kakak iparku Damian, dan kakak iparmu juga.." desis Mikha memperingatkan..


"Dia melihatmu seperti kau makanan lezat...naluri membun*hku bangkit sayang." ucap Damian kesal...


"Sssttt....jangan membuat keributan..."ucap Mikha...


"Bersikaplah yang wajar atau aku lepas kendali sayang." Damian menuntut..


"Baiklah.."


"Jangan terlalu akrab dengan pria lain selain papamu dan Dion, itu wajip."


Mikha terkekeh namun mengangguk dengan cepat...


"Jangan tersenyum padanya aku....cemburu..."


"Apalagi...."


"Aku tak sabar untuk malam nanti..." Damian tersenyum penuh arti...


Wajah Mikha memerah....ia teringat dengan perkataan Derrell, haruskah ia mengunci suaminya...?


❤❤❤❤


Anastasi sudah duduk di ruang tamu dengan sopan,sementara Naila putri Alan duduk di sampingnya tak mau jauh...mereka sedang menunggu Alan yang sedang bersiap-siap di kamar....


Tak berapa lama kemudian Alan keluar dengan wajah segarnya, tampilan kasual yang membuatnya tampak lebih muda, ia tersenyum hangat melihat kedekatan Naila dan Anastasia..


"Selamat pagi." sapa Alan tersenyum...


Naila melihat ayahnya dan tersenyum,


"Selamat pagi ayah..aku sedang bermain bersama kak Ana.." bisik Naila bahagia...


Alan menatqp Ana.....


"Kak Alan...aku hanya mencoba menjadi temannya." bisik Anastasia dengan wajah malu....

__ADS_1


Alan tertegun.......kemudian memperlihatkan senyuman yang jarang di lihat Ana...


Mengapa kak Alan sangat tampan, rasanya Anastasia semakin jatuh cinta pada duda ini....


__ADS_2