
Ana mernta dengan kuat ketika tubuh kuat Martin berusaha menyatu dengannya, ia menangis dengan keras rasanya begitu perih hingga ia berusaha melepaskan diri dari rengkuhan Martin yang begitu kuat menekannya....
Saat itu juga Martin membeku, ketika ia menatap Ana yang menangis di bawahnya, dia bukanlah Mikha......Ana..seorang gadis perawan dan seharusnya Martin memasukinya perlahan namun bukannya pelan, ia langsung memasukinya dengan kasar....
Untuk sesaat Martin terdiam di tempatnya, apakah ia telah salah menilai Ana.....????
''Aku mohon...hentikan, aku tidak tahan lagi..'' jerit Ana merasa sangat keskitan..
Martin mendekatkan wajahnya, melum** bibir Ana hingga membuat keduanya saling menatap...pria itu tertegun.....wajah Ana sangat cantik dan polos, tentu ia masih sangat muda....
''Aku tak bisa berhenti......kau harus menerimaku...sebagai pemilikmu Ana....aku akan bergerak namun jangan takut, aku akanmelakukannya perlahan..''
''Tidak..aku mohon hentikan...aku tidak mau lagi, rasanya sangat sakiiittt..'' jerit Ana menangis sesegukan..
Astaga... Martin merasa dia sedang tidur dengan anak kecil, dan mulai merasa bersalah,..namun..tentu saja ia tak bisa berhenti, gairahnya sedang menyala jika di padamkan sekarang akan terasa sangat menyakitkan untuk dirinya. lagipula Ana adalah istrinya, mereka harus tidur bersama agar Ana bisa cepat hamil...dan Martin bisa melaksanakan kewajibannya pada keluarga terutama bibinya...
Martin kembali merengkuh Ana kali ini lebih kuat hingga gadis itu tak mampu bergerak....
''Kita harus melakukannya Ana...kau harus melayaniku, diam dan tenanglah...hanya sakit di awal...kau akan menikmatinya nanti.''
Usai berkata Martin mendesak tubuhnya untuk menyatu dengan Ana..tidak perduli sekuat apa Ana menjerit namuan Martin terus memasukinya lagi...dan lagi...Ana adalah milikknya sekarang...
**********************
Percintaan itu selesai dengan kepuasan yang terpancar dari wajah Martin, ia menjauhkan tubuhnya, dan menatap Ana yang masih memejamkan matanya...
Martin kembali membeku setelah menyadari noda darah yang seakan menuduhnya dengan begitu kuat, Ana..masih suci, bagaimana mungkin...ingatan terakhirnya adalah Ana pulang di pagi hari bersama seorang pria yang cukup tampan dan kaya, tentu saja dalam pikiran Martin Ana pasti di bayar dengan sangat mahal karna itu tanpa ragu ia menjatuhkan vonis bersalah padanya.....
''Minta bibi Berta mengurusmu,,,aku akan keluar sebentar setelah itu..kita akan bicara...' seru Martin tajam..
Namun Ana tidak membalas kata-kata Martin telah menyakitinya, pintu kamar terbuka dan pria itu pergi entah kemana...
Ana menghempas selimutnya, ia kemudian mulai menangisi hidupnya..menangisi kemalangannya mulai dari sekarang, ia ingin ini semua berakhir dengan cepat walau itu tidak mungkin, ini baru hari pertama....dan sudah terasa menyakitkan...
Ana tertunduk dengan kesedihan yang dalam...
***************************************************
__ADS_1
Damian membuka mata dan menemukan dirinya sedang memeluk Mikha, matanya terpejam....Derrell sialan..entah apa yang ada di pikirannya selain bercinta......
Damian membalikan tubuh Mikha hati-hati kemudian menyelimutinya, ia memandang Mikha dengan lembut, dan kemudian mengecup dahi wanita yang ia cintai ini dan tertegun,
Damian merasa bersalah pada Mikha, selama ini Mikha tak sadar jika dialah yang telah menikahi pria yang cacat, pria dengan dua kepribadian yang mengerikan....adilkah untuk Mikha..?
Damian hanya diam saja, lalu bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi,
Tak berapa lama kemudian ia keluar dari sana dengan tubuh yang sudah segar, meraih pakaiannya dan memakainya lalu melangkah mendekati Mikha yang masih tertidur......
