Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Sifat Yang Berbeda


__ADS_3

10 tahun kemudian.....


Mikha sedang memakainkan baju untuk Kevin sementara Kevala sedang bersama Derrell, gadis kecil itu tak pernah mau jauh sedikitpun dari Derrell, dan begitu mengidolakan sang papa..sedangklan Dion dan Kevin begitu mencintai Mikha dan tak segan menunjukan kasih sayang mereka pada Mikha di depan umum.


Derrell hampir tak pernah tertidur, hanya sekali dia tertidur saat anak mereka usia 5 tahun dan Mikha terlibat keributan dengannya, Derrell di dapati Mikha sedang mengajarkan sikap angkuh pada Kevin dan Kevala, sedangkan Dion...Mikha rasa ia telah sepenuhnya menjadi seperti seorang Derrell Russ, untunglah putranya Kevin tidak begitu..meski dia di ajar Derrell dengan keras namun sifatnya terlihat lebih lembut seperti Damian, dan karna itu Mikha sangat memperhatikan putranya Kevin,


Damian sempat bangun selama 2 tahun lalu tertidur lagi dan saat ini Derrell sepertinya tak ingin kalah..


Ruang Makan..........


''Bagaimana sekolahmu sayang.'' tanya Derrell pada Kevala dan Dion.


''Aku memukul seorang anak lelaki hari ini papa, dia memujiku dan aku tak suka itu.''ucap Kevala tersenyum.


''Bagus..kau anak papa yang manis, jangan biarkan siapapun menindasmu....lawan saja mereka, jika kau tidak sanggup..katakan pada kakakmu Dion dan papa.''


Kevala mengangguk dengan cepat.


Dion tersenyum sambil melanjutkan sarapannya pagi ini, sejak papa Derrell mendidiknya, ia tumbuh menjadi pribadi yang terus terobsesi menjadi seperti Derrell..ia terus belajar dengan giat dan menjadi yang terdepan di kampus, sikapnya sedingin es dan tak ada seorangpun di sekolahnya yang berani mendekatinya..seorang Dion Russ tidak pernah terkalahkan oleh siapapun.


Derrell menatap Dion dan menepuk pundak putranya,


''Bagaimana dikampus?..papa senang dan puas dengan hasil nilaimu yang selalu bagus dan tak pernah mengecewakan..kau kebanggaanku.'' ucap Derrell.


Dion menatap mata Derrell dan berbinar, ini pertama kalinya Derrell memujinya, dan ia tak sabar untuk mendengar pujian selanjutnya dari sang papa..


''Aku akan menjadi yang terbaik untukmu papa.''ucap Dion penuh janji.


''Kau tau papa hanya berharap padamu..karna Kevin...dia seperti ayahmu Damian..''ucap Derrell sedikit kesal.


''Aku juga putramu papa, aku akan meneruskan semua bisnismu.''ucap Dion penuh ketegasan....


''Bagus anakku.''


Ruang makan mendadak hening ketika Mikha melangkah bersama Kevin dari lantai dua, keduanya saling bercanda sambil tertawa dan hal itu membuat Dion dan Derrell melirik tajam, Kevin yang licik....di antara mereka bertiga, Mikha lebih menyayangi Kevin dengan kentara yang di anggapnya anak penurut di banding Dion dan Kevala yang menuruni sifat dan sikap Derrell yang kejam..


''Selamat pagi.'' sapa Kevin pada mereka bertiga di ruang makan...sapaan itu di tanggapi dingin oleh Dion dan Kevala sedangkan Derrell hanya mengangguk seadanya...


''Duduklah putra ibu.'' ucap Mikha menghibur lalu memberi tempat duduk buat Kevin dan menuang sarapan untuknya..

__ADS_1


''Papa...tolong antar Kevin sekalian yah..aku harus menemui mama sebentar.''


''Yah...kau bisa pergi bersama supir kan, papa akan mengantarku.'' jerit Kevala tajam..


''Dan papa juga akan mengantarku, kau jangan manja Kevin..ada banyak mobil yang lain di rumah ini..''sambung Dion dingin...


Mikha memijit pelipisnya sebentar lalu menatap kedua putra putrinya sambil menggelengkan kepala..


''Begitukah cara kalian memperlakukan saudara kalian sendiri.''?


Dion dan Kevala saling menoleh......


''Ibu sudah bilang sebagai saudara kalian harus saling menjaga.''


