Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Amarah Derrell


__ADS_3

Derrell melangkah keluar membimbing Mikha untuk masuk ke mobil sementara Dion mulai menjaga sikapnya dengan duduk di belakang, meski hal itu tidak di sadarinya Mikha karna ia terlalu larut dalam sedih dan bersalahnya...


Derrell masuk kedalam mobil dengan tatapan tak suka melihat kesedihan yang kentara di wajah Mikha...


Mobilpun melaju perlahan meninggalkan halaman rumah kediaman Mike dan Keyla..di perjalanan, Derrell sesekali membuang pandangan pada Mikha....


Lalu kemudian menghentikan laju mobilnya, ia menghela nafas.....terdiam sebentar dan melirik ke arah kaca mobil, Dion duduk disana dengan wajah tertunduk sambil memainkan ponselnya...


"Sayang......sudahlah, aku tau kau bersedih tapi aku tak suka melihat airmatamu terus mengalir untuk hal yang tidak penting." desis Derrell tajam...


"Damian....aku hanya sedih..."


"Panggil aku Derrell jika kita sedang sendirian..." ucapnya mengoreksi, kali ini dengan nada tak terbantahkan..


Wajah Mikha menjadi pucat.....lagi ia mendapati Damian bersikap aneh.....pria ini merubah pribadinya lagi...menjadi sosok dingin yang menyebalkan....


"Baiklah..Derrell puas...aku ingin pulang dan istirahat..."


"Itu bagus karna kita akan kembali ke negara kita besok pagi.."


Kali ini Mikha menoleh...ia menggeleng enggan...


"Tidak Derrell aku tidak mau pergi, papa dan mama masih ingin mengadakan resepsi kecil untuk kita, bukankah kau sudah setuju."? ucap Mikha mulai kesal...


Derrell memejamkan matanya merasa marah karna Damian mengambil keputusan sepihak dan itu artinya ia harus tinggall sampai setelah resepsi. pria itu mengeraskan tatapannya...


"Baiklah..aku menyerah sayang, setelah resepsi kita langsung pulang.." ucap Derrell langsung menancapkan gas mobil dan melaju kencang membelah jalan...


Mikha memejamkan matanya, dia akan menjadi gila dengan semua tindakan posesif Derrell yang sangat berlebihan. namun setidaknya masih ada waktu, sampai minggu depan resepsi mereka.


Pikiran Mikha kembali melayang pada Martin, wanita itu memijit peilipisnya yang terasa sakit, Martin tidak melupakannya mengapa.....pria itu seharusnya melupakan dirinya dan fokus dengan pernikahan mereka.


Seharusnya Martin sadar di antara mereka sudah selesai dan tak akan pernah ada kemungkinan untuk kembali. wanita itu memejamkan matanya..mengusir jauh bayangan Martin yang selalu datang mengganggunya, semua sudah berlalu dan ia sudah menikah sementara Martin juga akan menikah, mungkin pergi dari negara ini adalah lebih baik....


*****************************************


Mobil akhirnya sampai di garasi rumah keluarga Aksana, kedua orang tuanya sedang berada di rumah keluarga Alex Sebastian untuk persiapan pernikahan Martin.


Derrell membuka pintu lalu menghampiri MIkha dan Dion yang baru saja keluar pintu mobil. Mikha melirik Dion...


"Sayang..apa kau mau ibu temani tidur siang."?


Dion menggeleng enggan, ia mulai menjaga jarak dan sikapnya, sambil sesekali melirik takut pada Derrell...

__ADS_1


"Aku akan naik sendiri ibu, tenang saja." ucap Dion lalu melangkah meninggalkan kedua orangtuanya menuju halaman mansion..


"Aneh sekali Dion..mengapa sikapnya menjadi kaku."? ucap Mikha melirik ke arah Derrell..sedangkan Derrell hanya menaikan sudut bibirnya puas...ia sangat membenci Celine jadi setiap melihat mata Dion..api di dalam dirinya berkobar..


"Damian...."


"Derrell." tatapnya menolak panggilan nama Damian.


"Kita sedang dirumah kuharap kau berhenti membuat semua orang bingung."


Derrell akhirnya mengangguk dan menghela tubuh MIkha mendekat...3 hari dia tertidur dan ia sudah sangat merindukan sentuhan istrinya...sambil mendekatkan wajahnya, Derrell tersenyum...


"Aku merindukanmu sayang.."


"Jangan mulai lagi Damian, sejak hari pertama kita sampai kau tidak berhenti menyentuhku...aku sangat lelah." ucap Mikha menepis sentuhan Damian lalu melangkah menjauhi suaminya yang terlihat ingin menerkamnya....


Derrell sungguh marah, itu berarti selama ini Damian sudah menyentuh Mikha.....