''Mikha sayang..bangunlah.'' bisik Damian dengan lembut, mengusap wajah istrinya dengan penuh kasih sayang, saat itulah mata Mikha terbuka dan menatap tajam kepada Damian, ia berdecak kesal...
''Pergilah.....aku benar-benar tak ingin melihatmu.'' ucap Mikha memalingkan wajahnya..
''Apakah kau masih marah padaku.''
Suara itu terdengar jauh lebih lembut, hingga Mikha terdiam..hatinya menjadi hangat.....namun masih diam saja, ia masih kesal karna Derrell semalam memaksaya bercinta lagi.....
''Sayang..maafkan aku....bagaimana kalau aku mengajakmu dan Dion kita memancing saja.''?? ajak Damian mencoba membujuk...
Kali ini Mikha langsung menoleh, merasa senang mendengar nama Dion di sebut. beberapa hari ini Dion sering menghabiskan waktu bersama papanya kalau tidak dengan pengasuhnya, Mikha seketika bangkit dari tempat tidur dan menatap Damian penuh binar cerah...
''Yah......''
Mikha bangkit dari ranjang namun sesaat kemudian tubuhnya goyah hingga hampir jatuh kalau Damian tidak menahan tubuhnya..keduanya bertatapan....
Masing-masing dengan perasaannya, Mikha tersenyum..
''Aku merasa sedikit pusing Derrell.''
"Damian.....aku ingin kau memanggilku Damian..''
''Damian...'''? ulang Mikha pelan.
''Kau sangat manis istriku.''
Pria itu mendekatkan wajahnya dan sesaat kemudian melum** bibir Mikha dengan lembut,
__ADS_1
Tanpa sadar Mikha memejamkan matanya menikmati ciuman Damian yang terasa berbeda...dan Mikha menyukai sikapnya yang sekarang......keduanya tenggelam dalam ciuman manis yang begitu indah di pagi hari....
*****************************************
''Papa Derrell akan mengirimmu kembali ke asrama begitu kita pulang, itu maksudmu Dion.''? tanya Damian ketika ia dan Dion sedang menunggu Mikha mengambil tas yang ia lupakan..
Dion menghela nafas.....
''Aku sudah mulai lelah ayah...aku tak bisa bertemu ibu jika bukan ayah yang terbangun dan sekolah itu..papa serius akan mengirimku kesana..'' ucap Dion sedih.....
''Derrell apa sebenarnya maunya.....''
''Papa ingin ibu secara serakah dan aku...tak di biarkan untuk mendekati ibu.....aku sangat sedih..dan mulai berpikir bagaimana kalau kita beriotau ibu saja tentang semuanya.''
''Ibu akan membenci ayah dan papa.....''
''Begitu yah...lalu bagaimana sekarang ayah....apa yang harus kita lakukan..''
''Ayah mungkin akan memindahkan semua pekerjaan disini Dion..dan kita tak akan kembali di rumah itu..''
Wajah Dion begitu bersinar, ia mengangguk...ia sudah menyukai ini dan tak ingin pindah lagi...yah...ia akan tetap berada disini, ibu juga akan aman disini...
''Bagaimana kalau papa marah jika terbangun nanti.''?
Damian tersenyum kejam.......
''Ayah akan menghadapinya Dion..demi kau dan ibu, ayah akan memastikan kalian berdua aman....dan tenang.''
''Bagus ayah.....''
Sementara, Mikha yang melihat kedekatan Dion dan Damian kembali mengerutkan dahi...
''Mengapa mereka kembali terlihat akrab...aneh sekali, sebentar mereka menjaga jarak...lalu sebentar lagi mereka saling mendekat....'' Mikha sungguh tak mengerti ini sangat aneh baginya, Damian dan Derrell...apakah mereka adalah orang yang sama....??
Memikirkan kemungkinan itu di kepalanya membuat Mikha tak tahan untuk tertawa....
mana mungkin.....itu hanya terjadi di dunia film dan tak akan pernah menjadi nyata...Mikha menggeleng, mengusir jauh pikiran itu dari kepalanya.........
__ADS_1
Damian yang melihat Mikha mendekat segera membuka pintu mobil dan menuntun Mikha hati-hati, Dion tampak senang..ia berharap jika papa Derrell tak akan pernah terbangun lagi.....