
Damian membuka mata dan tersenyum tentu saja dia tertidur cukup lama setelah Derrell menguasai tubuh ini..perlahan pria itu bangun dan menghampiri cermin, memandang wajahnya disana dan menaikan sudut bibirnya..yah..ia sangat merindukan Mikha..bagaimana kabar istrinya, apakah dia makan dengan baik?
Dengan langkah penuh semangat Damian membuka pintu kamar dan langsung di hadapkan dengan tatapan anak buahnya,
''Wilson.'' dahi Damian mengerut dengan dalam menyadari tatapan Wilson terlihat tidak baik-baik saja, sesuatu telah terjadi ketika ia tertidur.....
''Ada apa.''?
''Tuan Damian..anda tertidur terlalu lama..'' ucap Wilson menundukan kepala....
''Apa yang terjadi.''?
Wilson menghela nafasnya dengan berat.....
''Semua terjadi di luar kendali, tuan Derrell telah melakukan sesuatu yang fatal di kota ini..tentu saja memakai identitas anda dan....anda akan terkejut.'' Wilson menunduk lagi..
Jemari Damian terkepal...kali ini, apalagi yang telah di lakukan Derrell.?
''Apakah sangat serius, Wilson.''?
''Anda bisa ikut saya sekarang tuan Damian.'' ucap Wilson pelan...
Damian mengusap kasar wajahnya, apalagi kali ini..tak bisakah dia hidup tenang.?
*********************************
Mikha menundukan wajahnya dalam-dalam, airmatanya menetes sedari tadi tak ingin berhenti, yah..hatinya hancur....sangat hancur ketika mendapat kabar kematian Martin, yah....
Martin meninggal dalam kecelakaan tunggal, mobilnya masuk ke dalam jurang. bahkan istrinya Ana terus pingsan, bahkan keluarga Martin seperti Mike, Keyla, paman Mike, bunda Anggell dan juga bibi Meri terus menangisi Martin....Mikha tau semua ulah Derrell pria itu menembak Martin di depan matanya. dia sangat kejam dan telah membunuh Martin..dia telah membunuh cinta dan hidup Mikha....
''Martin.........maafkan aku, jika saja aku tidak menemuimu..jika saja..aku tak seegois itu, kau pasti masih hidup.'' tangis Mikha dengan suara yang keras,
Beberapa pelayan perempuan yang berada di dekatnya ikut menangis melihat betapa hancurnya sang nyonya, Mikha bahkan tidak menyentuh makanannya sedikitpun, apalagi Mikha sedang hamil sekarang....ia tak mau beranjak dari ranjang dan terus menangis...
__ADS_1
''Nyonya Mikha...makanlah walaupun sedikit, nyonya sedang hamil.'' ucap pelayan perempuan itu menunduk..
Mikha menoleh kesal...sekejap kemudian ia menatap ketiga pelayan itu dengan pandangan tajam, tak ada lagi aura keramahan yang di tunjukan pada mereka, sosok Mikha yang yang lembut lenyap saat ini juga....
''Pergi kalian saat ini juga..tinggalkan aku sendiri.'' jerit Mikha membentak hingga para pelayan itu sangat terkejut dan menjadi sangat takut, mereka langsung menganggukan kepala dan berlari keluar kamar dengan wajah pucat.
Sampai di depan kamar mereka di kejutkan dengan tatapan Damian yang tajam.
''Ada apa...mengapa wajah kalian tampak pucat.'' ucap Damian heran..
''Nyonya....terus menangis dan tak mau makan apapun, jika terus seperti ini bayi nyonya...''
Damian yang juga baru tau kehamilan Mikha hanya mampu terdiam, hatinya ikut merasakan sakit juga...ia menatap mereka denngan senyuman.
''Pergilah..biar aku saja yang membujuknya untuk makan.'' ucap Damian lembut.
Para pelayan hanya saling menatap dengan heran, biasa Damian tidak ingin bicara apapun, mereka bahkan sangat takut padanya tapi hari ini berbeda, tuan Damian terlihat lebih lembutt, semoga saja seterusnya seperti ini..para pelayan pun langsung mengangguk dan pergi, meninggalkan Damian yang masih berdiri disana...
Damian terkejut melihat Mikha disana duduk di pinggir balkon dengan tatapan kosong, airmatanya terus mengalir..ia tak menyadari kehadiran Damian sampai pria itu berdiri di dekatnya..
Mikha menoleh penuh dendam, jemarinya terkepal...wanita itu berdiri berhadapan dengan Damian yang tampak berdiri dengan pasrah.....
