
Alexa membulatkan matanya ketika bibir Dion mendarat mulus pada bibirnya, pria itu menekan kepalanya agar ia tidak meronta sembari memperdalam ciumannya, tentu saja Alexa tidak diam saja..dia mengutuk di dalam hatinya, ia sekuat tenaga melepaskan ciuman mereka, dan bagaimana mungkin Dion merampas ciuman pertama mereka...? bagaimana mungkin Dion melakukannya? mereka bukan siapa-siapa, mereka tidak dalam satu hubungan dan........apakah itu berarti aia sedsng menghianati kekasihnya Luis, ia dan Luis bahkan tak pernah melakukan apapun termasuk ciuman...
"Aarrgh....." Alexa terus menerus memberi penolakan dengan seluruh kekuatannya,
Namun sekuat apapun ia meronta tentu saja Dion jauh lebih kuat darinya...entah mengapa Dion tak ingin berhenti...yah memang ia kesal membayangkan mulut kecil Alexa terus mengutuknya namun ketika mereka saling memandang tadi, ada sesuatu dalam dirinya yang lepas kendali..ia tau perasaan di dalam dirinya tidak penting, tapi Alexa seperti magnet yang menariknya dengan kekuatan penuh....jemari Dion bergerak membelai rambut Alexa yang lembut dan panjang, hasrat di dalam dirinya bangkit...
Sial........
Dion terus melum** bibir Alexa hingga gadis itu menyerah dan terengah-engah, Dion seketika itu melepasnya.....mereka masin saling menatap tajam, dengan sorot mata membunuh, sungghh ironis dengan apa yang baru saja terjadi dan juga..Alexa tak menyadari bahwa dia masih berada di pangkuan Dion...
"Menjijikan.."desisnya sinis....
"Kau...."? geram Dion kesal.....
"Apa lagi....? kau menciumku Dion...kau merebut ciuman pertamaku......"? jerit Alexa histeris....
"Ciuman pertama."? ulang Dion sampai terbatuk-batuk di sela emosinya ia tertawa ringan...bagaimana mungkin...? Dion menatap Alexa sekali lagi...
Namun belum sempat ia berkata...
Buggghhhh........
Alexa menghantam perut Dion hingga pria itu membeku, dan meringis menahan kesakitannya....ia menatap Alexa,....
"Beraninya kau..."? geram Dion......
Alexa langsung melompat ke tempat duduknya dan bersikap datar, walau masih gugup karna ciuman yang di lakukan Dion..tentu saja pria gila ini...awas saja jika dia berani melakukannya lagi.....
"Karena ciuman sudah terjadi, maka kau juga harus rela menanggung resikonya Dion......ciuman ini seharusnya aku lakukan dengan Luis dan bukan denganmu...."
"Astaga kau pikir aku senang ciuman denganmu yah...para gadisku jauh lebih hebat soal ciuman di banding dirimu..aku menciummu untuk menghukum karna ku sama sekali tidsk bisa menjaga kata-katamu."cibir Dion sambil menahan sakitnya.....
Alexa menoleh......
"Akan ku adukan pada paman dan tante juga kedua orangtuaku kalau kau menciumku tanpa permisi..." desis Alexa mengancam,...
__ADS_1
"Yah....katakan saja dan lihatlah apa yang akan mereka lakukan, mungkin menyuruh kita menikah muda...bagiku tidak masalah, tapi aku..tidak akan menyia-nyiakan kesempatan.. terutama untuk kau...aku akan menyiksamu di dalam pernikahan." ucap Dion terus terang...
"Tidak..aku tidak akan melakukannya, menikah denganmu...? mungkin aku lakukan jika di dunia ini para lelaki sudah punah dan tinggal dirimu...."ucap Alexa dengan tajam.
"Yah katakan sesukamu, sekarang duduk dan diam atau aku akan menurunkanmu disini di dalam kegelapan malam."ucap Dion seraya menghidupkan mesin mobil....
"Yah..aku akan mengunci mulutku Dion, karna aku tak tahan ketika berada bersamamu seperti aku sedang berada di padang pasir yang tanduss." Alexa memalingkan wajahnya....
"Astaga...." Dion menggelengkan kepalanya dengan rasa kesal yang dalam....
ππ
Tengah Malam.......
Damian terbangun dari dalam tidurnya ketika ia merasakan suara Derrell yang kuat di telinganya..matanya terbuka dengan rasa kesal..namun sekali lagi, ia tak bisa tertidur lagi...apalgi untuk tenang...
