
"Bereskan dia........." desis Derrell keras...
Beberapa anak buah berbaju hitam mendekati Martin dan membawa tubuhnya pergi....bahkan Mikha masih bisa melihat pegangannya terlepas dengan begitu keras.......airmatanya menetes....ia menggeleng tak ingin terpisah.......
"Martin......." jeritnya mulai lemah ketika sebuah suntikan di tancapkan di bahu kanannya, rasa nyeri langsu menyebar hingga ia menoleh melihat mata Derrell yang sangat dingin....
"Bajingan....kau........"
"Tidurlah..kau butuh tenaga untuk menghadapiku sayang." sambil menarik jarum, Derrell menaikan sudut bibirnya ketika tubuh Mikha jatuh di dalam pelukannya...matana bersinar tajam..
Lukas mendekatinya dan menundukan kepalanya,
"Tuan....tentang tuan Martin..apa yang harus saya lakukan..."?seru Lukas penuh hormat.
Derrell menoleh dengan tajam..ia menatap Lukas seakan ingin menelannya dalam amarah...
"Kau tau benar apa akibatnya jika seseorang berani menyentuh milikku......kau tau benar sifatku Lukas..." ucap Derrell tajam..
Lukas mengangguk.....
"Ampuni aku tuan Derrell...tuan akan menerima berita yang bagus..."
"Lakukan sekarang juga Lukas....aku benar-benar marah....aku tak ingin menyentuhnya karna Mikha sedang hamil anakku, itu sebabnya aku menahan diri...kau yang harus melakukannya untukku..." Derrell menatap penuh peringatan...
"Aku tidak akan mengecewakan anda tuan...." Lukas menundukan kepalanya.....
Derrell tersenyum lalu membawa tubuh Mikha di dalam gendongannya dan segera meninggalkan lokasi tebing tinggi itu......
Lukas melangkah mendekati mobil tempat tubuh Martin terbaring..........
ia menatap ke arah beberapa anak buahnya, mereka sudah tau apa yang akan di lakukan...
"Lakukan dengan cepat...." desis Lukas tajam...
"Baik tuan."
ππ
Mikha terbangun dengan tubuh berada di ranjang luas, tapi bukan kamarnya..bukan ruangan yang ia kenali.
__ADS_1
"Martin." jeritnya begitu mengingat sosok Martin, airmatanya menetes.....Mikha beranjak bangun dari ranjang dan menoleh ke segala arah...dimana Martin.....? apa yang terjadi kepadanya...?
Pintu kamar terbuka lebar, dan sosok Derrell masuk dengan sorot tatapan marah di wajahnya,ia bersedekap.....
"Bagus...ketika bangunpun kau masih menyebut pria brengsek itu."
"Kau yang brengsek....dimana Martin..dimana dia..."?
"Hahaha.....kau benar-benar tak tau siapa aku yah..itu sebabnya kau sangat berani menguji aku....."
Derrell mendekat hingga menarik Mikha berdiri sejajar dengannya, keduanya saling menatap tajam....
airmata Mikha menetes...
"Kau menghancurkan hidupku sejak lama.....kau juga menghancurkan hubunganku dengan Martin...aku pikir kau sakit jiwa Derrell..." jerit Mikha marah...
Sakit jiwa......
Sakit jiwa.....
Sakit jiwa..........
Diraihnya tubuh Mikha mendekat hingga tenggelam dalam pelukan posesifnya hingga wanita itu gusar....meronta namun tak mampu melepaskan diri...pelukan Derrell bagai rantai besi yang kokoh mengikatnya....
"Sakit jiwa....yah...kau benar sekali Mikha,sejak aku melihatmu di kampus waktu itu...aku menjadi gila....aku tergila-gila denganmu hingga aku..tidak berpikir dua kali untuk menyeretmu dalam cengkramanku sayang..."
"Mengapa kau sangat kejam...kau merampas hidupku tanpa aku tau, kau bahkan menulis skenario keji untuk membohongiku...kau pikir aku akan menerimanya begitu saja...kau tidak akan berhasil Derrell....lepas...."
"Seharusnya kau bersyukur bisa di cintai oleh seorang Derrell Russ..kau tau berapa banyak wanita yang rela bahkan untuk menjadi pemuasku di tempat tidur....tapi kau..istimewa...aku menghancurkan kehormatanmu tapi aku memperbaikimu,tapi malah kau.....jatuh dalam pelukan di brengsek Martin...darahku mendidih..aku menahan diri waktu itu karna aku sadar kau...tidak tau apa-apa....tapi bukan berarti aku rela..."