''Pembunuh...''desis Mikha lagi.....meneteskan airmatanya, tubuhnya bahkan sampai bergetar karna kesakitan ini tak mampu di tanggungnya...sakit sekali...
''Mikha......''
''Paaackkkkk.'' sebuah tamparan keras mendarat di wajah Damian....terlalu keras hingga pria itu sangat terkejut, namun tidak menolak atau menghindar.....ia benar-benar pasrah.......
''Aku sangat membencimu.....mengapa kau melakukan ini hah...mengapa kau membunuhnya, mengapa kau membunuhnya....''jerit Mikha memukul-mukul dada Damian dengan keras seolah menyalurkan kemarahan disana....
Damian hanya diam,..membirakan Mikha melampiaskan rasa sakitnya...yah...ia tau jika apa yang terjadi saat ini adalah juga kesalahannya,Derrell adalah bagian dari dirinya, ia juga bersalah....ia bersalah pada Mikha dan sungguh sangat menyesal.......
Mikha akhrinya lelah sendiri...ia lelah..samai tubuhnya hampir jatuh, namun lagi-lagi Damian memeluknya menahan agar tubuhnya tidak membentur lantai dengan keras...Mikha sedang hamil dan itu berarti anaknya juga....Damian akan menjaganya......
__ADS_1
"Lepaskan aku....." jerit Mikha tajam...
Damian mendudukan tubuh Mikha di kursi..membiarkan tatapan tajam terbuka itu menusuk hatinya...
"Maafkan aku...." ucap Damian menundukan wajahnya dalam-dalam...sungguh ia sangat sedih melihat kesakitan di wajah Mikha...yah..hatinya juga sakit karna secara langsung Mikha menunjukan perasaan cintanya secara terbuka untuk Martin, tentu saja Damian tak bisa marah...dia dan Derrell merebut Mikha dengan paksa lalu sekarang Mikha bahkan sedang mengandung anak mereka berdua....Damian sungguh kehilangan kata.....
"Pergilah...aku tak ingin melihat wajahmu..,bukankah aku sudah bilang jangan menemuiku.."? ucap Mikha kesal..
"Maafkan aku Mikha..."
"Aku sungguh akan menjadi gila Derrell, baru saja tadi kau bersikkap keras....lalu sekarang kau bersikap lembut dan meminta maaf...aku sebenarnya tidak mengerti aku menikahi pria seperti apa....sebentar kau berubah menjadi seorang monster kejam...lalu tiba-tiba kau berubah menjadi pangeran baik hati....aku sungguh lelah....tak taukah dirimu aku muak..aku benci dengan hidupku...aku benci.....dan saat ini aku harus hamil anakmu..mengapa ini sangat tidak adil untukku...mengapa..."?jerit Mikha frustasi..hingga ia meronta hendak menyakiti bayinya..
Namun Damian bergerak cepat.....ia memeluk tubuh Mikha dengan kuat dan melindungi dari kemarahan Mikha yang tak terkendali....
"Jangan pernah menyakiti bayi kita Mikha...dia tak bersalah..kau boleh menyakitiku saja..aku tak akan menolak..aku mohon Mikha..."
"Lepas...aku tak pernah sudi mengandung darah daging pembunuh....kau sudah membunuh Martin...dan aku tidak akan pernah memaafkanmu...."
"Mikha hentikan...aku mohon, semarah apapun kau..tidak adil jika kau menghukum anakk kita, meski kau membenciku..tapi mereka juga darah dagingmu..adilkah kau menyakiti mereka sayang..."ucap Damian tegas.....
"Aaaccch..lepaskan aku....."
Mikha mendorong pelukan Damian hingga terlepas...ia menatap tajam....
"Aku tak akan pernah sudi hidup bersama denganmu Derrell....cukup sudah bertahun-tahun lau mengendalikan hidupku dan aku lelah....mari kita bercerai saja...."
Damian sungguh terkejut mendengar ucapan Mikha yang sungguhdi luar dugaan...matanya bersinar tajam....pria itu berdiri.....
"Kau bukan menikahi Derrell Russ, tapi seorang Damian Russ..kau..tidak bisa bercerai dariku selamanya..tidak akan bisa,..." ucap Damian tegas..
"Damian dan Derrell......siapa sebenarnya yang aku nikahi..mengapa ini terasa membingungkan Derrell."? Mikha mengeraskan tatapannya.....
Damian melangkah mendekat....
__ADS_1