
#FlasbackOn#
Mikha menatap dirinya di cermin dan tersenyum, malam ini adalah malam pementasan drama di kampus dan yang menjadi pemeran utama, disana ada kekasihnya Roland yang akan menjadi lawan main di dramanya, Mikha sungguh tidak sabar lagi untuk sampai ke kampus....
Gadis 19 tahun itu menaiki mobilnya dan dengan cepat mengantarkan dirinya ke gedung kampus, ia tampak sumringah dan antusias untuk malam ini.
Mobil akhirnya sampai di parkiran kampus, lalu ia pun segera turun dan melangkah setengah berlari ke arah gedung, tanpa menoleh kekiri dan kanan hingga ia di kejutkan oleh tarikan seseorang pada lengannya..
''Cindirela...kau sangat terburu-buru.'' bisik seorang gadis cantik kepadanya.
Mikha tersenyum menyadari sahabatnya Intan sedang menggodanya, ia pun tersenyum....
''Pangeranku..aku tak sabar untuk bertemu dengannya.''
''Roland sedang mengenakan kostum jadi tenanglah..''
Wajah Mikha merona malu..Roland bilanf akan memberi kejutan padanya malam ini..dan Mikha tak sabar lagi untuk mengetahui kejutan apakah yang di maksud Roland..
''Baguslah,...malam ini kami pasti menang.''
''Tentu saja...'' balas Intan tersenyum
''Baiklah Intan, aku harus masuk sekarang untuk mengganti kostum.''
''Yah...aku akan ada di barisan depan untuk mendukungmu Mikha.''
''Aku akan melihatmu dari panggung.''seru Mikha lalu segera meninggalkan Intan sendiri
Intan menganggukan kepala dengan cepat lalu hendak melangkah sebelum seseorang mengejutkannya dari kegelapan.
''Bosku ingin bicara penting denganmu, apakah kau punya waktu nona.''? ucap seorang pria muda dengan tatapan paling tajam, hingga beberapa saat Intan terdiam..
''Maaf..tapi aku tidak mengenalmu.'' ucap Intan gugup.
''Kau akan baik-baik saja..ini hanya pembiacaraan ringan dan juga penawran bagus untuk dirimu.''
''Penawaran bagus.''?
''Yah...''
Intan masuk ke dalam Limosin berwarna hitam dan terkejut dengan tatapan elang milik seorang pria yang sangat tampan,...namun ia terlihat dewasa..pria itu terlihat sangat tampan, berkelas dan juga kaya..
''Siapa namamu.'' bisiknya pelan.
Intan menunduk hormat dan menjadi sangat pucat..
''Namaku Intan, kalau boleh aku tau..mengapa tuan ingin bertemu denganku.'' tanya Intan mulai gelisah..bahkan ia bisa merasakan kalau ia gemetar ketika duduk berhadapan dengan pria ini.
Pria itu tersenyum dingin.....hingga Intan merasa ketakutan.....
''Apakah gadis yang tadi berbicara denganmu...''
''Mikhayla maksud tuan.''?
''Namanya Mikhayla.''?
__ADS_1
''Yah...tapi kami biasa memanggilnya dengan sebutan Mikha.''
''Kau adalah....''?
''Aku sahabatnya tuan.''
''Bagus....aku ingin kau menjadi anak buahku..bagaimana, aku ingin kau membantuku mendapatkan sahabatmu itu." ucap Derrell penuh penekanan.
Intan sungguh terkejut dengan permintaan pria kaya ini, tentu saja ia tak bisa setuju..namun ia juga sangat ketakutan karna aura dari pria ini sungguh begitu kejam....apa yang harus dia lakukan....?
Derrell tersenyum.....ketika menyadari sinar penolakan dari mata Intan.
"Aku tak pernah suka penolakan karna aku bisa saja berbuat nekat...mungkin saja, setelah kau menolak maka malam ini juga aku akan menculik adikmu dan mengirimnya sebagai budak di luar negri." ucap Derrell santai.
"Tuan...."
"Katakan keputusanmu....."desak Derrell tak sabar.
Intan memejamkan matanya ketika airmatanya menetes,apa yang harus ia lakukan.? jika ia setuju dengan permintaan pria ini itu berarti ia menghianati sahabatnya sendiri, namun jika ia menolak maka hidup adiknya akan berakhir.
"Apa yang kau inginkan dari Mikha tuan..dia gadis yang baik." isak Intan sedih....