"Ini hidupku sendiri...aku berhak menentukan hidupku...kau sama sekali tidak punya hak atas diriku..aku mencintai Martin, kami hampir menikah sebelum kau datang meledakan bom waktu di depan kami berdua...isak Mikha histeris.....dan mengapa kau tidak memilih wanita jal*ng yang murahan itu saja...aku tidak sudi menjadi milikmu apalagi bangga menjadi istrimu kau dengar itu...."? teriak Mikha penuh emosi....
"Waaahh....cinta sejati yah...kau tau apa kesukaanku sayang..."?
"Apa maksudmu Derrell.."?
Derrell meraih wajah Mikha mendekat seketika itu juga ******* bibir Mikha dengan penuh nafs* hingga Mikha tk mampu meronta..sungguh pria ini terlalu kuat mencengkramnya....
Setelah ia menyadari Mikha kewalahan,iapun melepaskan ciumannya, memandang istrinya dengan puas...tak ada yang bisa merampas miliknya....
__ADS_1
"Penghancur....aku adalah penghancur...aku suka merebut sesuatu yang bukan milikku, aku...suka mendapatkan sesuatu yang berharga walau aku tau....dia bukan milikku, aku tinggal menyingkirkan pemilik lamanya..beres kan..."? ucapnya dengan nada santai....
"Kau benar-benar sudah gila dan tak mampu tertolong....bagaimana jika keadaan berbalik....aku ingin kembali pada Martin...dia bisa merebutku darimu..gampang bukan...semua harus kembali seperti semula....dari awal aku adalah miliknya bukan milikkmu Derrell..." ucap Mikha tajam..
"Hahahaha..Martin yah...aku lupa memberitahumu jika mungkin saja..sekarang akan ada kabar duka di tengah keluarganya...." senyum Derrell dengan misterius...
"Apa..."?
Mikha mendekat dan menatap Derrell dengan tajam....
"Aku bukan pria yang baik Mikha...aku sudah memperingatkan ini padamu berkali-kali jika jangan coba-coba menguji kesabaranku....."
Mikha menggeleng dengan airmatanya yang menetes penuh kesedihan..tubuhnya lemah dengan rasa sesak yang mencengkram jiwa....
"Apa maksudmu....Derrell..jangan bilang bahwa....."suara Mikha terputus.......
"Martinmu sudah mati......dia sudah mati.....hahahaha." tawa Derrell menggema begitu senang hingga seluruh ruangan itu terdengar mencekam....
"Tidak.......apa yang kau lakukan.....Derrell." tangis Mikha sedih...
"Seharusnya kau sadar jika kau mndekatinya itu mustahil..aku tidak akan mengampuninya...kau sedang mengandung anakku, beraninya kau memikirkan pria lain....."
"Tidak...kau sangat kejam...kau monster..kau....aku sangat membencimu......kau sangat jahat....."tangis Mikha dengan kesedihan yang dalam...
Tubuhnya tersungkur di lantai..namun secepat itu juga Derrell menahan tubuhnya.....hingga keduanya bertatapan tajam....
"Aku peringatkan padamu Mikhayla....kau adalah milikku, jadilah istriku dan terima kenyataan karna aku bisa saja melakukan hal yang lebih mengerikan...jika kau terus saja memprovokasiku."
Mikha menggertakan giginya....
"Tinggalkan aku sendiri....pergilah....aku ingin sendiri." jerit Mikha penuh emosi....
Sekuat tenaga Mikha mendorong tubuh Derrell menjauh, hingga Derrell memutuskan pergi meninggalkan kamar itu dengan cepat........
Derrell membuka pintu ruangan dan merasakan sakit di hatinya hingga tubuhnya hampir goyah...mengapa seperti ini.....mengapa ia merasakan ini.? rasanya sakit......
Derrell dengan cepat melangkah keruang rahasia dan menutup pintu dengan rapat....sebelum ia terjatuh...ia merasakan kehadiran Damian lebih kuat.......
"Derrell..kau mulai melemah....hahahahahahah." tawa Damian mulai menguasai tubuh itu....
__ADS_1
"Tidak...aku tak ingin tertidur lagi....." teriak Derrell namun dengan cepat ia jatuh pingsan.....