Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Liburan


__ADS_3

''Maaf tuan tapi aku tidak melihat kalau tuan Riko berbahaya atau sedang merencanakan sesuatu tuan Damian, aku telah menempatkan anak buahku untuk berjaga di sekitarnya dan jika ada yang mencurigakan..kita pasti akan tau.'' Wilson menundukan kepala penuh hormat


Pagi ini Damian meminta Wilson untuk mengawasi Riko mulai dari sekarang, dan Wilson telah melakukan sesuai permintaannya, pria itu mengangguk lega, semua akan baik-baik saja...Derrell hanya mengancamnya saja, karna dia iri dengan kehidupan Damian saat ini terntu saja, mana berani Riko macam-macam pada keluarganya, harganya sangat mahal jika ia tertangkap....


Damian kemudian meminta Wilson pergi dari ruang kerjanya, sambil Damian juga akan pergi, hari ini dia akan mengajak istri dan anakknya liburan, dan Damian tak akan menyia-nyiakan waktu..Dion juga akan ikut bersama mereka jadi..Damian akan melakukan yang terbaik, memberikan kebahagiaan yang selama ini hilang dari dirinya...


Dengan penuh senyum ia melangkah keluar ruang kerjanya, dan melangkah mendekati kamar mereka, dan membuka pintu. Damian menemukan Mikha sedang bersiap-siap, memakai dres panjang smpai mata kaki rambut panjangnya dibiarkan tergerai sampai punggungnya, ia terlihat jauh lebih muda dan cantik, Damian merasa gemas dan mendekati istrinya ia memeluknya dari belakang sambil menatap lewat cermin..


''Istriku cantik sekali.''


''Apa karna kau sedang bahagia saat ini.''?bisik Mikha menyentuh wajah suaminya..


''Yah...aku mendapatkan keluargaku kembali, istriku anak-anakku..dan kau tau sayang...Dion bersedia ikut bersama kita.''


''Benarkah..?bukankah dia bilang sedang sibuk kemarin.''? Mikha memoles lipglosnya dan Damian hanya memperhatikan aktifitas Mikha dengan tatapan memuja..sambil terus memeluk tubuh wanitanya.


''Dia menemuiku semalam dan mengatakan akan ikut.''ucap Damian senang..


''Bagus.....aku punya ide sayang.''bisik Mikha dengan mata berbinar..


''Apa idemu istriku.''?tatap Damian penasaran.


Mikha hanya tersenyum sambil membalikan tubuhnya, ia menatap Damian..


''Visiku adalah menyatukan dua kutub utara yang berbeda.''


''Hah..siapa yang menjadi kutub utaranya.''?


''Kau akan tau sayangku.''Mikha mengalungkan kedua tangannya di leher Damian ia mendekatkan wajahnya.....


MIKHAYLA..............seolah mata Damian sedang berbicara padanya....Mikha membeku.......


DERRELL???


''Mengapa kau tidak menerusakannya sayang....aku menunggu.''bisik Damian memejamkan matanya...


MIKHAYLA...............


Mata Mikha berkaca-kaca sesaat, Derrell...mengapa malah ia memikirkan Derrell? tidak..seharusnya tidak kan....? Mikha memejamkan matanya......Damian atau Derrell sama saja..


KAMI TIDAK SAMA MIKHAYLA..KAMI BERBEDA..........


Mikha membuka matanya lagi..........


''Mikha...ada apa.''? Damian membuka mata dan menatap istrinya yang malah melamun....pria itu mengguncang tubuh Mikha dan menatap matanya...


''Ada apa..''?

__ADS_1


''Tidak....aku seperti mendengar suara anak-anak, apakah..kau sudah mengunci pintunya.''? Mikha dengan cepat membuat alasan..


Damian mengerang..sial, ia lupa mengunci pintu, pria itu terkekeh.....


''Mengapa aku ceroboh..''?


''Aku tak ingin Kevala berteriak di depan pintu.''bisik Mikha menggelengkan kepala...


Damian menganggukan kepala..gadis kecil itu memng posesif....namun ia sudah terlanjur terbakar, melihat Mikha pagi ini sangat cantik dan segar membuatnya terbakar...setidaknya ia layak mendapatkan sebuah ciuman kecil..


''Ayolah sayang sekali saja, sebagai penyemangat...''? bujuk Damian...


Mikha mengangguk..lalu kembali mendekatkan wajahnya, menatap kedalaman mata Damian yang teduh.....jauh di dasar hatinya ia...menginginkan Derrell entah mengapa..bisakah,....ia menitip ciuman ini dan Derrell merasakannya...?bisakah....? batin Mikha terus bicara...


Ketika ia mendaratkan bibirnya di bibir Damian yang dingin, Mikha memejamkan matanya memanggil nama Derrell dari dalam hatinya, hangatnya bibir mereka saling berpagu*** dengan indah, terus dan terus membanjiri mereka dengan kenikmatan....Mikha memeluk erat tubuh Damian hingga tak ada jarak lagi di antara mereka, ciuman itu hangat dan mesra..lembut membelai keduanya hingga hampir kelepasan......