"Itu bukan urusanmu....kau hanya harus membantuku saja...malam ini juga kau harus memulai peranmu..."
"Tuan..."jerit Intan mulai menangis...
"Panggill aku tuan Derrell, katakan kau mau atau tidak...."? liriknya tajam...
Intan yang malang tak punya pilihan lain..ia terjebak sekarang..dan tak mampu untuk melepaskan diri....lalu iapun mengangguk..
"Tentu saja..aku tidak sejahat itu." Derrell tertawa pelan...
"Apakah kau berjanji."? ulang Intan masih tak percaya...
"Aku berjanji dan hukan itu saja, kau sedang kesulitan biaya untuk penelitianmu sebagai dokter bukan."?
Derrell tersenyum puas....
"Yah bagaimana anda tau tuan."? ucap Intan dengan bingung..
"Tentu tak ada yang tak bisa aku tau...aku akan menjamin seluruh masa depan kalian, jika kau menjadi mata-mata bagiku....dan menjadi kaki tanganku." ucap Derrell dengan senyuman kemenangan....
"Baiklah tuan Derrell...aku akan menuruti semua ucapan anda." Intan menundukan kepala dengan gemetar...
"Keluarlah sekarang dari mobilku dan lakukan tugas pertamamu...jangan kecewakan aku."? desis Derrell mengancam lewat tatapan mata..
Intan menganggukan kepala dengan cepat, lalu turun dari mobil dengan begitu pucat pasi....
❤❤
"Bagaimana minumannya...."? tanya Roland ketika melihat Mikha meneguk minuman itu sampai habis setelah pementasan drama yang melelahkan.
Sisa kebanggaan masih terpancar di wajah Mikha ketika membayangkan riuh tepuk tangan yang memujinya....ia sangat bahagia...
"Minumannya segar sekali." ucap Mikha dengan senyum puas,
__ADS_1
Roland mengangguk seraya membelai rambut kekasihnya dengan sinar mata puas...
"Setelah ini bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat."?
Mikha menoleh ragu...ini sudah malam, bagaimana munbkin ia pergi..papa akan sangat marah jika ia pulang terlambat....
"Kemana."?
"Makan malam untuk merayakan pementasan malam ini..kita menjadi pemenangnya sayang."
Mikha tertegun.....
"Baiklah...sebentar...aku harus ke ruang ganti untuk melepaskan kostum ini."
"Aku akan menunggumu sayang,cepatlah." bisik Roland mengecup tangan Mikha dengan lembut...
"Tentu saja...tunggu aku." ucap Mikha dengan senyuman..
Mikha melangkah mendekati ruangan kostum dan terkejut ketika Intan tiba-tiba saja berdiri di hadapannya dan menatapnya tajam..
"Intan....kau menganggetkan saja...."
"Aku akan membantumu melepaskan kostum itu bagaimana."? ucap Intan dengan senyuman manisnya...
Mikha mengangguk lega...
"Baiklah...aku memang kesulitan...ayo kita masuk." ucap Mikha hendak meraih jemari Intan namun gadis itu enggan...
"Tidak..bagaimana kalau kita ke ruangan di samping..disana lebih sepi..dan kau akan aman berganti kostum disana.." tawar Intan....
Mikha menoleh ke arah pintu ruangan yang paling ujung.....
"Baiklah....ayo..." bisik Mikha dengan cepat...
Keduanya melangkah masuk ke dalam ruangan sepi itu....
Mikha merasa pusing tiba-tiba menyerang kepalanya....hingga ia mulai kehilangan keseimbangan....
"Mikha..." jerit Intan menahan tubuh Mikha agar tidak terjatuh....
"Aku merasa pusing....Intan.." bisik Mikha berusaha mempertahankan kesadarannya...
"Ayo..istirahat dulu.." bisik Intan membantu Mikha untuk duduk, namun sekejap saja....
Tubuh Mikha jatuh tak sadarkan diri, hingga Intan hanya menghela nafas....ketika pintu terbuka dan muncul seorang pria yang tampak tersenyum kepadanya.....
"Bagaimana..."? ucap Derrell mengalihkan pandangan pada sosok Mikha yang tertidur pulas...
Cantik.....batin pria itu tersenyum.....
Intan menundukan kepalanya....
"Semua berjalan sesuai keinginan tuan.."
Derrell menganggukan kepala...
__ADS_1
"Bagus.....saatnya aku mengambil milikku." Derrel tampak begitu senang...