''Kevin..saat aku di ganggu teman-teman, dia tidak membelaku ibu..dia menjauh dan membiarkan aku..aku kesal sekali.''ucap Kevala tidak mau kalah...


''Itu karna kau sangat kasar, kau sudah memukul mereka Kevala, kau bahkan melukai mereka..aku melerai namun kau malah marah..jadi lebih baik aku pergi saja.''


''Pengecut.''desis Derrell marah....


Kevala adalah putri mahkota baginya dirumah ini, tak ada yang boleh menyakiti putrinya selama ia masih hidup..Derrell akan melenyapkan siapapun juga jika berani menyentuh putrinya.


''Mikha..ini akibatnya kau selalu melindungi dan membelanya, Kevin tidak seperti Dion dan Kevala..dia justru tumbuh menjadi seorang pria penakut.''


''Astaga Derrell..dia tidak penakut.''


Kata-kata Mikha menguap di udara ketika Derrell memberi isyarat agar diam.....pandangan Derrell terarah pada Kevin yang menatapnya pasrah...


''Papa benci kepada pria pengecut Kevin, sebagai saudara seharusnya kau memnatu adikmu, lawan mereka bukan membiarkannya Kevin.'' tatap Derrell marah..


Kevin menunduk ketakutan di bentak oleh sang papa....


''Papa..aku tidak suka berkelahi..aku tidak suka Kevala bersikap kasar di sekolah..aku hanya ingin dia menjadi gadis yang manis.''


''Papa..dia pembohong...Kevala melotot jengkel, aku menjadi gadis manis...?? apakah aku tidak menunjukannya selama ini pada semua orang.''?jerit Kevala mulai menangis dan menghambur di pelukan sang papa...


Derrell semakin tak sabar...ia segera menatap Kevin dengan murka...


"Kau......."? suaranya meninggi di dalam ruangan...

__ADS_1


"Jangan kasar padanya Derrell." bela Mikha menghadang...


Dion menatap kedua orangtuanya dengan pandangan lelah, setiap hari mereka berdua selalu bertengkar tentang si kembar.....


"Ehm......bagaimana kalau kami bertiga berangkat bersama...aku akan mengantar Kevala dan Kevin. ."? ucap Dion menaikan sudut bibirnya...


Derrell menganggukan kepala dengan senyuman lega, ia harus menangani Mikha sekarang, pria itu melonggarkan dasinya...


"Dion...bawa dua adikmu pergi, karna papa harus bicara pada ibumu." lirik Derrell penuh penekanan..


"Yah..serahkan mereka padaku papa."ucap Dion tersenyum.


Kevala bangkit dari tempat duduknya dan melirik tajam pada Kevin yang hanya menggeleng pasrah, sambil mendekati kedua orangtuanya, masing-masing dari mereka memberi salam. setelah itu pergi dari sana meninggalkan Mikha dan Derrell sendirian..


Mikha bersedekap siap menatang Derrell seperti biasa, keduanya bertatapan tajam di ruang makan..


"Aku bingung dengan sikapmu Sayang, kau selalu melindungi Kevin sehingga dia menjadi pengecut dan tidak seperti Kevala dan juga Dion." Derrell mengeluh....


"Cukup dua anakku kau racuni sehingga lihat mereka sekarang Derrell, mereka bersikap sama sepertimu, tak akan kubiarkan Kevin menjadi jahat."


Mikha memutuskan keluar dari ruang makan dan melangkahkan kakinya menuju lantai atas, dan Derrell mengikutinya..


"Jangan pergi dulu sayang aku belum selesai bicara, aku tidak jahat aku...hanya bersikap berani."


Derrell membuka pintu kamar dan mengikuti Mikha yang melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaiannya, sesuai perkataannya kalau ia akan pergi menemui sang mama.


"Mikhayla..."


"Apalagi Derrell." balas Mikha dengan tatapan tak kalah tajam..


"Aku ingin kau berhenti ikut campur tentang perkembangan anak kita...aku papanya,biarkan aku yang mengatur mereka."


"Tidak akan pernah...seperti kau yang tak pernah menyerah..maka aku juga tak akan menyerah.."


"Kau......"


Derrell mencengkram kedua lengan Mikha hingga wanita itu terjebak di depan lemari...sorot mata mereka saling membunuh...


"Derrell..aku sudah terlambat."

__ADS_1


"Kau harus dihukum seperti biasa sayangku, karna kau tak pernah berhenti menentangku." Derrell mendekatkan wajahnya.........


__ADS_2