Damian membuka mata dan melirik Mikha di sampingnya yang masih tertidur pulas..ia tersenyum menaikan selimut istrinya agar menutupi sebagian tubuhnya yang terbuka...Damian kemudian mengecup bibir Mikha seringan bulu...yah..wajahnya berseri membayangkan hampir setiap malam ia menyentuh Mikha dan selalu berhasil membawanya dalam percintaan panas..hingga Damian sunggu merasa puas....
Suara itu lagi menghentakan sadarnya, Damian segera bangkit dai ranjanb dan meraih piyamanya, dan melangkah keluar....iapun langsung menuruni lift dan menuju kamar rahasianya, tempat ia berbicara dengan sosok Derrell..
Suara itu kembali mendenghng di telinganya hingga Damian memegang kepalanya, untunglah ia segera sampai dan masuk ke dalam ruangannya..Damian mengerang tubuhnya membentur sofa di depannya...dan tersungkur....
"Kau......apakah kau mendengarku.."?
Damian memejamkan matanya...ia mengangguk..
"Kau mengganggu waktu tidurku Derrell." desis Damian kesal...
"Hahah..,aku kesal sekali terjebak disini.."
"Jangan bermimpi untuk bangun Derrell, aku tak akan mengijinkanmu." ucap Damian tegas,...
"Kau takut sekali Damian......."
"Mengapa kau membangunkan aku..ada apa."?
__ADS_1
"Mulai sekarang aku bisa merasakan ingatanmu Damian....hahahahaha." tawa Derrell di dalam kegelapan..
"Kau....merasakannya..mengapa..."? desah Damian terkejut...
"Itu artinya bahwa Mikha masih menginginkan aku......."smbung Derrell puas..
"Tidak.....kau bermimpi..Mika membencimu, kau jahat dan kau....sama sekali tidak di rindukan."? teriak Damian keras...
"Kau harus ingat Damian...jika dia juga menginginkanku maka kau tidak bisa melenyapkan aku Damian....."suara itu terdengar kuat.......
"Derrell itu tidak mungkin....meski begitu..meski dia menginginkanmu Derrell namun kau jangan lupa bahwa aku sedang kuat, aku tidak akan pernah mengijinkan kau terbangun.."
"Tenanglah Damian....aku..tidak sedang memaksamu melemah sekarang ini...tapi aku datang memberi peringatan kepadamu..."ucap Derrell santai....
"Peringatan."? ulang Damian penasaran.....
"Aku tau kau sedang dekat dengan Riko saat ini..tapi aku hanya ingin mengingatkanmu jika sedikit saja kau lengah..maka aku..tidak akan membiarkanmu berada disana......."
"Jangan sok pintar Derrell...aku akan menjaga keluargaku dengan sangat baik...tanpa dirimu."
"Benarkah...aku akan menunggu dengan senang hati Damian...dan kita akan lihat,di antara kita....siapa yang lebih pantas mencintai Mikha dan anak-anak..."
"Akulah yang pantas Derrell...bukankah yang baik akan mengalahkan jahat."?
"Terlalu baik juga tidak bisa di benarkan.....aku tidak jahat Damian, tapi aku berani....aku berani berkata tidak untuk sebuah kesalahan..."
"Omong kosong..pergilah Derrell, atau kau akan merasa tersakiti dengan kemesraanku dengan Mikha.."
"Sial kau Damian.....aku akan mengingat hari ini..." Derrell mengerang....
"Aku menikmati saat ini."ucap Damian dengan senyum kemenangan..
Sesaat kemudian bayangan Derrell hilang dari ingatanya, Damian memejamkan matanya....melelahkan jika ia harus berperang dengan Derrell, apa yang harus ia lakukan untuk mempertahankan dirinya agar tetap aman di sisih Mikha....
Dan apa maksud Derrell tentang Riko..? Damian menggeleng..Derrell pasti hanya ingin menakutinya saja....Riko pria yang baik tidak mungkin berniat buruk pada keluarganya..jika benarpun Damian tak akan tinggal diam...
__ADS_1
Damian keluar dari sana dan kembali kemarnya, sampai disana dan menemukan Mikha masih tertidur lelap, Damian tersenyum dan segera menanggalkan pakaiannya lalu bergabung bersama Mikha di dalam selimut, pria itu tersenyum lega...sungguh, ia sangat betah berada di sisih Mikha........