"Arrrgggghh...kau menyentuh milikku Damian...kau menyentuh istriku......awas kau Damian,......aku akan membalasmu." ucap Derrell sungguh tak mampu menahan emosinya...sekuat tenaga di hantamnya kepalan tangannya ke tembok hingga mengeluarkan darah......nafasnya memburu tak mampu menahan emosinya....


Baru saja ia melangkah.....


"Tuan Damian..."?


"Siapa kau dan ada apa."? desis Derell tajam..


Pria itu heran, mengapa Damian melupakannya...?


"Aku Riko kekasih Stela calon iparmu juga.."pria itu tersenyum mendekat...


"Kau tidak terlalu penting untuk aku ingat.." ucap Derrel dingin sembari melangkah....


"Mikha sangat cantik bukan..."?


Derrell mengepalkan tangannya, matanya berkilat tajam, seketika ia menoleh dengan senyuman kejam...tak ada yang boleh...memanggil Mikha apalagi seorang pria asing....


"Apa maksudmu..."?


Riko yang mengira itu Damian yang tidak jahat terus berceloteh. ia sudah tau Damian adalah seorang pembisnis biasa dan tenang, cenderung menghindari konflik, dan Riko akan sedikit mengancam Damian..ia mendekati Derrell yang disangkanya Damian...


"Aku hanya ingin memperingatkan padamu Damian, cepat bawa pergi istri dan anakmu dan jangan ganggu rencanaku...aku pria yang jahat, aku bisa lepas kendali dan menghancurkan istrimu Mikha....."


Kata-kata Riko terputus, ketika ia merasakan tubuhnya sedikit terangkat ke udara dengan cekikan di lehernya yang membuat Riko mengerang sakit, ia telah salah..karna membangunkan macan yang tertidur...

__ADS_1


Mata Derrell bersinar membun*h, ia kehilangan kesabaran...pria itu semakin memperkuat cengkraman di leher Riko dengan kuat hingga Riko menjadi pucat..


"Kau ingin mati yah.....baik...ikut aku sekarang..."


"Lepaskan aku......Damian...."


"Aku sedang marah dan kau membuat naluri membun*hku bangkit.." desis Derrell kejam...


Dengan sebelah tangannya Derrell membawa tubuh Riko masuk ke dalam bagasi mobil dan menguncinya, lalu ia segera menaiki mobilnya dan melaju meninggalkan rumah....


*****************************************


Martin menghentikan laju mobilnya dan menatap Anastasia dengan tatapan marah...


"Kau bilang apa..."


Anastasia menghela nafas, ia tau semuanya tidak akan jadi baik-baik saja....namun ia harus berkata jujur agar pria ini berhnti bersikap seenaknya, meski Anastasia sedikit takut.....


"Apa semua perkataanku benar...."?


"Anastasia...."


"Lepaskan aku..dan kejar wanitamu kalau kau masih merasa dia tidak meninggalkanmu..aku juga punya cinta yang harus aku kejar.....kau lihat pria tadi..aku mencintainya,....kami saling mencintai....dan sekarang kau malah jadi orang ketiga..."


Martin tertawa kejam, hingg Ana merinding....


"Setelah semua penghinaanmu padaku...setel;ah kau dan ibumu itu berhasil menipu bibiku, kau ingin aku melepaskanmu yah...bagaimana kalau aku....mencobamu seperti yang di lakukan kekasihmu tadi...."


"Kaauu...." jerit Ana dengan airmata terluka....


"Dengar baik-baik..kau akan merasakan nerak* dalam pernikahan kita, aku pastikan kau...akan membayar semua penghinaanmu padaku dengan sangat mahal Anastasia..tubuhmu hanya sekedar pemuas bagiku selama kita menikah..dan begitu anak itu lahir, kau tenang saja...... aku akan menceraikanmu dan mengembalikan sampah sepertimu pada priamu itu.....apa kau mengerti sekarang."? desis Martin dengan lantang......


Anastasia tak mampu menahan kesakitan di dadanya, sungguh hidupnya telah hancur sekarang....


"Kau pria paling menyedihkan..."


"Dan kau adalah sampah tidak berharga dimataku Anastasia..."


Ana memalingkan wajahnya sungguh frustasi dengan apa yang ia alami, sungguh....bisakah ia lari sejenak saja....


"Hapus airmatamu karna kita akan pergi ke rumah bibiku...kau akann tinggal disana sampai kita menikah nanti...dan jangan permalukan aku Anastasia atau kau tidak akan bertemu dengan ibu dan adikkmu itu.."


Ana menoleh dan menggeleng......

__ADS_1


"Karna itu bersikaplah bijak..." ucap Martin kemudian melajukan kembali mobilnya menuju rumah.....


__ADS_2