''Aku mencintaimu Mikha...''bisik Damian kembali mengambil alih kendali...bibirnya menggoda bibir Mikha dengan posesif....ciuman itu berubah menjadi panas, hingga Damian merasa perlu penuntasan pagi ini..


Namun sebelum ia menyentuh Mikha...


Tok....tok...tok...


''Ayah.....ibu...lama sekali.''? jerit Kevala begitu nyaring menembus pintu..


Mikha dan Damian menghentikan ciuman mereka dengan senyuman getir...


Termasuk pakaiannya dan juga bibirnya yang sedikit bengkak oleh pertempuran kecil mereka pagi ini..


''Bagaimana kalau kita meminta mereka menunggu sementara kita menyelesaikan ini.''?desah Damian masih memeluk Mikha..


Mikha tertawa kecil ketika mendengar Kevala berteriak dengan nyaring..


''Percayalah dia akan membunuh kita dalam amarah, terutama untukku.'' lirik Mikha kesal..


''Baiklah sayang....''balas Damian menyerah..


Mereka tertawa pelan,....


''Kau pergilah lebih dahulu, aku akan mengganti bajuku.''ucap Mikha menjelaskan..


''Baiklah sayang...''


Damian melangkah keluar dari kamar dan pergi..


Mikha menjatuhkan dirinya di sofa kamar dan mengerutkan dahi, perlahan tangannya menyentuh dadanya...


Astaga..mengapa ia merindukan Derrell??? mata Mikha berkaca-kaca..apa yang terjadi dengannya..???apakah ia sebenarnya juga merindukan Derrell?? sebenarnya ia juga mencintai Derrell.?

__ADS_1


Mikha akhirnya memejamkan matanya, hatinya bergetar..ketika memikirkan Derrell...


''Bagaimana keadaanmu saat ini Derrell.''? ucap Mikha dengan pelan,..... ia mengepalkan tangannya dengan kuat....


******************************


Damian melangkah menuju ruang tamu bersama Kevala, keduanya melangkah sambil bergandengan tangan,...sesekali bercanda, Kevala menceritakan kesehariannya dengan teman-temannya dan Damian mendengarkan dengan penuh perhatian.


''Ayah....di sekolahku akan ada acara pentas nyanyi, aku rasa aku akan ikut..aku yakin aku akan menang ayah.'' ucap Kevala percaya diri...


Damian menghentikan langkah dan menatap putrinya dengan senyuman, lalu membelai rambut sang putri dengan penuh kasi sayang..


''Apa kau yakin bisa menyanyi.''?


''Yah..aku yakin...nanti setelah kita sampai di villa aku akan mennyanyi dan ayah akan menilaiku bagaimana.''?


''Ayah sungguh tidak sabar lagi.''ucap Damian memeluk Kevala..keduanya terus melangkah ke ruang tamu tempat Dion dan Kevin sudah menunggu.....


Menuruni tangga, Kevala dan Kevin saling menatap tajam, masing-masing menyembunyikan kemarahan di dalam dirinya..Kevin sungguh kesal kali ini pada Kevala dan tidak ingin lagi berbaikan dengan adik kembarnya karna ia merasa perbuatan Kevala sudah keterlaluan kali ini...


''Kak Dion..''?jerit Kevala dengan sumringah, ia berlari menghambur ke pelukan Dion....


''Kau semakin cantik saja hum..''? goda Dion mengusap rambut Kevala..


''Aku memang cantik kok, aku kan mirip denganmu kakak,.'' bisik Kevala dengan manja....


''Kau gadis kesayanganku Kevala, kau tentu mirip denganku.'' bisik Dion sungguh menujukan kasih sayangnya hanya pada Kevala...


Mikha akhirnya turun dari tangga dan menarik perhatian suami dan anak-anaknya..ia melangkah penuh percaya diri sambil tersenyum..


''Semua sudah siap.''??ucapnya tersenyum..


Semuanya menjawab serentak,


''Sudah ibu..''


Kevin melangkah ke arah sang ibu dan memeluknya dengan erat..


Mereka melangkah bersama untuk keluar Mansion, masing-masing menuju mobil yang telah tersedia.....


''Ehhm...tunggu dulu.'' seru Mikha hingga mereka menoleh,


''Ada apa lagi bu..''? keluh Kevala sudah tak sabar lagi ingin pergi..


Sebuah mobil memasuki halaman rumah membuat semua mata tertuju padanya...


Keluar dari sana seorang gadis cantik namun berwajah culas,dialah Alexa Sebastian...Dion membeku melihat gadis cantik itu..Alexa sungguh bersinar dengan tampilannya hari ini..

__ADS_1


''Apakah aku terlambat tante dan paman.''?bisik Alexa menunduk hormat pada Damian dan Mikha...


__ADS_2